cover
Contact Name
Eka Lisdayanti
Contact Email
ekalisdayanti@utu.ac.id
Phone
+6281952020357
Journal Mail Official
ekalisdayanti@utu.ac.id
Editorial Address
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat,Aceh 23681, Indonesia
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Journal of Aceh Aquatic Sciences
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 2580264X     EISSN : 27457230     DOI : -
The Jurnal of Aceh Aquatic Sciences is managed by the Department of Aqutic Resource , Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Teuku Umar University aims to publish the results of basic, applied research, and short communication in the scope of aquatic resources as; fish stock studies and population dynamics, aquatic biodiversity, fisheries technology, fisheries biology, water pollution, waste water treatment, aquatic resources management, aquatic ecosystem conservation and ecotourism. The scope of the area includes marine, coastal and inland fisheries. The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of aquatic resources management.
Articles 85 Documents
Hubungan Ekologis antara Makroalga dan Komunitas Epifauna di Pantai Karang Bolong, Pulau Nusakambangan, Cilacap nur laila rahayu
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 10, No 1 (2026): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v10i1.13152

Abstract

Pantai Karang Bolong yang terletak di sisi timur Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, memiliki karakteristik pesisir unik dengan substrat campuran berupa batuan, pasir, dan pecahan karang yang mendukung pertumbuhan makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga dan epifauna serta mengevaluasi hubungan ekologis di antara keduanya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode transek kuadrat pada zona intertidal, dilanjutkan dengan identifikasi morfologi untuk mengetahui komposisi spesies dan kelimpahan organisme. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 genus makroalga dari tiga divisi utama, yaitu Chlorophyta, Phaeophyceae, dan Rhodophyta dengan total kelimpahan 435 individu per liter dan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H′) sebesar 1,094. Komunitas epifauna terdiri dari 21 genus dari 13 famili dengan total kelimpahan 71 individu per meter persegi dan nilai H′ sebesar 2,07. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara kelimpahan makroalga dan epifauna (r = 0,98), mengindikasikan bahwa kompleksitas struktur yang disediakan oleh makroalga berperan penting dalam mendukung keanekaragaman dan kelimpahan epifauna. Parameter lingkungan seperti salinitas (30‰) dan pH (6) berada dalam kisaran optimal bagi organisme laut tropis. Temuan ini menegaskan bahwa makroalga berfungsi tidak hanya sebagai produsen primer, tetapi juga sebagai penyedia habitat dan indikator ekologis penting dalam ekosistem pesisir.Kata kunci: ekosistem pesisir, epifauna, Karang Bolong, makroalga, Nusakambangan.
KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SEKITAR BENDUNG GERAK SERAYU BANYUMAS Nur Laila Rahayu; Musyarif Zaenuri
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 2 (2025): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i2.13545

Abstract

Bendung Gerak Serayu (BGS) merupakan kontruksi bangunan air yang melintang di Sungai Serayu bertujuan menaikkan muka air sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengairi pertanian. Adanya perubahan massa air akan membentuk komunitas organisme air. Fitoplankton merupakan organisme air yang berkembang mengikuti kondisi perairan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keanekaragaman fitoplankton pada perairan Bendung Gerak Serayu. Metode penelitian ini menggunakan survei dan teknik pengambilan sampel stratified random sampling yaitu dua lokasi sebelum dan dua lokasi sesudah pintu BGS. Variabel utama yang diamati: Jenis dan jumlah Fitoplankton. Variabel pendukung yang diamati meliputi : suhu air dan udara, Penetrasi Cahaya, pH, Nitrat dan Fosfat. Hasil penelitian menunujukkan bahwa struktur komunitas fitoplankton di sekitar Bendung Gerak Serayu yaitu komposisi fitoplankton yang ditemukan Bacillariophyta (33%), Chlorophyta (34%), dan Cyanophyta (33%) dengan kelimpahan yang fluktuatif sebelum dan sesudah Bendung Gerak Serayu. Kondisi kualitas air di sekitar Bendung Gerak Serayu masih di bawah baku mutu PP Nomor 22 Tahun 2021 Kelas 3. 
Keanekaragaman Crustacea yang Didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh, Aceh Barat Friyuanita Lubis; Revani Sri Handayani Sembiring; Mira Mauliza Rahmi; Azrina Sufi Nasution; Zahra Rodliyatam Mardliyah
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 2 (2025): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i2.13771

