cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 01 (2023): Maret" : 7 Documents clear
TINJAUAN AL-QUR’AN TERHADAP KESETARAAN GENDER DALAM PEMBAGIAN WARISAN: (STUDI ANALISIS PADA SURAH AL-NISA AYAT 11) Mohammad Ruslan; Taufik Aris Saputra
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.617

Abstract

Problem dikalangan masyarakat tak pernah berhenti pada suatu masa. Walaupun problem-problem tersebut telah diangkat oleh para ulama’ salaf. Seperti halnya beberapa tahun lalu yang sedang ramai memperbincangkan tentang perbedaan ketentuan warisan 2:1 bagi anak laki-laki dan perempuan yang dianggap tidak adil oleh kaum feminisme. Berawal dari problem tersebut penulis berinisiatif untuk membahas tuntas bagaimana menurut al Qur’an, dan apakah pembagian 2:1 bisa dikatakan adil. Fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif al-Qur’an tentang kesetaraan gender dalam pembagian warisan, dan untuk mengetahui bentuk keadilan terhadap kesetaraan gender dalam pembagian warisan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk ke dalam content analysis dengan pendekatan library reseach. Teknik Pengumpulan data yang diterapkan adalah pengumpulan data literer, yaitu penggalian bahan-bahan pustaka yang searah dengan objek kajian. Tekhnik analisis data yang dipergunakan adalah content analiysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pebagian harta warisan yang ditentukan oleh al-Qur’an dalam surah al-Nisa’ Ayat 11 (Li al-dzakari mitslu hadd al-untsayain) terhadap anak laki-laki dan perempuan termasuk pembagian yang bukan samarata karena pembagian harta warisan yang tercantum dalam surah al-Nisa’ Ayat 11 (Li al-dzakari mitslu hadd al-untsayain) tersebut anak laki-laki mendapatkan bagian 2:1 atau dengan kata lain anak laki-laki mendapatkan bagian dua kali lipat dari bagian anak perempuan. Keadilan Pembagian 2: 1 dikarenakan beberapa hal diantaranya beban anak laki-laki lebih besar dan anak laki-laki berkewajiban untuk menafaqohkan hartanya kepada keluarganya. Keyword: Warisan, Kesetaraan, Alqur’an.
KONSEP IKHTILATH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Tharifatut Taulidia; Lizamah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.624

Abstract

In the modern, various forms of association among human beings there’s been a lot deviation and across the boundaries of Islamic law for example ikhtila?h. Ikhtila?h is mixed up a boy and a girl who is not a mahram somewhere that allows both to look at each other even commit a heinous act. Ikhtila?h also interpreted as a form of free association which is forbidden by Islam. This paper will answer the question of how to interpret the ikhtila?h verses in the Al-Qur’an and how is the concept of ikhtila?h in the perspective Al-Qur’an. This paper comes to the conclusion that the results of this study indicate that there are 7 verses of the Qur’an related to ikhtila?h, including Q.S. Yûsuf [12]: 23, Q.S. al-Isr?’ [17]: 32, Q.S. an-Nûr [24]: 30 and 31, Q.S. al-Qhashâs [28]: 23 and 25, and Q.S. al-Ahzab [33]: 53. Ikhtila?h is male and female according to in perspective Al-Qur’an it’s not allowed. But, there is information that allows ikhtila?h if the perpetrator is accompanied by a mahram or someone he trusts, has a good purpose, and the atmosphere is safe from slander. Besides that, ikhtila?h also allowed in case of emergency like helping people in trouble, there is a need for sharia, and if you are in a celebration that has a positive value. Keywords: Al-Qur’an, Ikhtila?h, Thematic
Metode Dakwah Ustadz Mukhasan Melalui Jam’iyah Sholawat Nariyah Dalam Meningkatkan Nilai Silaturrahim Masyarakat Desa Patokan Dewi Murthosiah; Noviana Aini
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.625

