cover
Contact Name
Muhammad Adam HR
Contact Email
muhammadadamhr@ddipolman.ac.id
Phone
+6282188889493
Journal Mail Official
muhammadadamhr@ddipolman.ac.id
Editorial Address
Madatte, Kec. Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat 91311
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 30266831     DOI : 10.36915/alhaqiqa
Core Subject : Humanities, Social,
Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah sebuah blind peer-reviewed yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar, Polewali Mandar, Indonesia. Jurnal ini meneribitkan artikel penelitian, artikel konseptual, dan resensi buku dalam bidang ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam. Artikel Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Maret dan September dengan e ISSN 3026-6831 . Semua publikasi di Jurnal Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apa pun.
Articles 33 Documents
RHETORIC AND BELIEF: AN ANALYSIS OF MUHAMMAD YAHYA WALONI’S DA‘WAH (A YOUTUBE STUDY) Marwan Mas'ud; Budi Ichwayudi; Catur Maulana Ihcsan; Dimas Hutomo Putra; Teguh Dwi Prayoga
Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Agama Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/alhaqiqa.v7i2.550

Abstract

This study aims to analyze the thoughts and rhetoric of Muhammad Yahya Waloni. He was born in Manado in 1970 into a Christian family. He pursued his education up to the doctoral level in theology before converting to Islam. He has had an active career as a preacher and has also served as a lecturer, rector, and politician. This research employs a qualitative approach with content analysis. The primary data is sourced from YouTube, while secondary data includes articles, websites, and books. The data is then analyzed using a deductive approach. The findings reveal that his thoughts primarily revolve around criticizing Christianity, recognizing only Islam as the true religion, and being highly sensitive to social and political issues. Regarding his preaching rhetoric, his style is consistently passionate, incorporating personal narratives, confrontational language, and frequent calls for open debates. This study is expected to contribute to a more comprehensive understanding of religious and social dynamics in Indonesia, as well as provide new insights into the role of religious figures in spreading Islam in the digital era.
IMPLEMENTASI MAJELIS TAKLIM TERHADAP PENINGKATAN KERUKUNAN MASYARAKAT KEC. WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR (Studi Pendekatan Budaya dan Agama) Muhammad Yahrul Syah; Musdalipa R
Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Agama Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/alhaqiqa.v7i2.575

Abstract

Artikel ini membahas tentang Implementasi Majelis Taklim Terhadap Peningkatan  Kerukunan Masyarakat Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar (Studi Pendekatan Budaya dan Agama). Penelitian ini mempunyai pokok permasalahan bagaimana penerapan majelis taklim terhadap peningkatan majelis taklim khususnya di desa sumberjo kec. Wonomulyo menggunakan studi pendekatan budaya dan agama). Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui implementasi majlis taklim Permata di desa Sumberjo Kec. Wonomulyo (2) Untuk mengetahui tingkat kerukunan Masyarakat yang ada di desa Sumberjo Kec. Wonomulyo, Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan studi pendekatan dan agama. Adapun sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, analisis data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) implementasi Majelis Taklim Permata berperan penting dalam meningkatkan kerukunan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin, pembinaan akhlak, kajian keislaman, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan budaya dan agama yang diterapkan mampu memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan antarwarga tanpa membedakan latar belakang sosial. Selain itu, Majelis Taklim juga berfungsi sebagai media silaturahmi, edukasi keagamaan, dan penyelesaian persoalan sosial secara musyawarah sehingga mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Majelis Taklim memberikan kontribusi positif dalam membangun kerukunan masyarakat di Desa Sumberjo melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan budaya lokal.
TRANSFORMASI EPISTEMOLOGI DAKWAH DIGITAL DALAM KONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Ahmad Suryadi; Juangsah Juangsah
Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Agama Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad A.G.H Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan epistemologi dakwah digital dan dampaknya terhadap pengembangan pendidikan Islam modern. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Data berasal dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir yang diakui, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan dakwah digital, komunikasi Islam, media digital, dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten melalui langkah-langkah pengurangan data, pengkategorian, penafsiran, dan pengambilan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa dakwah digital telah merubah struktur otoritas religius dan pola penyebaran pengetahuan Islam dari model hierarkis ke model partisipatif yang bergantung pada media digital. Dakwah digital berfungsi sebagai alat pendidikan Islam kontemporer yang meningkatkan akses pembelajaran agama melalui berbagai platform digital. Namun demikian, perubahan tersebut menimbulkan tantangan berupa pecahnya otoritas akademik, penyebaran informasi agama yang belum terverifikasi, serta kemunculan pemahaman Islam yang instan akibat pengaruh logika media sosial. Karena itu, diperlukan rekonstruksi epistemologi dakwah digital dengan memperkuat literasi digital, komunikasi Islam yang profetik, serta mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam yang moderat, kritis, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Page 4 of 4 | Total Record : 33