cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)
ISSN : -     EISSN : 29644259     DOI : 10.70570
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC) is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.
Articles 87 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audio Visual Terhadap Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Pre-Hospital Dalam Penanganan Luka Bakar Pada Siswa/Siswi Kelas Xi SMAN 02 Bengkulu Tengah Devi Listiana; Vellyza Colin
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v4i2.2068

Abstract

Luka bakar menyebabkan 180.000 kematian secara global pada tahun 2023 dan sebagian besar kasus terkonsentrasi di Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan audio visual terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama pre-hospital dalam penanganan luka bakar pada siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksprimental dengan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah yang berjumlah 101 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwabtingkat pengetahuan siswa/siswi kelas XI tentang pertolongan pertama sebelum diberikan perlakuan (pre-test) yaitu pengetahuan kurang terdapat 32 orang (64%), pengetahuan cukup 17 orang (34%), pengetahuan baik berjumlah 1 orang (2%), sedangkan tingkat pengetahuan siswa/siswi kelas XI tentang pertolongan pertama sesudah diberikan perlakuan (post-test) yaitu pengetahuan cukup terdapat 6 orang (12%), dan pengetahuan baik berjumlah 44 orang (88%). Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan audio visual terhadap pengetahuan tentang pertolongan pertama pre-hospital dalam penanganan luka bakar pada siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah
Determinasi Preeklamsi Pada Ibu Hamil: Riwayat Preeklamsi, Dan Asupan Nutrisi Di Puskesmas Pragaan Ahmaniyah; Khairun Nisa
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v4i2.2073

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan setelah usia gestasi ≥20 minggu yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal–perinatal. Identifikasi determinan yang dapat dikenali sejak awal, seperti riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi, penting untuk penguatan skrining risiko dan pencegahan di layanan antenatal. Tujuan penelitian menganalisis hubungan riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dilaksanakan di Puskesmas Pragaan pada Mei–Agustus 2025. Populasi 259 ibu hamil, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari 71 responden, 46 (64,8%) memiliki riwayat preeklamsia dan 25 (35,2%) tidak memiliki riwayat. Asupan nutrisi responden terbanyak berada pada kategori baik 37 (52,1%), diikuti cukup 22 (31,0%), dan kurang 12 (16,9%). Kejadian preeklamsia pada kehamilan saat ini ditemukan pada 27 responden (38,02%), sedangkan 44 (61,98%) tidak preeklamsia. Terdapat hubungan bermakna antara riwayat preeklamsia dengan kejadian preeklamsia (p=0,002), di mana seluruh kasus preeklamsia (27; 100%) memiliki riwayat preeklamsia. Terdapat pula hubungan sangat bermakna antara asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia (p=0,000), dengan mayoritas kasus preeklamsia terjadi pada kategori asupan nutrisi kurang (21/27; 77,7%), sedangkan pada kelompok tidak preeklamsia mayoritas memiliki asupan cukup (27/44; 61,4%) atau baik (16/44; 36,3%). Riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Riwayat preeklamsia merupakan faktor risiko kuat, dan ketidakcukupan asupan nutrisi berasosiasi dengan peningkatan kejadian preeklamsia. Temuan ini mendukung perlunya skrining risiko sejak awal, pemantauan ANC yang lebih ketat pada ibu berisiko, serta penguatan intervensi dan edukasi gizi selama kehamilan
Efektivitas Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Dengan Demam Pasca Imunisasi DPT Di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2025 Merlly Amalia; Suyanti; Devia Anggraeni
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v4i2.2075

Abstract

Imunisasi DPT ini disamping sangat memberikan manfaat kepada bayi imunisasi DPT juga memiliki efek samping saat penyuntikan yakni menimbulkan demam atau peningkatan suhu serta menyebabkan nyeri di daerah penyuntikan hal ini juga menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi tak jarang membuat bayi menjadi rewel. Mengetahui efektivitas kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam pasca imunisasi DPT. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental. Desain yang digunakan berbentuk one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak dengan demam setelah mendapatkan imunisasi DPT sebanyak 30 anak dengan sampel sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Rata-rata suhu tubuh anak sebelum mendapatkan kompres hangat 38,54, turun setelah mendapatkan kompres hangat yaitu 36,84. Dengan demikian terdapat penurunan suhu tubuh anak setelah mendapatkan komres bawang merah. Bawang merah efektif digunakan untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan demam pasca imunisasi DPT. Terdapat perbedaan signifikan antara antara suhu tubuh anak sebelum dan sesudah mendapatkan kompres bawang merah pvalue 0,000 < 0,05, perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesuah kompres bawang merah sebesar 1,70. Ibu bayi dapat memberikan edukasi pada ibu tentang kompres bawang merah untuk menurunkan demam pasca imunisasi DPT.Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi kesehatan tentang kompres menggunakan bawang merah
Hubungan Pola Tidur Dan Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Desa Leuwikoja Kabupaten Cianjur Tahun 2025 Restu Illahi Zahra; Siti Kamilah; Arif Hidayatullah
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v5i1.2303

