cover
Contact Name
Endah Mustikowati
Contact Email
endah.mustikowati@mercubuana.ac.id
Phone
+62215871335
Journal Mail Official
endah.mustikowati@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota
ISSN : -     EISSN : 30316715     DOI : 10.22441/terakota
Core Subject : Engineering,
TERAKOTA is an architecture poster journal publication in collaboration with the Department of Architecture in Engineering Faculty at Universitas Mercu Buana and the TA committee. TERAKOTA is a scientific publication and communication media of Design Methods, Architecture Design, Human Settlement, Building Construction, History of Architecture, Environmental Design and Building Sciences, Architecture Education, Material and Behaviour in Architecture
Articles 107 Documents
PERANCANGAN SEKOLAH INTERNASIONAL DI JAKARTA UTARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK Fadhil Ahmad Munif
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan penopang dalam memperkuat potensi warga negara Indonesia untuk memajukan bangsa. Dalam era globalisasi yang didorongnya oleh kemajuan teknologi, adanya tuntutan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keterampilan tinggi agar dapat bersaing di tingkat internasional. Tingkat pendidikan di negara Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Diperlukan adanya tokoh-tokoh- pionir yang memiliki cinta terhadap dunia pendidikan, sehingga pionir yang memiliki cinta yang mendalam terhadap dunia pendidikan akan menggerakan individu tersendiri untuk membangun dan mengembangkan kreatifitas potensi yang ada di dirinya sendiri. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, oleh karena itu sangat diperlukannya sistem pendidikan nasional yang memenuhi standar internasional sehingga dapat menghadapi persaingan dengan sumber daya manusia dari negara lain. Salah satu implementasi dari pendidikan nasional yang berstandar internasional di Indonesia melalui pendirian Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Perhatian terhadap sistem Sekolah Bertaraf Internasional di Jakarta Utara sebagai respon terhadap tuntutan globalisasi dan kemajuan teknologi. Data kependudukan yang mencakup Warga Negera Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Kecamatan Pademangan menunjukan potensi besar untuk pendirian sekolah ini. Perencanaan ini adalah untuk merancang bangunan dengan fasilitas dan infrastruktur pendukung yang memadai, meningkatkan kemampuan akademis dan non-akademin siswa, serta menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Pembelajaran yang dinamis dan berbasis teknologi menuntut perubahan dalam desain arsitektur sekolah. Perencanaan SBI memperhatikan desain arsitektur organik yang dinamis, mengadopsi prinsip “Building As Nature”, Continuous Present”, "Form Follows Flow", "Of the People", "Of the Hill", "Of the Materials" dan “Youthful and Unexpected”. Fleksibilitas, adaptabilitas, dan integrasi teknologi dalam desain bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memenuhi kebutuhan pembelajaran yang beragam, dengan fokus utama pada kenyamanan pengguna untuk memastikan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, perancangan Sekolah Bertaraf Internasional dengan konsep Arsitektur Organik menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi yang kompetitif dan adaptif di masa depan, serta meneguhkan posisi Indonesia di panggung pendidikan global.
Perancangan Gedung Pusat Kebudayaan Sunda Kabupaten Bogor Dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme, Jawa Barat Muhamad Ilyas
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, mencerminkan cara hidup, perilaku, dan aktivitas suatu komunitas. Indonesia, dengan 38 provinsi dan 1.340 suku bangsa, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, perkembangan zaman menyebabkan banyak budaya mulai ditinggalkan. Oleh karena itu, penting untuk merawat dan melestarikan budaya melalui pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan di berbagai daerah. Kabupaten Bogor, dengan kekayaan budayanya yang khas sebagai bagian dari suku Sunda, memerlukan Gedung Pusat Kebudayaan untuk menjaga dan memperkenalkan kembali budaya lokal kepada masyarakatnya. Gedung ini akan dirancang dengan pendekatan arsitektur regionalisme, yang menggabungkan elemen-elemen arsitektur kontemporer dan tradisional, mencerminkan identitas budaya daerah. Dengan demikian, Gedung Pusat Kebudayaan dapat menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat serta memastikan kelestarian budaya untuk generasi mendatang.
PERANCANGAN MUSEUM SENI LUKIS KONTEMPORER DENGAN KONSEP ARSITEKTUR POST-MODERN DI JAKARTA Yoga Darmawan
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budaya dengan beragam tradisinya. Kesenian tradisional Indonesia terkenal di dunia internasional. Namun, ironisnya, masih kurangnya minat masyarakat kita terhadap kesenian tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain,minat terhadap bentuk-bentuk seni baru, khususnya seni kontemporer, semakin meningkat. Seni rupa kontemporer, yang mulai muncul di Indonesia pada tahun 1970-an, mengalihkan fokus dari apakah sebuah karya seni itu “baik” atau “buruk”, memicu pertanyaan dan refleksi tentang makna yang ingin disampaikan oleh senimannya. Bentuk seni ini sering kali membawa pesan-pesan provokatif dan menantang persepsi konvensional. 