Abstract

West Aceh waters, one of the coastal areas across front the Indian Ocean. Fishermen generally catch various types of crustaceans. This research aims to identify crustacean types and determine the value of diversity as a determinant of the status of West Aceh waters. This research was conducted using a survey method in June - July 2022. Initial sample identification was by sorting crustacean groups from fishermen's catches landed at PPI Ujong Baroh. Data were processed using the Shannon-Wienner diversity index. The results of this study indicate that the composition of fishermen's catches includes Acetes indicus (18%), Harpiosquilla raphidea (10%), Litopenaeu vannamei (15%), Metapenaeus ensis (14%), Metapenaeus monoceros (11%), Metapenaeus rosea (8%), Penaeus indicus (10%), Penaeus monodon (2%), Portunus sanguinolentus (12%). The diversity value (H') of crustaceans is classified as moderate (2.11). So, it can be assumed that West Aceh waters are vulnerable to pollution and disturbance.
IDENTIFIKASI DAN STATUS KONSERVASI HASIL TANGKAPAN IKAN PARI YANG DI DARATKAN DI PPI UJONG BAROH, KABUPATEN ACEH BARAT asri mahyudi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 2 (2025): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i2.12766

Abstract

AbstrakIkan pari (Batoidea) adalah salah satu jenis ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) yang memiliki tubuh pipih dengan sirip dada yang melebar menyerupai sayap. Ikan pari dapat ditemukan di berbagai jenis perairan laut, mulai dari perairan dangkal hingga laut dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis spesies, jumlah dan status konservasi ikan pari yang didaratkan di PPI Ujong Baroh. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam pengambilan data dengan cara survey dan observasi langsung ke lokasi PPI Ujong Baroh. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian bahwasanya tercat adanya lima jenis spesies ikan pari yang didaratkan di PPI Ujong Baroh seperti, Maculabatis macruraI (pari minyak) Pateobatis uarnacoides (pari pasir) Himantura leoparda (pari macan) Taeniurops meyeni (pari sapi) dan Rhynchobatus australiae (pari kekeh) spesis paling banyak terdapat adalah pari minyak  berjumlah 72 ekor (56%) dan paling sedikit adalah pari kekeh cuma  berjumlah 2 ekor (2%) dan konservasi dari lima spesies jenis ikan pari hanya satu spesies  yang termasuk dalam kategori perlindungi  nasional, yaitu Rhynchobatus australiae (pari kekeh) bersetatus Critical Endangered (CR) menurut IUCN dan Appendix II CITES. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Baroh di Aceh Barat merupakan pusat aktivitas perikanan utama di pesisir Barat Sumatra. PPI ini menjadi lokasi utama pendaratan hasil tangkapan nelayan, termasuk ikan pari yang berasal dari perairan Samudra. Keberadaan PPI ini mendukung aktivitas nelayan setempat yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga diharapkan pengelolaan dan pemanfaatannya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan serta mendorong pengembangan sektor perikanan di wilayah aceh baratKata Kunci:  Ikan pari, Identifikasi, Konservasi, PPI Ujong Baroh 
MORFOMETRIK GURITA BATU (OCTOPUS CYANEA) YANG DIDARATKAN DI PT. PERIKANAN INDONESIA KABUPATEN SIMEULUE satra satra; Mira Mauliza Rahmi; Edwarsyah Edwarsyah
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 2 (2025): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i2.15224

Abstract

Gurita batu (Octopus cyanea) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi di Kabupaten Simeulue yang menjadi andalan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometrik gurita batu yang didaratkan di PT. Perikanan Indonesia (Perindo) Kabupaten Simeulue guna menentukan variasi ukuran tubuh, pola pertumbuhan, dan pembedaan biologis antar jenis kelamin sebagai dasar pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2025 dengan total sampel sebanyak 310 ekor (54 jantan dan 256 betina) yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan terhadap 12 karakter morfometrik, termasuk Panjang Total (TL), Panjang Mantel (ML), dan Panjang Lengan (AL). Hasil penelitian menunjukkan dominasi signifikan individu betina sebesar 83% dibandingkan jantan yang hanya 17%. Terdapat perbedaan ukuran tubuh yang nyata secara signifikan (uji-t), di mana gurita betina memiliki dimensi tubuh yang lebih besar pada seluruh karakter yang diukur. Rata-rata Panjang Total (TL) betina mencapai 88,8 ± 24,4 cm, sementara jantan hanya 52,9 ± 4,00 cm. Karakter Panjang Lengan (AL) merupakan bagian tubuh yang paling konsisten mengikuti pertumbuhan panjang tubuh pada kedua jenis kelamin. Perbedaan morfometrik ini diduga berkaitan dengan kebutuhan biologis reproduksi, di mana ukuran tubuh betina yang lebih besar mendukung perkembangan gonad dan kapasitas produksi telur.Kata Kunci: Gurita Batu (Octopus cyanea), Morfometrik, Simeulue, Jenis Kelamin, Pertumbuhan