cover
Contact Name
Jakson Sespa Toisuta
Contact Email
jakson.toisuta28@gmail.com
Phone
+6285103507153
Journal Mail Official
jakson.toisuta28@gmail.com
Editorial Address
Jl. G. Bambapuang I. No.26 C. Lariangbangi, Kec.Makassar, Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 29629349     EISSN : 28298381     DOI : https://doi.org/10.62738/ej.v1i1
EULOGIA (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani) adalah merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2829-8381 (online), ISSN: 2962-9349 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar. dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Sistematika Teologi Biblikal Pelayanan Pastoral Konseling Gereja, Misi, dan Masyarakat Pendidikan Kristen Kepemimpinan Kristen Musik Gerejawi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: November 2021" : 5 Documents clear
Pengaruh Komunikasi Suami-Istri yang Efektif terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia, Makassar Rudy Tankoma
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.14

Abstract

This research was conducted at Bethel Indonesia Filadelfia Church Makassar, using a quantitative design. The research sample was 260 congregations from 800 congregations that were married by random sampling. This paper was written with the aim of knowing: First, the level of understanding of effective communication between husband and wife at Bethel Indonesia Filadelfia Church Makassar (variable X). Second. to determine the level of family harmony in the Bethel Indonesia Filadelfia Church Makassar (variable Y). Third, to find out how much influence effective communication between husband and wife (X) has on family harmony at the Indonesian Bethel Church Filadelfia Makassar (Y). The results obtained are the first hypothesis in this study is the variable (X) tends to be moderate. The results of the statistical test Variable (X) in the moderate to the high category in the interval class table with the Lower Bound and Upper Bound values of 95.21 to 97.51 with a confidence interval at a significance level of 0.05. The findings from the initial hypothesis, Variable (X) tends to be moderate, are proven. The second hypothesis in this study is the tendency of the variable (Y) to be moderate. The results of the statistical test found that the variable (Y) was in the high category, with the Lower Bound and Upper Bound values being 64.41 to 66.21. So based on the results of the study, it is concluded that the second hypothesis of the variable (Y) tends to be moderate and is not proven. The third hypothesis in this study is that the effect of variable (X) on variable (Y) tends to be moderate. The results of the hypothesis test are as follows: There is a relationship between the variable (X) and the variable (Y) with a ryx value of 44.6% or 0.446 and a positive value, meaning that the relationship between the two variables is in the medium category because it is at an interval value of 0.400— 0.599. So based on the results of the research above, it is concluded that the third hypothesis in this study, that the effect of Variable (X) on Variable (Y) tends to be moderate, is proven. AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar, dengan menggunakan rancangan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 260 jemaat dari 800 populasi jemaat yang sudah berkeluarga secara random sampling.. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui : Pertama, tingkat pemahaman komunikasi yang efektif  antara suami istri di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar (variabel X). Kedua.untuk mengetahui tingkat  keharmonisan keluarga  di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar (variabel Y). Ketiga, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi yang efektif  antara suami istri (X) terhadap keharmonisan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Filadelfia Makassar (Y). Hasil yang diperoleh adalah Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah Variabel (X) cenderung sedang. Hasil uji statistik Variabel (X) dalam kategori cukup menuju tinggi di dalam tabel klas interval dengan nilai Lower Bound dan Upper Bound yakni 95,21 s/d  97,51 dengan confidence interval pada taraf signifikansi 0,05. Temuan dari hasil hipotesis awal, Variabel (X) cenderung sedang, adalah terbukti. Hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu kecenderungan Variabel (Y) adalah sedang . Hasil uji statistik menemukan bahwa Variabel (Y) dalam kategori tinggi , dengan nilai Lower Bound dan Upper Bound yakni  64,41 s/d 66,21. Jadi berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa hipotesa kedua Variabel (Y) cenderung sedang adalah tidak terbukti. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah Pengaruh Variabel (X) terhadap Variabel (Y) adalah cenderung sedang.  Adapun  hasil uji hipotesisnya adalah sebagai berikut: Terdapat hubungan antara variabel (X) dengan variabel (Y) dengan nilai ryx  sebesar  44,6% atau 0,446 dan bernilai positif  , artinya hubungan antara kedua variabel dalam kategori sedang, karena berada pada nilai interval 0,400—0,599. Jadi berdasarkan hasil penelitian di atas, maka disimpulkan bahwa hipotesa ketiga dalam penelitian ini, bahwa pengaruh Variabel (X) terhadap Variabel (Y) cenderung sedang adalah terbukti.
Pentingnya Manajemen Gereja terhadap Pertumbuhan Gereja Yesda Tangdiseru
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.10

