cover
Contact Name
Muhammad Yusuf
Contact Email
yusuf@akprind.ac.id
Phone
+6282282677899
Journal Mail Official
jurtek@akprind.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas AKPRIND Indonesia Jl Kalisahak 28 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 19793405     EISSN : 23386711     DOI : https://doi.org/10.34151/jurtek
Jurnal Teknologi (e-ISSN: 2338-6711), published by the Fakultas Teknik, Universitas AKPRIND Indonesia as a medium for publication of scientific/research works in the field of technology. The Technology Journal is published 2 (two) times a year in June and December Jurnal Teknologi is a peer-reviewed, Open Access journal that publishes original research articles as well as review articles in several areas of engineering. The subject areas covered by the journal are: Chemical Engineering Industrial Engineering Mechanical Engineering Electrical Engineering Informatic and other techniques
Articles 107 Documents
APLIKASI IC ISD 2590 SEBAGAI PESAN PADA SAKLAR OTOMATIS LAMPU PENERANGAN Slamet Hani
Jurnal Teknologi Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3415/jurtek.v1i1.773

Abstract

Aplikasi IC ISD 2590 adalah sebuah rangakain pengirim pesan, rangkaian tersebut menggunakan detector sinyal suara atau yang disebut Mic Codenser. Detektor ini akan mengaktifkan rangkaian jika sinyal suara tinggi tertangkap dan seterusnya akan dikirim ke relay. Fungsi relay sendiri adalah untuk menyalakan lampu dan mengaktifkan perekam pesan suara. Di sini, rangkaian perekam pesan suara menggunakan sebuah IC ISD 2590 yang dapat merekam selama 90 detik, durasi perekaman itu sendiri ditentukan oleh seri yang tertera di belakang nama jenis IC tersebut. Maka dari itu, hanya dengan merekam suara selama beberapa detik, IC ISD 2590 dapat menyimpan ke dalam Memory Voice yang tersedia. Jadi, ketika relay teraktifkan, maka pin Chip Enable dengan ground pada IC ISD 2590 akan terhubung sehingga suara yang telah direkam tadi akan diputar dan terdengar jelas melalui sebuah speaker. Penelitian ini adalah mengembangkan sebuah aplikasi dengan memakai IC ISD 2590 dan IC SN7473, yang saklarnya menggunakan sinyal suara dengan aplikasi suatu pesan suara dan lampu penerangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan gerbang-gerbang logika sangat efektif dan efisien, karena hanya dengan sistem digital dapat mengendalikan pengnyaklaran secara otomatis dan lebih efisien.
PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA TERHADAP DAYA TURBIN AIR FRANCIS PADA SUB UNIT PLTA JELOK SEMARANG Erry Thriana Sasongko; Khairul Muhajir; I.G Gde Badrawada; Anton Anton
Jurnal Teknologi Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju aliran massa terhadap daya turbin air francis pada sub unit PLTA Jelok, SemarangDaya turbin sangat dipengaruhi oleh faktor laju aliran massa dan tinggi tekan, tetapi analisa ini yang ditekankan adalah faktor laju aliran massa yang selalu berubah-ubah setiap waktu.Analisa ini mengambil data debit air selama 3 bulan dari desember 2006 sampai Februari 2007 dan setelah itu dilakukan penghitungan daya turbin untuk melihat pengaruhnya.Pada analisa didapatkan daya turbin cenderung lebih kecil pada saat laju aliran massa mengalami penurunan dengan laju aliran massa terkecil dengan nilai 4370 kg/det dan daya output terkecil 5.323 MW pada bulan januari 2007 begitu pula sebaliknya daya turbin cenderung besar ketika laju aliran massa mengalami kenaikan dengan nilai laju aliran massa terbesar 10330 kg/det dan nilai daya output 12.218 MW pada bulan februari 2007.
