cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2022)" : 6 Documents clear
MAKNA SIMBOLIK DALAM GEGURITAN "SENGKUNI MBAYI" KARYA SETYAWATI DWI DIJAMAN SEKARANG (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Cahyani, Atif Nur
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.52674

Abstract

Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra menyimpan banyak misteri dan makna yang dalam. Tidak hanya kata yang indah, puisi juga menjadi medium ekspresi dan juga konservasi khususnya bidang karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna didalam puisi "Sengkuni Mbayi" dalam penggambaran kehidupan manusia jaman sekarang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi sastra. Dalam menganalisis unsur budaya tokoh pewayangan yang dimaknai dalam kehidupan yang sekarang, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna didalam puisi atau geguritan Jawa yang berjudul "Sengkuni Mbayi" yang menggambarkan watak manusia jaman sekarang yang penuh keserakahan dan ambisi, sama dengan yang digambarkan dalam penokohan pewayangan yang ada di Mahabarata dalam tokoh Sengkuni.
NYADRAN ORANG JAWA DI MAKAM SEWU BANTUL YOGYAKARTA DALAM ANTROPOLOGI BUDAYA Santosa, Eko
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.58344

Abstract

Antropologi budaya adalah studi perilaku budaya masyarakat yang hidup secara berkelompok di lingkungan masyarakat dengan berbagai macam cirikhas kehidupannya  salah satu contohnya dalam tradisi upacara nyadran. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi, fungsi folklor, dan makna simbolis ubarampe upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul. Sumber data ini adalah informasi dari warga Dusun Pijenan-Pedak, panitia upacara Nyadran, pemimpin upacara, kaum atau rois, pengurus makam sewu, mantan pengurus makam sewu, juru kunci, serta perangkat Dusun Pijenan-Pedak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terbuka, wawancara terstruktur, observasi partisipasi/ pengamatan berperan serta, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu kamera, tape recorder, dan buku catatan. Teknik analisis data dengan  menggunakan cara etnografi (1) tahap pemrosesan satuan meliputi; tipologi satuan, penyusunan satuan, (2) kategorisasi/pengelompokan,(3) penafsiran data/kesimpulan. Selanjutnya metode keabsahan data menggunakan (1) triangulasi sumber dan triangulasi metode (2) perpanjangan keikutsertaan.Kajian ini menyimpulkan bahwa deskripsi rangkaian upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul yang dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama adalah tahap persiapan upacara meliputi bersih lingkungan, tarub, midodareni, tahap kedua, pelaksanaan upacara meliputi (a) Semaan Al Qur'an, (b) Haul dan pengajian, (c) Khataman, tahlil, dan pengajian, (d) Kirap Jodhang, tahlil, kenduri, dan tabur bunga. Tahap ketiga, acara hiburan sholawat. Fungsi folklor dalam upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul adalah (1) Fungsi sosial meliputi fungsi kegotong-royongan, fungsi sarana kerukunan hidup antar-warga, (2) Fungsi pelestarian tradisi, dan (3) Fungsi ritual.
Kajian Karya Mas Ngabei Kramaprawira Dwiadmojo, Ghis Nggar
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.62004

