cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Juni" : 7 Documents clear
Aplikasi Metode Ground Penetrating Radar Terhadap Pola Retakan Di Bendungan Batu Tegi Lampung Somantri Aji; Pulung Arya; Mimin Iryanti
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4529

Abstract

Munculnya retakan pada urugan bendungan Batu Tegi Lampung sangat mengganggu keselamatan diwilayah tersebut. Dalam hal ini perlunya dilakukan investivigasi terhadap retakan – retakan yang muncul dipermukaan urugan bendungan. Penelitian Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode geofisika sebagai alat bantu untuk penelitian geologi bawah permukaan dangkal dan terperinci. Penetrasi kedalaman metode GPR ini sangat bergantung pada sifat listrik geologi bawah permukaan dengan prinsip kerja pengirim dan penerima pulsa gelombang, sehingga akan muncul struktur lapisan bawah permukaan karena terdapatnya anomali bawah permukaan pada radargram.  Pengolahan serta interpretasi data georadar pada penelitian ini menggunakan software Reflexw. Sehingga hasil penelitian dari metode GPR ini menunjukan pola retakan yang muncul pada urugan bendungan Batu Tegi. Yang nantinya dapat dipergunakan untuk membantu perencanaan mengevaluasi desain, kontruksi pada urugan bendungan maupun perencanaan mitigasi.
Penentuan Karakteristik Tremor Gunungapi Semeru Jawa Timur Berdasarkan Analisis Spektral (Studi Kasus: Oktober 2015-Desember 2015) Dea Hertiara Municha; Mimin Iryanti; Hetty Triastuty
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4530

Abstract

Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia dengan tipe erupsi vulkanian dan strombolian. Penelitian ini menggunakan data seismik digital G. Semeru yang terekam pada bulan Oktober 2015- Desember 2015. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu data tremor vulkanik gunungapi Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan aktivitas vulkanik yang berdasarkan pada perubahan kegiatan tremor vulkanik. Tremor vulkanik merupakan gempa yang sering terjadi di sekitar gunungapi, gempa ini terjadi akibat aktivitas pergerakan magma ke atas di dalam gunungapi. Salah satu cara untuk mengetahui karakteristik aktivitas Gunung Semeru yaitu dengan analisis spektral. Analisis spektral ini dilakukan dengan menerapkan Fast Fourier Transform. Tujuan dari transformasi ini adalah untuk merubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi sehinggal diperoleh spektrum frekuensi dari sinyal-sinyal vulkanik. Berdasarkan analisis spektral pada gunung Semeru ini didominasi tremor harmonik yang memiliki ciri-ciri bentuk sinyal puncak spektral yang teratur serta memiliki frekuensi dasar tremor harmonik berkisar 0.1 Hz-2 Hz, sedangkan frekuensi dominan tremor harmonik berkisar 0.2 Hz-3.5 Hz, serta kandungan frekuensi tremor G. Semeru tergolong rendah. Serta terjadi  perubahan tertinggi frekuensi dasar dan frekuensi dominan pada stasiun Puncak.
Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik Mela Faridlah; Adrin Tohari; Mimin Iryanti
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4532

Abstract

Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik  ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B) dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah)  dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi) kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. 
Analisis Pengolahan Citra Mri Otak Menggunakan Segmentasi Watershed Dengan Filter Sobel Dan Morphological Gradient Khoerun Nisa Syaja'ah; Yudha Satya Perkasa
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4520

Abstract

Pencitraan medis atau  medical imaging adalah  suatu cara untuk  mendapatkan informasi citra medis  tanpa   harus   menggunakan tindakan  operasi   atau   bedah.   Proses  diagnosis   dalam pencitraan medis akan memberikan informasi  terkait  bentuk,  lokasi, objek yang di teliti, atau disebut  dengan   ROI  (Region  of  Interest).  Pada   Penelitian   ini  dibuat   sebuah   rancangan metoda  segmentasi secara komputasi menggunakan teknik  watershed dengan  filter sobel dan morphological gradient untuk menganalisis daerah tumor dan mengurangi efek segmentasi berlebihan  yang  muncul  pada  teknik  watershed,  pada  citra  otak  dengan  tinjauan  tiga  slice hasil  citra  MRI  yang  berbeda  yaitu  axial,  koronal   dan  sagital.  Hasil  percobaan dari  dua metoda  kombinasi  teknik watershed makers dan morphological gradient menghasilkan segmentasi baik mengurangi  segmentasi yang berlebihan  serta hasil yang lebih tajam,  dengan hasil pengujian  kualitas  citra dengan  metoda  SNR  (Signal Noise to Ratio) untuk  setiap slice adalah  axial 5.73 dB, koronal  6.38 dB dan sagital 5.96 dB dengan waktu  rata-rata komputasi adalah  1.20 s dan kombinasi  segmentasi menggunakan filter sobel untuk  masing-masing  slice adalah  axial 5.68 dB, koronal  6.28 dB, dan sagital 5.27 dB dengan waktu rata-rata komputasi adalah1.80  s.
Analisis Jangkauan Dan Baud Rate Transmisi Data Pada Sistem Telemetri Temperatur Berbasis Mikrokontroler Nurjannah Nurjannah; Lilik Hasanah; Ahmad Aminudin
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4523

