cover
Contact Name
Nury Firdausia
Contact Email
babaazzamizzah@gmail.com
Phone
+6281216332359
Journal Mail Official
rabbayanistaima@gmail.com
Editorial Address
JL. Cengger Ayam DLM No. 24, Kel. Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rabbayani: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami
ISSN : -     EISSN : 28093143     DOI : -
RABBAYANI intends to publish a high standard of theoretical or empirical research articles within the scope of Islamic education, which include but are not limited to Tafsir Tarbawi, Hadith Tarbawi, Studies of Islamic Education, Studies of Sufism, Science of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Management of Islamic Education, Evaluation of Islamic Education, Curriculum Development of Islamic Education, Learning and Teaching Strategies and Modern Education Problems.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Implementasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Pembelajaran Ma’arif di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU) Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang: The Implementation of Aswaja Values Through Ma'arif Learning at Sekolah Dasar Nahdatul Ulama Hasanuddin Dilem 02 Kabupaten Malang Iswahyudi, Muhammad; Musnandar, Aries
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, religion is one of the most frequently discussed issues. There are many divisions and animosities among Muslims because of different views, both from political views, religious views, and even culture. This condition is found in various cases of radical thought movements and ideas that have grown and developed in this country. Such as a series of cases of violence in the name of religion that often occur in various regions in Indonesia, the destruction of places of worship, the rejection of different groups, and several suicide bombings are cases that have captured the attention of the world public. This study aims to determine Aswaja values in Ma'arif learning, to know the implementation of Ma'arif learning in instilling Aswaja values. This descriptive qualitative article aims to identify the implementation of Ma’arif learning in instilling Aswaja values. The findings of this study include the Aswaja values applied to Ma’arif learning at SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang, including the value of tawassut, i’tidal, tawazun and tasamuh. The implementation of Ma’arif learning as a medium for instilling the value of Aswaja is in the subjects of Fiqh, Al-Quran Hadith, Islamic Civilization and Aqidah Akhlak. The supporting factors are the environment and daily Aswaja activities, while the inhibiting factors are the lack of time allocation and learning that is considered less interesting. From this study, schools can create programs that hone students' knowledge and social skills. Schools can also provide more learning allocations and learning is implemented in a more attractive way for students. Saat ini, agama adalah salah satu isu yang paling sering dibicarakan. Banyak perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam karena perbedaan pandangan, baik dari pandangan politik, pandangan agama, bahkan budaya. Kondisi ini bisa dijumpai dari berbagai gerakan dan paham radikal yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Seperti serangkaian kasus kekerasan mengatasnamakan agama sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, perusakan rumah-rumah ibadah, penolakan terhadap kelompok yang berbeda, dan sejumlah tragedi bom bunuh diri merupakan kasus yang menyita perhatian publik dunia. Artikel ini bertujuan mengetahui nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran Ma’arif dan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Artikel kualitatif deskriptif ini bertujuan menjelaskan implementasi pembelajaran Ma’arif dalam penanaman nilai-nilai Aswaja. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang diterapkan dalam pembelajaran Ma’arif di SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang meliputi nilai-nilai tawassut, i’tidal, tawazun dan tasamuh. Implementasi pembelajaran Ma’arif sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja melalui mata pelajaran Fikih, Al-Quran Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah akhlak. Faktor-faktor pendukungnya adalah lingkungan sekitar dan kegiatan Aswaja harian, sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah kurangnya alokasi waktu dan pembelajaran yang dirasa kurang menarik. Implikasi artikel ini, sekolah dapat menyusun program-program yang dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan sosial peserta didik. Serta menyediakan waktu pembelajaran yang memadai dan penerapan pembelajaran yang lebih menarik bagi para peserta didik. Kata Kunci: Aswaja, Implementasi Belajar, Pembelajaran Ma’arif, Nilai-Nilai Aswaja.
