Articles
59 Documents
Clustering Status Pemberian Imunisasi Dasar Di Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen Menggunakan Metode K-Medoids
NinaUlfauza;
Zara Yunizar;
Fajriana
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.386
Abstrak— Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya dalam mencegah penyakit menular pada anak-anak. Penelitian ini berfokus pada analisis status pemberian imunisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan adalah K-Medoids dengan data imunisasi dasar anak usia 0-5 tahun dari tahun 2020 hingga 2022. Hasilnya mengidentifikasi tiga cluster: Selesai, Belum Selesai, dan Tidak Selesai. Aplikasi berbasis web dirancang menggunakan DFD, JavaScript, Python, dan MySQL. Dari hasil penelitian, terlihat perbedaan status pemberian imunisasi dasar di Kabupaten Bireuen pada tahun-tahun tersebut. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk merancang strategi peningkatan cakupan imunisasi dasar di wilayah tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan pandangan yang jelas tentang distribusi dan ketersediaan imunisasi dasar, yang dapat membantu Dinas Kesehatan dalam mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi. Kata kunci: Imunisasi dasar, k-medoids, status pemberian imunisasi, clustering.
Internet of Things design to monitor street lights equipped with passive infrared motion sensors: Desain Internet of Things Untuk Monitoring Lampu Jalan Dilengkapi Dengan Sensor Gerak Passive Infra Red
Ahmad Habib Maulana;
Adhi Kusmatoro
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.525
Setiap harinya lampu PJU menyala selama 12 jam sehingga menjadikan pemborosan listrik. Oleh kare itu dengan di buat lampu hemat energi menggunakan sesnor gerak PIR (Passive Infra Red) dapat menjadikan solusi penghematan energi listrik. Hasil dari penelitian ini sistem lampu otomatis menggunakan sensor PIR (Passive Infra Red) dapat bekrja dengan baik sehingga bisa di gunakan solusi penghematan daya. Jika ada kendaraan yang lewat maka lampu akan menyala secara otomatis, dan jika tidak ada kendaraan yang lewat maka lampu akan redup secara otomatis. Hal tersebut cukup menghemat energi. Pengendalian lampu PJU ini menggunakan arduino uno untuk program pengendali dan relay untuk pengendali lampu, di gunakan ESP node mcu untuk pengambilan data menggunakan IOT sehingga bisa memantau tegangan selama 12 jam.Dari data tersebut, rata-rata hasil dari penggunaan alat hemat energi menggunakan sensor PIR berhasil menghemat energi 41% untuk volt, 39% untuk amper, dan 39% untuk watt. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan alat hemat energi menggunakan sensor PIR memiliki potensi dalam menghemat energi. Kata kunci: Hemat Energi; Lampu Otomatis; Sensor Gerak
PERANCANGAN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BERBASIS PID DENGAN MONITORING PID
Alfanur Fatkhiatur Rizqi Alfan;
Adhi Kusmantoro;
Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.573
Abstrak— Abstrak Petani saat ini rata rata masih menggunakan alat manual sehingga memebutukan waktu yang lama, tentunya menguras waktu, tenaga secara asal-asalan sehingga memungkinkan terjadinya kelebihan porsi air yang tidak seharusnya diterima oleh tanah. Hal tersebt tidak efesian maka dari itu penulis merancang alat penyiraman tanaman ototmatis berbasis PID bangun kotrol PID menggunakan mikrokontroler node mcu dan sensor YL – 69 dengan nilai tuning Kp = 0,1 Ki = 0,0 Kd =1 mendapatakan Rise Tme (Tr) pada waktu 121 detik dengan fedback kelembapan dan mendapatkan nilai settingtime (Ts) terlaksana pada waktu 197 detik dengan output nilai peaktime 139 detik 80% mendapatkan overshoot nya mendapatkan 3,7% (Proposional Integral Derivative) dengan monitoring IoT (Internet of Things).Metode PID (Proposional Integral Derivative) mengatur waktu menyalanya pompa sesuai nilai PID yang didapat dari nilai eror, jika mendapatkan nilai 0 kembali membaca dari awal, Node MCU sebagai alat untuk memonitoring pada aplikasi blynk yang terhubung pada koneksi internet, setalah itu pompa on sesuai PID yang sudah disetpoint 80% nilai kelembapan. Hasil dari penelitian alat bangun kotrol PID menggunakan mikrokontroler node mcu dan sensor YL – 69 dengan nilai tuning Kp = 0,1 Ki = 0,0 Kd =1 mendapatakan Rise Tme (Tr) pada waktu 121 detik dengan fedback kelembapan dan mendapatkan nilai settingtime (Ts) terlaksana pada waktu 197 detik dengan output nilai peaktime 139 detik 80% mendapatkan overshoot nya mendapatkan 3,7%.
