cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2024)" : 88 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KEWAJIBAN DAN HAKKU KELAS III DI SDN PENGARADAN 01 Budi Raharjo
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Tema 4 Subtema 4 Kewajiban dan Hakku Sebagai Warga Negara melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada siswa kelas III SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes tahun ajaran 2019/2020. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan 28 siswa kelas III SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi model deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasil sebelum dilakukan penelitian dengan hasil pada akhir tiap siklus setelah penelitian. Uji validitas data pada penelitian ini menggunakan validitas isi. Peningkatan hasil belajar dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai siswa pada setiap siklus yaitu nilai rata-rata hasil belajar perpindahan kalor siswa sebelum tindakan hanya sebesar 59,8. Pada siklus I menjadi 67,6 dan pada siklus II menjadi 74,8, lalu pada siklus III meningkat lagi menjadi 83,5. Sebelum dilaksanakan tindakan, siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (≥71) hanya sebanyak 9 siswa (32%), pada siklus I meningkat menjadi 14 siswa (50%), dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 21 siswa (75%). Dan pada siklus III meningkat menjadi 28 siswa atau 100%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dapat meningkatkan hasil belajar Tema 4 Subtema 4 Kewajiban dan Hakku sebagai warga negara pada kelas III SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes tahun ajaran 2019/2020. Kata kunci: Make a match, kewajiban dan hak. APPLICATION OF THE MAKE A MATCH TECHNIQUE COOPERATIVE LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN LEARNING OBLIGATIONS AND RIGHTS CLASS III AT SDN PENGARADAN 01 ABSTRACT The aim of this research is to improve learning outcomes for Theme 4, Subtheme 4, My Obligations and Rights as a Citizen through the application of the cooperative learning model of the make a match technique for class III students at SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes for the 2019/2020 academic year. The form of this research is classroom action research (PTK) which is carried out in three cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this research were teachers and 28 class III students at SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes. The data collection techniques used were observation, interviews, tests and documentation. The data analysis technique used is comparative descriptive model analysis, namely by comparing the results before the research is carried out with the results at the end of each cycle after the research. Testing the validity of the data in this research uses content validity. The increase in learning outcomes can be proven by the increase in student scores in each cycle, namely the average score of students' heat transfer learning outcomes before the action was only 59.8. In cycle I it was 67.6 and in cycle II it was 74.8, then in cycle III it increased again to 83.5. Before the action was implemented, only 9 students (32%) got scores above the KKM (≥71), in the first cycle this increased to 14 students (50%), and in the second cycle it increased again to 21 students (75%). And in cycle III it increased to 28 students or 100%. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that using the cooperative learning model, the make a match technique, can improve learning outcomes for Theme 4 Subtheme 4 My Obligations and Rights as a Citizen in class III at SDN Pengaradan 01, Tanjung, Brebes for the 2019/2020 academic year. Keywords: Make a match, obligations and rights
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU E-MODUL Agy Yulia Priana; Irman Pebryansyah
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model problem based learning berbantu e-modul dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan berkolaborasi dengan guru Informatika melalui penerapan model PBL berbantu e-modul sebagai tindakan penelitian. Subjek penelitian ini sebanyak 22 siswa kelas X DKV 1 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian meliputi: keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa, keterlaksanaan sintaks, serta dokumentasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Prosedur penelitian meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sebesar rata-rata keterampilan kolaborasi sebesar 41,5% dan hasil belajar sebesar 68%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berbantu e-modul dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa. Kata kunci: Model PBL, e-modul, kolaborasi, hasil belajar. IMPROVING COLLABORATION SKILLS AND STUDENT LEARNING OUTCOMES THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODEL ASSISTED BY E-MODULES ABSTRACT This research aims to investigate