cover
Contact Name
Cynthia Erlita Virgin Wuisang
Contact Email
cynthia.wuisang@unsrat.ac.id
Phone
+6281340240129
Journal Mail Official
mmatrasain@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Unsrat, JL Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Matrasain
ISSN : 18581137     EISSN : 27231720     DOI : https://doi.org/10.35792/matrasain
Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban planning.
Articles 261 Documents
ANALISIS PERUBAHAN GUNA LAHAN TERKAIT PEMBANGUNAN JALAN RINGROAD I DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO DAN KECAMATAN TOMBULU KAMBUPATEN MINAHASA Kambey, Abigail T.; Malik, Andy M.; Rompas, Leidy Magrid
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52697

Abstract

ABSTRAK Transportasi serta aturan untuk tanah berkaitan amat akrab, alhasil dikira membuat satu landuse transport sistem. Supaya aturan untuk tanah bisa terkabul dengan bagus hingga keinginan transportasinya wajib terkabul dengan bagus. Dibuatnya jalan Ringroad I merupakan salah satu kemudahan yang menjadi ketertarikan masyarakat dalam pertimbangannya untuk menjadikan lokasi di sekitar kawasan tersebut menjadi kawasan yang menguntungkan, melihat dampak yang besar di berikan dikarenakan adanya jalan Ringroad I yang sangat efisien, membuat mobilisasi dari satu tempat ke tempat satunya menjadi lebih mudah. Dengan melihat berbagai pertimbangan tersebut, membuat beberapa pihak menerapkan pengalihfungsian lahan di daerah sekitarnya walaupun daerah tersebut diperuntukan sebagai kawasan lainnya tetapi demi mencapai keinginan dan kenyamanannya dalam menjalankan aktivitas, maka segala tempat yang dinilai strategis dalam pengaplikasiaanya, langsung dialihfungsikan demi kepentingan pribadi maupun beberapa pihak. Tujuan riset ini guna mengetahui bagaimana Kesesuaian Guna Lahan Di Kecamatan Tikala Kota Manado dan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Terkait Dengan Kebijakan Tata Ruang Kabupaten/Kota. Riset ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik overlay peta menggunakan software ArcGis. Hasil riset ini menggambarkan bahwa pembangunan jalan ringroad 1 memberikan dampak dalam perubahan guna lahan di sekitar jalan ringroad 1. Dampak yang terjadi antara lain yaitu dampak mobilitas, dampak sosial, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan. Kata Kunci: Dampak; Perubahan Lahan; Jalan Ringroad I ABSTRACT Transportation and land use are so closely related that they are considered to form one landuse transport system. In order for land use to be well realized, its transportation needs must be well met. The creation of the Ringroad I road is one of the conveniences that attracts people in their consideration to make the location around the area a profitable area, seeing the great impact given due to the Ringroad I road which is very efficient, making mobilization from one place to another easier. By looking at these various considerations, it makes several parties apply land conversion in the surrounding area even though the area is designated as another area but in order to achieve their desires and convenience in carrying out activities, all places that are considered strategic in their application are immediately converted for personal interests and several parties. The purpose of this research is to find out how the suitability of land use in Tikala District, Manado City and Tombulu District, Minahasa Regency is related to the Regency / City Spatial Policy. This research uses a qualitative descriptive analysis method with map overlay techniques using ArcGis software. The results of this study illustrate that the construction of ringroad 1 has an impact on land use change around ringroad 1. The impacts include mobility impacts, social impacts, economic impacts, and environmental impacts. Keywords: Impact; Land Use Change; Ringroad I
PENATAAN KAWASAN WISATA BUKIT WAWO Kaparang, Angelita A. P.; Tarore, Raymond Ch.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52698

