cover
Contact Name
Adhi Kusmantoro
Contact Email
elektro@upgris.ac.id
Phone
+6224-8316377
Journal Mail Official
elektro@upgris.ac.id
Editorial Address
https://journal2.upgris.ac.id/index.php/jeti/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi
ISSN : -     EISSN : 29622093     DOI : 10.26877/jeti
Core Subject : Engineering,
scope of this journal is electrical and computer engineering, information systems, telecommunication, control, electronics and related field
Articles 59 Documents
Desain Inverter 12Vdc To 220Vac Dengan Frekuensi 50Hz Muhammad Endra Eko Yulianto
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i1.109

Abstract

Pemanfaatan peralatan elektronik, yang dipergunakan semakin meningkat dalam dunia industri, perkantoran, rumah tangga dan transportasi. Inverter adalah konveter daya listrik yang mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak- balik (AC). Tegangan masukan, tegangan keluaran, dan frekuensi tergantung pada desain yang dirancang pada saat mengembangkan alat ini. inverter bertujuan untuk mengubah tegangan DC menjadi AC. Desain inverter ini juga sebagai penentu nilai THD . Nilai tegangan dan THD yang dihasilkan pada blok Low Pass Filter (LPF) adalah tegangan 3Vp-p dan Frekuensi 50Hz. Kemudian THD yang adalah 7%. Sedangkan Penguat amplifier kelas A menghasilkan tegangan 8V. Berdasarkan Vin dan Vout hasil yang dikuatkan adalah 2.6 V. Sedangkan THD yang dihasilkan oleh penguat amplifier kelas A adalah 0,98%. Untuk Tegangan yang dihasilkan dari penguat kelas AB adalah 8.5Volt. berdaskan Vin dan Vout yang dihasilkan oleh penguat kelas AB adalah 1,06Volt. Kemudian THD yang dihasilkan penguat amplifier kelas AB adalah 3,2%. Kemudian dari Transformator CT tegangan yang dihasilka adalah 220VAC. Kemudian hasil dari Vin dan Vout yang dihasilkan tegangan sebesar 25,8Volt dan memiliki nilai THD 4,9%. Didalam pengujian tegangan pada inverter dapat dilihat nilai output yang dihasilkan setelah dikasih beban. Dimana tegangan output pada trafo akan semakin menurun atau terjadi drop tegangan, namun drop tegangan menggunakan low pass filter masih lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan filter. Kemudian dalam pengujian tegangan pada Band pass filter adalah tegangan output pada trafo akan semakin menurun atau terjadi drop tegangan, namun drop tegangan menggunakan Band pass filter masih lebih baik dibandingkan menggunakan Low Pass Filter atau tanpa menggunakan filter.
Analisis Pengaruh Purifikasi (Filtering) Terhadap Kualitas Tegangan Tembus Minyak Transformator Hoppe Khoiru Mubarok
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i1.110

Abstract

Dalam penyaluran sistem tenaga listrik, salah satu hal penting dalam peralatan adalah sistem isolasi. Sistem isolasi merupakan gabungan dari beberapa bahan isolasi pada suatu peralatan listrik. Ketika sistem isolasi pada suatu peralatan berada pada kondisi yang sudah tidak layak, maka akan berdampak buruk pada operasi peralatan tersebut. Masalah yang sering dihadapi dalam penyaluran sistem tenaga listrik adalah kegagalan isolasi. Berdasarkan hasil penelitian tegangan tembus minyak Transformator mengalami kenaikan kualitas tegangan tembus setelah dilakukan purifikasi(Filtering) dan memenuhi syarat minimum standar IEC 60269, dan minyak Transformator tahan terhadap panas untuk minyak Transformator sudah pakai nilai tegangan tembusnya cenderung konstan atau tidak mengalami peningkatan terlalu besar di suhu 60-70°C
Simulasi Desain Sistem Kendali Pada Turbin Angin Berskala Mikro The Sky Dancer 500 W Harun Abdul Rosid
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i1.112

Abstract

Dalam simulasi menggunakan software PSIM dengan permodelan perbagian diantaranya permodelan bagian bilah, permodelan bagian PMSG (permanent magnet sysnchronous Generator), permodelan controller (rectivier, buck converter, batterai, dan PWM Inverter). Dan pula dari persamaan menggunakan rumus dihasilkan luas penampang 2,00 m², dengan maksimal kecepatan yang di gunakan dalam simulasi kita menggunakan dari 6 m/s, dengan yang di hasilkan melalui permodelan bilah ialah 4360.81 watt, sedangkan hasil dari permodelan pada bagian  output tegangan PMSG ( permanent magnet sysnchronous Generator ) 157,92 v dengan arus 1,31A dan masuk ke rectifier yang berfungsi mengubah tegangan dari AC menjadi DC dengan keluaran output 130,51V dengan arus 1,18A, dan dikendalikan oleh buck converter yang sebagai penurun tegangan agar sesuai dengan konfigurasi baterai yaitu dengan keluaran tegangan 130,51V dengan arus 1,05A, dan tegangan tersebut masuk ke batterai dan hasil tegangan output melalui inverter yaitu 234,79v dengan arus 2,34A. maka hasil tersebut yang masih dalam perhitungan dan secara simulasi menggunakan software aplikasi PSIM
Kinerja Charger Controller dan Akumulator di Kampus III Universitas PGRI Semarang Edi Winambo
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v1i1.135

