cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)
ISSN : -     EISSN : 29644259     DOI : 10.70570
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC) is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.
Articles 83 Documents
Hubungan Antara Persepsi Beban Akademik Dengan Status Mental Emosional Pada Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Di STIKES Karya Husada Kediri Eko Arik Susmiatin; Melani Kartika Sari; Puji Suseno
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1294

Abstract

Tingginya tugas serta tuntutan capaian kredit dalam satu semester cenderung membuat mahasiswa berpersepsi negatif terhadap beban akademik yang berdampak stress dan perubahan status mental emosionalnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan persepsi beban akademik dengan status mental emosional pada mahasiswa tingkat 1. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel Total Sampling, dengan sampel 94 mahasiswa. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (80%) persepsi beban akademik dalam kriteria negatif, dan tercatat masing – masing 51,5% dan 43,4 % menunjukkan status mental emosional ambang/borderline baik dari sisi kesulitan maupun kekuatan.Hasil uji didapatkan p-value (0.017) dan (0.021) (α<0,05) maka H1 diterima, yang artinya ada hubungan antara persepsi beban akademik dengan status mental emosional. Persepsi beban akademik yang dirasakan dipengaruhi oleh pandangan mahasiswa menghadapi beban atau tekanan yang dirasakan. Beban akademik yang dipersepsikan negatif, akan memberikan kesan buruk bagi kesehatan fisik, mental, emosi, dan prestasi akademiknya. Sebaliknya, beban akademik yang dipersepsikan positif, akan menjadi tantangan dan sumber motivasi bagi mahasiswa untuk bersemangat dalam menyelesaikan akademik dengan banyak hal positif. Berdasarkan hal tersebut mahasiswa diharapkan dapat menjaga kesehatan mental dengan cara dapat beraktifitas secara positif, memberi penilaian yang positif terhadap diri, afirmasi diri, serta meningkatkan sisi spiritual dalam diri.
Efektifitas Intervensi Pemberian Teknik Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia Terhadap Peningkatan Bersihan Jalan Napas Di Ruang Perawatan Umum (RPU) 4 Rumah Sakit An-Nisa Yulis Setyawati; Meynur Rohmah; Samrotul Fuadah
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1300

Abstract

Pneumonia merupakan suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit), bahan kimia, radiasi, aspirasi, obat-obatan, dan lain-lain. Tujuan: Karya Tulis Ini berutuhan untuk menganilisis implementasi penerapan teknik batuk efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas pasien dengan pneumonia. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pre experimental one shoot study case pre and post test design dengan menerapkan intervensi teknik batuk efektif untuk meningkatkan bersihan jalan napas dilakukan selama 3 hari, dalam sehari dilakukan 1x dengan durasi 5-10 menit. Penelitian ini dilakukan dengan kriteria: diagnosa medis pneumonia, masalah pada jalan napas, RR > 24 x/menit, bersedia menjadi responden, di ruang perawatan umum. Hasil: Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 3 hari dengan penerapan teknik batuk efektif batuk dan sesak yang dialami pasien pneumonia menurun, SPO2 membaik, dan tidak terdengar bunyi napas tambahan (ronchi). Kesimpulan: Penerapan teknik batuk efektif memberikan pengaruh terhadap peningkatan bersihan jalan napas pasien dengan pneumonia sehingga menurunkan frekuensi pernapasan pasien dalam rentang normal, memperbaiki SPO2.
Perilaku Pelaksanaan Kebutuhan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Siti Aisyah; Irni Dwiastiti Irianto; Sahrul Kirom
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1306

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit yang bersifat menular. Sehingga apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan penderitanya, ada kemungkinan orang tersebut juga akan tertular. Prevalensi Scabies yang tinggi biasanya dapat ditemukan di suatu tempat dengan jumlah hunian yang cukup padat, seperti penjara, panti asuhan, maupun pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Perilaku Pelaksanaan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Di Pondok Pesantren Nurul Hakim. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 56 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 56 santri yaitu kategori baik berjumlah 28 santri dengan persentase 50%, kategori cukup berjumlah 25 santri dengan persentase 44,6% dan kategori kurang berjumlah 3 santri dengan persentase 5,4%. Dapat diambil kesimpulan bahwa Perilaku Pelaksanaan Personal Hygiene Santri Sebagai Pencegahan Penyakit Scabies Di Pondok Pesantren Nurul Hakim berada dalam kategori baik. Saran bagi institusi pesantren diharapkan untuk selalu memperhatikan perilaku, memberikan dukungan dan memfasilitasi santri khususnya yang berkaitan dengan Personal Hygiene guna mencegah penularan penyakit-penyakit, khususnya penyakit Scabies. Kata kunci : Perilaku, Personal Hygiene, Scabies
Pengaruh Rendam Kaki Dengan Air Hangat Dan Kencur Terhadap Penurunan Edema Kaki Pada Ibu Hamil Trimester Iii Lilis Kurniawati; Winarni
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1316