Abstract

ABSTRAK Kota Tomohon adalah salah satu Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mempunyai potensi wisata yang menarik. Kota Tomohon memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata yang tidak kalah bagus dengan daerah lain. Khususnya wisata alam Bukit Wawo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis penataan kawasan wisata bukit wawo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat numerik sedangkan metode analisis kualitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat non numerik atau teks. Hasil penelitian menggambarkan penataan kawasan wisata di bukit wawo dengan tetap melihat kondisi infrastruktur pariwisata yang ada untuk diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan terutama pada jaringan jalan, jaringan air bersih, tempat sampah, listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur pengelolaan limbah. Kata Kunci: Daya Tarik Wisata, Infrastruktur Pariwisata, Penataan Kawasan Wisata ABSTRACT Tomohon City is one of the cities in North Sulawesi Province which has attractive tourism potential. Tomohon City has various potentials in the tourism sector that are no less good than other areas. Especially the natural tourism of Wawo Hill. The aim of this research is to identify the characteristics and analyze the arrangement of the Wawo Hill tourist area. The research methods used are qualitative and quantitative analysis. The quantitative data analysis method is a method used for data that is numerical in nature, while the qualitative analysis method is a method used for data that is non-numerical or text in nature. The results of the research illustrate the arrangement of the tourist area on Wawo Hill while still looking at the condition of the existing tourism infrastructure which requires comprehensive and sustainable treatment, especially the road network, clean water network, trash cans, electricity, telecommunications and waste management infrastructure. Keywords: Touris Attraction, Tourism Infrastructure, Arrangement of Tourist Areas
MANIFESTASI COMPACT CITY DI KOTA KOTAMOBAGU Kumolontang, Melita; Tilaar, Sonny; Malik, Andy A.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.53911

Abstract

Seiring berkembangnya zaman pada saat ini menimbulkan banyak permasalahan diantaranya urban sprawl. Peningkatan penduduk yang bermukim di kota Kotamobagu setiap tahunnya tentu akan semakin menambah kebutuhan ruang untuk pemenuhan kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan beragam, salah satu solusi mencegah meluasnya urban sprawl adalah dengan konsep compact city karena konsep ini merupakan salah satu model konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini melakukan kajian di 4 Kecamatan yang berada di Kota Kotamobagu menggunakan metode penelitian kualitatif-kuantitatif dengan cara observasi langsung, pengambilan data melalui instansi dan dokumentasi. Pengelolahan data terbagi atas 3 bentuk yaitu editing, tabulating dan mapping. Analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan kemudian di uji variabel menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan metode stepwise sehingga didapat 2 variabel bebas yang mempengaruhi implemetasi compact city di Kota Kotamobagu yaitu faktor lahan terbangun dan indeks aksesibilitas perkotaan. faktor yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis kategori metode sturges untuk mengukur tinggi rendahnya kekompakkan yang ada di masing-masing kecamatan, sehingga berdasarkan hasil analisis di dapat 2 wilayah Kecamatan yang sudah termasuk kategori compact yaitu Kecamamatan Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara, sedangkan untuk kategori middle terdapat di Kecamatan Kotamobagu Timur dan kategori sprawl terdapat di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kata Kunci : kota kompak, perluasan kota, pembangunan berkelanjutan. As time goes by, it has created many problems, including Urban Sprawl. The increase in population living in the city of Kotamobagu every year will certainly increase the need for space to meet the needs of an increasingly diverse and increasing population. One solution to prevent the spread of urban sprawl is the compact city concept because this concept is one of the models of sustainable development. This research conducted a study in 4 sub-districts in Kotamobagu City using qualitative-quantitative research methods by direct observation, data collection through agencies and documentation. Data processing is divided into 3 forms editing, tabulating and mapping. Data analysis used quantitative statistical analysis and then variables were tested using multiple linear regression analysis using the stepwise method to obtain 2 independent variables that influence compact city implementation in Kotamobagu City, namely the builtup land factor and the urban accessibility index. The factors obtained were then analyzed using the Sturges method category analysis to measure the level of compactness in each sub-district, so that based on the results of the analysis it was found that 2 sub-districts were included in the compact category, namely West Kotamobagu and North Kotamobagu sub-districts, while for the middle category there were in East Kotamobagu District and the sprawl category is in South Kotamobagu District. Keywords : compact city, urban sprawl, sustainable development
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS MASYARAKAT DI JALAN PEDESTRIAN KOTA MANADO DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LIVING Rengkung, Samuel Triberto; Warouw, Fela; Malik, Andy A.M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.53912