Abstract

This paper aims to provide an understanding that church management is needed by the church to carry out the wheels of service and carry out God's great commission. The church should not be closed with management that is considered worldly patterns that will interfere with church services and limit the Holy Spirit. The research method used in this study is a qualitative method with a literature study approach. The author collects data from various literature such as journals, books, articles, Bibles, and other library sources and then synthesizes them into meaningful paragraphs to provide solutions for solving the problems at hand. The result obtained is that management is a planning method that has existed since Allah created the heavens, the earth, and everything in it. That God also gives lessons for humans, for his church to implement management because God himself is one of the best examples of managers in carrying out His works, from the creation of creation to the work of the plan of human salvation. The Bible also gives many examples of Bible characters in their lifetime and leadership, they apply management patterns. Therefore, the church also needs to implement management based on God's word, which can be called church management.   AbstrakTulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa manajemen gereja sangat diperlukan oleh gereja untuk menjalankan roda pelayanan dan melaksanakan amanat agung Tuhan. Gereja tidak boleh tertutup dengan manajemen yang dianggap sebagai pola-pola duniawi yang akan mengganggu pelayanan gereja dan membatasi Roh Kudus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penulis melakukan pengumpulan data dari berbagai literatur seperti jurnal, buku, artikel, Alkitab, dan sumber pustaka lainnya kemudian disintesis menjadi paragraf yang mengandung makna untuk memberikan solusi bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Hasil yang didapatkan adalah bahwa manajemen adalah sebuah metode perencanaan yang sudah ada semenjak Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Bahwa Allah juga memberikan pelajaran bagi manusia, bagi gerejanya untuk menerapkan manajemen karena Allah sendiri adalah salah satu contoh manejer yang terbaik dalam melaksanakan karya-karyaNya, baik dari mulai karya penciptaan sampai kepada karya rencana keselamatan manusia. Alkitab juga banyak memberikan contoh tokoh-tokoh Alkitab dalam masa kehidupan dan kepemimpinan mereka, mereka menerapkan pola manajemen. Oleh sebab itu, gereja pun perlu menerapkan manajemen yang berlandaskan pada firman Tuhan, yang dapat disebut sebagai manajemen gereja.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengajarkan Pendidikan Seks pada Remaja Usia 13-15 Tahun Rosnia Pasaribu
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.11

Abstract

The provision of sex education for adolescents aged 13-15 years is provided through internal education; family, because the family is the first place in the education process given; schools, because schools are a second home for teenagers to get an education and schools provide targeted teaching to have knowledge; and the church is a place where youth find a community that can build faith growth and guides each other in the values that Christ taught. The role of Christian Religious Education in providing sex education to adolescents aged 13-15 years is to provide knowledge for adolescents on changes that occur in the body, adolescents can recognize the reproductive system and how to care for it, and adolescents have knowledge of how to behave and behave correctly in accordance with values. Christianity and youth can maintain holiness. In this phase, youth need proper guidance and assistance through family, school, and church which still directs them based on Christian values.  AbstrakPemberian pendidikan seks pada anak remaja usia 13-15 tahun diberikan melalui pendidikan di dalam; keluarga, karena keluarga menjadi tempat pertama dalam proses pendidikan diberikan; sekolah, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan dan sekolah memberikan pengajaran secara terarah untuk memiliki pengetahuan; dan gereja menjadi tempat remaja mendapatkan komunitas yang dapat membangun pertumbuhan iman dan saling membimbing dalam nilai yang kristus ajarkan. Peran Pendidikan Agama Kristen dalam memberikan pendidikan seks pada anak remaja usia 13-15 tahun yaitu untuk memberikan pengetahuan bagi remaja atas perubahan yang terjadi pada tubuh, remaja dapat mengenal sistem reproduksi dan cara merawatnya, remaja memiliki pengetahuan cara bersikap dan berperilaku yang benar sesuai dengan nilai kekristenan dan remaja dapat menjaga kekudusan. Pada fase ini remaja membutuhkan pembimbingan dan pendampingan yang tepat melalui keluarga, sekolah dan gereja yang tetap mengarahkan berdasarkan dengan nilai-nilai Kekristenan.  
Pemahaman Etika Kristen terhadap Keterlibatan Jemaat Gereja Bethel Indonesia di Toraja dalam Tradisi Rambu Solo’ Danny David H. Wurarah
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.12

