Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MIGRASI FINITE DIFFERENCE DAN KIRCHOFF PADA DATA SEISMIK REFLEKSI 2D Sukmana, Andri; Kamallulah, Kamallulah; Ardi, Nanang Dwi
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi hidrokarbon sebagai sumber daya energi dilakukan menggunakan metode seismik dengan proses post stack migrasi dalam domain waktu dengan teknik migrasi Kirchhoff dan finite difference untuk mengetahui hasil pencitraan bawah permukaan dari dua teknik migrasi yang digunakan. Ketepatan dalam menggunakan teknik migrasi sangat diperlukan agar dapat mengakomodasi dan menghasilkan pencitraan dengan resolusi yang lebih baik dari sebuah data komplek. Tahap pengolahan data dilakukan sesuai dengan flow processing metode seismik dan tahapan stack dilakukan dengan dua tahap yaitu stacking DMO dan tanpa DMO. Hasil stack menunjukan hasil yang lebih baik menggunakan DMO karena menunjukan kemungkinan suatu reflektor yang lebih tajam dan tegas. Pada proses migrasi dengan teknik migrasi Kirchhoff menghasilkan pencitraan bawah permukaan terhadap kemungkinan suatu reflektor lebih kontinyu antara cdp 2883 sampai dengan 3383 dan finite difference menghasilkan pencitraan reflektor yang lebih fokus antara cdp 2883 sampai dengan cdp 3883.
ANALISIS PENAMPANG CRS PADA DATA SEISMIK 2D MULTICHANNEL DI PERAIRAN UTARA PAPUA Yudiana, Bayu; Nainggolan, Tumpal B; Ardi, Nanang Dwi
ISSN
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Perairan Utara Papua berpotensi menghasilkan sumber daya alam yang melimpah. Pengolahan data yang umum saat ini mulai bergeser ke arah metode pre-stack time maupun pre-stack depth imaging. Tetapistacking masih merupakan tahapan yang penting dalam pengolahan data seismik, karena penampang stack merupakan interpretasi awal dari gambaran bawah permukaan. Penampang stacking memiliki peranan penting karena merupakan penampang awal yang dapat diinterpretasi sebelum dilakukan proses migrasi. Salah satu metode stack yang mampu memberikan hasil yang baik adalah metoda Common Reflection Surface (CRS) stack. Metode CRS stack mengasumsikan bahwa reflektor terdiri dari banyaknya segmen permukaan refleksi yang memiliki panjang sama dengan lebar zona Fresnel pada kedalaman. Metode CRS-Stack menggunakan stacking operator yang tepat untuk reflektor yang terekam pada data pre-stack lebih baik dari pada data konvensional. Stacking operator CRS terdiri dari 3 parameter yaitu α RNIP, dan RN. Untuk memperoleh hasil penampang CRS yang baik dilakukan uji apperture dip. Operator CRS yang terbaik menggunakan 50 m dengan apperture dip sebesar 250 m. Hasil dari metode CRS stack mampu memberikan penggambaran bawah permukaan yang lebih baik dalam hal kemenerusan dan ketajaman reflektor dari pada stack konvensional, hal ini terlihat pada CDP 3000 – CDP 3500. Hasil dari metode CRS stack dapat bermanfaat sebagai sumber data awal untuk menentukan potensi sumber daya alam yang ada di bawah permukaan Perairan Utara Papua.
PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG) Ardi, Nanang Dwi; Aryanti, Mimin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.308