PERANCANGAN PERANGKAT KERAS PENGERING PAKAIAN
Fachrudin Udin;
Adhi Kusmantoro;
Amirudin
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.578
Seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang. Indonesia mempunyai dua musim, musim panas dan musim hujan. Di musim panas, sumber energi terbesar untuk menjemur pakaian adalah sinar matahari. Saat musim hujan tiba, sebagian orang mempunyai permasalahan atau kendala yang sama dalam menjemur pakaian. Menjemur pakaian merupakan salah satu contoh rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan di rumah. Dulu dan sekarang, pakaian kebanyakan dijemur di luar ruangan dan di bawah sinar matahari langsung. Dari permasalahan pengeringan pakaian tersebut maka di rancanglah sebuah alat lemari pengering pakaian dengan mengimplementasikan sistem kontrol menggunakan pemanas yang dihasilkan melalui burner LPG. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan studi Pustaka. Hasil penelitian ini menghasilkan respon output suhu dari suhu ruangan kisaran 30℃ kemudian naik sampai keadaan tunak dengan Waktu awal naik sebesar 32 detik serta setlingtime sebesar 362 detik dan suhu tunak sebesar 109-110℃.
STUDI ANALISA PENGGUNAAN BATERAI LI-ION DAN LI-PO PADA SISTEM IOT HIDROPONIK
Khalif Zusrifal Rifal;
Adhi Kusmantoro;
Imadudin harjanto
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.580
Seiring berkembangnya teknologi modern, kebutuhan akan listrik menjadi kebutuhan yang semakin mendasar. Baterai merupakan perangkat yang sangat dibutuhkan bagi peralatan elektronik untuk menyimpan energi. Peran baterai sangat penting, salah satunya dalam penggunaan sistem IoT, terutama jika diaplikasikan di daerah yang memiliki keterbatasan energi listrik. Konsumsi daya listrik pada baterai dipengaruhi oleh desain dari sistem IoT tersebut. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis ketahanan baterai pada sistem monitoring hidroponik dengan menggunakan dua jenis baterai yang berbeda: Baterai Lithium-polymer (Li-Po) dan Lithium-ion (Li-ion) dengan kapasitas masing-masing 12V 5000mAH. Pada pengujian ini baterai akan digunakan untuk menyuplai sistem pemantauan hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Dari penelitian tersebut diketahui nilai efisiensi baterai paling rendah yaitu baterai Li-Po dengan durasi pengiriman data 5 detik yaitu sebesar 8,9% dan nilai efisiensi baterai paling tinggi adalah baterai Li-Ion dengan durasi pengiriman data 15 menit yaitu sebesar 77%
Rancang Buck Boost Converter Untuk Mengatur Energi Pada Baterai
Reza Maulidin;
Yunta, Puspa Jiwa Parahita;
Indriyani, Lisa
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.47
Konverter DC-DC merupakan salah satu jenis rangkaian daya yang berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan searah konstan menjadi tegangan keluaran searah yang dapat divariasikan berdasarkan perubahan duty cycle rangkaian kontrolnya. Pada pengembangannya, penerapan DC-ke-DC konverter telah memungkinkan suatu perangakat elektronika dapat berfungsi dengan mengunakan sumber energi penyimpanan baterai. Maka dari itu penulis akan membuat eksperimen rancang buck boost converter untuk mengatur energi pada baterai dan menganalisa hasil simulasi dari rancang bangun buck boost converter. Simulasi dan analisa dilakukan menggunakan perangkat lunak PSIM, meliputi percobaan pengaturan tegangan dan arus beban, dengan parameter yang diamati berupa arus kualitas tegangan DC. Dari hasil pengujian dan analisa rangkaian buck boost converter ini di dapat hasil pengujian pada keadaan buck converter dengan efisiensi Vin = 12 dan Vout = 48 dengan hasil Arus beban 0.6A. Sedangkan dalam keadaan boost converter dengan efisiensi Vin = 48 dan Vout = 12 didapatkan hasil arus beban 0.24A.
Sistem Penyimpanan Energi Menggunakan Superkapasitor Dengan Buck Converter Dan Boost Converter
Puspa Jiwa Parahita Yunta;
Indriyani, Lisa;
Maulidin, Reza
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.48
Di era modern ini perkembangan teknologi menjadi semakin pesat dan maju, perkembangan teknologi komponen dan rangkaian elektronika telah mampu menghasilkan sistem penyimpan daya tegangan searah (DC), yang dihasilkan melalui konversi tegangan dc masukan ke bentuk tegangan DC keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah. Pada perkembangannya, penerapan DC–DC konverter telah memungkinkan suatu perangkat elektronika dapat berfungsi dengan menggunakan sumber energi penyimpan baterai. Dimana baterai memiliki waktu pengisian-pengosongan yang cukup lama dibandingkan dengan superkapasitor yang memiliki waktu pengisian-pengosongan yang cepat, serta umur panjang. Maka dari itu penulis akan bereksperimen untuk membuat sistem penyimpanan energi menggunakan superkapasitor dengan buck converter dan boost converter. Buck boost converter merupakan salah satu regulator dc tipe switching non-isolated yang dapat menjawab kebutuhan akan sebuah sumber tegangan searah dengan tegangan keluaran yang variabel. Dengan sistem buckboost konverter, nilai tegangan keluaran dapat diatur untuk lebih besar maupun lebih kecil dari nilai tegangan masukannya dengan mengatur besar lebar pulsa (duty cycle). Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mensimulasikan penyimpanan superkapasitor menggunakan buck boost converter dan menganalisa hasil simulasi dari penyimpanan energi superkapasitor pada buck boost converter untuk menentukan hasil perbandingan dengan beda tegangan masukan dan keluaran. Hasil yang akan dicapai buck boost converter lebih efisien dan stabil. Hasil percobaan buck boost converter yang dibuat, dikehendaki memiliki kemampuan untuk menaikkan tegangan input dan outputnya yang berasal dari superkapasitor. menggunakan PI controller.