Abstract

Penggunaan energi listrik semakin bertambah seiring dengan perkembangan teknologi. Padahal sumber daya alam saat ini semakin berkurang, sedangkan penggunaan energi listrik bahan bakar fosil dalam jangka panjang akan menguras sumber daya alam. Krisis energi dunia dan tingginya harga sumber energi (Minyak) menyebabkan inovasi dalam pemanfaatan sumber energi alternatif murah yang ramah lingkungan seperti energi surya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan berbagai terobosan oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun masyarakat. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu energi terbaharukan yang sangat besar adalah energi matahari. Penelitian ini mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilakukan di Kampus III Universitas PGRI Semarang Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk mengetahui efisiensi dari charger controller dan accumulator
Monitoring Panel Surya dengan Thing Speak Nur Ahmad Kresna Wijaya
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v1i2.137

Abstract

Sistem monitoring panel surya dengan thing speak Data diperoleh dari Sensor ACS712 dan sensor tegangan Data dari sensor-sensor tersebut akan diolah Arduino Uno. Kemudian data yang telah diperoleh akan dikirim ke nodemcu. Data yang diperoleh dari arduino kemudian akan diunggah pada internet of things menggunakan media internet. Media internet of things menggunakan website resmi thingspeak, sehingga masing-masing perolehan data akan dikirim ke thingspeak melalui pengalamatan mengguanakan api key. Komunikasi antara dengan nodemcu menggunakan komunikasi serial. Cara kerjanya Data logika yang diperoleh nodemcu akan dikirimkan ke thingspeak, kemudian user dapat melakukan monitoring melalui website tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu menggunakan sensor tegangan dan ACS712 mengasilkan error secara berturut- turut sebesar 1.91 %. dan 0,86 %.
Modifikasi Arsitektur Single Shoot Mulibox Detector Untuk Deteksi Penggunaan Masker Bayu Krisna Mukti
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.156

Abstract

Abstrak— berakhirnya pandemi covid-19 berimbas pada monitoring penggunan masker yang semakin diabaikan, meskipun memakai masker dapat mengurangi resiko penularan. Memanfaatkan Artificial Intelegence untuk melakukan object detection menjadi salah satu solusi agar monitoring tetap dapat dilaksanakan, salah satunya dengan metode Single Shoot Multibox Detector (SSD) [1]. Arsitektur SSD memiliki 3 layer utama yaitu, base network, extra convolutional feature layers, dan convolutional predictor layer. Convolutional predictor layer menghasilkan 8732 deteksi untuk tiap kelas, dari hasil kombinasi base network dan extra convolutional feature layer dengan default boxes. Pada penilitian ini, arsitektur SSD dilakukan modifikasi (SSD v2) pada convolutional predictor layer yang hanya mendapat input dari extra convolutional feature layers, sehingga deteksi yang dihasilkan berkurang menjadi 790 deteksi. Dari hasil training dan testing dalam melakukan deteksi masker, SSD v2 mempunyai mAP sebesar 87,23%, sedangkan SSD mempunyai mAP sebesar 92,79%. Akan tetapi, SSD v2 memiliki nilai loss yang lebih kecil yaitu sebesar 1,03, sedangkan SSD v2 memiliki nilai loss 1,39. Kata kunci: Masker; Artificial Intelegence; Object detection; SSD
The Sistem Informasi Penjualan Air Galon Berbasis Web: Sistem Informasi Penjualan Air Galon Berbasis Web Tsalisa Ahmad Salaf Syukron Suripah
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.243

Abstract

Abstract- This research discusses the development of a web-based Gallon Water Sales Information System using the waterfall researchmethod. The main focus of this research lies in the planning and maintenance stages of the system in order to achieve responsiveness,efficiency and user satisfaction. At the planning stage, identification of user needs and system objectives is carried out in detail, with carefulneeds analysis to ensure that user and business owner expectations are met. The design phase involves designing the system architecture,user interface, and database structure, providing a holistic view of the system's operations and interactions with users. System implementationis carried out in accordance with predetermined specifications, ensuring that the program code is implemented properly and in accordancewith previous designs. Thorough system testing is carried out to ensure functions are running properly. The test results show that thepercentage of usefulness, ease of use and user interface is 91.6%, making the use of this system very feasible. Expert validators demonstrateda 100% success rate, with a 0% failure rate, confirming that the system performs according to functionality and expectations. The systemmaintenance stage is carried out to ensure operational continuity and adapt to changes in the business and technological environment. Inconclusion, the waterfall method provides a clear and organized structure in the development of this web-based Gallon Water SalesInformation System, with the main advantages of strong planning and documentation. The implementation of this method succeeded inproducing a system that is responsive, efficient, and in line with user expectations.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN PEMBANGKIT TEGANGAN SYSTEM DC TO DC CONVERTER DAN KONVENSIONAL: Muhammad Amir Maruf, Muh Amirudin, Margono Muhammad Amir Maruf; Muh Amirudin; Margono Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.310