Abstract

Makalah ini menampilkan sebuah pendekatan dalam penyelidikan rongga-rongga di bawah tanah. Akuisisi data resistivitas telah dilakukan di Gua Dago Pakar, Bandung. Lintasan resistivitas telah diukur dan dilanjutkan dengan pengukuran secara manual dengan menggunakan tali serta GPS untuk memperkirakan bentuk gua secara akurat. Sistem konfigurasi lintasan resistivitas menggunakan konfigurasi elektroda WennerSchlumberger. Pemrosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv dengan metode komputasi kuadrat terkecil. Hasil dari pemodelan inverse 2D menunjukkan bahwa bentuk tubuh gua berlokasi sekitar 10 – 12,4 m di bawah lintasan resistivitas dengan rentang nilai resistivitas 540-600 Ohm meter. Hasil ini dikorelasikan dengan data geologi dan pengukuran secara manual di dalam gua.Kata kunci:  Rongga, Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Inversi
IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT BERDASARKAN INTERPRETASI DATA ANOMALI MAGNETIK DI PERAIRAN TELUK TOLO SULAWESI Heryanto, Septian Taufiq; Ardi, Nanang Dwi; Ilahude, Delyuzar
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey eksplorasi geofisika melalui metode magnetik di perairan Teluk Tolo menghasilkan nilai anomali magnetik total yang telah dikoreksi oleh IGRF, dan variasi harian. Nilai anomali magnetik residual diperoleh melalui metode pemisahan Trend Surface Analysis. Hasil pengolahan data kemudian diplot menjadi peta kontur anomali guna memperoleh gambaran anomali yang tersebar di daerah penelitian dan akan dijadikan acuan sebagai pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, gambaran struktur geologi bawah permukaan dasar laut Teluk Tolo mempunyai empat jenis komposisi batuan berbeda dengan nilai suseptibilitas 0,03, 0,004, -0,001, dan 0,07. Jenis batuan tersebut adalah granit, sedimen kuarsa, malihan kuarsit dan gabro intrusif yang terletak pada kedalaman 50 m sampai 200 m dari permukaan. Pada daerah penelitian, ditemukan indikasi adanya sesar naik yang mempunyai arah dari barat daya menuju timur laut pada penampang lintasan A – A’, dan sesar turun dengan arah dari barat laut sampai tenggara pada penampang lintasan B – B’ dan C – C’.
RANCANG BANGUN SUMBER MEDAN MAGNETIK DINAMIK UNTUK IDENTIFIKASI ANOMALI MAGNETIK LAPISAN TANAH Kartikasari, Kartini; Aminudin, Ahmad; Ardi, Nanang Dwi
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang medan magnet dinamik yang banyak dilakukan lebih sering memfokuskan tentang radiasi yang dihasilkan oleh sumber medan magnet dinamik. Sedangkan tentang pemanfaatan sumber medan magnet dinamik sendiri untuk membantu kepentingan manusia masih sedikit. Ini alasan penelitian dilakukan yaitu untuk mempelajari lebih lanjut tentang sumber medan magnet dinamik dan pemanfaatannya. Diharapkan sumber medan magnet dinamik dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk aplikasi geofisik dalam identifikasi anomali magnetik lapisan tanah. Sumber medan magnet dinamik yang dirancang terdiri dari 3 bagian yaitu function generator, power amplifier, dan koil solenoida. Sumber medan magnet yang dibuat menghasilkan medan magnet dinamik, dengan menggunakan solenoida yang dialiri arus AC. Medan magnet dinamik yang dihasilkan dibaca oleh sensor magnetik, sensor magnetik yang digunakan adalah sensor GMR. Sensor GMR membaca medan magnet dinamik dalam bentuk tegangan. Hasil pengujian sumber medan magnet dinamik diperoleh hasil medan magnet dinamik antara rentang -0,281 G – 5,425 G dengan menggunakan koil solenoida 200 lilitan. Sumber medan magnet dinamik yang dihasilkan di aplikasi untuk identifikasi anomali magnetik lapisan tanah. Identifikasi anomali magnetik lapisan tanah dilakukan terhadap beberapa jenis tanah dengan memagnetisasi tanah kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan sensor GMR. Hasil yang diperoleh dari pengujian dengan jarak 0 – 5 cm terhadap beberapa jenis tanah yaitu pasir beton antara -0,110 – 4,635 G; pasir beton ditambah FeCl3 antara -0,066 – 4,713 G dan pasir beton ditambah FeCl3 dan batu kali (Andesit) antara -0,154 – 4,702 G.
METODE MIKROTREMOR UNTUK MIKROZONASI GEMPA BUMI DI KOTA CILACAP Sulaeman, Cecep; Ardi, Nanang Dwi
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan Kota Cilacap yang berhadapan dengan zona subduksi Jawa di Samudera Hindia, serta adanya patahan Pamanukan-Cilacap menyebabkan adanya potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja. Oleh karenanya dibutuhkan upaya mitigasi bencana gempa bumi. Salah satu upaya mitigasi gempa bumi di Kota Cilacap adalah dengan membuat peta mikrozonasi gempa bumi. Pada penelitian ini telah dibuat peta mikrozonasi gempa bumi di Kota Cilacap berdasarkan hasil pengolahan data mikrotremor. Data mikrotremor diukur pada tanggal 29 April 2014 sampai dengan 3 Mei 2014 dengan menggunakan metode pengukuran single station, dan diolah dengan menggunakan metode HVSR. Hasil pengolahan data berupa nilai periode dominan dengan rentang nilai antara 0,28 s - 3,92 s, VS30 dengan rentang nilai antara 30,6 m/s - 430,8 m/s, dan PGA dengan rentang nilai antara 0,00404 g – 0,015139 g. Hasil penelitian ini berupa peta mikrozonasi yang mendeskripsikan zona bahaya bencana gempa bumi di Kota Cilacap. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi serta dapat digunakan dalam perencanaan dan pengembangan Kota Cilacap.
IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN NILAI SUSEPTIBILLITAS MAGNETIK BATUAN DI LAUT SULAWESI Patya, Dhea Intan; Rusdiana, Dadi; Purwanto, Catur; Ardi, Nanang Dwi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.905 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.68