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan. Fungsi kognitif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola tidur dan aktivitas fisik. Pola tidur yang buruk serta rendahnya aktivitas fisik dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif dan menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 134 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), dan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan fungsi kognitif pada lansia (p-value < 0,05) serta antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p-value < 0,05). Kesimpulan: Pola tidur yang baik dan aktivitas fisik yang cukup berperan penting dalam mempertahankan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur dan aktivitas fisik perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan lansia
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dengan Perilaku Seks Pranikah Di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Dwi Agustiana Sari; Jennifa; Eni Yuniarti
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v5i1.2322

Abstract

Perilaku seks pranikah menjadi masalah krusial di kalangan remaja, khususnya perempuan, dengan dampak yang merugikan seperti aborsi, penyakit menular seksual, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap remaja, tetapi juga oleh faktor lingkungan, sosial budaya, dan peran serta pengawasan orang tua. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku seks pra nikah pada mahasiswa di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Uji Chi-square digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian kuantitatif ini. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 80 mahasiswa sebagai sampel dari populasi 460 mahasiswa, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil: Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar remaja berpengetahuan baik berjumlah 37orang (45,1%), hasil penelitian sikap remaja bersikap positif berjumlah 77 orang (93,9%) dan perilaku buruk berjumlah 50 orang (61,0 %) terhadap seks pranikah.Hasil uji p-value > 0,05 sehingga dapat diartiakan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku sesk pranikah. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku sesk pranikah di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Hubungan Konsep Diri Dengan Perilaku Menarik Diri Pada Orang Dengan Skizofrenia (ODS) Di UPTD Khusus Rskj Soeprapto Bengkulu Anggana Kastra Latip; Jajang Suryana
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v5i1.2329

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental serius yang dapat memengaruhi pola pikir, persepsi, emosi, perilaku, serta kemampuan individu dalam berinteraksi sosial. Salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia adalah perilaku menarik diri. Konsep diri merupakan salah satu aspek psikologis yang diduga dapat memengaruhi perilaku sosial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan perilaku menarik diri pada pasien skizofrenia di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien skizofrenia yang dirawat di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu, dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner konsep diri dan checklist perilaku menarik diri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37 responden (56,1%) memiliki konsep diri positif dan 29 responden (43,9%) memiliki konsep diri negatif. Sebanyak 38 responden (57,6%) tidak mengalami perilaku menarik diri, sedangkan 28 responden (42,4%) mengalami perilaku menarik diri. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai χ² = 1,215 dengan p-value = 0,270 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku menarik diri pada pasien skizofrenia. Dengan demikian, perilaku menarik diri tidak hanya dipengaruhi oleh konsep diri, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti gejala negatif, kemampuan interaksi sosial, dukungan keluarga, stigma, lingkungan, dan kondisi klinis pasien.
Faktor Yang Mempengaruhi Pola Makan Lansia Dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R Koesma Tuban Eliya Catur Rini; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v5i1.2388

Abstract

Peinyakit jantung koroneir meirupakan gangguan fungsi jantung yang teirjadi kareina arteiri koroneir meingalami peinyumbatan. Peinyakit ini beirsifat “sileint killeir” yang meinyeibabkan keimatian deingan preiseintasei 30% di seiluruh dunia. Kondisi ini diseibabkan oleih pola makan buruk yang kaya akan leimak jeinuh, gula seideirhana, dan tinggi natrium. Tujuan peineilitian ini untuk meingeitahui gambaran faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir di Poli Jantung RSUD dr. R Koeisma Tuban. Deisain pada peineilitian deiskriptif deingan populasi peineilitian seiluruh pasiein peinyakit jantung yang peiriksa di poli jantung RSUD dr. R Koeisma tuban seibanyak 131. Beisar sampeil 99 reispondein meinggunakan teiknik purposivei sampling. Variabeil peineilitian ini yaitu faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir. Peingumpulan data meinggunakan kueisioneir dan dianalisis deingan analisis deiskriptif. Hasil peineilitian didapatkan seibagian beisar lansia meindeirita peinyakit jantung koroneir > 1 tahun, hampir seiteingah lansia beirumur 55-65 tahun dan seibagian beisar lansia beikeirja. Seibagian beisar lansia didiagnosis PJK. Hampir seiluruh lansia deingan tingkat peindapatan reindah dan faktor lingkungan buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Seibagian beisar lansia deingan faktor sosial budaya buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Hampir seiluruh lansia deingan peindidikan tinggi tidak meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Lansia deingan peinyakit jantung koroneir meimiliki keibiasaan pola makan buruk, keimudian deingan kondisi eikonomi reindah dan tingkat peindidikan reindah meimpeingaruhi pola makan lansia, diiringi deingan sosial budaya dan kondisi lingkungan buruk meimpeirsulit lansia dalam meineintukan pola makan seihat. Oleih kareina itu, dipeirlukan dukungan dari keiluarga kareina keiluarga meirupakan subsisteim untuk meinolong anggota keiluarganya yang sakit.