the implementation of the problem-based learning model assisted by e-modules in enhancing collaboration skills and student learning outcomes. It is an action research (PTK) conducted in collaboration with the Computer Science teacher through the implementation of the PBL model assisted by e-modules as the research intervention. The research subjects are 22 students from class X DKV 1 selected using purposive sampling technique. The study is conducted over 2 cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection phases. The research data include collaboration skills and student learning outcomes, syntactic feasibility, as well as documentation during the teaching and learning activities. Quantitative descriptive analysis is employed for data analysis. The research procedure includes planning, implementation, observation, and reflection. The results indicate an average increase of 41.5% in collaboration skills and a 68% improvement in learning outcomes. Based on the findings, it can be concluded that the problem-based learning model assisted by e-modules can enhance collaboration skills and student learning outcomes. Keywords: PBL model, e-module, collaboration, learning outcomes.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III PADA MATERI PENGURANGAN DENGAN MEMINJAM MELALUI MEDIA GAMBAR DAN KARTU PADA SD NEGERI 4 SINDANGSARI KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS Ani Suryani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setelah dilakukan penelitian tindak kelas yang dilaksanakan di kela III SD Negeri 4 Sindangsari Kecamatan Banjarsari Kabupaten ciamis mengenai penggunaan media gambar dan kartu pada materi pengurangan di dapat kan hasil, Dimana hasil belajar pra siklus hanya sebanyak 30% peserta didik dari 20 orang yang dianggap tuntas, selanjutnya pada siklus ke 1 dengan menggunakan media gambar dan kartu ada sebanyak 80% peserta didik yang tuntas dan terakhir pada siklua 2 terdapay 95% peserta didik tuntas dengan rata rata klasikal 78. Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam menuntasakan pembelajaran di Sekolah Dasar, ghal ini karena usia peserta didik dikelas 3 harus dibantu dengan sesuatu media yang konkret. Kata kunci: Media gambar, media kartu, pengurangan, matematika. EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITIES OF THIRD-GRADE STUDENTS IN SUBTRACTION BY BORROWING THROUGH THE USE OF VISUAL MEDIA AND CARDS AT SD NEGERI 4 SINDANGSARI BANJARSARI DISTRICT CIAMIS REGENCY ABSTRACT Setelah dilakukan penelitian tindak kelas yang dilaksanakan di kela III SD Negeri 4 Sindangsari Kecamatan Banjarsari Kabupaten ciamis mengenai penggunaan media gambar dan kartu pada materi pengurangan di dapat kan hasil, Dimana hasil belajar pra siklus hanya sebanyak 30% peserta didik dari 20 orang yang dianggap tuntas, selanjutnya pada siklus ke 1 dengan menggunakan media gambar dan kartu ada sebanyak 80% peserta didik yang tuntas dan terakhir pada siklua 2 terdapay 95% peserta didik tuntas dengan rata rata klasikal 78. Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam menuntasakan pembelajaran di Sekolah Dasar, ghal ini karena usia peserta didik dikelas 3 harus dibantu dengan sesuatu media yang konkret. Keywords: Picture media, card media, subtraction, mathematics.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGOLAHAN DATA DALAM PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS VI SD NANGKASARI CIAMIS Susan Andriani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setelah dilakukan penelitian mengenai Upaya meningkatkan kemampuan pengolahan data (statistika) dalam pembelajaran matematika di kelas VI SD Negeri Nangkasari Ciamis . dengan menggunakan PTK dua siklus, sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang tahap pra PTK hanya ada sekitar 4 orang atau 26,6% yang tuntas sisanya belum tuntas akan tetapi setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan CTL maka pembelajaran manjadi tuntas pada siklus kedua dengan capaian 93,7%, hanaya satu peserta didik yang harus mengikuti remedial karna dianggap belum tuntas. Kata kunci: CTL, matematika, pengolahan data (statistik). EFFORTS TO IMPROVE DATA PROCESSING SKILLS IN MATHEMATICS LEARNING THROUGH THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL LEARNING MODELS FOR VI-GRADE STUDENTS AT SD NANGKASARI CIAMIS. ABSTRACT After conducting research regarding efforts to improve data processing skills (statistics) in mathematics learning in class VI of SD Negeri Nangkasari Ciamis. using two cycles of PTK, the sample in this study was 15 people in the pre-PTK stage, there were only around 4 people or 26.6% who completed the remainder, but after learning was carried out using CTL, the learning was completed in the second cycle with an achievement of 93. 7%, only one student had to take remedial because it was considered incomplete. Keywords: CTL, mathematics, data processing (statistics).
