cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
isihumor@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
isihumor@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by CV putra publisher
ISSN : 29855454     EISSN : 29855454     DOI : https://doi.org/10.58540/isihumor.v2i1.494
Social Sciences: Anthropology, Asian Studies, Economics and Management, Education, Communication, Demography, Development, Gender Studies, Government & Public Policy, Human Ecology, International Relations, Media Studies, Peace and Conflict, Library Science, Political Science, Science, Technology & Society, Sociology, Ethics, Government Administration, Health, Humanities: Cultural Studies, Religion, History, Human Geography, Linguistics, Philosophy, Religion, Performing Arts (music, theater & dance).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 344 Documents
Dynamics Post-Final Exam Prize Awarding for Students in the Anthropology Education Study Program, State University of Medan Agnes Novalina Naibaho; Rosramadhana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i4.2399

Abstract

This study aims to describe the process of gift-giving after final exams and analyze the dynamics involved in such gift-giving. Gift-giving after proposal seminars and green-table discussions has become increasingly popular among students, both past and present. The method used was a qualitative ethnographic approach, using in-depth interviews, participant observation, field notes, and documentation. The results reveal three stages in the gift-giving process among students in the Anthropology Education Study Program: giving, receiving, and reciprocating gifts. This practice has profound social significance and serves as a means to strengthen relationships between students. Gifts are not simply an expression of congratulations for achievements but also reflect solidarity and emotional support, fostering a culture of mutual respect within the academic community. However, reciprocity often creates pressure for students to reciprocate, which can increase psychological burdens and create tension in friendships. This gift-giving practice also demonstrates the strong influence of social culture among students. The form of gifts varies depending on the closeness of the relationship and the academic context, creating special moments that strengthen social bonds. Therefore, it is important to maintain sincerity in giving gifts so that they do not become a burden, but remain meaningful in strengthening solidarity among students
Beyond The Harvest: Social Practices Of Utilizing Corn Cobs as Animal Feed for A Sustainable Economy in Tambak Bayan Village, Percut Sei Tuan Maya Sari Rambe; Berda Nellyaratri Br Ginting; Ariel Martin Marpaung; Astri Dewi Sianturi; Ribka Intan Marini Sitorus; M. Ricky Ardiansyah Putra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v3i4.2405

Abstract

Utilizing local resources is a crucial aspect in supporting sustainable economic development in rural areas. One potential that has not been optimally utilized is agricultural waste, particularly corncobs, which are often discarded or burned after harvest. However, corncobs have economic value when processed and used as animal feed. In Tambak Bayan Village, Percut Sei Tuan District, the practice of utilizing corncobs as animal feed has developed as a community response to limited forage and the high price of commercial feed. This practice is not only related to the technical aspects of animal husbandry, but also reflects economic adaptation strategies, local knowledge, and social relations that are built in rural communities. This study aims to examine the social practice of utilizing corncobs as animal feed and its contribution to the sustainable economy of the Tambak Bayan Village community. In addition, this study also analyzes social factors that influence the sustainability of this practice, such as cooperation patterns, the inheritance of local knowledge, and the survival strategies of farming and livestock households. The research method used is a qualitative approach with a case study method, through participatory observation, in-depth interviews, and field documentation. The research stages include preparation, fieldwork implementation, data analysis, report preparation, and dissemination and publication of research results. The targeted outputs in this research include the final research report, publication of a scientific article in the Anthropos Journal: Journal of Social and Cultural Anthropology (SINTA 3), and copyright of the research report. This research is at the initial Technology Readiness Level (TKT), namely at the stage of formulating research questions and reviewing basic principles, with the hope that it can become the basis for developing an agricultural waste management model based on social practices of rural communities in the next
Makna Batik Mega Mendung Sebagai Simbol Komunikasi Nonverbal Dalam Komunitas Cinta Berkain Indonesia (Persepsi Pemaknaan Motif Batik Mega Mendung Sebagai Komunikasi Non Verbal di Kalangan Anggota Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Bandung) Endah Laelasari; Sutrisno
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i4.2404

Abstract

Budaya dan komunikasi sangat berhubungan, dengan adanya perilaku komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam berkomunikasi. Batik Mega Mendung, sebagai bentuk komunikasi non verbal tidak hanya dalam estetika visualnya tetapi juga dalam nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Masyarakat umum, bahkan para pengguna batik, hanya terpaku pada keindahan visualnya tanpa menggali lebih jauh nilai-nilai filosofis yang dijunjung. Edukasi yang memadai mengenai karakteristik dan filosofi di balik motif batik Mega Mendung, sangat penting untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih utuh dan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan di Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Bandung yang bertujuan untuk mengetahui makna Batik Mega Mendung sebagai simbol komunikasi non verbal pada anggota Komunitas Cinta Berkain Indonesia.  Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif makna Batik Mega Mendung sebagai simbol komunikasi non verbal dalam Komunitas Cinta Berkain Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan informan inti, informan ahli dan informan akademisi. Teknik analisis data lapangan menggunakan model Miles dan Huberman yang dari data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Temuan penelitian hasil wawancara Ketua KCBI Ibu Hj Yeyen bahwa batik merupakan media komunikasi nonverbal karena melalui motif, warna, dan bentuknya, batik dapat menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Orang yang memahami filosofi batik seperti di Komunitas Cinta Berkain Indonesia hampir semuanya mengetahui nilai atau makna yang ingin disampaikan oleh pembuat maupun pemakainya. Hal ini juga berlandasakan pada teori Model SPEAKING Dell Hymes menunjukkan bahwa batik tidak hanya dipahami sebagai karya seni berupa kain bermotif, juga sebagai media komunikasi nonverbal yang mengandung nilai budaya, identitas, norma, dan pesan sosial masyarakat. Setiap unsur dalam motif batik memiliki konteks dan makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pembuat maupun pemakainya
Pengaruh Dukungan Rekan Sepelayanan Terhadap Psychological Well-Being Pada Pengurus Persekutuan Naposobulung HKBP Distrik X Medan-Aceh Emma Goldameir Simamora; Karina M. Brahmana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.2423

Abstract

Masa pemuda merupakan periode perkembangan yang rawan tekanan psikologis, termasuk bagi pemuda gereja yang aktif menjalankan tugas pelayanan. Tingginya tuntutan pelayanan, tanggung jawab moral dan spiritual, serta dinamika relasi antarindividu berpotensi menimbulkan stres, kelelahan emosional, dan menurunnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pengurus persekutuan pemuda. Dalam konteks tersebut, dukungan sosial dari rekan sepelayanan diduga berperan sebagai faktor pelindung yang dapat menunjang kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dukungan rekan sepelayanan terhadap psychological well-being pada pengurus Persekutuan Naposobulung HKBP Distrik X Medan-Aceh. Hipotesis penelitian ini menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan dukungan rekan sepelayanan terhadap psychological well-being pengurus Persekutuan Naposobulung diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman mengenai peran dukungan sosial dalam konteks pelayanan keagamaan pemuda, sekaligus menjadi dasar bagi gereja dan pengurus persekutuan dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif, khususnya untuk memperkuat aspek dukungan penilaian dan dimensi otonomi pengurus.