PENGARUH KEPADATAN DAN KETEBALAN TERHADAP SIFAT ISOLATOR PANAS PAPAN PARTIKEL SEKAM PADI Hary Wibowo; Toto Rusianto; Manarul Ikhsan
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sekam padi yang kebanyakan sebagai limbah pertanian, sehingga peniliti lebih dimanfaatkan dibidang keteknikan, yang mana sekam padi tersebut dibuat papan partikel sekam padi (tampa memperhatikan kekuatan bahan) dengan 3 variasi ketebalan (1 cm, 1.5 cm, dan 2 cm) dan 4 variasi pemadatan. Untuk mengetahui unjuk kerja dari papan partikel sekam padi tersebut, dilakukan pengujian Konduktivitas Termal, pengujian dilakukan secara tertutup, pada posisi pengujian vertikal, dan horisontal, dengan pemberian sumber panas berupa lampu pijar 80 Watt, dan elemen pemanas strika 70 Watt digunakan secara bergantian. Dari pengujian Koduktivitas Termal tersebut diperoleh pada posisi pengujian vertikal yang terbaik. dari beberapa variasi ketebalan didapatkan pada ketebalan 1 cm dan kepadatan 6-1 & 5-1, nilai konduktivitas termalnya kecil (0.0798 W/m. 0C), pada tebal 2 cm, kepadatan 12-2 nilai konduktivitas termalnya besar (0.238 W/m. 0C) sehingga papan partikel dengan tebal 1 cm dan pada kepadatan 6-1 baik digunakan sebagai bahan isolator panas.
IDENTIFIKASI TANDA-TANGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN PERAMBATAN-BALIK (BACKPROPAGATION) Achmad Hidayatno; R. Rizal Isnanto; Dian Kurnia Widya Buana
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi tanda tangan manusia adalah proses untuk mengidentifikasi dan mendapatkan seseorang yang memiliki tanda tangan. Teknologi identifikasi tanda tangan termasuk dalam sistem biometrik yang menggunakan karakteristik perilaku manusia. Untuk saat ini, ada banyak pemalsuan tanda tangan yang umumnya membahayakan orang yang memiliki tanda tangan. Pemalsuan tanda tangan terjadi dengan mudah dimana diperlukan suatu sistem yang dapat membantu mengidentifikasi tanda tangan seseorang. Sistem identifikasi yang akan diimplementasikan menggunakan model Backpropagation Neural Network dan didukung oleh bahasa pemrograman Delphi. Untuk mengidentifikasi tanda tangan, gambar tanda tangan pertama-tama membutuhkan preprocessing dan ekstraksi fitur. Dalam preprocessing, ada tiga tahap yang harus dilakukan, yaitu: mengkonversi gambar grayscaled, kontras gambar, dan deteksi tepi gambar. Proses ekstraksi fitur dilakukan dengan mensegmentasi gambar dalam bentuk baris dan kolom yang memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi fitur yang signifikan dari gambar tanda tangan, serta untuk mendapatkan nilai data yang akan menjadi input untuk jaringan saraf. Pelatihan jaringan saraf dilakukan untuk mendapatkan klasifikasi yang akurat dari input data tanda tangan terlatih. Sebuah tanda tangan dapat diidentifikasi ketika tanda tangan tersebut terdiri dari salah satu kelas yang membentuk proses pelatihan. Penelitian ini menggunakan 150 gambar tanda tangan yang terdiri dari 10 responden untuk database yang memerlukan 10 data dari masing-masing responden dan 5 responden dari sisi luar database yang memerlukan 5 data dari masing-masing responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem aplikasi memiliki tingkat keberhasilan 95% untuk mengidentifikasi tanda tangan dari pengujian data yang terlatih, sementara itu hanya memiliki tingkat keberhasilan 88% dari pengujian sisi luar basis data.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI ANTAR KOMPUTER MENGGUNAKAN KODE MORSE Suraya Suraya
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh sebuah komputer selain melakukan pengolahan data maupun perhitungan-perhitungan numeris. Salah satu diantaranya adalah untuk komunikasi antar komputer. Dalam pada itu, telah menjadi harapan banyak orang untuk terciptanya suatu sistem komunikasi antar komputer yang bisa bebas mengirimkan pesan tanpa dibebani biaya. Dalam penelitian thesis ini dibahas sebuah pembuatan sistem komunikasi antar komputer menggunakan kode morse, dengan menggunakan peralatan tambahan hardware untuk membangkitkan kode morse dan suatu pemancar untuk mengirim dan menerima sinyal kode morse. Software yang dibuat dalam Visual Basic 6.0, menunjukkan bahwa sistem ini dapat dijalankan dengan komputer generasi terdahulu seperti CPU 166 Mhz asalkan ada RS 232. Pada sistem ini komunikasi antar perangkat keras dan perangkat lunak dilakukan menggunakan serial port. Dengan sistem ini user dimungkinkan untuk dapat mengirim pesan berbentuk teks untuk dapat diproses dan bisa terkirim.
