cover
Contact Name
Rezky Yunita
Contact Email
rezky.yunita@bmkg.go.id
Phone
+6282125693687
Journal Mail Official
jurnal.mg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Meteorologi dan Geofisika
ISSN : 14113082     EISSN : 25275372     DOI : https://doi.org/10.31172/jmg
Core Subject : Science,
Jurnal Meteorologi dan Geofisika (JMG) is a scientific research journal published by the Research and Development Center of the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) as a means to publish research and development achievements in Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2017)" : 7 Documents clear
PENGARUH ASIMILASI DATA RADAR C-BAND DALAM PREDIKSI CUACA NUMERIK (Studi Kasus di Lampung) Jaka Anugrah Ivanda Paski
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.361

Abstract

Prediksi cuaca merupakan suatu hal yang menjadi kebutuhan saat ini, semakin berkembang zaman kebutuhan akan prediksi cuaca yang akurat semakin besar. Kondisi awal (initial condition) sangat menjadi perhatian dalam prediksi cuaca maka dikembangkan asimilasi data dalam prediksi cuaca numerik dengan data asli dari pengamatan (observasi) sebagai keadaan awal. Kemudian diperkenalkan asimilasi data berbasis data radar cuaca yang memiliki data yang cukup untuk merepresentasikan keadaan cuaca dalam suatu daerah. Tulisan ini membahas bagaimana kemampuan model WRF tanpa asimilasi dan model WRF asimilasi menggunakan data radar dalam prediksi kejadian hujan di Lampung. Dalam penelitian ini menggunakan model numerik Weather Reasearch Forecasting (WRF), baik WRF–ARW (The Advance Research–WRF) untuk menjalankan model tanpa asimilasi dan model WRFDA (WRF Data Assimilation) dengan sistem 3DVar untuk model dengan asimilasi data radar. Analisa dilakukan secara kualitatif dengan melihat nilai prediksi spasial reflektifitas dan distribusi hujan juga secara kuantitatif dengan menguji skil dan keandalan model terhadap data observasi. Hasil menunjukan perbaikan hasil prediksi nilai spasial reflektivitas radar dan distribusi hujan spasial oleh model asimilasi data radar terhadap data model numerik WRF tanpa asimilasi.
RELOKASI HIPOSENTER DAN PENCITRAAN STRUKTUR GELOMBANG P MENGGUNAKAN METODE INVERSI SIMULTAN DI WILAYAH PAPUA Arif Rahman Hakim; Supriyanto Rohadi; Jajat Jatnika
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.395

Abstract

ABSTRAKPapua merupakan bagian dari pulau New Guinea, yang memiliki tatanan tektonik sangat komplek, dimana tektonik papua dipengaruhi 4 lempeng utama yaitu Lempeng Australia, Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina dan Lempeng Eurasia, serta sesar lokal aktif seperti Sesar Sorong, Sesar Yapen, dan lainnya. Tatanan tektonik yang sangat komplek ini, menjadikan Papua menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pola tektonik wilayah Papua, menggunakan metode simultan menggunakan software simulPS12. Data yang digunakan adalah katalog gempa PGR V Jayapura hasil analisa seiscomp3 dari tahun 2010 hingga 2015, dengan 19 stasiun pencatat. Hasil relokasi gempabumi memperlihatkan adanya perubahan sebesar 75%, baik secara kedalaman maupun secara lintang ataupun bujur, dengan nilai RMS mendekati 0. Sedangkan hasil tomogram pada penampang horisontal menunjukkan resolusi yang baik pada kedalaman 30 km dan 50 km, yang di indikasikan sebagai zona dengan kecepatan rendah berasosiasi dengan sesar sorong dan manokwari trench. Pada penampang vertikal didapatkan tomogram yang juga menginidikasikan zona lemah teridentifikasi sesar sorong, patahan ransiki dan manokwari trench.
PENERAPAN METODE ANOVA1 UNTUK PERBANDINGAN PARAMETER ATMOSFER PERMUKAAN ANTARA PADANG DAN SELAPARANG Ina Juaeni
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.405

