cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Penguatan Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Good Financial Governance Dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi Di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Safrizal Safrizal; Arini Arini
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.31

Abstract

Village financial management is an important concern for the public with various financial sources received, ranging from basic original income, transfers and other income. The many sources of income owned by the village are a breath of fresh air that are prone to manipulation and corruption, both politically and administratively, especially in the use of village funds. So that this condition needs to be prevented and anticipated by strengthening participation through the use of information technology. The study population consisted of 197 villages with a sample of 132 using a stratified random sampling technique. The analysis used in the research study is Moderating Regression Analysis with a mix method. The results of the study show that participation is able to realize good financial management in the village, and is strengthened by IT.
Penggunaan Pupuk Organik Asal Ternak Sapi pada Kelapa Sawit Umur ≥ 20 Tahun Putri Zulia Jati; Yuhendra; Bagus Dimas Setiawan
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.43

Abstract

Pemupukan tanaman kelapa sawit >20 tahun cenderung dikurangi terutama pupuk anorganik. Penting untuk menggunakan pupuk yang optimal, terutama pupuk organik, agar hasilnya tetap stabil. Kotoran ternak memberikan hasil panen bahan baku pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos padat dan cair terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit yang berumur lebih dari 20 tahun. Dengan perlakuan A sebanyak 5 kg kompos padat, perlakuan B sebanyak 3 kg kompos padat, perlakuan C sebanyak 5 liter kompos cair, perlakuan D sebanyak 2,5 liter kompos cair, perlakuan E sebanyak 3 kg kompos padat, dan 2,5 liter kompos padat. kompos cair, dan perlakuan F tanpa pengomposan, penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Produksi TBS, jumlah tandan, berat tandan, waktu terlama antar panen, dan frekuensi panen diukur selama satu tahun. Terdapat lima ulangan untuk setiap perlakuan. Statistik deskriptif dan analisis varian digunakan untuk menganalisis data. Pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan dalam pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman kelapa sawit memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan tanaman kelapa sawit tanpa penggunaan pupuk organik. Pemberian pupuk padat penyubur hara dalam produksi yang kurang lebih setara dengan produksi kelapa sawit yang tidak diberikan kompos, sedangkan pemupukan dengan 2,5 liter kompos cair menghasilkan hasil tertinggi yaitu 192,6 kg/pohon/tahun. Produksi, trek periode, jumlah tandan, bobot tandan, dan frekuensi panen tidak berbeda nyata antar perlakuan.
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Daerah dan Faktor Penghambat dalam Upaya Penanggulangan Stunting di Indonesia Nuri Anggraeni; Widya Astuti
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.44

Abstract

Berdasarkan klasifikasi WHO, prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi karena berada di angka 21,6. Stunting merupakan permasalahan gizi yang sangat serius karena dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan perkembangan otak sehingga kecerdasan dan fungsi kognitif tubuhnya akan menurun. Dalam jangka panjang, stunting dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dan faktor penghambat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan permasalahan stunting di Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi tinjauan literatur (literature review) dengan memanfaatkan database elektronik Google Scholar, PubMed dan Elsevier. Hasil review menunjukan bahwa program pemerintah dalam penanggulangan stunting dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu penyuluhan, pemberian makanan tambahan dan pengadaan fasilitas kesehatan. Adapun kendala yang dapat menghambat terdiri dari kurangnya sumber daya manusia, fasilitas dan sumber dana serta rendahnya partisipasi pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat.
Dampak Pembangunan Kawasan Minapolitan Terhadap Desa Warsawa Di Kabupaten Kuantan Singingi Puji Astuti
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.45

Abstract

Pendekatan minapolitan merupakan terobosan dalam program pembangunan pedesaan. Di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, terdapat lokasi pengembangan budidaya perikanan air tawar yang disebut minapolitan, melalui Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor 156 Tahun 2008 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Kawasan Minapolitan Kabupaten Kuantan Singingi, salah satu Kawasan Minapolitan adalah Desa Marsawa Kecamatan Sentajo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak program pembangunan minapolitan di Desa Warsawa yaitu dampak ekonomi, sosial, lingkungan, dan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Kuesioner diberikan kepada pembudidaya ikan dan dianalisis melalui persentase responden dan wawancara dengan pejabat dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak pembangunan minapolitan di pedesaan adalah; (1) Meningkatkan pendapatan keluarga yang mempengaruhi nilai ekonominya, mempercepat perubahan ekonomi di pedesaan, menciptakan referensi lapangan kerja, meningkatkan keselamatan masyarakat, meningkatkan potensi pasar, meningkatkan nilai produktivitas daerah, mendorong produksi minapolitan, meningkatkan kemungkinan pemasarannya dalam bentuk ikan pembudidaya; (2) Meningkatkan jumlah penyuluhan dan bimbingan teknis perikanan, meningkatkan kegiatan sosial, memberi nilai tambah pada masalah sosial, mendorong semangat masyarakat tentang budidaya, memperbaiki gizi, masalah kesehatan, dan meningkatkan kegiatan serikat pekerja; (3) Kebersihan lingkungan, segar, sehat dan rapi; (4) Peningkatan kualitas sarana irigasi dan sanitasi, perbaikan tempat kerja dan jaringan, serta peningkatan ketersediaan air bersih.
Pemanfaatan Potensi Limbah Industri Pengolahan Ikan Patin (Pangasius Sp) Di Kabupaten Kampar imam iqbal; Subkhan Riza; Gevisioner; Shinta Utiya Syah; Andi Muhammad Ilham; Tien Mastina
Iptekin Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v6i1.76

Abstract

Patin processing industry produces waste in the form of bones, heads, entrails and skin. Waste from the catfish processing industry in Kampar Regency has not been widely used by the community. Generally, processed waste is immediately thrown away or buried in the ground because there is no commercial utilization effort. This research aims to calculate the potential and utilization of waste from patin fish (Pangasius sp) processing industry in Kampar Regency. This research uses a descriptive research approach. Data analysis was carried out descriptively referring to research results and other related references. The potential for catfish skin waste produced from the fish fillet processing industry in Kampar Regency is 11.98 kg/month. Catfish skin can be processed into gelatin. The potential waste of catfish bones and heads originating from the catfish fillet processing industry is 142.76 kg/month. Patin bones can be processed into fish bone meal and gelatin. The potential for catfish innards from the smoked catfish processing business in Kampar Regency is 20,693.49 kg every month. Catfish viscera and abdominal fat waste can be processed into fish oil, biodiesel, fish meal, fertilizer and animal feed.

Page 1 of 1 | Total Record : 5