Falsafah Serat Sastra Gendhing sebagai Basis Kepemimpinan Pendidikan: Philosophy of Serat Sastra Gendhing as a Basis For Educational Leadership Mahrus, Mahrus; Itqon, Zubdatul 
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is a form of art and culture in educational institutions. Leadership practices that tend to adopt leadership styles from the West have developed in the current era of globalization. Like a pearl buried by civilization and developments over time, the use of theories from outside seems to be increasingly sinking the existence of Javanese philosophy. Exploring Javanese leadership philosophy is an effort to revive a leadership philosophy based on local wisdom. It could be that the current leaders have jumped too far from their essential position. Serat Sastra Gendhing is a leadership philosophy that contains seven main mandates that can be upheld by a leader. Mastery of these seven characteristics is a characteristic of ideal leadership. This article was prepared based on library research, because it uses books as a data source. The data collection method is documentation. Meanwhile, the analysis method is content analysis. Serat Sastra Gendhing teaches the need for a leader to have social-spiritual intelligence, defend truth and justice, the ability to develop culture and be a pioneer of science. Kepemimpinan merupakan bentuk kesenian dan kebudayaan dalam tatanan lembaga pendidikan. Praktik kepemimpinan yang cenderung mengadopsi gaya kepemimpinan dari Barat berkembang pada era globalisasi saat ini. Ibarat mutiara yang terkubur oleh peradaban dan perkembangan masa, penggunaan teori-teori dari luar nampaknya semakin menenggelamkan eksistensi falsafah Jawa. Penggalian falsafah kepemimpinan Jawa merupakan upaya untuk mengangkat kembali falsafah kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Bisa jadi pemimpin yang ada saat ini telah melompat terlalu jauh dari pijakan esensinya. Serat Sastra Gendhing merupakan falsafah kepemimpinan yang berisi tujuh amanah utama yang dapat dpegang oleh seorang pemimpin. Penguasaan tujuh karakteristik tersebut merupakan ciri kepemimpinan yang ideal. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kepustakaan, karena menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya adalah analisis isi. Serat Sastra Gendhing mengajarkan perlunya seorang pemimpin memiliki kecerdasan sosial-spiritual, membela kebenaran dan keadilan, kemampuan mengembangkan budaya dan pelopor ilmu pengetahuan. Kata Kunci: Falsafah, Serat Sastra Gendhing, Kepemimpinan Pendidikan.
Tafsir Tarbawi Surat Al-Kahfi Perspektif Pendidikan Pesantren: Qur’anic Educational Interpretation of Chapter Al-Kahf from the Perspective of Pesantren Education Rosidin, Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article offers four ideas about strategy of creating educational environment to develop pesantren based on library research of education values that contained in Surah al-Kahfi through implementation of Tafsir Tarbawi methods. First, pesantren organize regeneration program through creating of religious culture and educational interaction. Religious culture to invite the grace (rahmat) of Allah which serves as protection of learners from social interaction pollution; whereas educational interaction to develop maturity or independence of learners through recognition, imitation and application. Second, pesantren optimizing economic capital and social capital. Optimization of economic capital through realization of pesantren’s function as a center of public economy, while optimizing social capital through realization of pesantren’s function as a social institution. Third, pesantren organize quality education that is supported by dedicated teachers and students, and curriculum that educate social justice, social faith and social welfare. Fourth. Leadership and management of pesantren supported by projective and proactive attitude. Projective attitude is based on vision of reading the signs of circumtances, while the proactive attitude is realization of the projective vision at the level of policy and implementation. Tulisan ini menawarkan empat strategi penciptaan lingkungan edukatif untuk pengembangan pesantren berdasarkan hasil telaah nilai-nilai tarbawi yang terkandung dalam Surat al-Kahfi melalui implementasi metode tafsir tarbawi. Pertama, pesantren menyelenggarakan program regenerasi melalui penciptaan budaya religius dan interaksi edukatif. Budaya religius untuk mengundang rahmat Allah SWT sebagai proteksi peserta didik dari polusi interaksi sosial; sedangkan interaksi edukatif untuk mengembangkan kemandirian peserta didik melalui i’tiraf, imtitsal, ittiba’. Kedua, pesantren mengoptimalkan kapital ekonomi dan sosial. Optimalisasi kapital ekonomi melalui realisasi fungsi pesantren sebagai pusat ekonomi masyarakat, sedangkan optimalisasi kapital sosial melalui realisasi fungsi pesantren sebagai institusi sosial. Ketiga, pesantren menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang didukung pendidik dan peserta didik yang berdedikasi tinggi serta kurikulum yang mendidikkan keadilan, keimanan dan kesejahteraan sosial. Keempat. Kepemimpinan dan manajemen pesantren yang didukung sikap proyektif dan proaktif. Sikap proyektif didasarkan pada visi membaca tanda-tanda zaman secara responsif, sedangkan sikap proaktif merupakan realisasi dari visi proyektif pada tataran kebijakan dan pelaksanaan. Kata Kunci: Pengembangan Pesantren, Pendidikan Pesantren, Nilai-nilai Tarbawi, Surat al-Kahfi.