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGATASI PEMAHAMAN SOAL HOTS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA IT DAN BENDA KONKRET DI KELAS IV Enung Nur’ati
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas dalam hal memperbaiki proses pembelajaran dengan metode model pbl yaitu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengerjakan soal hots pada mata Pelajaran IPAS materi Cerita Tentang Daerahku dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantu media IT di kelas IV semester genap SDN Cirukem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data kualitatif, analisis data dilakukan setelah perbaikkan pembelajaran selesai dilaksanakan dalam setiap siklus. Analisis data dilakukan secara bertahap, pertama mengelompokkan, kedua mendeskripsikan data dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Dengan langkah ini akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Cirukem Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Subjek penelitian dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Cirukem Kecamatan Garawangai Kabupaten Kuningan. Dengan jumlah siswa 20 anak, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Hasil penelitian tindakan kelas ini mengalami peningkatan yang sangat seignifikan pada setiap siklusnya, pada siklus I prosesntase hasil belajar siswa sebesar 60 % walaupun belum mencapai kriteria yang ingin dicapai tetapi paling tidak telah ada peningkatan dari kondisi awal, maka dari itu diadakanlah perbaikan pada siklus II dengan prosentase hasil belajar sebesar 90 %. Pada siklus II ini penelitian diberhentikan karena pencapaian hasil belajar siswa telah melampaui batas kriteria yang telah ditentukan, yaitu 80%. Kata kunci: HOTS, Model PBL, Media IT, Benda Konkret, Hasil Belajar Siswa. EFFORTS TO IMPROVE STUDENTS' ABILITY TO ADDRESS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) PROBLEMS USING THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL ASSISTED BY IT MEDIA AND CONCRETE OBJECTS IN GRADE IV ABSTRACT The aim of the classroom action research is to improve the learning process using the PBL (Problem-Based Learning) model, specifically to enhance students' learning outcomes in solving HOTS (Higher Order Thinking Skills) problems in the subject of IPAS (Integrated thematic Learning) with the theme "Story About My Region." This is accomplished through the implementation of the problem-based learning model aided by IT media in Grade IV during the second semester at SDN Cirukem. The research employs a quantitative and qualitative approach, and data analysis is conducted after each cycle of instructional improvement. The data analysis proceeds step by step, involving grouping, describing data, and ultimately drawing conclusions or deriving meanings. This research was conducted at the Elementary School of Cirukem, Garawangi Subdistrict, Kuningan Regency. The subjects of this classroom action research are Grade IV students at SDN Cirukem, Garawangi Subdistrict, Kuningan Regency, totaling 20 students, comprising 18 male students and 2 female students. The results of the classroom action research show a significant improvement in each cycle. In the first cycle, the percentage of students' learning outcomes was 60%, although it did not reach the desired criteria. However, there was an improvement from the initial condition. Therefore, adjustments were made in the second cycle, resulting in a learning outcome percentage of 90%. The research was concluded in the second cycle because the students' learning outcomes exceeded the predetermined criteria, which was 80%. Keywords: HOTS, PBL Model, IT Media, Concrete Objects, Student Learning Outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMK SUNAN GUNUNG JATI BABAKAN Ade Hermawan
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Praktik pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan konsep belajar peserta didik kelas X SMK Sunan Gunung Jati Babakan pada submateri pencemaran lingkungan dengan menggunakan Model Inquiry Terbimbing dengan metode diskusi melalui Tayangan video. Praktik pembelajaran ini dilakukan di SMK Sunan Gunung Jati Babakan dengan sampel penelitian 20 orang peserta didik kelas X. Treatmen dalam praktik pembelajaran ini berupa pemberian masalah yaitu video tentang macam-macam pencemaran lingkungan yang ada disekitar kita Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa LKPD yang di dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan pemandu untuk mempermudah dan mengarahkan peserta didik agar dapat menggali informasi dari berbagai sumber literatur yang relefan. LKPD dibuat untuk mengarahkan peserta didik dalam pengenalan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, mengkomunikasikannya lewat presentasi dan menyimpulkan. Hasil praktik pembelajaran menunjukkan bahwa Inquairy Terbimbing dengan metode diskusi melalui tayangan video berbasis masalah dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas X SMK Sunan Gunung Jati Babakan pada submateri pencemaran lingkungan. Hal ini terlihat dari hasil nilai kognitip peserta didik dalam kegiatan free test yaitu menunjukkan 5 peserta didik atau 25% yang lulus KKTP dan 15 peserta didik lainnya atau 75% dibawah nilai KKTP untuk hasil nilai post tesnya 20 siswa 100% lulus nilai KKTP. Berdasarkan uraian di atas pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dengan metode diskusi dapat di jadikan sebagai pembelajaran karena dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa selama proses pembelajaran sehingga siswa berkembang dalam kemampuan berdiskusi, kemampuan presentasi, berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan meningkatkan hasil nilai kognitif. