cover
Contact Name
Siti Mutholingah
Contact Email
siti.mutholingah89@gmail.com
Phone
+6285731759907
Journal Mail Official
siti.mutholingah89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cengger Ayam No. 24 Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education (AJMIE)
ISSN : -     EISSN : 27744639     DOI : 10.32478
Core Subject : Education,
Tafsir Tarbawi, Hadith Tarbawi, Studies of Islamic Education, Studies of Sufism, Science of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Management of Islamic Education, Evaluation of Islamic Education, Curriculum Development of Islamic Education, Learning and Teaching Strategies, Modern Education Problems and Multidisciplinary Islamic Education
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni" : 10 Documents clear
Perlindungan Data Pribadi Konsumen Pinjaman Online Menurut UU No. 27 Tahun 2022 Dina Shafa’ul Lathifah; Vicka Rizqi Maulani
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1576

Abstract

Berkembangnya teknologi memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara daring, seperti melakukan pinjaman online (pinjol). Problemnya, Data Pribadi konsumen pinjol kerap disalahgunakan. Oleh sebab itu, Data Pribadi perlu mendapat perlindungan hukum demi keamanan konsumen pinjol. Dari sini, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Artikel ini memakai pendekatan yuridis, konseptual dan studi kasus untuk menelaah UU tersebut. Artikel ini membahas tentang pengertian terminologis Data Pribadi dan Pinjaman Online; dilanjutkan ulasan perlindungan hukum bagi konsumen Pinjol dalam Perundang-Undangan; ditutup dengan tips bagi calon konsumen maupun konsumen aktif Pinjol.
Perlindungan Data Pribadi Konsumen Pinjaman Online Menurut UU No. 27 Tahun 2022 Dina Shafa’ul Lathifah; Vicka Rizqi Maulani
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1576

Abstract

Berkembangnya teknologi memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara daring, seperti melakukan pinjaman online (pinjol). Problemnya, Data Pribadi konsumen pinjol kerap disalahgunakan. Oleh sebab itu, Data Pribadi perlu mendapat perlindungan hukum demi keamanan konsumen pinjol. Dari sini, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Artikel ini memakai pendekatan yuridis, konseptual dan studi kasus untuk menelaah UU tersebut. Artikel ini membahas tentang pengertian terminologis Data Pribadi dan Pinjaman Online; dilanjutkan ulasan perlindungan hukum bagi konsumen Pinjol dalam Perundang-Undangan; ditutup dengan tips bagi calon konsumen maupun konsumen aktif Pinjol.
Discussion Method to Enhance Creative Thinking Skills in Learning English at Madrasah Aliyah Singo Walisongo Magetan Masruroh Masruroh; Fenty Andriani
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1906

Abstract

Creative thinking is the ability to analyze something based on data or information to generate new ideas in understanding something. One of the learning methods that is often used to improve creative thinking skills is the discussion method. The objective of this article is to describe the implementation of discussion method to enhance creative thinking skills in learning English at Madrasah Aliyah Singo Walisongo Magetan. This study applies a qualitative-descriptive approach. The data were collected using three data collection techniques covering observation, interviews, and documentation. The data obtained then analyzed using the theory from Moleong, which includes the processes of organizing data, summarizing data, and checking data validity. From the data analysis, it was found that the discussion method in learning English is effective to enhance creative thinking skills including preparing learning tools, understanding core competencies, basic competencies, learning objectives, mastering the material, active interaction between teacher and students, simplification of the material, making assessment benchmarks, and preparing class conditions. It is supported by students' interest in learning, facilities and infrastructure, teachers' sincerity and devotion, and discussion rules, while inhibiting factors include different characters, misuse of smartphones, and lack of support from parents. Overall, students are able to fulfill the characteristics of creative thinking skills such as flexibility, fluency, original thinking, elaboration, and evaluation skills.
Discussion Method to Enhance Creative Thinking Skills in Learning English at Madrasah Aliyah Singo Walisongo Magetan Masruroh Masruroh; Fenty Andriani
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1906