Gaya Kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi dalam Pesantren, Organisasi dan Politik: Leadership Style of KH Hasyim Muzadi in Pesantren, Organizations and Politics Zaedun Na'im
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Kyai who leads an Islamic boarding school (pesantren) has its own characteristics which cannot be separated from educational background, family and environmental factors. This article discusses the leadership of KH. Hasyim Muzadi in pesantren, organizations and politics. In this article, the author uses a qualitative approach and a descriptive type of literature study. The article’s findings show that the leadership of KH. Hasyim Muzadi has several styles, namely charismatic, populistic and democratic. Leadership of KH. Hasyim Muzadi succeeded in creating an independent pesantren, an organization with an international reputation and an ethical politics with a positive image. Seorang Kyai yang memimpin pesantren memiliki karakteristik tersendiri yang tidak lepas dari faktor background pendidikan, keluarga dan lingkungan. Artikel ini membahas kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi dalam pesantren, organisasi dan politik. Dalam artikel ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka yang bersifat deskriptif. Temuan artikel menunjukkan bahwa kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi memiliki beberapa gaya, yaitu kharismatik, populistik dan demokratik. Kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi sukses mewujudkan pesantren yang mandiri, organisasi yang bereputasi internasional dan etika politik yang bercitra positif. Kata Kunci: Kepemimpinan, Hasyim Muzadi, Pesantren, Organisasi, Politik. 
Pendisiplinan Siswa Melalui Pembacaan Juz ‘Amma di Sekolah Dasar Negeri 3 Codo: Student Discipline Efforts through Reading Juz 'Amma at SDN Codo 3 Dintia Nurmazia Milah; Handoko
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student discipline cannot happen spontaneously. In an effort to improve student discipline, it is necessary to carry out a habit that is carried out repeatedly. Student discipline at Codo Elementary School 3 is carried out through reading Juz 'Amma in the morning before learning begins. This research uses a qualitative approach with the type of case study. The data collection techniques used by researchers are observation, interview and documentation techniques. The data analysis was carried out through the data reduction stage, data presentation and conclusion drawing or verification. While the data validity technique uses observation persistence and triangulation techniques and source triangulation. The results showed that: (1) The Juz 'Amma reading activity includes initial activities, core activities, and closing activities. (2) Supporting factors for the implementation of this activity include the packaging of fun activities, the active role of teachers, and the existence of adequate facilities. Meanwhile, the inhibiting factor is the lack of student awareness and the surrounding community environment. (3) The results of implementing this activity include time discipline, responsibility discipline, and discipline in enforcing rules. Kedisiplinan siswa tidak bisa terjadi secara spontan. Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa perlu dilakukan kegiatan yang berulang-ulang. Kedisiplinan siswa di SDN 3 Codo dilakukan melalui kegiatan pembacaan Juz ‘Amma di pagi hari sebelum dimulainya pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi tahap kondensasi data, penyajian data dan verifikasi. Sedangkan teknik validasi data menggunakan ketekunan pengamatan serta triangulasi yang meliputi triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan pembacaan Juz ‘Amma ini meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup (2) Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ini di antaranya adalah pengemasan kegiatan yang menyenangkan, peran aktif guru, dan adanya fasilitas yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lemahnya kesadaran siswa dan lingkungan masyarakat sekitar. (3) Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terciptanya kedisiplinan siswa yang meliputi displin waktu, disiplin tanggung jawab, dan disiplin menegakkan aturan.  Kata Kunci: Pendisiplinan Siswa, Pembacaan Juz ‘Amma, SDN 3 Codo.

Page 1 of 1 | Total Record : 5