cover
Contact Name
Endah Mustikowati
Contact Email
endah.mustikowati@mercubuana.ac.id
Phone
+62215871335
Journal Mail Official
endah.mustikowati@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota
ISSN : -     EISSN : 30316715     DOI : 10.22441/terakota
Core Subject : Engineering,
TERAKOTA is an architecture poster journal publication in collaboration with the Department of Architecture in Engineering Faculty at Universitas Mercu Buana and the TA committee. TERAKOTA is a scientific publication and communication media of Design Methods, Architecture Design, Human Settlement, Building Construction, History of Architecture, Environmental Design and Building Sciences, Architecture Education, Material and Behaviour in Architecture
Articles 107 Documents
Revitalisasi Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk, Jakarta Utara melalui Pengembangan Resor dengan Tema Ekologis dan Inklusi Syahfitri Wulandari
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 3,3 juta hektar hutan mangrove atau 23% dari total mangrove dunia (Kementerian LHK, 2016). Salah satu kawasan potensial adalah Taman Wisata Alam Mangrove Kapuk Muara, Jakarta Utara. Namun, kawasan ini menghadapi penurunan kualitas akibat pencemaran, kurangnya perawatan, dan minimnya fasilitas inklusif (Pemprov DKI Jakarta, 2015). Tugas akhir ini merancang resort ramah lingkungan berbasis eko arsitektur dan desain inklusif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan konservasi mangrove. Mengacu pada teori Shirvani (1985), proyek ini bertujuan mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan wisata berkelanjutan di kawasan pesisir. Kata Kunci : Eko-arsitektur, Desain inklusif, Resort ramah lingkungan, Mangrove, Kapuk Muara
MIXED-USE DEVELOPMENT SEBAGAI SOLUSI INTEGRATIF UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN URBAN: PERANCANGAN BANGUNAN MULTIFUNGSI DI JL. JENDERAL SUDIRMAN, JAKARTA PUSAT. Nabila Shahabiyah
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan urban di Jakarta, khususnya di Jl. Jenderal Sudirman, menghadapi tantangan seperti kepadatan penduduk, keterbatasan lahan, dan penurunan kualitas lingkungan. Tugas Akhir ini bertujuan merancang bangunan mixed-use dengan pendekatan Arsitektur Modern Berkelanjutan sebagai solusi integratif. Konsep ini menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan ruang publik dalam satu kawasan untuk mengoptimalkan lahan terbatas, mengurangi mobilitas, dan meningkatkan kualitas lingkungan. Metode perancangan meliputi analisis konteks urban, studi kebutuhan pengguna, serta penerapan prinsip efisiensi energi dan material ramah lingkungan. Hasilnya berupa desain bangunan multifungsi yang terintegrasi dengan transportasi umum dan ruang hijau, menciptakan ikon baru yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan di jantung Jakarta.
BHUANA RESIDENCE: DESIGN OF AN APARTMENT WITH A BIOPHILIC ARCHITECTURE APPROACH IN SLIPI, WEST JAKARTA Nur Hasanah
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Biophilic Wellness Sanctuary Apartment is designed to address the challenges of high-density urban living in Slipi, West Jakarta, by providing vertical housing that reconnects residents with nature while enhancing their quality of life. The building mass is arranged in a tiered form with façade louvers to reduce solar heat and maintain privacy, and oriented to maximize natural ventilation and daylight. A floating podium serves as a semi-public space for communal activities sucha as socializing, light exercise, and community gardening. Biophilic elements are integrated throughout the design, including vertical greenery, nature framing, and open green spaces at multiple levels, creating a natural atmosphere within the urban environment.Sustainability strategies further support the concept, with a roof garden functioning as a cooling element and communal activity area, solar panels providing renewable energy, and a rainwater harvesting system for efficient water use. Environmentally friendly materials are selected to reduce the building’s carbon footprint. This design approach enhances visual, thermal, and psychological comfort for residents while fostering social interaction and a sense of community. Overall, the Biophilic Wellness Sanctuary offers a harmonious, healthy, and sustainable living environment that is responsive to the dense urban context.
