cover
Contact Name
Rianda Dirkareshza
Contact Email
riandadirkareshza@upnvj.ac.id
Phone
+6281293604632
Journal Mail Official
flj@upnvj.ac.id
Editorial Address
Gedung Yos Sudarso Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12450
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Forschungsforum Law Journal
Core Subject : Social,
Jurnal ini menerima seluruh tulisan dari peneliti, akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang hukum. Ruang lingkup dari jurnal ini: Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Internasional, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Adat, Hukum Bisnis, Hukum Lingkungan, dan lingkup lainnya yang memiliki kaitan dengan hukum.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER" : 6 Documents clear
Gamifikasi dalam Industri Ojek Online: Pengaruh terhadap Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Muhammad Syaihuputra, Brian Maulana; Fauzyyah, Nabilah Putri; Aritonang, Christian Daniel; Tiffany Putri, Gabriela
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.10830

Abstract

Gamification has become a core strategy in the online taxi industry, implemented to enhance driver performance through incentive systems, point accumulation, and rankings. While it provides flexibility and income opportunities, this system often results in unfair working conditions, including extended working hours, income instability, and inadequate social protection. Utilizing a library research approach and normative juridical analysis, this study assesses the impact of gamification on worker welfare and identifies regulatory loopholes in their legal protection. The findings indicate that the partnership status weakens drivers' bargaining power, while algorithmic systems restrict their control over work. Consequently, more transparent regulations and labor protection policies that are responsive to platform-based work models are necessary.
Perlindungan Konsumen dalam Layanan Umum: Analisis Regulasi dan Implementasi Kebijakan terhadap Hak-hak Konsumen Maratus, Ana; Syafi'iyah, Latifatus
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.10927

Abstract

Consumer protection in public services is a crucial element in ensuring justice and legal certainty for the public. This study aims to analyze consumer protection regulations and the implementation of policies supporting the fulfillment of consumer rights in public services. The research problem addressed is the extent to which existing regulations provide effective protection and how policies are implemented in practice. The research method used is normative juridical with a statutory and case study approach. The findings show that although the regulatory framework is available, its implementation faces various challenges, such as weak supervision, lack of public outreach, and suboptimal consumer dispute resolution. This study recommends strengthening regulations, enhancing the capacity of supervisory institutions, and fostering synergy among agencies to achieve effective consumer protection in the public service sector.
Re-concept of Indonesian Maritime Security to Establish Indonesian Sea Power Seno, Ario; B. Ponto, Soleman
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.10992

Abstract

There are still some tangible maritime security threats in Indonesia national ideals and the President’s vision. the Law No. 32 of 2014 which gives mandate to Bakamla RI to establish security and safety patrol operation in Indonesian territorial and jurisdiction region. This research aims to discuss Bakamla failure to transform into Indonesia Coast Guard and the Indonesian maritime security is re-concepted to establish Indonesian Sea Power. By qualitative method that collect some data and information from latest news then analyzed by national constitution and theories from some experts, this research obtained two statements. Firstly, Bakamla RI has failed to transform into Indonesia Coast Guard and secondly, the Indonesian maritime security system needs to be re-concepted into coordinated multi agencies multi tasks in order to establish Indonesian Sea Power.
Praktik Penagihan Diskriminatif dalam Pinjaman Online: Analisis Hukum terhadap Implementasi Perlindungan Konsumen di Indonesia Mufidah, Putri; Najwa Zulfa, Alya; Intaniassifa; Arta Rea Ahmad, An Nazwa
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.11132