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode magnetik untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan di sekitar Laut Sulawesi. Pengambilan data dilakukan dengan  menggunakan seperangkat alat Proton Procession Magnetometer pada Kapal Geomarine III dengan total 22 lintasan. Pengolahan data dengan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Hasil dari interpretasi kualitatif maupun kuantitatif yaitu berupa variasi nilai intensitas magnet total sebesar -450 nT dari arah timur laut menuju ke barat daya sebesar 110 nT. Variasi nilai anomali intensitas magnet total merupakan parameter dalam menentukan nilai suseptibilitas batuan yang sangat berpengaruh terhadap struktur geologi bawah permukaan  di sekitar Laut Sulawesi. Pengaruh geologi yang dihasilkan adalah berupa daerah penunjaman dan terdapat patahan atau sesar. Nilai suseptibilitas magnetik batuan  pada struktur bawah permukaan di sekitar Laut Sulawesi di dominasi batuan beku jenis andesit dan basalt, dan batuan  metamorf  (k = 0,067833 ? 0,065333 SI).
PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG) Ardi, Nanang Dwi; Iryanti, Mimin
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.35873

Abstract

Makalah ini menampilkan sebuah pendekatan dalam penyelidikan rongga-rongga di bawah tanah. Akuisisi data resistivitas telah dilakukan di Gua Dago Pakar, Bandung. Lintasan resistivitas telah diukur dan dilanjutkan dengan pengukuran secara manual dengan menggunakan tali serta GPS untuk memperkirakan bentuk gua secara akurat. Sistem konfigurasi lintasan resistivitas menggunakan konfigurasi elektroda Wenner-Schlumberger. Pemrosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv dengan metode komputasi kuadrat terkecil. Hasil dari pemodelan inverse 2D menunjukkan bahwa bentuk tubuh gua berlokasi sekitar 10 – 12,4 m di bawah lintasan resistivitas dengan rentang nilai resistivitas 540-600 Ohm meter. Hasil ini dikorelasikan dengan data geologi dan pengukuran secara manual di dalam gua.
PROFIL MUATAN LISTRIK DI DEKAT PERMUKAAN BUMI SELAMA GERHANA MATAHARI TOTAL 9 MARET 2016 Duden Saepuzaman; Muhamad Gina Nugraha; Agus Fany Chandra; Nanang Dwi Ardi; Cahyo Puji Asmoro; Asep Sutiadi; Taufik Ramlan; Amsor Amsor; Arman Arman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 5 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.634 KB) | DOI: 10.21009/0305020409