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Metode Diskusi, Pemahaman Konsep, Materi Pencemaran Lingkungan. IMPLEMENTATION OF THE GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL WITH DISCUSSION METHODS TO IMPROVE STUDENTS' CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF ENVIRONMENTAL POLLUTION MATERIAL AT SMK SUNAN GUNUNG JATI BABAKAN ABSTRACT This learning practice aims to enhance the conceptual knowledge of 10th-grade students at SMK Sunan Gunung Jati Babakan in the topic of environmental pollution, utilizing the Guided Inquiry Model through discussion methods via video presentations. The learning practice was conducted at SMK Sunan Gunung Jati Babakan, with a sample of 20 10th-grade students. The treatment in this learning practice involved presenting a problem, namely a video about various environmental pollutions around us. The instrument used in this research is a Student Worksheet (LKPD) containing guiding questions to facilitate and direct students to gather information from various relevant literature sources. The LKPD is designed to guide students in problem recognition, formulating hypotheses, collecting data, testing hypotheses, communicating through presentations, and drawing conclusions. The results of the learning practice indicate that Guided Inquiry through discussion methods via problem-based video presentations can improve the understanding of the environmental pollution subtopic among 10th-grade students at SMK Sunan Gunung Jati Babakan. This is evident from the cognitive scores of students in the free test activity, where 5 students or 25% passed the minimum competency test (KKTP), and the remaining 15 students or 75% scored below the KKTP threshold. However, in the post-test, all 20 students achieved passing grades above the KKTP threshold. Based on the description above, learning with the Guided Inquiry model through discussion methods can be considered effective, as it enhances students' conceptual mastery during the learning process. This approach fosters students' development in discussion skills, presentation abilities, critical thinking, problem-solving, and improves cognitive assessment results. Keywords: Guided Inquiry, Discussion Method, Conceptual Understanding, Environmental Pollution Material.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELAS 1 SD NEGERI CIKAREOJAYA Euis Hendrayani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Permulaan Bahasa Indonesia siswa kelas I SD. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca siswa setelah dilakukan penerapan media gambar siswa kelas 1 SD Negeri Cikareojaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas 1 di SDN Cikareojaya sebanyak 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan media gambar. Pada pra tindakan persentase ketuntasan siswa baru mencapai 65%, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I persentase ketuntasan siswa meningkat menjadi 81%, pada siklus II meningkat menjadi 85% sehingga peneliti tidak melanjutkan ke siklus III. Kata kunci: Media Gambar, Kemampuan Membaca, Bahasa Indonesia. EFFORTS TO IMPROVE READING ABILITIES THROUGH PICTURE MEDIA IN GRADE 1 AT CIKAREOJAYA PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL ABSTRACT This research aims to improve the initial reading abilities of Indonesian language for first-grade students in elementary school. The objectives of this research are to determine the improvement in students' reading abilities after implementing picture media in the 1st-grade class at Cikareojaya Public Elementary School. The research method used is classroom action research with two cycles. The participants in this research are 18 first-grade students at SDN Cikareojaya. Data were collected through observation, interviews, and test result analysis. The research results indicate a significant improvement in efforts to enhance reading abilities using picture media. In the pre-action phase, the percentage of students meeting the proficiency standard was only 65%. After the first cycle, the percentage increased to 81%, and in the second cycle, it further increased to 85%, leading the researcher to decide not to proceed to a third cycle. Keywords: Picture Media, Reading Abilities, Indonesian Language.