Abstract

Edema kaki pada ibu hamil rata-rata 80% terjadi pada trimester III yang disebabkan oleh peningkatan ACTH, testosteron, progesteron, estrogen yang dapat meningkatkan retensi air. Edema bisa menjadi pertanda adanya masalah serius seperti anemia, gagal jantung dan pre-eklampsia. Salah satu penatalaksanaan edema secara non-farmakologis yaitu rendam kaki dengan air hangat dan kencur. Air hangat berfungsi memperlebar pembuluh vena. Kencur mengandung flavonoid yang memiliki efek anti-inflamasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan air hangat dan kencur terhadap penurunan edema kaki pada ibu hamil trimester III. Metode: Jenis penelitian kuantitatif metode pre eksperiment dengan design penelitian tipe one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan 23 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan intervensi ibu hamil mengalami edema kaki pada derajat II sebanyak 10 responden (43,5%), ibu hamil sesudah diberikan intervensi mengalami edema pada derajat I sebanyak 12 responden (52,2%). Ada pengaruh rendam kaki dengan air hangat dan kencur terhadap penurunan edema kaki pada ibu hamil trimester III dengan p-value < 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh rendam kaki dengan air hangat dan kencur terhadap penurunan edema kaki pada ibu hamil trimester III di UPT Puskesmas Jatiyoso.
Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Kabupaten Ampana Dian Muslimin
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i1.1336

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Keluhan tidur yang biasa terjadi pada lansia adalah kesulitan untuk memulai tidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, dan mengantuk yang berlebihan. Tidur yang kurang merupakan karakteristik kondisi medis yang terjadi pada lansia. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) terhadap kualitas tidur lansia di Kelurahan Malotong Kecamatan Ampana. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain Quasi experiment,dimana penelitian yang bertujuan menguji hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 30 responden Penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Signed- Rank Test diperoleh p 0,002 < α 0,05 Menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi Spiritual Emosional Freedom Technique. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) terhadap kualitas tidur pada lansia di Keluran Malotong Tahun 2024.
Hubungan Persepsi Penyakit Jantung Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Di RSUD Grati Pasuruan Yuli Maulidil Warid; Achmad Kusyairi; Alwin Widhiyanto
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1519

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) memiliki prevalensi yang tinggi di populasi dengan akibat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Meskipun PJK merupakan penyakit tidak menular (PTM), namun PJK menjadi penyebab kecacatan dan penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan persepsi tentang penyakit jantung dengan kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Koroner. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik. Data diambil melaui pengukuran dengan kuesioner Brief-Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) untuk mengukur persepsi penyakit dan WHOQOL-Bref Questionnaire untuk mengukur kualitas hidup. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Besar sampel 30 responden. Pengumpulan data meliputi editing, codding, scoring, tabulating. Kemudian data dimasukkan pada Excel dan dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji Chi-square. Berdasarkan peenlitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil distribusi frekuensi persepsi penyakit sebesar (63,3%) dalam kategori baik dan kualitas hidup (30%) dalam kategori sedang. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Chi-square (p value = 0,000 < a), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan persepsi penyakit jantung dengan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner (PJK). Pengelolaan penyakit menjadi kunci dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penyakit jantung koroner sebagai penyakit kronis maka kemampuan pengelolaan penyakit jantung dan persepsi penyakit berperan penting didalamnya. Semakin buruk persepsi penyakit pasien maka akan menurunkan kualitas hidup yang dirasakan. Hasil penelitian ini agar dijadikan masukkan dan landasan bagi perawat memperhatikan cara meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner (PJK). Perawat dapat memberikan edukasi tentang penyakit untuk meningkatkan persepsi penyakit yang baik, sehingga pasien penyakit jantung koroner (PJK) dapat menjalankan pengobatan dengan baik.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gangren Diabetes Militus Pre Operasi Debridemen Di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024 Yophi Nugraha; Suharno
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1527