Abstract

The rapid pace of technology has brought about significant changes in the economic sector, including the emergence of online lending services that provide easy access to funds. However, behind this convenience, there are serious problems related to discriminatory collection practices by online loan providers, especially those operating illegally. These practices include various forms of violations such as intimidation and threats against borrowers, gender-based harassment, unauthorized dissemination of personal data, and harsh treatment based on social status. The impact of this practice is far-reaching, causing not only financial loss but also severe psychological distress to the borrower, even leading in some cases to extreme measures such as suicide. This research aims to analyze the form of discriminatory billing practices in online lending services in Indonesia and evaluate the implementation of legal protection for consumers who are victims of such practices. Using the normative juridical research method, this research examines various relevant laws and regulations, including Law No. 8/1999 on Consumer protection, Law No. 11/2008 on Electronic Information and Transactions, as well as regulations from the Financial Services Authority (OJK) and the Indonesian Joint Funding Fintech Association (AFPI). The results show that although regulations have been implemented to protect consumers discriminatory billing practices are still rampant due to weak supervision and low public financial literacy regarding the risks of online lending. As a solution, this study recommends strengthening regulations and stricter supervision mechanisms, increasing financial education for the public, and increasing cooperation between the government and related parties in combating illegal online loans. Thus, it is hoped that consumer protection can be optimized and discriminatory billing cases can be minimized in the future.
Format Ideal Standar Kelayakan Proyek Penerima Green Bond sebagai Perlindungan Hukum Investor dari Risiko Praktik Greenwashing di Pasar Modal Alfandy, Muhammad Daffa; Labdawara, Naziifah; Rambe, Sultan
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.12151

Abstract

Penerapan konsep ekonomi hijau (green economy) dalam pembangunan perekonomian nasional menjadi titik infleksi bagi negara-negara di seluruh dunia untuk mengakselerasikan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi tidak sekadar berbicara ekonomi kerakyatan, namun juga membahas ekonomi berkelanjutan. Ekonomi berkelanjutan berfokus pada skema pembiayaan yang ditujukan untuk proyek-proyek berwawasan lingkungan, yang kemudian disebut sebagai investasi hijau (green investment). Untuk menunjang hal tersebut, OJK melalui Roadmap Keuangan Berlkelanjutan membuka ruang untuk dilakukannya penerbitan obligasi hijau (green bond) yang dilandasi oleh POJK No. 60/POJK.04/2017 yang bertujuan untuk mendanai sebagian atau seluruh proyek berwawasan lingkungan. Permasalahan hukum muncul ketika POJK  a quo tidak mengatur standar kelayakan proyek penerima green bond secara jelas sehingga membuka ruang terjadinya praktik greenwashing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis-normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya standar kelayakan proyek penerima green bond sebagai instrumen perlindungan hukum bagi investor, sekaligus untuk menjamin penyaluran dana tepat sasaran serta mendukung terciptanya iklim investasi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya praktik greenwashing.
Penguatan Perlindungan Hak Anak Pasca Putusan Perceraian melalui Pembentukan Badan Jaminan Nafkah Anak (Studi Komparatif Negara Malaysia) Nurdiansyah, Eki
Forschungsforum Law Journal Vol 2 No 03 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Hukum |Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/flj.v2i03.12208

Abstract

Fenomena perceraian yang terus meningkat di Indonesia telah berdampak terhadap pemenuhan hak anak terutama dalam hal pemberian nafkah. Meskipun telah ada regulasi yang mengatur hak nafkah anak pasca perceraian, kenyataan banyak putusan pengadilan yang tidak dijalankan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terabaikannya pemenuhan nafkah anak, menganalisis akibat hukum bagi orang tua yang lalai dan mengeksplorasi model kelembagaan Bahagian Sokongan keluarga (BSK) di Malaysia sebagai alternatif Solusi. Medote penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis normative-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, lemahnya sistem eksekusi dan minimnya kesadaran hukum menjadi penyebab utama kegagalan pemenuhan nafkah anak. Selain itu, sanksi huhkum yang bersifat administrative dan perdata belum memberikan efek jera yang kuat. Studi terhadap BSK di Malaysia menunjukkan bahwa keberadaan Lembaga khusus di bawah Mahkamah Syariah mampu menjembatani kendala dalam eksekusi nafkah melalui mekanisme bantuan hukum, mediasi dan pemberian nafkah sementara. Penulis merekomendasikan pembentukan Lembaga serupa di bawah Pengadilan Agama Indonesia guna memperkuat perlindungan hak anak pasca perceraian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6