cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : -     EISSN : 30478855     DOI : -
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia adalah platform publikasi terkemuka yang berkomitmen menyajikan penelitian berkualitas tinggi dengan penekanan pada inovasi, kreativitas, dan keaslian, yang berlandaskan metodologi ilmiah yang ketat. Jurnal ini mencakup berbagai bidang studi seperti kesehatan umum, farmasi, teknologi dan rekayasa kesehatan, nutrisi dan gizi, sains alam dan lingkungan, biologi, kimia, dan fisika. Terbit enam kali setahun, Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia didedikasikan untuk standar kualitas tertinggi, berupaya menjadi sumber rujukan utama, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des" : 6 Documents clear
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Wilayah kerja Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Armaidawati, Armaidawati; Zuhkrina, Yuli; Muharrina , Cut Rahmi
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.206

Abstract

Prevalensi anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil di Asia Tenggara berada pada kisaran 25-40%, dengan tingkat keparahan yang bervariasi dari ringan hingga berat.  Berdasarkan survei pendahuluan yang penulis lakukan pada 10 orang ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Lhoknga diketahui bahwa 6 dari 10 ibu hamil takut dengan efek samping yang tidak nyaman seperti susah buang air besar, 2 dari 10 menyebutkan lupa, dan 8 dari 10 ibu hamil kurang memahami pentingnya Fe pada ibu hamil. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen Fe dapat meningkatkan risiko anemia, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga kabupaten aceh besar. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lhoknga dijadikan sampel dalam penelitian ini (total sampling) berjumlah 96 orang. Pengumpulan data mengggunakan data primer yang dianalisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan (p=0,008<0,05), dukungan suami (p=0,002<0,05), motivasi (p=0,011<0,05), dan budaya (p=0,024<0,05) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi Tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe adalah pengetahuan, dukungan suami, motivasi dan budaya sehingga disarankan untuk meningkatkan edukasi dan konseling kepada ibu hamil terkait pentingnya konsumsi tablet Fe, melibatkan suami/keluarga dalam program peningkatan kepatuhan, serta mengembangkan promosi kesehatan yang sensitif budaya.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Orang Tua dengan Durasi Penggunaan Gawai pada Balita di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh Adriati, Adriati; Zuhkrina, Yuli Zuhkrina; Yarah , Saufa
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.207

Abstract

Salah satu teknologi yang saat ini berkembang pesat adalah gawai (gadget) yang merupakan perkembangan teknologi pada zaman modern serta dapat diterima oleh kalangan masyarakat dan telah membuat penggunanya menjadi ketergantungan tidak hanya pada orang tua melainkan juga anak-anak umur dibawah 5 tahun. Menjadi hal yang memprihatinkan, karena usia 24-60 bulan merupakan periode emas bagi anak. Pada masa ini, anak memiliki peningkatan perkembangan yang cukup cepat pada seluruh aspek perkembangan, baik pada perkembangan motorik, bicara-bahasa maupun perkembangan sosialsasi-kemandirian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Peran Orang Tua Dengan Durasi Penggunaan Gawai pada Balita di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita terhitung dari bulan Januari s/d Mei 2024 berjumlah 187 orang dengan proses pengambilan sampel secara non-probabilitas dengan tehnik purposive sampling berjumlah 84 responden. Tehnik analisis dilakukan dengan uji Chi- Square Tes. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan peran orang tua (p = 0,002) dengan durasi penggunaan gawai (gadget). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara Pengetahua dan peran orang tua dengan durasi penggunaan gawai (gadget). Perlu adanya edukasi berkelanjutan kepada ibu balita tentang dampak positif dan negatif terhadap penggunaan gawai (gadget).
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami dengan Pemberian Imunnisasi Tetanus Toxoid (TT) dalam Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie Mardhiah, Ainal; Zuhkrina, Yuli; Martina, Martina
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.210

Abstract

Keselamatan ibu dan bayi dalam proses kehamilan, persalinan sampai pasca persalinan penting untuk diperhatian. Masalah yang dihadapi pada tahap tersebut adalah tetanus pada maternal dan neonatal. Tetanus Neonatorum (TN) merupakan penyakit tetanus yang terjadi pada bayi berusia dibawah 28 hari, dengan gejala klinik yang khas timbul kekakuan seluruh tubuh yang ditandai dengan kesulitan membuka mulut dan menyusu, serta kejang-kejang pada saat beberapa hari setelah lahir. Data dari Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie jumlah ibu hamil periode Januari – Mei 2024 sebanyak 64 ibu hamil dengan cakupan imunisasi TT1 = 29,68%, TT2 = 20,31%, TT3 = 4,6%, TT4= 3,12%, TT5= 3,12% dan TT 2+ = 31,25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Imunisasi TT  Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester II dan III yang ada di wilayah kerja puskesmas Tiro Kabupaten Pidie yang berjumlah 39 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji statistik Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (P value = 0,011) dukungan suami (P value = 0,022) dengan Pemberian Imunisasi TT Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie. Kesimpulan terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan Pemberian Imunisasi TT  Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie Tahun 2024. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan pemberian imunisasi TT pada ibu hamil untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat Tetanus Neonaturum.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie Martini, Martini; Zuhkrina, Yuli; Novita , Nia Hairu
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.213