Abstract

Ustadz mukhasan adalah sosok yang sabar, istiqomah dan dermawan. Sebagai seorang pendatang di desa Patokan dengan metode dakwah yang di gunakan, beliau mampu menarik simpati masyarakat sehingga di percaya dan di akui sebagai tokoh masyarakat khusus di desa Patokan. Masalah dalam penelitian adalah: (1) Bagaimana Metode Dakwah ustadz Mukhasan melalui Jam’iyah Sholawat Nariyah di desa Patokan (2) Bagaimana Pelaksaan Jam’iyah Sholawat Nariyah di desa Patokan? Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode dakwah Bil Hikmah karena pendekatan ini digunakan untuk menelusuri tentang metode dakwah ustadz Mukhasan melalui Jam’iyah Sholawat Nariyah. Oleh sebab itu, proses penelitian ini diharapkan mampu memunculkan fakta yang di tuangkan dalam bentuk tulisan dari data-data yang diperoleh untuk memberikan penjelasan tentang metode yang di gunakan oleh ustadz Mukhasan melalui Jam’iyah Sholawat Nariyah dalam meningkatkan nilai silaturrahim masyarakat desa Patokan, pelaksanaan Jam’iyah Sholawat Nariyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah melalui Jam’iyah sholawat nariyah yang digunakan ustadz Mukhasan sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa Patokan dimana saat ini masyarakat membutuhkan ikatan Ukhuwah Islamiyah antar sesama masyarakat desa Patokan serta membawa manfaat dan di terima dengan baik ini terlihat pada perubahan yang mana perubahan itu membuat Jam’iyah Sholawat Nariyah lebih baik dari sebelumnya. Keyword: Metode Dakwah, Jam’iyah Sholawat Nariyah
PESAN DAKWAH DALAM FILM CINTA LAKI-LAKI BIASA: (Analisis Semiotika Roland Barthes) Hasan, Sultoni; Muthowah, Aflachal
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.638

Abstract

Film adalah sebuah karya seni yang sarat dengan simbol-simbol yang di dalamnya terkandung makna tertentu. Film merupakan salah satu media komunikai massa audio visual yang mampu mempengaruhi jiwa manusia, dimana penontonya seakan menyaksikan langsung bahkan seolah-olah ikut terlibat pada peristiwa yang terjadi di dalamnya. Film sebagai peran dakwah menghadirkan kembali realita yang berkembang dalam masyarakat. Film Cinta Laki-Laki Biasa merupakan film yang mengambarkan mengenai sebuah kisah cinta di mana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah yang terkandung dalam Film Cinta Laki-Laki Biasa. Film Cinta Laki-Laki Biasa merupakan Film yang benuasa sosial namun berisi pesan dakwah, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dakwah dalam film tersebut. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk meneliti dan mengkaji tanda-tanda dalam film ini. Pendekatan semiotik Roland Barthes ini memberi titik tekan pada makna denotatif, konotatif, dan mitos. Semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis adegan-adegan yang menampilkan tentang dakwah. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pesan dakwah yang terjadi antar tokoh dalam film. juga terdapat Pesan dakwah dalam film tersebut antara lain pesan Aqidah, Akhlak, Syariat Dan Sosial. Keyword: Film, Semiotika, Dakwah
KOMUNIKASI DAKWAH PENYULUHAN AGAMA ISLAM MELALUI KREDIBILITAS SUMBER BIDANG PENGENTASAN BUTA HURUF AL-QUR’AN DAN BIMBINGAN HAJI UMROH DI KECAMATA DRIYOREJO GRESIK Mohammad Rofiq
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.639