Abstract

Secara sederhana, active living berarti berusaha untuk tetap aktif secara fisik setiap hari tanpa harus melakukannya, seperti penggunaan transportasi aktif untuk berjalan kaki atau bersepeda di jalur pedestrian. Menurut Government of Western Australia (2015), hal ini memiliki faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang sehingga active living memberikan dampak triple-bottom-line baik dalam menghidupkan lingkungan pedestrian yang merupakan salah satu upaya mewujudkan healthy city. Tujuan penelitian ini memfokuskan faktor utama yang paling mempengaruhi seseorang untuk bergerak aktif sepanjang jalur pedestrian Laksda John Lie berdasarkan teori triple-bottom-line, berlokasi di Kawasan komersial terbesar Kota Manado serta usulan dalam menaikan tingkat minat masyarakat terhadap active living. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, observasi lapangan dan kuisioner bersifat tertutup, pengumpulan sampel data menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa secara umum masyarakat setuju tentang pentingnya active living dan faktor utama seseorang untuk bergerak aktif dalam sebuah lingkungan komersial adalah faktor lingkungan. Kata kunci – active living, bergerak aktif, pedestrian In simple terms, active living means trying to stay physically active every day without having to do so, such as the use of active transportation for walking or cycling on pedestrian paths. According to the Government of Western Australia (2015), this has factors that influence a person's behavior so that active living has a triple-bottom-line impact in reviving the pedestrian environment which is one of the efforts to realize a healthy city. The purpose of this research is to focus on the main factors that most influence a person to move actively along the Laksda John Lie pedestrian path based on the triple-bottom-line theory, located in the largest commercial area of Manado City and suggestions in increasing the level of public interest in active living. The methods used are qualitative and quantitative, field observations and closed questionnaires, data sample collection using purposive techniques. The results of this study suggest that in general people agree about the importance of active living and the main factor for a person to move actively in a commercial environment is environmental factors. Keywords – active living, move actively, pedestrian
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN MANOKWARI (STUDI KASUS DISTRIK MANOKWAARI BARAT) Maleke, Jeniffer Austina; Malik, Andy A. M.; Sondakh, Julianus A. R.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56037

Abstract

ABSTRAK Distrik Manokwari Barat merupakan salah satu distrik yang ada di Kabupaten Manokwari dengan jumlah penduduk paling tinggi, dimana sebagian besar wilayahnya berfungsi sebagai kawasan permukiman yang berdekatan dengan fasilitas perdagangan dan jasa. Hal ini tentu menghasilkan jumlah volume sampah yang besar. Meskipun telah disiapkan berbagai fasilitas persampahan serta sistem yang telah diterapkan, nyatanya ruas – ruas jalan serta saluran drainase masih dipenuhi dengan sampah. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pengolahan sampah yang dapat dimulai dari rumah masing-masing dan tiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode skoring dalam mengukur tingkat partisipasi masyarakat yang ditinjau dari aspek pengetahuan, kemauan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem persampahan di Distrik Manokwari Barat pada sistem pewadahan dan pemilahan memiliki nilai index 66%; sistem pengumpulan dan penampungan sampah memiliki nilai index 63%; sistem pengangkutan sampah memiliki nilai index 69%; sistem pengolahan sampah adalah 36%; dan Kegiatan Pemrosesan Akhir yang dilakukan di TPA menggunakan sistem timbun. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan aspek pengetahuan memiliki nilai indeks 86%; aspek kemauan sebesar 75%; dan sikap sebesar 50%. Dapat disimpulkan bahwa memiliki nilai 59% berada di interval netral. Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah memiliki skor 353,5 yang berada pada tingkat kemitraan dengan derajat partisipasi pada kekuatan masyarakat. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Partisipasi Masyarakat, Distrik Manokwari Barat ABSTRACT West Manokwari District has the highest number of population in Manokwari Regency, with most of the territory serves as settlement area adjacent to trade and service facilities. In this case It produces a great amount of waste volumes. Despite of the various facilities and systems that have been applied, the streets and drainage canel are still filled with waste. Hence the effort of waste management requires the involvement of the public that can start from home. The study aims are to find out the condition of the waste system in West Manokwari Distrik and to analyze the level of citizen participation. This research used Qualitative descriptive with scoring method to measure the level of participation reviewed from the aspect of knowledge, willingness and attitude. The result shows that the condition of waste system in receptacle has an index value of 66%, accumulation with index value of 63%, conveyance with index value of 69%, waste treatment with index value of 36%, and final processing in landfill using open dumping. Whereaas the participation rate in knowledge aspect has an index value of 86%, willingness of 75%, and attitude of 50%. In conclusion the condition of waste system in West Manokwari Distrik has a rating of 59% which is in the neutral interval. Whereas for the rate of citizen participation has a score of 353,5 which is at the level of partnership in the degree of citizen power. Keywords: Waste Mangement, Citizen Participation, West Papua District
PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST Koemesan, Enrico M.P.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56039