Abstract

Gangren diabetes melitus merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling ditakuti dan menimbulkan kecemasan karena gangren diabetes melitus harus dihadapkan pada tindakan operasi debridemen. Pada tahun 2023 di RSUD Cideres jumlah pasien diabetes melitus mengalami peningkatan yaitu terdapat 512 pasien diantaranya mengalami gangren diabetes melitus sebanyak (36,9%) pasien dan jumlah pasien yang mengalami operasi debridemen karena gangren diabetes melitus sebanyak 161 pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pre operasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Metode. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan samplenya adalah pasien gangren diabetes melitus yang akan dioperasi debridemen di Instalasi Rawat Inap RSUD Cideres Kabupaten Majalengka pada bulan Maret tahun 2024 sebanyak 37 pasien. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian. Kurang dari setengah pasien memiliki pengetahuan kurang baik tentang penyakit gangren diabetes melitus dan operasi debridemen (37,8%) dan lebih dari setengah pasien mengalami tingkat kecemasan sedang (51,4%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen (p value = 0,026). Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien gangren diabetes melitus dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi debridemen di Ruang Bedah RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Saran Disarankan petugas kesehatan meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih intensif pada pasien pre operasi debridemen, meningkatkan hubungan baik dengan pasien dan keluarganya serta memberikan informasi yang baik dan benar sehingga kecemasan pasien dapat teratasi.
Pengaruh Edukasi Kebutuhan Cairan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pembatasan Cairan Dan Nilai IDWG Pada Pasien Gagal Ginjal Stage V di Instalasi Dialisis RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Siti Aisyah; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1546

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis merupakan suatu proses penurunan fungsi ginjal yang bertahap dan irreversible. Masalah utama pasien hemodialisis adalah tingkat kepatuhan pembatasan cairan dan Interdiaylytic Weight Gain (IDWG).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kebutuhan Cairan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pembatasan Cairan dan Nilai IDWG Pada Pasien Gagal Ginjal Stage V di Instalasi Dialisis RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-post design. Populasi sebanyak 30 responden dan sampel sebanyak 15 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitian, dipilih melalui tekhnik non probability accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi IDWG, kemudian data dikumpulkan melalu proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini menunjukkan Tingkat kepatuhan sebelum edukasi yang terbanyak adalah kelompok tidak patuh yaitu 12 responden (80%), untuk data nilai IDWG sebelum edukasi yaitu hanya 3 responden (20%) yang masuk dalam kategori ringan, 7 responden (46,7%) masuk kategori sedang dan 5 responden (33,3%) masuk dalam kategori berat. Tingkat kepatuhan sesudah edukasi semua responden masuk dalam kategori patuh dan nilai IDWG terbanyak yaitu 14 responden (93,3%) masuk dalam kategori ringan sisanya masuk dalam kategori sedang. Hasil uji analisis didapatkan Ada Pengaruh Pengaruh Edukasi Kebutuhan Cairan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pembatasan Cairan dan Nilai IDWG dengan nilai p=0,002 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,002 ≤α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh signifikan edukasi kebutuhan cairan terhadap tingkat kepatuhan pembatasan cairan dan nilai IDWG pada pasien gagal ginjal kronik stage V di Instalasi Dialisis RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja Di Sman 1 Karangmojo Yudhan Affandi Prabowo; Aan Devianto; Erika Nurwidiyanti
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1552

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja, khususnya tingkat SMA. Meskipun begitu, ada kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan mental. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan depresi, kecemasan, hingga bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada remaja di SMA Negeri 1 Karangmojo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik korelatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah responden 224 orang dari SMA Negeri 1 Karangmojo. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner kesehatan mental SRQ. Uji analisis data menggunakan analisis Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkn bahwa tingkat penggunaan media sosial berada pada kategori kadang sebesar (49,1 %) dan untuk kesehatan mental dalam kategori sehat sebesar (50,4 %) dan hasil korelasi menggunakan Spearman Rank didapatkan hasil p-value 0,000. Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMA Negeri 1 Karangmojo.
Hubungan Self-Efficacy Dan Depresi: Studi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Tomi Jepisa; Husni; Linda Wati
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1553

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia, terutama mereka yang tinggal di panti sosial. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam memengaruhi tingkat depresi pada lansia adalah self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuan diri dalam mengatasi tantangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan depresi pada lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian total populasi sebanyak 70 lansia. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki self-efficacy tinggi (68,57%) dan sebagian besar tidak mengalami depresi (64,29%). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-efficacy dan depresi pada lansia (pp-value = 0,000). Lansia dengan self-efficacy tinggi memiliki risiko depresi yang lebih rendah dibandingkan lansia dengan self-efficacy rendah, dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 8,14 (95% CI: 2,60–25,42). Hasil penelitian ini mendukung teori Bandura tentang self-efficacy dan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa self-efficacy tinggi dapat melindungi individu dari risiko depresi dengan meningkatkan kemampuan mengatasi stres. Penelitian ini juga sejalan dengan temuan bahwa lansia dengan self-efficacy rendah lebih rentan mengalami pola pikir negatif dan ketidakberdayaan, yang merupakan faktor risiko utama depresi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa self-efficacy merupakan faktor protektif yang signifikan terhadap depresi pada lansia. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan meningkatkan self-efficacy, seperti pelatihan keterampilan hidup, terapi kognitif, dan peningkatan dukungan sosial, sangat penting untuk diterapkan di panti sosial. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.