cover
Contact Name
Cynthia Erlita Virgin Wuisang
Contact Email
cynthia.wuisang@unsrat.ac.id
Phone
+6281340240129
Journal Mail Official
mmatrasain@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Unsrat, JL Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Matrasain
ISSN : 18581137     EISSN : 27231720     DOI : https://doi.org/10.35792/matrasain
Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban planning.
Articles 261 Documents
TINGKAT LIVABILITY PERMUKIMAN PESISIR DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN TUMINTING DAN KECAMATAN MALALAYANG) Tendean, Gracella R.; Rondonuwu, Dwight M. Rondonuwu; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara memiliki karakteristik geografis yang didominasi oleh kawasan pesisir. Dua kecamatan pesisir yang mengalami perkembangan signifikan adalah Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang. Permukiman pesisir menghadapi berbagai tantangan lingkungan sehingga berdampak dalam kelayakhunian permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang berdasarkan 5 elemen ekistic permukiman dan menganalisis tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang dengan 7 variabel utama indeks Livable City dari Indonesia Most Livable City Index. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis skoring skala likert. Permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang menunjukkan karakteristik yang khas berdasarkan lima elemen ekistics. Hasil analisis terhadap tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang, diperoleh nilai indeks yang menggambarkan tingkat persepsi masyarakat terhadap sejumlah indikator yang telah diteliti. Kedua wilayah berada dalam kategori “Tinggi” (61% – 80%). Kecamatan Tuminting menunjukkan tingkat persepsi yang lebih positif dibandingkan Kecamatan Malalayang terhadap aspek yang diukur dalam penelitian ini, yang dapat dijadikan rekomendasi kebijakan untuk permukiman pesisir yang lebih layak huni dan berkelanjutan.