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Sub-district and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst
IMPLEMENTASI RENCANA PEMBANGUNAN PERGURUAN TINGGI DALAM PERATURAN DAERAH RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN GRESIK Haura, Regina Hafidhah; Kusumaningayu, Intan; Soemarwanto, Dadoes
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56042

Abstract

ABSTRAK Rencana pemerintah dalam peraturan daerah rencana tata ruang dan wilayah (rtrw) mengenai program rencana pembangunan perguruan tinggi sesuai dengan sektor unggulan yang ada dikawasan tersebut. Rencana ini juga di dukung dengan adanya Renja Dinas Perikanan yang membutuhkan calon – calon SDM profesional di bidang kelautan dan perikanan. Penelitian ini mengenalisa rencana program perguruan tinggi yang tepat untuk dibangunan di Kab. Gresik dengan memfokuskan bidang studi kelautan dan perikanan. Metode pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan sebagai pelengkapan data penelitian ini. Kabupaten Gresik terkenal dengan sektor unggulan industri salah satunya di bidang perikanan dan lokasinya yang strategis maka dari itu didapat bahwa perguruan tinggi politeknik kelautan dan perikanan menjadi implementasi yang tepat berdasarkan isu tersebut. Kata Kunci: Politeknik, Kelautan, Perikanan, Gresik ABSTRACT The government plan in the regional regulation of the spatial and regional plan regarding the college development plan program is in accordance with the leading sector in the area. This plan is also supported by the Renja of the Fisheries Service which requires prospective professional human resources in the field of marine and fisheries. This research recognizes the right college program plan to be built in Gresik Regency by focusing on the field of marine and fisheries studies. Primary and secondary data collection methods are used to complete this research data. Gresik Regency is famous for its superior industrial sector, one of which is in the field of fisheries and its strategic location, therefore it is found that the marine and fisheries polytechnic college is the right implementation based on these issues. Keywords: Polytechnic, Marine, Fisheries, Gresik, Indonesia
POLA PERILAKU MANUSIA BERDASARKAN KONFIGURASI RUANG PADA DESAIN PROTOTYPE BANGUNAN GEDUNG KANTOR Jumiati; Waani, Judy O.; Kindangen, Jefrey I.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Adanya batasan tingkat kemampuan pegawai dalam berinteraksi, kesesakan ruang fungsi pelayanan dan ruang kerja, kesulitan aksesibilitas bergerak sementara terdapat intensitas aktivitas pegawai yang terus menerus terjadi dalam setiap hari yang memberikan respon dan rasa yang tidak sesuai menjadi stimulus memicu perubahan perilaku manusia dalam hubungan ruang yang terjadi di dalam lingkungan kerja pada gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Buol di Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dengan analisis Space syntax, teknik Behaviour mapping dengan dua analisis Place-centre Mapping dan Person-centre Mapping, dan