Abstract

Tulisan ini bertujuan memperkenalkan Mas Ngabei Kramaprawira, sebagai Pujangga Madiun yang pernah meninggalkan jejak di Kuncen Madiun. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengkaji karya-karya peninggalan sang pujangga. Berdasarkan bukti arkeologis di kompleks Makam Kuncen Kota Madiun terdapat makam seorang Pujangga Madiun Bernama Mas Ngabei Kramaprawira. Berdasarkan penelusuran karyanya ada beberaa karya yang merupakan peninggalannya, yaitu beberapa naskah yang tersimpan di dalam dan luar negeri. Naskah-naskah peninggalannya di antaranya adalah Bantah Kekalih, Cariyos Kalihwelas, Cariyos Prabu Humijol Fal, Geguritan Tani, Wacan, dan Dewaruci.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATA KULIAH SESORAH Hartanto, Doni Dwi
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.61357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model cooperative learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengingkatan hasil belajar mahasiswa terkait keterampilan berbicara pada mata kuliah Sesorah. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode quasi experiment. Penelitian ini dilaksanakan di pada mata kuliah Sesorah di Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam penelitian terdapat dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang mana kedua kelompok sampel ini berjumlah sebanyak 25 peserta didik tiap masing-masing kelompoknya.  Untuk  kelompok  eksperimen  di  laksanakan  pembelajaran  menggunakan  model cooperative learning sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan perhitungan analisis uji-t yang telah dilakukan untuk menguji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 6.397 dan ttabel    sebesar 2.060, sehingga didapatkanlah pernyataan thitung > ttabel. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa model cooperative learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar yang berkaitan dengan keterampilan berbicara mahasiswa pada mata kuliah Sesorah.
TEMBANG CAMPURSARI SUWE ORA JAMU DALAM MASYARAKAT JAWA KARYA WALDJINAH ( KAJIAN ETNOGRAFI ) Yulianti, Saras
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.52672

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan makna lirik dari Tembang Campursari Suwe Ora Jamu dalam Masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif Etnografi, sedangkan sumber data penelitian ini adalah lirik tembang campursari suwe ora jamu karya Waldjinah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengertian dan makna tentang lagu campursari Suwe Ora Jamu karya Waldjinah sebagai berikut pertemuan yang sudah lama tidak terjalin, lagu ini mengibaratkan setelah lama tidak bertemu, jika akan bertemu jangan merasa kecewa. lama sudah tidak bertemu, baru pertama bertemu tetapi sudah jadi pikiran. Karena pertemuan itu membuat bahagia dan ada yang tidak bahagia. lama sudah tidak minum jamu, dan lama sudah tidak bertemu, sekalinya bertemu malah jadi beban di hati.
KRITIK SOSIAL PADA WAYANG CAKRUK Prastowo, Galang; Widayat, Afendy; Widyastuti, Sri Harti; Purwadi, Purwadi
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.61390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik-konflik sosial yang dikemukakan dalam wayang Cakruk, mendeskripsikan wujud kritik sosial yang disampaikan oleh wayang Cakruk, dan menguak pesan yang disampaikan dari konflik-konflik sosial dalam wayang Cakruk. Wayang Cakruk adalah wayang berbahasa Jawa, atau bahasa Jawa campuran, yang disajikan oleh dalang, dan sering menyertakan bintang tamu. Wayang Cakruk menyajikan cerita keseharian yang terdapat di sekitar masyarakat Jawa dewasa ini, sehingga berisi kritik sosial bagimasyarakat Jawa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, karena data yang diolah merupakan data kualitatif yang berbentuk kata-kata, yakni kata-kata dalam cerita yang ada pada wayang Cakruk. Data penelitian ini didapatkan dari hasil transkripsi dari ucapan dalang wayang Cakruk atau ucapan bintang tamu yang menyertai pementasannya. Data yang didapat  berupa berbagai deskripsi yang menyangkut konflik sosial yang terdapat dalam wayang Cakruk, wujud kritik sosial dalam wayang Cakruk dan pesan yang disampaikan dari konflik sosial dalam wayang Cakruk. Data dianalisa dengan menggunakan penafsiran hermeneutic Gadamer, terutama penafsiran yang menempatkan penafsir pada horizon dalang sekaligus penonton, yakni kemungkinan makna yang dimaksudkan oleh dalang dengan meleburkan penafsiran oleh peneliti.Hasil penelitian ini ditemukan beberapa kritik sosial yang disampaikan dalang atupun bintang tamu. Kritik sosial yang ditemukan ada yang diambil dari lingkungan keluarga, bermasyarakat hingga menyangkut instansi pemerintahan daerah, yakni menyangkut masalah etika remaja, sikap tuan rumah yang meremehkan tamu, KDRT, penyalah-gunaan wewenang, kolusi dan korupsi, dan kejahatan narkoba.

Page 1 of 1 | Total Record : 6