Abstract

Creative thinking is the ability to analyze something based on data or information to generate new ideas in understanding something. One of the learning methods that is often used to improve creative thinking skills is the discussion method. The objective of this article is to describe the implementation of discussion method to enhance creative thinking skills in learning English at Madrasah Aliyah Singo Walisongo Magetan. This study applies a qualitative-descriptive approach. The data were collected using three data collection techniques covering observation, interviews, and documentation. The data obtained then analyzed using the theory from Moleong, which includes the processes of organizing data, summarizing data, and checking data validity. From the data analysis, it was found that the discussion method in learning English is effective to enhance creative thinking skills including preparing learning tools, understanding core competencies, basic competencies, learning objectives, mastering the material, active interaction between teacher and students, simplification of the material, making assessment benchmarks, and preparing class conditions. It is supported by students' interest in learning, facilities and infrastructure, teachers' sincerity and devotion, and discussion rules, while inhibiting factors include different characters, misuse of smartphones, and lack of support from parents. Overall, students are able to fulfill the characteristics of creative thinking skills such as flexibility, fluency, original thinking, elaboration, and evaluation skills.
Pendidikan Karakter Antiradikalisme Melalui Internalisasi dan Ekternalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam di SMA Islamic Village Tangerang Ahmad Buchori Muslim; Fildza Husna Lestari
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1907

Abstract

Artikel ini mengkaji proses internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mempengaruhi karakter siswa untuk melawan radikalisme. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel acak proporsional 200 siswa pada populasi seluruh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Islamic Village Tangerang, kemudian dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) berdasarkan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai PAI berpengaruh terhadap karakter siswa dan dapat membendung radikalisme, sehingga tidak sampai masuk pada diri siswa. Implikasinya, internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai PAI merupakan pendekatan yang efektif untuk gerakan antiradikalisme.
Pendidikan Karakter Antiradikalisme Melalui Internalisasi dan Ekternalisasi Nilai Pendidikan Agama Islam di SMA Islamic Village Tangerang Ahmad Buchori Muslim; Fildza Husna Lestari
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1907

Abstract

Artikel ini mengkaji proses internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mempengaruhi karakter siswa untuk melawan radikalisme. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel acak proporsional 200 siswa pada populasi seluruh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Islamic Village Tangerang, kemudian dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) berdasarkan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai PAI berpengaruh terhadap karakter siswa dan dapat membendung radikalisme, sehingga tidak sampai masuk pada diri siswa. Implikasinya, internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai PAI merupakan pendekatan yang efektif untuk gerakan antiradikalisme.
Desain Perkuliahan Metodologi Studi Islam pada Program Pascasarjana Dirasah Islamiyah Rosidin Rosidin
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1908

Abstract

Artikel ini memberikan tawaran filosofis, metodologis dan praktis terkait desain perkuliahan Metodologi Studi Islam (MSI) yang relevan untuk diimplementasikan pada program Pascasarjana (Magister dan/atau Doktor) dengan konsentrasi atau jurusan Dirasah Islamiyah (Studi Islam). Desain perkuliahan yang ditawarkan, terdiri dari 13 tema perkuliahan, yang memuat Basis Filosofis, Metodologis dan Aplikatif dalam konteks studi Islam kontemporer. Temuan artikel ini ada tiga. Pertama, Basis Filosofis MSI membahas Logika Inkuiri versi Charles S. Pierce, Epistemologi Islam versi M. ‘Abid al-Jabiri dan Logika Sistem versi Jasser Auda. Kedua, Basis Metodologis MSI membahas pendekatan normatif dan deskriptif versi Charles J. Adams dan Richard C. Martin, pendekatan insider dan outsider versi Russel T. McCutheon dan Kim Knott, survei sejarah versi Ibrahim Abu Rabi’ serta hermeneutika versi Abdullah Saeed dan Khaled Abou El-Fadl. Ketiga, Basis Aplikatif MSI membahas tema Gender Mainstream versi Nasr Hamid Abu Zaid, Hukum Islam dan Hukum Internasional versi Mashood A. Baderin dan Fathi Osman, Salafisme Global versi Roel Meijer, Muslim Diaspora versi Steven Vertovec, Pendidikan Universal versi Fethullah Gulen dan Reformasi Ushul Fiqih versi Jasser Auda.  
Desain Perkuliahan Metodologi Studi Islam pada Program Pascasarjana Dirasah Islamiyah Rosidin Rosidin
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1908