kuesioner sebagai data pembanding dari hasil analisis penulis. Berdasarkan hasil analisis space syntax, Gedung DPUPR Buol dengan desain prototype, memiliki nilai konektivitas dan Integriti tinggi dalam konfigurasi ruang, menunjukkan ruang- ruang tidak saling terkoneksi dengan baik, dan terdapat intensitas pergerakan yang tinggi pada pola perilaku sesuai hasil observasi behaviour mapping, sehingga memunculkan tujuh atribut fenomena perilaku oleh weinsman, dimana kesesakan adalah atribut yang mendominasi. Konfigurasi ruang yang ada pada gedung DPUPR Buol, sehingga perlu ditata kembali dan dapat memenuhi standar luas Bangunan Gedung Negara (BGN) dan hirarkis fungsi kelembagaan, dengan cara menyesuaikan luas ruang kerja, ruang dengan pergerakan tinggi dikoneksikan sesuai hirarkis, menghadirkan teritori dan memisahkan pelayanan publik dan privat, sehingga membatasi aksesibilitas antara pegawai dan pengunjung sebagai kontrol aktivitas di dalam ruang kerja. Kata Kunci: Bangunan Gedung Negara, Konfigurasi Ruang, Pola Perilaku Manusia. ABSTRACT There are limits to the level of employee ability to interact, crowded service and work space, difficulty in moving around while there is an intensity of employee activity that continuously occurs every day which provides inappropriate responses and feelings which are the stimulus that triggers changes in human behavior in the spatial relationships that occur. in the work environment at the Public Works and Spatial Planning Service (DPUPR) building in Buol district in Central Sulawesi. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection techniques, namely observation techniques with Space syntax analysis, Behavior mapping techniques with two analyzes of Place-centre Mapping and Person-centre Mapping, and questionnaires as comparative data from the results of the author's analysis. Based on the results of space syntax analysis in Hillier's theory, the DPUPR Buol Building with a prototype design, has high connectivity and integrity values in the spatial configuration, indicating that the spaces are not well connected to each other, and there is a high intensity of movement in behavioral patterns according to the results behavior mapping observations, giving rise to seven attributes of behavioral phenomena by Weinsman, where crowding is the dominant attribute. The existing space configuration in the DPUPR Buol building needs to be reorganized and can meet the standards for the size of the State Building (BGN) and hierarchical institutional functions, by adjusting the size of the work space, spaces with high movement are connected hierarchically, presenting territories and separating public services and private, thereby limiting accessibility between employees and visitors to control activities in the work space. Keywords: State Buildings, Space Configuration, Human Behavior Patterns
STUDI PENERAPAN ARSITEKTUR BIOPHILIC DALAM PERANCANGAN EDUWISATA KEDELAI Ramadhan, Alfi; Panjaitan, Tigor Willfritz Soaduon
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56044