Abstract

Bayi Berat badan  lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Kejadian BBLR memberikan kontribusi pada kesehatan yang buruk karena dapat menyebabkan kecacatan, gangguan, pertumbuhan dan perkembangan kognitif serta penyakit kronis dikemudian hari. Kejadian BBLR di Kabupaten Pidie mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tahun 2021 jumlah BBLR di kabupaten Pidie 3% dan pada tahun 2022 mencapai 7,04%. Data di Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie mulai tahun 2020 sampai dengan bulai Mei 2024 terdapat 45 bayi dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan  kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di puskesmas Tiro Kabupaten Pidi Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir dengan BBLR Di Puskesmas Tiro Kabupaten Pidie sebanyak 45 bayi. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dan diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-Square Tes. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (P value = 0,015) paritas (P value = 0,005), anemia (P value = 0,014)  dengan kejadian BBLR di puskesmas Tiro Kabupaten Pidi Tahun 2024 dan tidak terdapat hubungan pendidikan (P value = 0,219) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan terdapat hubungan umur, paritas, anemia dengan kejadian BBLR di puskesmas Tiro Kabupaten Pidi. Dan tidak tidak terdapat hubungan pendidikan kejadian BBLR. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat meningkatkan promosi kesehatan kepada ibu hamil agar dapat meningkatkan asupan makanannya selama kehamilan sehingga dapat mencegah kejadian BBLR.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Nilawati, Nilawati; Martina, Martina; Novita, Nia Hairu
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.218

Abstract

Chronic Energy Deficiency atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kekurangan Energi Kronik (KEK) ialah keadaan ketika ibu hamil mengalami kekurangan makanan secara parah yang akan berdampak pada munculnya gangguan kesehatan yang mengakibatkan kebutuhan gizi ibu yang sedang hamil semakin bertambah sehingga tidak tercukupi. Ibu hamil yang beresiko terkena KEK bisa diketahui dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA) dengan hasil dibawah 23,5 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang Kabuaten Aceh Besar terhitung dari bulan Januari s/d April 2024 berjumlah 117 orang dengan proses pengambilan sampel secara secara Total Sampling. Tehnik analisis dilakukan dengan uji Chi- Square Tes. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat Hubungan yang signifikan antara Pendapatan (p = 0,041), Pola Makan (p=0,000) dan Anemia (p = 0,001) dengan kekurangan Energi kronik (KEK), namun tidak terdapat hubungan antara Paritas (p = 0,0550) dengan kekurangan Energi Kronik (KEK). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara Pendapatan, Pola Makan dan Anemia dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) namun tidak terdapat hubungan antara paritas dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Perlu adanya edukasi berkelanjutan kepada ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir di Wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Ayu Nasri Fitriana; Kiki Rezeki Amelia; Yuli, Yuli Zuhkrina
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2024): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i5.219

Abstract

Skrining Hipotiroid kongenital (SHK) merupakan kelainan yang terjadi pada bayi sejak lahir akibar dari defisiensi sekresi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid serta menurunnya kerja hormon tiroid pada tingkat selular. Tujuan dilakukan skrining hipotiroid kongenital (SHK) adalah menghilangkan atau menurunkan mortalitas, morbiditas dan kecacatan akibat penyakit hipotiroid kongenital. Insidens kejadian hipotiroid kongenital bervariasi antar negara, umunya sebesar 1:3.000-4.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan Ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir di Wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar terhitung mulai dari bulan Januari s/d April berjumlah 117 orang dengan proses pengambilan sampel secara secara Total Sampling. Tehnik analisis dilakukan dengan uji Chi- Square Tes. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)  dengan Pendidikan (p = 0,033), Peran Petugas Kesehatan (p = 0,000) dan tidak terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan Pekerjaan (p = 0,265). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara Pendidikan, dan Peran Petugas Kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) namun tidak terdapat hubungan Pekerjaan dengan pengetahuan ibu tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan edukasi tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sehingga mampu meningkatkan pengetahuan seluruh Ibu.

Page 1 of 1 | Total Record : 6