Perancangan Perpustakaan dan Art Space Berdesign Arsitektur Biofilik Wildan Yunus
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan perpustakaan dan ruang seni berdesain biofilik merupakan inovasi untuk membawa lingkungan baca dan berkreativitas yang memiliki suasana tenang dan sekaligus menyajikan pemandangan alam. Dalam perencanaan ini, prinsip-prinsip biofilik diterapkan dengan memanfaatkan koneksi antara manusia dan alam. Salah satu elemen penting dalam perancangan ini adalah penggunaan cahaya alami yang optimal serta bentuk massa bangunan yang terpisah-pisah yang membuat kesan bangunan di dalam hutan makin tercipta. Ruang perpustakaan didesain berada di masa atas, terkesan mengambang, melayang di tengah-tengah hutan, bertujuan agar nantinya perpustakaan memiliki view hijau rimbun di bawah. Selain itu, banyak vegetasi diletakkan menyebar secara acak (menciptakan suasana hutan) di dalam site untuk membawa konsep desain biofilik ke dalam desain bangunan. Tidak hanya fokus pada aspek visual, perancangan perpustakaan dengan pendekatan biofilik juga memperhatikan pengaturan suhu dan sirkulasi udara yang optimal. Penggunaan desain bangunan dengan ventilasi alami dan penempatan elemen air seperti kolam atau pond di bagian depan site membantu menciptakan suasana sejuk dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu, material bangunan yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, batu, dan ijuk memberikan sentuhan hangat dan ekologis dalam desain perpustakaan ini. Konsep biofilik juga dapat diaplikasikan dalam tata letak ruangan pada masa bangunan ruang-ruang seni, dengan memperhatikan elemen estetika alami seperti bentuk dan pola yang berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam site yang nantinya membawa kesan sejuk di dalam site. Dengan pendekatan arsitektur biofilik, perpustakaan dan ruang seni jadi lebih dari sekadar tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri, yang dapat menghadirkan bangunan berkonsep hutan yang berada di pusat kota ,yang menghubungkan manusia dengan alam dan mendorong perkembangan kreativitas serta pemahaman yang lebih dalam tentang dunia yang kita tinggali.
Perancangan Kampung Susun Dengan Pendekatan Arsitektur Sebagai Modal Sosial Aprilia Lestari
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, flats have ceased to be friendly to human being. Days by days, people act as if they have forgotten their essence as social beings who need to socialize. They started to be indifferent, no longer need to interact with another people or even help each other in they’re own neighborhood. Architecture has always been a representation of thoughts, cultures and values that exist in the society. In this modern era, In this modern era, the concept of social sustainability has become urgent in the world of architecture. Social sustainability in architecture focuses not only on environmental aspects, but also on improving the quality of life and well-being of communities. By integrating the principles of social sustainability, architecture can become a stronger tool for creating a more harmonious and sustainable society.
Perancangan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Reformanshah
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Peran tujuan Yayasan Khazanah Cahaya Iman dalam melatih siswa-siswi di bidang penyelenggaraan pendidikan umum Islam yang menaungi jenjang Pendidikan mulai dari SMP dan SMA. Dalam kegiatan Pendidikan, sarana pendidikan Cahaya Iman mengajarkan beberapa komponen utama ilmu, yaitu pendidikan akhlak, agama, sains, sosial, estetika, ilmu kemasyarakatan dan ilmu kepribadian. Sekolah islam terpadu bersama Yayasan Khazanah Cahaya Iman menyediakan berbagai fasilitas dan sarana penunjang demi terselanggaraannya proses kegiatan belajar mengajar dan kegiatan akademik yang baik sesuai dengan tujuan dan sarana yang diharapkan. Namun seiring waktu material exterior maupun interior telah terjadi berkurang baik estetika maupun fungsional pada sekolah. Oleh karena itu desain ini lebih pendekatan arsitektur modern dalam perancangan Gedung Boarding School ini melibatkan pemahaman mendalam terhadap interaksi guru-guru dan murid - murid dengan fasilitas modern baik material maupun estetika. Desain Gedung ini menekankan pencahayaan alami, ventilasi alami, dan intgrasi dengan lahan hijau dalam maupun luar bangunan. Kata Kunci: Pendidikan, Sarana, Bangunan, Re-Desain, Modern
DHARMA KALANSIA: PERANCANGAN SENIOR LIVING CENTER DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DI SENTUL BOGOR Andra Achmad Ardiansyah