Implementasi Pengendalian Suhu Pada Sistem Pasteurisasi Susu Dengan Metode PID Berbasis Temperature Controller
Indriyani, Lisa;
Maulidin, Reza;
Yunta, Puspa Jiwa Parahita
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.50
Abstrak— Pasteurisasi berfungsi untuk membunuh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Selain itu juga bermanfaat untuk menjaga kualitas susu sehingga dapat bertahan lama. Proses pasteurisasi yang digunakan yaitu dengan model Low Temperature Long Time (LTLT) dan digunakan suhu pemanasan 640C selama 30 menit. Penelitian ini menggunakan sensor suhu PT100 sebagai sensor utama untuk pengambilan pengendalian suhu pada proses pasteurisasi ini. Temperature controller digunakan sebagai alat pengontrol dengan metode PID (Proportional Integral Derivative). Proses penentuan nilai PID digunakan dengan metode pendekatan Ziegler-Nichols tipe II dan auto tunning. Dari beberapa uji dengan metode kontrol PID respon yang diberikan dengan metode pendekatan Ziegler-Nichols tipe II lebih baik berdasarkan pengukuran overshoot. Diperoleh nilai PB = 15; TI = 150; dan TD = 38. Proses pasteurisasi ini menghasilkan susu dengan daya tahan yang baik, yaitu bisa bertahan 1 hari. Kata kunci: Pasteurisasi susu, Pengendalian suhu, Kontrol PID (Proportional Integral Derivative), Pengontrol temmperature.
Pengendalian Pintu Pagar Geser Menggunakan Aplikasi Smartphone Android dan Mikrokontroler Arduino Melalui Bluetooth
Kahfi Sukma Widi
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i1.71
Untuk membuka pintu pagar geser biasanya dilakukan secara konvensional yaitu dengan mendorongnya, membuka maupun menutup. Seiring perkembangan teknologi elektronika, pintu pagar dapat dibuka dan ditutup secara otomatis menggunakan remote control. Namun hal tersebut masih kurang efektif, karena remote control untuk membuka dan menutup pintu harus dibawa pemilik rumah sewaktu ia akan meninggalkan rumah, dan setiap pemilik rumah harus memiliki satu remote control khusus untuk membuka pintu pagar geser rumah. Pada penelitian ini, penulis mencoba membuat alat pengendali pintu pagar geser menggunakan aplikasi smartphone android dan mikrokontroller arduino melalui bluetooth, agar mempermudah penggunaannya dan menggantikan fungsi remote control. Dengan menerapkan bluetooth pada handphone android yang terkoneksi ke modul bluetooth pada arduino, kemudian sistem dikontrol melalui handphone android untuk mengirimkan data ke arduino agar diolah untuk mengontrol kondisi motor, sehingga pintu pagar dapat dibuka dan dirtutup secara otomatis. Pengontrolan motor dan LED Indikator melalui arduino menggunakan sensor bluetooth dan photodioda dapat bekerja dengan baik. Dari hasil pengujian didapatkan maksimal pengontrolan mengunakan bluetooht dapat dipergunakan dengan jarak ± 10 meter dan jika melebihi jarak tersebut maka system akanmengalamierror connection, untuk photodioda digunakan untuk mengontrol kondisi pintu untuk buka atau tutup setengah pintu pagar.
Analisis Kinerja Evaporator Pada AC Split 1 PK Dengan Refrigerant R-22 dan R-290
Ikhsan, Muhammad Habib
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jeti.v1i2.72
Untuk itu dicari pengganti freon R22. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan rancang bangun AC split 1 pk menggunakan refrigeran R290 dan R22 dengan menvariasikan tekanan. Data yang diperoleh dari percobaan kemudian dibandingkan guna menghasilkan pengaruh terhadap efektifitas evaporator. Hasil penelitian diperoleh data efektifitas evaporator pada masing – masing freon. Pada AC yang menggunakan freon R22 memiliki rata – rata presentase efektifitas kondensor lebih tinggi dibandingkan AC yang menggunakan freon R290. AC yang menggunakan freon R22 memiliki rata – rata 12,66 ˚C sedangkan AC yang menggunakan freon R290 memiliki rata – rata 11,08 ˚C. Selisih rata – rata presentase kedua freon tersebut adalah 1,58 %