DETEKSI E-MAIL PALSU DENGAN MEMPERGUNAKAN HEADER E-MAIL M. Didik R. Wahyudi
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-mail merupakan media komunikasi untuk mengirim dan menerima pesan. Sebagai salah satu media yang paling sering dipakai untuk bertukar informasi, e-mail sangat rentan terhadap ancaman keamanan. Salah satu ancaman keamanan e-mail adalah dari aspek keaslian e-mail yang diterima. Kebiasaan user yang menerima e-mail adalah langsung membaca dan mempercayai dari mana datangnya e-mail tersebut dan apapun isi e-mail tersebut. Pengiriman e-mail yang dilakukan dengan teknik tertentu, dapat memanipulasi asal e-mail. Penerima e-mail akan mengira bahwa e-mail tersebut berasal dari seseorang yang sebagaimana terdapat pada header from. Hal ini dapat menimbulkan salah paham, sehingga akan merugikan banyak pihak yang sebenarnya tidak melakukannya. Penelitian ini akan melakukan penelusuran terhadap ciri-ciri dan karakteristik e-mail palsu berdasarkan informasi yang terdapat pada header e-mail. Setelah e-mail palsu ini diidentifikasi, maka e-mail ini akan mendapat perlakuan khusus seperti ditandai atau bahkan langsung dihapus. Identifikasi dilakukan dengan menguraikan header e-mail yang berisi semua informasi mengenai e-mail yang dikirimkan selanjutnya divalidasi dengan berbagai kriteria e-mail palsu yang sudah ditentukan diatas.
PENURUNAN KADAR TEMBAGA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAJINAN PERAK DENGAN PRESIPITASI MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA Ganjar Andaka
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri kerajinan perak, tembaga adalah salah satu logam yang dicampurkan dengan perak untuk menghasilkan logam campuran yang lebih keras dan lebih kuat dari perak murninya. Hasil dari industri kerajinan perak ini berupa perhiasan, asesoris, dan tentu saja limbah cair yang banyak mengandung logam tembaga. Tembaga termasuk logam berat yang bersifat racun. Agar limbah cair ini tidak berbahaya jika dibuang ke perairan, maka limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar tembaga dalam limbah cair dengan metode presipitasi menggunakan larutan natrium hidroksida. Penelitian ini mempelajari pengaruh konsentrasi natrium hidroksida terhadap penurunan kadar tembaga dalam limbah cair, dan lama waktu pengendapan tehadap volume endapan yang terbentuk. Mula-mula reagen (NaOH) dengan konsentrasi tertentu ditambahkan ke dalam limbah cair yang telah diketahui kadar tembaganya, kemudian diaduk dengan kecepatan 50 rpm selama 15 menit. Setelah itu hasil didiamkan selama waktu tertentu untuk mengendapkan presipitat yang terbentuk. Setelah terjadi endapan kemudian cairan beningnya diambil dan dianalisis kadar tembaganya menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presipitasi menggunakan larutan NaOH dapat menurunkan kadar tembaga pada limbah cair industri kerajinan perak. Hasil optimum yang dicapai terjadi dengan penambahan 20 mL NaOH 9% untuk sampel limbah cair sebanyak 250 mL dengan penurunan kadar tembaga hingga 95,47%, dan kadar tembaga bisa diturunkan dari 14,35 ppm menjadi 0,65 ppm. Kadar ini hampir mencapai baku mutu limbah cair, yakni sebesar 0,6 ppm. Dari pengaruh waktu pengendapan terhadap volume endapan didapatkan bahwa laju volume pengendapan keseluruhan dari proses ini sebesar 0,028125 ml/menit.
PREVALENSI KELUHAN SUBYEKTIF ATAU KELELAHAN KARENA SIKAP KERJA YANG TIDAK ERGONOMIS PADA PENGRAJIN PERAK Joko Susetyo; Titin Isna Oes; Suyasning Hastiko Indonesiani
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi industri kecil kerajinan perak dikerjakan secara konvensional dan akan lancar apabila didukung oleh sumber daya manusia sebagai pengrajin yang berkualitas. Hal ini ditentukan oleh beberapa kriteria antara lain kesehatan dan kebugaran para pengrajin, organisasi dan sistem kerja termasuk waktu istirahat, sikap kerja yang alamiah, lingkungan kerja yang baik.. Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui aktivitas kerja pengrajin perak wanita industri kecil kerajinan perak di Desa Singapadu Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Secara khusus mengetahui seberapa jauh pengaruh sikap kerja yang tidak ergonomis terhadap kelelahan pengrajin perak wanita, sedangkan hasil/temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai kajian ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya dan secara khusus dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi para pengrajin dan pemilik usaha untuk memahami lebih dalam tentang respon fisiologis terhadap sikap kerja yang tidak ergonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan yang dinilai dengan keluhan subyektif yang terjadi pada pengrajin perak wanita dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu : a. Pelemahan kegiatan dengan presentasi yang tinggi pada lelah seluruh tubuh (66,7%); kaki berat (40%); mata berair (60%) dan mau berbaring (66,7%) b. Pelemahan motivasi dengan presentasi tinggi pada tak dapat konsentrasi (66,8%) c. Kelelahan fisik , dengan presntasi tinggi pada kekakuan di bahu ( 66,7%); merasa nyeri di belakang kepala (46,7%) ; spasme kelopak mata (56,7%) dan nyeri di punggung (66,7%). Penyebab dari keluhan subyektif ini adalah sikap kerja yang kurang alamiah dan intensitas lingkungan kerja yang kurang memadai. Keluhan subyektif tadi karena adanya baik kelelahan umum maupun kelelahan lokal.