Abstract

ABSTRAK Potensi alam dan potensi pertanian lokal merupakan sebuah bibit potensi unggulan yang harus dikembangkan. Ditengah tengah maraknya pengembangan berbagai sektor pertanian di indonesia, diperlukannya pengembangan pendukung wisata edukasi mengenai pertanian tersebut, kegiatan wisata edukasi berbasis pertanian ini merupakan kegiatan dimana potensi areal pertanian dimanfaatkan semaksimal mungkin dan ditunjang dengan fungsi pendukung lain seperti kegiatan produksi, edukasi dan pariwisata didalamnya. hal tersebut bertujuan selain meningkatkan produktivitas suatu daerah, juga dapat menaikkan kualitas kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya. Metode yang digunakan pada penulisan jurnal ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif dan kualitatif, sehingga dapat menghasilkan data data deskriptif berupa rencana penerapan tema hubungan alam dan manusia pada rancangan kawasan wisata edukasi pertanian dengan menjadi suatu ikonik dan menjadi sarana potensial bagi masayarakat sekitar. Kawasan wisata edukasi pertanian ini merupakan tempat dimana sektor pertanian sebagai pondasi utama yang kemudian didukung oleh sarana produksi, edukasi dan sarana pariwisata didalamnya. Dengan menerapkan rencana pendekatan Arsitektur Biofilik. Rencana implementasi Arsitektur Biofilik pada kawasan ini nantinya diwujudkannya melalui orientasi pada bangunan dan mengkoneksikan antar ruang dalam dan area lingkungan sekitar, dengan berbagai aspek, baik secara visual maupun non visual yang diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dari berbagai aspek penggunan juga masyarakat yang akan dilibatkan nantinya. Kata Kunci: Wisata Pertanian, Arsitektur Biofilik, Pertanian, Potensi Alam, Eduwisata ABSTRACT The Natural potential and local agricultural potential are potential fields that must be developed. In the midst of the intensive development of various agricultural sectors in Indonesia, it is necessary to develop supporting educational tourism regarding agriculture. This agricultural-based educational tourism activity is an activity where the potential of agricultural areas is utilized to the maximum extent possible and is supported by other supporting functions such as production, education and tourism activities within it. This aims to not only increase the productivity of an area, but also to improve the quality of life of the people around it. The qualitative descriptive method was chosen in this writing with the hope of producing descriptive data in the form of a plan to implement a nature-based theme in the design of an agricultural educational tourism area by becoming iconic and a potential facility for the surrounding community. This agricultural educational tourism area is a place where the agricultural sector is the main foundation which is then supported by production facilities, education and tourism facilities within it. By implementing a Biophilic Architecture approach plan. The plan to implement Biophilic Architecture in this area will be realized through building orientation and connecting the interior space and the surrounding environment, with various aspects, both visual and non-visual, which are expected to have a positive impact on various aspects of use as well as the community who will be involved later. Keywords: Agricultural Tourism, Biophilic Architecture, Agriculture, Natural
KAJIAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KABUPATEN SIDOARJO Sugiarti, Putri Riska; Rolalisasi, Andarita; Mufidah
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56045

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Sidoarjo memiliki peningkatan jumlah penduduk, yang berdampak pada jumlah timbulan sampah yang diproduksi. Upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengatasi hal tersebut dengan fasilitas pengelolaan sampah, salah satunya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST yang telah terbangun dan tersebar masih belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkana oleh beberapa faktor, salah satunya mengenai persyaratan terbangunnya TPST dan juga sarana dan prasarana yang masih kurang optimal dan memadahi. Tujuan adanya penelitian ini yaitu untuk mengkaji terhadap kesesuaian TPST yang tersebar berdasarkan persyaratan TPST pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03/PRT/M/2013. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskripif. Data diperoleh dari observasi, lapangan, dan wawancara, serta studi literatur dan dinas terkait. Hasil kajian tersebut menjelaskan bahwa TPST di Kabupaten Sidoarjo masih perlu adanya pemerhatian peningkatan kegiatan operasional baik meliputi sarana prasarana dan pengolahan pemeliharaan pengolahan sampah agar TPST dapat berjalan secara optimal dan bersifat keberlanjutan. Kata Kunci: TPST, Sarana Prasarana, Persyaratan Teknis, Fasilitas ABSTRACT Sidoarjo Regency has an increase in population, which has an impact on the amount of waste generation produced. The efforts of the Sidoarjo Regency Government in overcoming this problem with waste management facilities, one of which is the Integrated Waste Treatment Plant (TPST). TPST that has been built and spread is still not running optimally. This is caused by several factors, one of which is regarding the requirements for the construction of TPST and also facilities and infrastructure that are still not optimal and crowded. The purpose of this study is to examine the suitability of TPST spread based on TPST requirements in the Minister of Public Works Regulation No. 03 / PRT / M / 2013. The research method used is descriptive. Data were obtained from observation, field, and interviews, as well as literature studies and related agencies. The results of the study explained that TPST in Sidoarjo Regency still needs attention to improve operational activities, both including infrastructure facilities and processing, maintenance, waste management so that TPST can run optimally and be sustainable. Keywords: TPST, Infrastructure, Technical Requirements, Facilities