Abstract

Pengujian jangkauan dan boud rate transmisi data pada sistem telemetri temperatur dilakukan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap data yang ditransmisikan.. Alat-alat yang digunakan untuk menganalisisnya adalah sensor temperatur LM35, perangkat transmitter, perangkat receiver dan PC. Adapun metode yang dilakukan untuk pengujian jangkauan transmisi data adalah dengan cara mentransmisikan data pada jangkauan 1 meter sampai dengan 10 meter. Sedangkan untuk melakukan pengujian pengaruh boud rate terhadap data yang ditransmisikan dilakukan dengan cara memvariasikan boud rate perangkat receiver pada setiap transmisi data.
Identifikasi Tingkat Aktivitas Gunung Guntur Periode Oktober -November 2015 Berdasarkan Analisis Spektral Dan Sebaran Hiposenter - Episenter Gempa Vulkanik Ria Sulistiawan; Nanang Dwi Ardi; Hetty Triastuty
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4533

Abstract

Kompleks Gunung Guntur (G.Guntur) merupakan salah satu gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kompleks ini terdiri atas beberapa kerucut, salah satunya yaitu Gunung Masigit (2249m) yang merupakan kerucut tertinggi. Sampai pada tahun ini masih terekam aktivitas kegempaan dibawah G.Guntur, sehingga dilakukan pemantauan secara kontinyu di pos PGA untuk mengetahui aktivitas G.Guntur. Metode pemantauan seismik saat ini merupakan metode pemantauan yang dominan digunakan dalam pemantauan gunung api. Maka dari itu dilakukan penelitian terhadap kegempaan pada G.Guntur periode Oktober sampai November 2015, berdasarkan analisis spektral dan analisis sebaran hiposenter-episenter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe gempa, sebaran hiposenter-episenter dan tingkat aktivitas kegempaan G.Guntur. Sinyal gempa diperoleh dari 5 stasiun yaitu stasiun Citiis, Masigit, Sodong, Legokpulus, dan stasiun Kabuyutan. Melalui parameter hiposenter-episenter serta kandungan frekuensi dan jumlah event gempa yang digunakan dalam upaya memonitoring gunungapi untuk mengetahui aktivitas gunungapi. Analisis spektral didapatkan nilai frekuensi cut off dari gempa vulkanik untuk mengidentifikasi penyebab aktivitas gempa tersebut. Analisis hiposenter serta episenter  dilakukan untuk mengetahui tipe gempa dan juga sebaran hiposenter-episenternya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan  terhadap analisis tingkat  aktivitas kegempaan G.Guntur hasil yang diperoleh yaitu seismisitas kegempaan pada G.Guntur masih di dominasi oleh gempa Vulkanik Dangkal dan Vulkanik Dalam. Tingkat aktivitas G.Guntur yang teridentifikasi ditandai dengan terjadinya peningkatan jumlah event dibawah 4 kali dalam sehari yang diakibatkan oleh migrasi magma, dan  pendangkalan gempa vulkanik dari periode Oktober ke November, secara umum aktivitas  gempa vulkanik G.Guntur  ini tidak memicu perubahan signifikan dan tergolong  aktivitas yang normal. Sehingga untuk status level bahaya G.Guntur masih berada pada level 1 (normal).
Studi Pengukuran Koefisien Atenuasi Material Zincalume Sebagai Perisai Radiasi Gamma Ruly Gumilar; Annisa Nur Fitriani; Tera Ummutafiqoh; M. Nurul Subkhi; Yudha Satya Perkasa
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4528

Abstract

Radiasi merupakan energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang dari suatu sumber radioaktif. Partikel tersebut tidak dapat terlihat secara kasat mata diantaranya partikel alfa (????), beta (????) dan gamma (????). Sedangkan jika suatu partikel berinteraksi secara langsung dengan tubuh makhluk dapat menyebabkan terjadinya ionisasi bahkan mutasi yang akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Sehingga dalam makalah ini akan dilakukan pengukuran koefisien atenuasi material (????????) zincalume sebagai perisai radiasi, material tersebut mudah ditemukan karena sudah diproduksi dan digunakan secara luas dalam bidang konstruksi. Pengukuran dilakukan dengan simulasi menggunakan program transfort monte carlo MCNPX, meliputi detektor NaI(Tl) dengan terlebih dahulu di uji efisiensi absolutnya dan dibandingkan antara eksperimen dan simulasi, kemudian material perisai di investigasi dengan ketebalan berbeda dari 2 cm – 10 cm menggunakan sumber radioaktif 60Co. Hasil pengukuran menunjukan koefisien attenuasi meningkat dengan bertambahnya ketebalan perisai, intensitas radiasi dapat berkurang hingga 95.58% dengan ketebalan perisai 5 cm. Material zincalume dapat digunakan sebagai perisai radiasi gamma energi rendah dengan ketebalan 2 cm dengan daya serap radiasi lebih dari setengahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7