KINETIKA REAKSI PIROLISIS PLASTIK LOW DENSITY POLIETHYLENE (LDPE) Sumarni Sumarni; Ani Purwanti
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pirolisis non katalisis pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa plastik poliethylene jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang berupa lembaran. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kinetika reaksi pirolisis LDPE dengan metode pendekatan reaksi yang disederhanakan di mana reaksi pembentukan cairan sebagai reaksi utama. Reaktor yang digunakan berupa retort yang dilengkapi dengan termokopel dan regulator untuk menjaga kestabilan suhu operasi, serta pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan gas hasil pirolisis. Kondisi operasi berlangsung pada tekanan atmosferis dengan variasi suhu berkisar antara 400oC – 600oC dengan pengamatan waktu operas yang dilakukan setiap interval waktu 10 menit. Pada suhu yang diinginkan tercapai, saat hasil distilat pertama kali keluar dianggap sebagai awal proses pirolisis (t = 0). Data percobaan diperoleh dengan mengambil hasil distilat dan mengamati volume hasil gas setiap interval waktu tertentu, serta menimbang padatan yang tertinggal dalam retort setelah pirolisis berakhir. Dari hasil pirolisis lembaran plastik polyethylene LDPE, diperoleh harga energi aktivasi pada konstanta kecepatan reaksi pirolisis keseluruhan (ko) sebesar 377,11 kJ/mol dan pada persamaan konstanta kecepatan pembentukan hasil cair (k2) sebesar 663,39 kJ/mol.
PENENTUAN INTERVAL PERAWATAN PREVENTIF KOMPONEN ELEKTRIK DAN KOMPONEN MEKANIK YANG OPTIMAL PADA MESIN EXCAVATOR SERI PC 200-6 DENGAN PENDEKATAN MODEL JARDINE Imam Sodikin
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Gunung Madu Plantations merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Peralatan produksi yang digunakan adalah alat-alat pertanian dan alat-alat bantu pertanian. Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, maka diperlukan suatu sistem perawatan yang baik. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas dan efesiensi kerja di dalam penggunaan alat-alat pertanian tersebut melalui perencanaan penjadualan perawatan agar mesin atau unit yang akan digunakan dapat beroperasi dengan baik, dan tidak mengalami gangguan kerusakan pada saat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerusakan dari komponen elektrik dan mekanik alat berat excavator seri PC200-6, menghitung dan menganalisis nilai laju kerusakan komponen elektrik dan mekanik alat berat excavator seri PC200-6, menentukan waktu yang baik untuk tindakan preventive replacement, dan menentukan ekspektasi jadual interval waktu perawatan preventif yang optimal. Hasil yang diperoleh meliputi performansi komponen elektrik dan mekanik berbeda, yang tercermin dari rata-rata waktu antar kerusakan dan down timenya. Secara keseluruhan tingkat keandalan mengalami penurunan selama periode waktu operasi, sehingga laju kerusakan selama penggunaan masing-masing komponen mengalami peningkatan. Rata-rata interval waktu kerusakan komponen elektrik adalah 9,99 hari, sedangkan untuk komponen mekanik adalah 10,18 hari. Rata-rata down time komponen elektrik adalah 0,885 jam, sedangkan komponen mekanik adalah 1,98 jam. Rata-rata waktu perawatan preventif komponen elektrik adalah 0,86 jam, sedangkan komponen mekanik adalah 1,02 jam. Probabilitas banyaknya kerusakan komponen elektrik adalah 1,82 % s/d 34,92 %, sedangkan komponen mekanik adalah 2,27 % s/d 32,58 %. Nilai total down time komponen elektrik

Page 2 of 11 | Total Record : 107