Abstract

Terkait perkembanganya terdapat dua system yang digunakan sebagai pembangkit listrik DC yaitu system konvensional dan DC to DC converter, dari permasalah tersebut yang menjadi latar belakang dibuatnya analisis perbandingan desain pembangkit tegangan antara kedua system. Pengujian dilakukan pada Output keluaran masing-masing system pada tegangan 200 Volt DC, dengan pengujian beban 200 Ohm hingga 10 kOhm, system DC to DC converter mengunakan inverter dengan output 20KHz, dan system konvensional mengunakan transformator daya. Kesimpulan dari study kasus didapatkan bahwa system DC to DC converter memiliki efisiensi lebih bagus 59% dengan ripple tak tampak sedangkan konvensional memiliki efisiensi 31% dengan ripple tegangan 0,8%.
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRYD ( PLNPLTS-GENSET ) PADA TOSERBA YOGYA PEKALONGAN ahmad khudori ahmad
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.314

Abstract

Abstrak— Energi terbarukan secara umum diketahui memiliki levelized cost of energi (CoE) yanglebih tinggi dibandingkan energi konvensional. HOMER atau model optimasi hibrida energi terbarukandirancang untuk mengoptimalkan sistem pembangkit listrik yang terdiri dari PV surya, mikrohidro, baterai, dankombinasi beban listrik dan termal lainnya. CoE adalah biaya pembangkitan listrik per kWh danumumnya digunakan untuk menilai apakah pemasangan suatu sistem pembangkit listrik akanmembawa manfaat atau sebaliknya. YOGYA Department Store Pekalongan telah memasang dua sistempembangkit listrik: PLN dan genset. Kedua pembangkit listrik ini membutuhkan produksi energi terbarukanyaitu pembangkit listrik tenaga surya. Net present cost (NPC) adalah total biaya pembangunan suatu komponen,baik untuk pemasangan maupun pengoperasian proyek. Break Event Point (BEP) membandingkan total hargakomponen dalam proyek dengan harga jual di PLN dikalikan dengan jumlah produksi energi yang dihasilkandalam setahun.kata kunci :hibryd, HOMER, Cost of Energy(CoE), NetPresent Cost(NPC), Break event Point(BEP).
PLTS MODULE DESIGN USING BATTERY MANAGEMENT SYSTEM ON LI-ION BATTERY Muhamad Muhamad Syariful Wafa; Adhi Kusmantoro; Margono Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.317

Abstract

Abstrak— Energi listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Indonesia merupakan negara tropis sehingga mempunyai kelebihan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan cahaya matahari bisa diubah menjadi energi listrik. Intensitas cahaya matahari dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya.. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh SCC. Berkembangnya kebutuhan akan penyimpanan energi menyebabkan kebutuhan baterai semakin meningkat misalnya pada penggunaan baterai litium hal tersebut dikarenakan baterai litium ion memiliki banyak kelebihan mulai dari kerapatan energi yang tinggi hingga perawatanya yang mudah. Baterai lithium ion yang dihubungkan secara seri memberikan masalah teknis berupa ketidak seimbangan tegangan yang terjadi pada battery pack. Pada penelitian ini dibuat sistem penyeimbangan tegangan sel baterai dengan menggunakan topologi flyback converter arsitektur pack to cell, dimana energi pada pack yang memiliki tegangan paling tinggi akan ditransfer ke sel untuk menyeimbangkan tegangan antar sel. Battery pack yang digunakan memiliki konfigurasi 3S 5P, pada BMS yang dirancang memiliki tiga fitur utama yaitu monitoring, balancing, dan proteksi. Hasil pengujian menunjukan performa BMS untuk monitoring nilai tegangan dan nilai arus memiliki akurasi sebesar 99,99% dan 91,7%. Pada fitur balancing lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyeimbangan tegangan baterai bergantung pada besarnya perbedaan tegangan antar baterai dan banyaknya baterai yang memiliki nilai tegangan yang berbeda. Pada fitur proteksi dapat melakukan kinerja yang baik saat mengatasi masalah overcharge. Kata kunci : Panel Surya, Photovoltaic, PLTS, BMS, Baterai Pack Li - ion