PENGARUH PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS DIFERENSISASI DI KELAS 10 SMK Muhammad Nur Shiddiq
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jguruku.v2i1.297

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis diferensiasi di kelas 10 SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian satu kali uji (pretest-posttest). Subjek penelitian adalah siswa kelas 10 SMK di SMK Taufiq Mubarok. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam nilai siswa sebelum dan setelah penerapan model CTL, mendukung efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa. Kata kunci: Model CTL, diferensiasi, kelas 10 SMK, pretest-posttest, uji Mann-Whitney   THE EFFECT OF APPLYING DIFFERENTIATION-BASED CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODELS  IN GRADE 10 HIGH SCHOOL   ABSTRACT This study aims to investigate the effect of applying a differentiation-based Contextual Teaching and Learning (CTL) model in grade 10 high school. The research method used is a one-time test research design (pretest-posttest). The subject of the study was a grade 10 high school student at SMK Taufiq Mubarok. The instruments used are knowledge tests before (pretest) and after (posttest) treatment. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. Results showed significant differences in students' scores before and after the application of the CTL model, supporting its effectiveness in improving student understanding and achievement. Keywords: CTL model, differentiation, grade 10 high school, pretest-posttest, Mann-Whitney test.  
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II SD BULAKELOR 02 MELALUI PEMANFAATAN MEDIA VISUAL WORDWALL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Fitriani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika yaitu membandingkan satuan volume liter dengan menggunakan benda kongrit dan berbantu media visual wordwall pada analisis data dan peluang pelajaran matematika kelas 2 SD. Sekitar siswa kelas II SDN Bulakelor 02 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN Bulakelor 02 yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 11 orang Laki-laki dan 14 orang Perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media alam sekitar dalam pembelajaran tematik tema lingkungan di kelas II SD Negeri Bulakelor 02 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai proses (aktifitas) pada pratindakan belum ditemukan karena siswa hanya mendengarkan saja. Nilai proses pada siklus 1 pertemuan 1 adalah 69,24, pertemuan 2 adalah 73,37, siklus II pertemuan 1 adalah 88,8, dan pada pertemuan 2 adalah 95,6. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 60,7 siklus I adalah 80 dan pada siklus II adalah 92,5. Ketuntasan belajar klasikal pada pratindakan adalah 20%, pada akhir siklus I adalah 80% dan pada akhir siklus II adalah 93%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pemanfaatan media alam sekitar dalam pembelajaran tematik tema lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang dapat diberikan agar peneliti selanjutnya dapat memanfaatkan media alam sekitar dalam pembelajaran berdisferensif. tema yang lain, memasukkan unsur permainan dalam pembelajaran, membuat strategi pembelajaran yang lebih mengkondisikan siswa untuk pembelajaran di luar sehingga pembelajaran lebih kondusif. Kata kunci: Media portofolio, aplikasi visual wordwall, hasil belajar, pembelajaran berdiferensif EFFORTS TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF GRADE II STUDENTS OF SD BULAKELOR 02 THROUGH THE USE OF WORDWALL VISUAL MEDIA IN MATHEMATICS LEARNING ABSTRACT This study aims to: Determine the improvement of student learning outcomes in independent curriculum learning in mathematics subjects, namely comparing liter volume units using concrete objects and assisted by wordwall visual media in data analysis and opportunities for grade 2 elementary mathematics lessons. Around grade II students of SDN Bulakelor 02 This study uses a type of classroom action research with a qualitative descriptive approach. The subjects of the study were grade II students of SDN Bulakelor 02 totaling 25 students consisting of 11 men and 14 women. The results showed that the use of environmental media in thematic learning of environmental themes in grade II SD Negeri Bulakelor 02 can improve student learning outcomes. The value of the process (activity) in pre-action has not been found because students only listen. The process value in cycle 1 meeting 1 is 69.24, meeting 2 is 73.37, cycle II meeting 1 is 88.8, and in meeting 2 is 95.6. The average value of student learning outcomes in pre-action is 60.7, cycle I is 80 and in cycle II is 92.5. The completeness of classical learning in pre-action is 20%, at the end of cycle I it is 80% and at the end of cycle II it is 93%. The conclusion that can be drawn is that the use of environmental media in thematic learning of environmental themes can improve student learning outcomes. Suggestions that can be given so that researchers can further utilize environmental media in differentiative learning. Another theme, including elements of play in learning, makes learning strategies that better condition students for outside learning so that learning is more conducive. Keywords: Media portfolio, visual wordwall application, learning outcomes, differentiated learning.
MENIGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL), PEMBELAJARAN VIDEO INTERAKTIF, APLIKASI CLASSPOINT, PENDEKATAN TPACK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DI KELAS X2 SMA NEGERI 1 DARMA Apipah, Pipin
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Darma pada materi perubahan lingkungan. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X.2 SMA Negeri 1 Darma berjumlah 32 orang peserta didik. Metode penelitian yang dipilih yakni diskusi kelompok, pendekatan TPACK dan penggunaan aplikasi Classpoint dengan desain pretets-posttest dan refleksi assessment pembelajaran. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan melalui instrumen tes soal pilihan ganda ganda melalui google form. Data yang diperoleh kemudian di analisis. Hasil analisis data diperoleh Berdasarkan hasil Postest dapat di rata-ratakan nilai terbesar 90, nilai terkecil 70, dengan rata-rata nilainya 82 dengan KKTP 70. Maka dapat di simpulkan seluruh siswa telah mencapai KKTP. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dengan menerapkan Problem Based Learning(PBL) dengan menggunakan media pembelajaran video interaktif dan aplikasi classpoint untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas X 2 pada materi Perubahan lingkungan, terbukti dapat meningkatkan pencapaian ketuntasan peserta didik, selain itu juga memberikan pengalaman belajar yang menarik dan mengembangkan kecakapan abad 21. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model PBL terhadap pemahamman berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Darma. Kata kunci: problem based learning, kemampuan berpikir kritis, classpoint, TPACK IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) LEARNING MODEL, INTERACTIVE VIDEO LEARNING, CLASSPOINT APPLICATION, TPACK APPROACH TO BIOLOGY LEARNING ENVIRONMENTAL CHANGE MATERIAL IN CLASS X2 OF SMA NEGERI 1 DARMA ABSTRACT This research aims to determine the effectiveness of the problem based learning (PBL) learning model on the critical thinking abilities of SMA Negeri 1 Darma students on environmental change material. The subjects in this research were 32 students in class X.2 of SMA Negeri 1 Darma. The research methods chosen were group discussions, the TPACK approach and the use of the Classpoint application with a pretest-posttest design and reflection on learning assessment. Critical thinking ability data was collected through a multiple choice question test instrument via Google Form. The data obtained was then analyzed. The results of the data analysis were obtained. Based on the Posttest results, the largest average score was 90, the smallest score was 70, with an average score of 82 with a KKTP of 70. So it can be concluded that all students have achieved the KKTP. This shows that there is an influence of the application of the problem based learning model on students' critical thinking abilities. Thus, the learning objective of implementing Problem Based Learning (PBL) using interactive video learning media and classpoint applications is to improve students' critical thinking skills in class an interesting learning experience and developing 21st century skills. So it can be concluded that there is an influence of the application of the PBL model on the understanding of critical thinking of SMA Negeri 1 Darma students. Keywords: problem based learning, critical thinking skills, classpoint, TPACK.