Arcadia Hub: Cafe Society Sebagai Ruang Komunal di Kawasan Permukiman Silk Town Graha Raya dengan Pendekatan Arsitektur Industrial Modern Naura Safa Sabina
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan pada kawasan perkotaan yang disebabkan oleh pergeseran pola hidup urban membuat perubahan pada pola interaksi sosial masyarakat. Kawasan permukiman modern seperti Silk Town Graha Raya berpotensi melemahkan interaksi sosial masyarakat karena menciptakan kawasan yang cenderung individual dan privat. Dalam perancangan ini, pendekatan arsitektur industrial modern menjadi sangat relevan, dengan karakter material ekspos dan bentuk yang fungsional serta efisien, sesuai dengan kebutuhan aktivitas komunal. Kawasan Silk Town Graha Raya, sebagai permukiman terencana modern memiliki potensi besar untuk menerapkan konsep desain Cafe Society, sebagai ruang komunal yang berisi kumpulan coffee shop dengan elemen yang spesifik, seperti jogging track dan playground, sehingga efektif menjadi suatu fasilitas yang membentuk dan memperkuat pola interaksi sosial penghuninya,
REDESAIN RUSUN SARIJADI DENGAN KONSEP KONTEKSTUAL Yudistira Lelanaputra
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusun Sarijadi Bandung yang dibangun sejak 1979 telah mengalami penurunan kualitas fisik, keterbatasan ruang, serta belum mampu mengakomodasi kebutuhan penghuni dan perkembangan kawasan masa kini. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep redesain Rusun Sarijadi yang lebih layak huni, adaptif, dan berkelanjutan melalui pendekatan arsitektur kontekstual. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi preseden, analisis tapak, analisis aktivitas pengguna, analisis iklim, vegetasi, kebisingan, aksesibilitas, serta kajian regulasi kawasan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan konsep desain yang mengintegrasikan konteks fisik, sosial, material, dan iklim. Konsep yang dihasilkan mencakup organisasi ruang yang mendukung interaksi sosial melalui ruang komunal, fasilitas publik dan komersial, penerapan sirkulasi inklusif, optimalisasi ventilasi silang dan pencahayaan alami, serta penggunaan material yang selaras dengan karakter lokal. Redesain juga mengakomodasi ketentuan tata ruang dan prinsip keberlanjutan dengan menyediakan ruang terbuka hijau dan sistem bangunan yang responsif terhadap kondisi iklim Bandung. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni, memperkuat hubungan bangunan dengan lingkungan sekitar, serta menjadi alternatif revitalisasi rumah susun yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan perkotaan. Kata kunci: Rusun Sarijadi, redesain, arsitektur kontekstual, hunian vertikal, keberlanjutan.
NEXORA SENAYAN: PERANCANGAN KAWASAN MIXED-USE DENGAN INTEGRASI ART GALLERY DI PERKOTAAN JAKARTA Tasya Febriyanti
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan Jakarta yang semakin padat mendorong kebutuhan akan ruang yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas secara terpadu. Perancangan ini mengangkat konsep kawasan mixed-use yang mengintegrasikan fungsi komersial, hunian, perkantoran, dan art gallery sebagai ruang publik dan wadah aktivitas kreatif. Integrasi tersebut bertujuan menciptakan kawasan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memberikan pengalaman ruang, interaksi sosial, dan akses terhadap kegiatan seni dan budaya. Konsep perancangan juga mempertimbangkan keterhubungan dengan sistem transportasi publik untuk mendukung mobilitas dan prinsip Transit-Oriented Development (TOD). Hasil perancangan diharapkan dapat menciptakan kawasan mixed-use yang fungsional, aktif, dan memiliki identitas arsitektur yang kuat dalam konteks perkotaan Jakarta.
PERANCANGAN MIXED-USE BERBASIS TOD DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK UNTUK MEINGKATKAN RUANG HIJAU DAN KONEKTIVITAS PEJALAN KAKI DI STASIUN MRT FATMAWATI, JAKARTA Lisa Apriliani
TERAKOTA : Jurnal Poster Arsitektur, Interior dan Rancang Kota Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan di Jakarta yang semakin pesat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kemacetan, dominasi kendaraan pribadi, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta konektivitas pejalan kaki yang belum optimal, khususnya di kawasan Stasiun MRT Fatmawati sebagai salah satu kawasan transit strategis. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan mixed-use berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik, namun kondisi eksisting masih belum sepenuhnya mendukung terciptanya lingkungan yang nyaman, berkelanjutan, dan ramah pejalan kaki. Perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep kawasan mixed-use berbasis TOD dengan pendekatan arsitektur biofilik untuk meningkatkan konektivitas pejalan kaki, mengintegrasikan fungsi kawasan, serta meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, studi preseden, pengumpulan data, dan analisis tapak terkait aksesibilitas, sirkulasi, lingkungan, serta potensi kawasan. Hasil perancangan berupa bangunan mixed-use yang menggabungkan fungsi commercial space, coworking space, dan apartemen dalam satu kawasan terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Prinsip TOD diterapkan melalui penguatan jalur pedestrian, kemudahan akses menuju MRT, serta pengurangan dominasi kendaraan pribadi. Sementara pendekatan biofilik diwujudkan melalui courtyard, vegetasi, pencahayaan alami, ventilasi alami, dan ruang hijau untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas mikroklimat kawasan. Perancangan ini diharapkan menjadi alternatif solusi bagi pengembangan kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada manusia.

Page 11 of 11 | Total Record : 107