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki tentang profil muatan listrik selama gerhana matahari total 9 Maret 2016 . Pengambilan data dilakukan di pantai terentang pulau bangka. Data variasi muatan diukur dengan menggunakan alat ukur yang dimiliki Pudak Scientific yaitu Charge sensor (0361i) (CMA) (-97..97 nC) order Code : CRG-BTA yang dihubungkan dengan ineterface Euro Lab (ϵ lab). Hasil pengukuran menunjukkan terdapat penambahan jumlah muatan negatif seiring bertambahnya waktu dari jam 06.00-09.00 WIB. Selama terjadi gerhana matahari total mulai kontak 1 sampai kontak 4 (berdasarkan hasil pengukuran alat ukur) ditemukan bahwa ada pengurangan laju pertambahan muatan negatif. Di duga kuat faktor suhu dan intensitas cahaya matahari mempengaruhi jumlah mutan elektron yang terukur. KataKunci: Muatan Listrik, Gerhana matahari total.
Frekuensi Tumbukan Populasi Asteroid dekat-Bumi Berukuran Kecil dengan Planet-Planet Kebumian Judhistira Aria Utama; Wahyudin - Wahyudin; Nanang Dwi Ardi; Taufiq - Hidayat; Lala Septem Riza
Jurnal Sains Dirgantara Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jsd.2022.v19.a3720

Abstract

Peristiwa papasan dekat antara populasi asteroid dekat-Bumi (ADB) dengan planet-planet kebumian sering kali terjadi dan menyebabkan orbit ADB mudah sekali berubah. Salah satu akibat dari perubahan orbit ini adalah terjadinya peristiwa tumbukan antara asteroid dengan planet-planet kebumian. Penelitian ini memanfaatkan 2387 sampel ADB nyata berukuran kecil (36 m <= D < 1 km, dalam rentang 17,90 < H < 24,97) dengan orbit yang telah dikenal sangat baik (U = 0), yang dibagi ke dalam 13 kelompok ukuran. Perhitungan orbit selama  tahun ke masa depan dilakukan dengan menggunakan paket integrator orbit Swift_RMVS4 hasil modifikasi sehingga dapat memperhitungkan gaya termal Yarkovsky. Langkah waktu perhitungan orbit dibuat sebesar 1/1000 tahun. Pada akhir komputasi orbit diperoleh fluks masuk sampel ADB ke zona pembuangan sebesar ~161 hingga ~335.330 asteroid per juta tahun. Probabilitas tumbukan intrinsik, Pi­, terkecil dimiliki oleh planet Mars, yaitu 7,42x10^-18  tahun-1 km-2 dan yang terbesar dimiliki oleh Bulan, yaitu 1,08x10^-16 tahun-1 km-2. Waktu antartumbukan paling singkat dimiliki oleh Bumi, dengan terjadinya satu tumbukan setiap 1374 tahun/1277 tahun yang melibatkan asteroid berdiameter D >= 36 m. Hal berlawanan berlaku untuk Mars, yang memiliki selang waktu antartumbukan terpanjang, yaitu 4709 tahun/4376 tahun. Survei terhadap populasi objek berdiameter dalam orde ratusan meter perlu dilakukan karena frekuensi tumbukan yang relatif lebih tinggi dengan potensi dampak kerusakan lokal hingga regional.