cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 02 (2025): September" : 3 Documents clear
Konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 Perspektif Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dan Implikasinya terhadap Dakwah Kontemporer IMAM, IMAM MAHDI HIDAYATULLAH
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 5 No. 02 (2025): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v5i02.1790

Abstract

Fenomena kekerasan atas nama agama, ujaran kebencian, serta menguatnya paham ekstrem di ruang publik menunjukkan adanya distorsi terhadap misi Islam sebagai agama yang membawa kasih sayang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penafsiran QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 tentang konsep rahmatan lil ‘alamin menurut Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir tematik tokoh terhadap kitab Khawatir al-Sya’rawi ?awl al-Qur’?n al-Kar?m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahmat Rasulullah SAW bersifat universal, tidak terbatas hanya kepada manusia, tetapi mencakup seluruh makhluk Allah SWT, baik mukmin maupun non-mukmin, bahkan alam semesta secara keseluruhan. Konsep rahmatan lil ‘alamin menurut al-Sya’rawi menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang humanis, persuasif, santun, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang. Konsep ini relevan dijadikan landasan teologis bagi penguatan dakwah moderat di tengah tantangan ekstremisme dan radikalisme keagamaan masa kini.
Peran Etika Dakwah dalam Penguatan Program Mata Acara Radio Persada FM Lamongan Kholid Famly, Kholid Noviyanyo
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 5 No. 02 (2025): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v5i02.1795

Abstract

Era globalisasi telah membawa perkembangan dakwah di ruang media. Saat ini corak Islam telah nampak di ruang maya, di mana keragaman Islam telah ditunjukkan dalam berbagai akun media. Namun kendati demikian melihat perkembangan media, juga terdapat dilema terhadap narasi Islam yang berujung pada konflik. Untuk itu, etika dakwah menjadi peran strategis dalam penguatan program dakwah terutama di radio khususnya Radio Persada FM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam hal ini, peneliti ingin mengungkap secara dalam tentang peranan kebijakan yang diterapkan oleh pengelola radio persada FM Lamongan dalam memperkuat dan mengembangkan program mata acara dakwah. Untuk mengasilkan data yang akurat, peneliti mengumpulkan data melalui observasi di radio Persada FM, wawancara dengan pengelola radio Persada FM, dan telah dokumen yang medukung dalam perolehan data riset. Dari perolehan data tersebut, peneliti melakukan analisis, dengan model Miller dan Habermans melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan etika siaran dakwah telah memperkuat program mata acara dakwah yang menghasikan pesan dakwah sebagaimana kebutuhan masyarakat. Dengan berprinsip pada kebijakan yang mengatur program siaran dakwah sebagaimana tertunag dalam UU Penyiaran nomor 32 Tahun 2002 dan Fatwa MUI, maka Pengelola radio Persada FM mampu mengembangkan Program siaran dakwah bersifat dialogis, monologis, dan interaktif. Etika dakwah, Penguatan Program Mata Acara, Radio, Persada FM
Al Alusi, Nilai Sufistik Dalam Surah Yusuf: Analisi Kesedihan? Karimah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 5 No. 02 (2025): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v5i02.1830

Abstract

Abstract: Kesedihan merupakan realitas batin yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan sering kali menjadi ujian paling berat dalam perjalanan spiritual. Dalam perspektif Islam, kesedihan tidak dipandang semata-mata sebagai penderitaan psikologis, melainkan sebagai media pembentukan jiwa dan sarana pendekatan diri kepada Allah SWT. Al-Qur’an, melalui kisah Nabi Yusuf As. dan Nabi Ya’qub As. dalam Surah Yusuf, memberikan gambaran mendalam tentang dinamika kesedihan yang dialami seorang nabi dalam menghadapi ujian kehilangan dan pengkhianatan. Artikel ini secara khusus mengkaji nilai-nilai sufistik dalam QS. Yusuf ayat 13 serta ayat 15–18 sebagai representasi awal kesedihan dan respon spiritual Nabi Ya’qub As. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis sufistik, dengan menelaah penafsiran para mufasir bercorak tasawuf. QS. Yusuf [12]:13 menggambarkan kesedihan Nabi Ya’qub As. yang berakar pada mahabbah (cinta mendalam) kepada Yusuf As., disertai rasa khauf akan kemungkinan kehilangan, yang menunjukkan sisi kemanusiaan seorang nabi tanpa menafikan keimanannya. Kesedihan ini menjadi titik awal ujian spiritual yang lebih besar sebagaimana tergambar dalam QS. Yusuf [12]:15–18, ketika Yusuf As. dicampakkan ke dalam sumur dan Nabi Ya’qub As. dihadapkan pada berita palsu tentang kematian putranya. Ayat-ayat tersebut memuat nilai sufistik sabr jamil (kesabaran yang indah), yaitu kesabaran yang tidak disertai keluh kesah kepada makhluk, serta tawakkal yang menegaskan penyerahan total kepada Allah SWT di tengah duka yang mendalam. Dalam perspektif tasawuf, sikap Nabi Ya’qub As. mencerminkan proses takhalli, yakni pelepasan diri dari ketergantungan emosional terhadap selain Allah, sebagai tahapan menuju kematangan spiritual. Kesedihan yang dialami tidak menjerumuskan pada keputusasaan, melainkan menjadi sarana penyucian jiwa dan penguatan keyakinan terhadap kehendak Ilahi. Dengan demikian, QS. Yusuf ayat 13 serta 15–18 menunjukkan bahwa kesedihan dalam pandangan sufistik bukanlah bentuk kelemahan iman, melainkan bagian integral dari perjalanan ruhani seorang hamba. Ayat-ayat ini memberikan pelajaran bahwa kesedihan yang dihadapi dengan kesabaran, tawakkal, dan kesadaran ketuhanan dapat menjadi jalan transformasi spiritual serta penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT. Keyword: Kesedihan, Sufistik, QS. Yusuf, tawakkal, Sabr Jamil, Tasawuf

Page 1 of 1 | Total Record : 3