Abstract

Artikel ini memberikan tawaran filosofis, metodologis dan praktis terkait desain perkuliahan Metodologi Studi Islam (MSI) yang relevan untuk diimplementasikan pada program Pascasarjana (Magister dan/atau Doktor) dengan konsentrasi atau jurusan Dirasah Islamiyah (Studi Islam). Desain perkuliahan yang ditawarkan, terdiri dari 13 tema perkuliahan, yang memuat Basis Filosofis, Metodologis dan Aplikatif dalam konteks studi Islam kontemporer. Temuan artikel ini ada tiga. Pertama, Basis Filosofis MSI membahas Logika Inkuiri versi Charles S. Pierce, Epistemologi Islam versi M. ‘Abid al-Jabiri dan Logika Sistem versi Jasser Auda. Kedua, Basis Metodologis MSI membahas pendekatan normatif dan deskriptif versi Charles J. Adams dan Richard C. Martin, pendekatan insider dan outsider versi Russel T. McCutheon dan Kim Knott, survei sejarah versi Ibrahim Abu Rabi’ serta hermeneutika versi Abdullah Saeed dan Khaled Abou El-Fadl. Ketiga, Basis Aplikatif MSI membahas tema Gender Mainstream versi Nasr Hamid Abu Zaid, Hukum Islam dan Hukum Internasional versi Mashood A. Baderin dan Fathi Osman, Salafisme Global versi Roel Meijer, Muslim Diaspora versi Steven Vertovec, Pendidikan Universal versi Fethullah Gulen dan Reformasi Ushul Fiqih versi Jasser Auda.  
Karakteristik dan Kompetensi Etika Guru Milenial di Era Digital Zainul Arifin; Umeirsyah Umeirsyah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1915

Abstract

Dunia nyata dan maya menjadi saksi benih-benih pelanggaran kode etik keguruan, seperti bullying dan pelecehan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya. Problem ini juga mendera guru milenial yang merujuk pada guru yang lahir antara tahun 1981-1996. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi literatur, dengan tujuan mengeksplorasi bahasan tentang etika guru milenial di era digital. Bahasan pertama menyangkut hakikat etika keguruan secara umum yang meliputi integritas, toleran, profesional dan tanggung jawab. Bahasan kedua terkait karakteristik guru milenial yang meliputi kemampuan adaptasi, berpikir kritis, peduli pada kesejahteraan siswa dan kemitraan dengan orang tua murid. Bahasan ketiga tentang kompetensi etika guru milenial di era digital, yaitu menjaga kode etik profesi guru, sensitif dan empatik terhadap keberagaman siswa, mengembangkan kemampuan literasi digital serta menjaga privasi dan keamanan data.
Karakteristik dan Kompetensi Etika Guru Milenial di Era Digital Zainul Arifin; Umeirsyah Umeirsyah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v4i1.1915

Abstract

Dunia nyata dan maya menjadi saksi benih-benih pelanggaran kode etik keguruan, seperti bullying dan pelecehan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya. Problem ini juga mendera guru milenial yang merujuk pada guru yang lahir antara tahun 1981-1996. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi literatur, dengan tujuan mengeksplorasi bahasan tentang etika guru milenial di era digital. Bahasan pertama menyangkut hakikat etika keguruan secara umum yang meliputi integritas, toleran, profesional dan tanggung jawab. Bahasan kedua terkait karakteristik guru milenial yang meliputi kemampuan adaptasi, berpikir kritis, peduli pada kesejahteraan siswa dan kemitraan dengan orang tua murid. Bahasan ketiga tentang kompetensi etika guru milenial di era digital, yaitu menjaga kode etik profesi guru, sensitif dan empatik terhadap keberagaman siswa, mengembangkan kemampuan literasi digital serta menjaga privasi dan keamanan data.

Page 1 of 1 | Total Record : 10