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menciptakan kebutuhan akan fasilitas hunian yang mampu mendukung kualitas hidup lansia secara komprehensif. Perancangan Senior Living Center merupakan respon terhadap isu tersebut, dengan menitikberatkan pada aspek kenyamanan, aksesibilitas, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Senior Living Center di Sentul, Bogor, dengan pendekatan Biophilic Design sebagai strategi utama dalam menciptakan lingkungan binaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis lansia.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan tahapan analisis kontekstual tapak, studi preseden, analisis kebutuhan pengguna lansia, serta penerapan prinsip-prinsip Biophilic Design berdasarkan tiga kategori utama: Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space. Lokasi tapak yang berada di kawasan Sentul dengan potensi visual ke arah lanskap selatan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung orientasi bangunan, pencahayaan alami, ventilasi silang, dan keterhubungan visual dengan elemen alam.Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi Biophilic Design dalam Senior Living Center tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kualitas ruang, tetapi juga mampu mendorong aktivitas sosial, memperkuat identitas tempat, dan meningkatkan kenyamanan psikologis bagi lansia. Strategi perancangan yang diterapkan meliputi penyediaan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian yang terhubung dengan elemen air dan vegetasi, serta penggunaan material alami yang mendukung suasana terapeutik. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan fasilitas hunian lansia yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.Kata kunci: Senior Living Center, Biophilic Design, lansia, kenyamanan psikologis, Sentul
Nirmala Drug Rehabilitation Center: Balai Rehabilitasi Narkoba Di Kota Jakarta Utara Dengan Penerapan Konsep Healing Environment Yulianto Saputra
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dan obat – obatan terlarang serta peredarannya menjadi permasalahan terkait tindak kejahatan penyalahgunaan yang memprihatinkan. Permasalahan tersebut sudah mengancam kehidupan dan moralitas generasi penerus bangsa dan negara, bahkan menjadi permasalahan global yang sudah menjadi ancaman serius dalam kehidupan manusiawi, tidak terkecuali di Indonesia. Balai Rehabilitasi Narkoba adalah tempat untuk pemulihan serta pemberhentian bagi pengguna yang menyalahgunakan narkoba dan obat – obatan terlarang. Berdasarkan permasalahan perancangan tersebut terdapat beberapa ringkasan sebagai berikut : (1) Desain Balai Rehabilitasi Narkoba dirancang dengan penerapan Healing Environment. (2) Desain dirancang untuk mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang baik dan sesuai dengan fungsinya. (3) Organisasi dan sirkulasi ruang dirancang agar dapat memudahkan aksesibilitas pengguna. (4) Pasien narkoba diharapkan dapat menikmati suasana dalam desain rancangan supaya tidak merasa diasingkan atau di penjara serta berinteraksi layaknya manusia pada umumnya.   Kata Kunci : Balai Rehabilitasi Narkoba, Healing Environment, Pasien Narkoba
PERANCANGAN CREATIVE HUB DI KAWASAN KEMANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUT NEO VERNAKULAR Shilla Putri Riana
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia telahmenjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonominasional, dengan kontribusi signifikan dalam penciptaanlapangan kerja dan penguatan identitas budaya. Kawasanurban seperti Jakarta memainkan peran penting dalammembangun ekosistem kreatif, salah satunya melalui kawasanKemang yang memiliki potensi besar sebagai pusat industrikreatif. Sejak ditetapkannya Kemang sebagai kawasankomersial dengan konsep "Kampung Modern" pada 1999,kawasan ini mengalami transformasi fisik dan sosial yangmengikis budaya asli Betawi namun sekaligus menjadi rumahbagi berbagai galeri seni, kafe, dan komunitas kreatif.Penelitian ini bertujuan merancang sebuah creative hub diKemang dengan pendekatan arsitektur neo vernakular untukmemadukan elemen budaya Betawi, seperti arsitekturtradisional dan ornamen khas, dengan kebutuhan kontemporerruang kreatif. Pendekatan ini tidak hanya mempertahankanidentitas lokal tetapi juga menciptakan ruang yang adaptifterhadap iklim tropis dan material lokal. Selain sebagai wadahkolaborasi bagi seniman dan komunitas, ruang ini diharapkandapat menghidupkan kembali interaksi sosial sertamemperkuat kesadaran generasi muda terhadap warisanbudaya Betawi di tengah arus globalisasi.
PERANCANGAN CREATIVE HUB SENI RUPA DAN MUSIK DENGAN PENDEKATAN PLACE MAKING DI BLOK M TEMA : ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Ghithrif Arka Bhanu
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif di Indonesia mulai berkembang secara signifikan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang pengembangan Ekonomi Kreatif, yang diikuti oleh pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) pada tahun 2015. Salah satu langkah strategis pengembangan sektor ini adalah penetapan enam kabupaten/kota sebagai role model subsektor ekonomi kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Salah satunya adalah Jakarta Selatan, yang unggul dalam bidang seni rupa dan memiliki kawasan ikonik Blok M. Kawasan ini sejak lama menjadi pusat aktivitas kaum muda dan kini mengalami revitalisasi melalui kehadiran ruang-ruang kreatif seperti M Bloc Space dan Taman Literasi. Dalam konteks ini, pengembangan Creative Hub di Blok M menjadi penting sebagai wadah kolaborasi dan inovasi para pelaku industri kreatif. Pendekatan placemaking diterapkan untuk mengoptimalkan fungsi ruang publik dalam menciptakan ekosistem kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi. Pendekatan ini menekankan pada empat elemen utama: aksesibilitas, aktivitas, interaksi sosial, serta kenyamanan dan citra tempat, guna mendukung pertumbuhan komunitas kreatif di Blok M.

Page 9 of 11 | Total Record : 107