Abstract

Sudut datang sinar matahari menentukan banyaknya sinar matahari yang sampai dipermukaan sehingga faktor ini menentukan karakter cuaca suatu lokasi. Padang dan Selaparang (Mataram) selalu memiliki sudut datang sinar matahari yang berbeda setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya perbedaan karakter parameter atmosfer antara dua lokasi tersebut. Pengujian dilakukan dengan selisih nilai dan variansi (ANOVA1). Data yang digunakan adalah data tekanan, kelembapan, temperatur, curah hujan dan kecepatan angin dari OGIMET periode Januari sampai dengan Desember 2015. Berdasarkan selisih nilai-nilai maksimum, minimum, rata-rata dan koefisien variasi untuk tekanan, kelembapan, temperatur, kecepatan angin dan curah hujan antar Padang dan Selaparang menunjukkan kedua data berbeda. Hasil perbandingan dengan metode ANOVA1 menunjukkan bahwa curah hujan bulan Maret dan kelembapan serta temperatur bulan April mempunyai karakter yang sama. Selain variabel dan bulan tersebut, karakter parameter di dua lokasi tersebut berbeda.
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Padi di Lahan Tadah Hujan Woro Estiningtyas; Muhammad Syakir
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.406

Abstract

Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap curah hujan menjadikan lahan sawah tadah hujan memiliki periode tanam yang terbatas. Sementara curah hujan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim. Makalah ini menyajikan hasil analisis tentang hubungan perubahan iklim yang dinyatakan dengan perubahan suhu, curah hujan dan konsentrasi CO2 terhadap produksi padi di lahan sawah tadah hujan dengan model simulasi tanaman DSSAT. Lokasi penelitian yaitu Jakenan, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah dan Ngale, Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Skenario perubahan iklim yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil analisis menggunakan model Coordinated Climate-Crop Modeling Program (C3MP) Sensitivity test Versi 2.0. Uji sensitivitas C3MP dilakukan dengan menyesuaikan kondisi iklim historis untuk mencerminkan perubahan suhu, presipitasi, dan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim yang diindikasikan melalui perubahan suhu udara dan konsentrasi CO2 sampai tingkat tertentu meningkatkan hasil padi di lahan tadah hujan pada bulan-bulan tertentu, selebihnya berdampak menurunkan produksi.
PROFIL KLIMATOLOGIS LAPSE RATE VERTIKAL DI MEDAN, PADANG, JAKARTA, PALU, DAN AMBON Lisnawati Lisnawati; Erwin E. S. Makmur; Donaldi Sukma Permana
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.456

Abstract

Lokasi pengamatan Radiosonde yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2015 mencapai 23 tempat ini ternyata masih belum banyak yang memanfaatkan hasil data tersebut untuk analisis kondisi udara lapisan atas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat profil klimatologis bulanan lapse rate vertikal per bulan pada jam 00 dan 12 UTC di wilayah Medan, Padang, Jakarta, Palu, dan Ambon berdasarkan data observasi suhu udara vertikal harian pada tahun 2007-2016. Kemudian, metode penelitian yang digunakan adalah interpolasi, menghilangkan data pencilan, rata-rata, median, maksimum, minimum, dan perhitungan lapse rate. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa puncak tropopause sekitar 16-17,4 km dengan ketinggian puncak tropopause pada bulan Desember dan Januari-April lebih tinggi daripada bulan Juni-September dan terjadi inversi permukaan di Medan pada bulan Maret dan Juni-Juli serta di Jakarta pada bulan September-Oktober. Rata-rata tahunan ketinggian awal inversi jam 00 dan 12 UTC adalah 17,1 km dengan rata-rata bulanan Januari-Mei dan Desember lebih tinggi daripada Juni-November.
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.553

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 2 Tahun 2017
Sampul Jurnal MG JMG BMKG
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v18i2.556

Abstract

Sampul Jurnal MG Volume 18 Nomor 2 Tahun 2017

Page 1 of 1 | Total Record : 7