Abstract

A Christian who already has Christ in his life is a person who fulfills all the demands of Christ in his life, and should be able to transform and bring the values of Christian faith and ethics into Toraja customs, especially Rambu Solo'. A critical attitude needs to be possessed by Christians in Toraja, respecting cultural customs does not mean compromising the worship of idols and the spirits of the dead.The Christian life is a life that no longer does what the world wants it to do. Because the desires of the world are different from what Christ wants (1 John 2:15-16). This understanding of Christ against culture shows that Christ has complete authority over Christians and emphatically rejects cultural demands that contradict biblical truth for loyalty to God. AbstrakOrang Kristen yang sudah memiliki Kristus dalam hidupnya adalah orang yang memenuhi segala tuntutan Kristus dalam hidupnya, seharusnya dapat mentranformasi dan membawa nilai – nilai iman dan etika Kristen di dalam adat istiadat Toraja khususnya Rambu Solo’. Sikap kritis perlu dimiliki oleh umat Kristen di Toraja, menghormati adat budaya bukan berarti kompromi terhadap penyembahan berhala dan arwah orang mati.Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang tidak  melakukan lagi apa yang diinginkan oleh keinginan dunia. Karena  keinginan dunia berbeda dengan apa yang diinginkan oleh Kristus (1 Yoh.2:15-16). Pemahaman atas Kristus melawan kebudayaan memperlihatkan bahwa Kristus memiliki otoritas penuh atas orang Kristen dan dengan tegas menolak tuntutan kebudayaan yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab untuk kesetiaan kepada Allah.
Pentingnya Pengasuhan Orang tua dalam Meningkatkan Kualitas Sensori Motorik Anak Usia Emas (0-2 Tahun) melalui Sistem Pembelajaran Audio Visual Merlin Lebang; Kristin Kerenhapukh Pasa
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i2.13

Abstract

Good parents must nurture, educate and give the best to their children. This writing is done qualitatively or literature study by taking and processing data sources from various sources such as books, journals, or other articles. The objectives that can be obtained through this writing are first, to know and understand the importance of parental care in improving the sensorimotor quality of golden age children (0-2 years). Second, to know and understand the audio-visual learning system. Third, to know and understand the importance of parenting in improving the sensorimotor quality of golden age children (0-2 years) through an audio-visual learning system. The results obtained are that as the main pillar in the family, parents must always carry out their functions, duties, and responsibilities appropriately, especially at the beginning of the child's growth period. One of the ways to fulfill this is through the provision of effective and appropriate education for children according to their developmental age. To support this, learning in the form of images and sounds can be used as an appropriate and suitable method for teaching children aged 0-2 years because this learning system will improve children's sensory and motor development. This is what will affect the level of ability or intelligence of children in the process of growth and development to be more responsive and active. AbstrakOrang tua yang baik pasti mengasuh, mendidik dan memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Penulisan ini dilakukan secara kualitatif atau studi pustaka dengan mengambil dan mengolah sumber data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal-jurnal, ataupun artikel-artikel lainnya. Tujuan yang dapat diperoleh melalui penulisan ini adalah pertama, untuk mengetahui dan memahami pentingnya pengasuhan orang tua dalam meningkatkan kualitas sensori motorik anak usia emas (0-2 tahun). Kedua, untuk mengetahui dan memahami sistem pembelajaran audio visual itu. Ketiga, untuk mengetahui dan memahami pentingnya pengasuhan orang tua dalam meningkatkan kualitas sensori motorik anak usia emas (0-2 tahun) melalui sistem pembelajaran audio visual. Hasil yang diperoleh adalah sebagai pilar utama dalam keluarga, orang tua senan-tiasa harus menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya dengan tepat khususnya di awal masa pertumbuhan anak. Hal ini dipenuhi salah satunya melalui pemberian pendidikan yang efektif dan tepat bagi anak sesuai dengan usia perkembangannya. Untuk menunjang hal ini maka pembelajaran dalam bentuk gambar dan suara dapat dipakai sebagai metode yang tepat dan cocok untuk mengajar anak di usia 0-2 tahun karena sistem pembelajaran ini akan meningkatkan perkembangan sensori dam motorik anak. Hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi tingkat kemampuan atau kecerdasan anak dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih tanggap dan aktif.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5