Abstract

Seorang mad’u akan lebih mudah dipersuasi apabila sumber-sumber persuasinya cukup kredibel. Semakin tinggi kredibel komunikator (baca: penyuluh agama Islam), maka akan semakin mudah memengaruhi cara pandang mad’u. Seringkali seseorang akan lebih percaya dan cenderung menerima dengan baik pesan-pesan yang disampaikan oleh orang yang memiliki kredibilitas di bidangnya. Ustadzah Yoeli sebagai penyuluh agama Islam bidang pengentasan buta huruf Al-Qur’an dan bimbingan haji dan umroh di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik terdapat tiga bentuk. (1) Bentuk Pathos, yaitu kekuatan Ustadzah Yoeli dalam mengendalikan emosi mad’u atau penerima pesan; (2) Bentuk Ethos, yaitu kekuatan karakter Ustadzah Yoeli. Maksudnya kekuatan karakter yang dimiliki Ustadzah Yoeli, sehingga pesan yang disampaikannya bisa dipercaya; (3) Bentuk Logos, yaitu kekuatan Ustadzah Yoeli dalam beragumentasi. Maksudnya kekuatan yang dimiliki Ustadzah Yoeli melalui argumentasinya dalam menyampaikan dakwahnya secara benar dan rasional. Kesuksesan dakwah penyuluh agama Islam tidak hanya berdasarkan pada kredibilitas sumber saja. Akan tetapi juga bergantung pada metode yang diterapkan dalam mengajak mad’u. Materi yang baik namun tidak dibarengi dengan metode yang tepat, maka kegiatan komunikasi dakwah tersebut tidak akan optimal. Sebaliknya materi yang baik dan dibarengi dengan metode yang tepat, maka kegiatan komunikasi dakwah tersebut akan optimal, serta tujuan dakwah akan tercapai dengan baik. Keyword: Kredibilitas, Pathos, Ethos, Logos.
NILAI SUFISTIK DALAM SURAH AL-WAQI’AH : (Kajian Tafsir Tematik) Mutma’innah, Afifatul; Shohib, Muhammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.654

Abstract

Starting from the phenomenon of consistency in reading surah al-waqiah carried out by various circles of society, making this surah look special especially with the rich virtues that accompany it. Therefore, this consistency needs to be controlled by the appreciation of the meaning of the verse through the inner Interpretation from which Sufistic value can be found. The orientation referred to in the filtering of Sufistic values is to overcome mental problems that often forget the essence of the life of the soul. Sufistic values will add value in matters of worship. This research is a literature review research conducted with a qualitative approach and uses thematic interpretation methods by collecting verses according to the topic to be studied. The thematic method focuses on only one theme from the themes scattered in the Qur'an with the results of the study of verses that have Sufistic value based on the cues captured by a Sufi. These verses are verses 1 and 2, 59-62, 71-73, 75, 79, and 85. The result obtained from the interpretation of verses containing Sufistic value, namely status 1. al-Faqîr, i.e. needing Allah, made him have to make an effort 2. Tazkiyyah al-Nafsiyah (purifying the soul). Order 3. Yaqin, planted firmly in his heart until he reached the 4th position. Fana', where a person is only aware of God's presence within him. Keywords: Sufistic values, Surah al-Wãqi'ah, Thematic.
Kajian Linguistik Ayat-Ayat Ishraf dalam Al-Qur'an Al Masithoh, Silvinatin; Al Ghifari, Fahmul Hikam
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.1263

Abstract

The Qur'an is a miracle whose purity has been preserved to this day. One of the miracles of the Al-Qur'an lies in the beauty of its language, both in terms of its meaning and its words. Even this beauty could not be matched by the Quraysh people who were experts in the field of poetry and language. This research discusses the word form of the word "excessive or Israf" found in the Koran. This article presents a linguistic study of verses related to israf in religious texts, with a main focus on the Al-Qur'an. Israf, in this context, refers to the concept of waste or excessive use of resources. This study aims to analyze the use of language in verses that touch on the topic of israf and how this meaning is constructed and translated in the context of the text. The research method used is semantic and syntactic analysis, with a hermeneutic approach to understand the connotations and social implications of these verses. The findings from this study show that the language used in the verses about israf not only emphasizes the prohibition against waste, but also contains deep moral and social dimensions. This article contributes to a better understanding of how religious texts use language to regulate the economic and social behavior of believers and provides insight into the impact of linguistics on the interpretation of religious teachings. Keywords: Israf, Linguistics, Al-Qur'an, Waste.

Page 1 of 1 | Total Record : 7