cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB" : 6 Documents clear
PENGARUH PENINGKATAN TITIK DIDIH AKHIR DISTILASI BENSIN PREMIUM TANPA TIMBEL PADA KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG Mardono Mardono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap pertama program penghapusan timbel dari bensin Indonesia dimulai dari DKI Jakarta per 1 Juli 2001. Hanya bensin tanpa timbel yang boleh dijual di pasaran yaitu Premium TT, Premix TT dan Super TT. Spesifikasi Premium TT ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No.74K/72/DJM/2001 tanggal 21 Juni 2001. Dibandingkan dengan spesifikasi bensin Premium (bertimbel) ada tiga karakteristik spesifikasi Premium TT yang berubah batasan maksimumnya yaitukandungan timbel (dari 0,30 g/liter menjadi 0,013 g/liter), kandungan belerang (dari 0,20 % massa menjadi 0,10 % massa), dan titik didih akhir distilasi (dari 205o C menjadi 215o C). Dalam studi ini diteliti pengaruh peningkatan titik didih akhir distilasi dari PremiumTT pada kinerja mesin dan emisi gas buang. Bahan bakar uji yang digunakan adalah produk kilang Balongan Indramayu, yang diuji di laboratorium dengan kendaraan di atas chassis dynamometer dan dengan mesin uji statis multisilinder. Hasil pengujian kendaraan uji di atas chassis dy- namometer menunjukkan bahwa peningkatan titik didih akhir dari 193,5 o C menjadi 207o C untuk bensin uji eks kilang Balongan sedikit meningkatkan daya maksimum mesin kendaraan uji (+0,70%), menurunkan konsumsi bahan bakar (-1,98%), relatif tidak berpengaruh pada emisi CO, menurunkan emisi NOx(- 4,12%), serta meningkatkan emisi HC (+3,73%).Sedangkan hasil di mesin uji statis multisilinder peningkatan titik didih akhir dari 193,5 o C menjadi 207 o C untuk bensin uji eks kilang Balongan sedikit meningkatkan daya mesin rata-rata (+1,17%), serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik (-2,50%),menghasilkan emisi CO relatif tetap (turun -0,70%), menurunkan emisi NOx (-3,84%), dan menaikkan emisiHC (+4,84%).
Reformasi Katalitik Parafin Rendah Menjadi Aromatik dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. Legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meneliti mekanisme reaksi aromotasi parafin rendah yang merupakan komponen rendah hidrokarbon utama di dalam umpan fraksi, suatu penelitian dilakukan tentang reaksi dehidrosiklisaasi n-heksana, n-heptana, n-oktana dengan memakaikatalis H2/ HC = 6 mol/mol pada alat Catatest mini yang dioperasikan secara kontinu.Komposisi hidrokarbon produk dianalisa dengan memekai alat kromatografi.Kenaikan suhu dari 470 0 C sampai 510 0 C, selektivias reaksi dehidrosiklisasi parafin naik sebagai berikut : untuk umpan n- heksana naik dari 2,55 sampai 7,33 % mole, untuk umpan n.heptana naik dari 3,15 sampai 9,26 % mol dan untuk umpann.oktana naik dari 8.40 sampai 20,02 % mol. Reaksi aromotisasi dan reaksi hidrorengkeh parafin rendah diamati naik dengan bertambahnya jumlah atom karbon umpan parafin.Peranan inti-inti aktif dari katalis reforming bifungsional dalam mekanisme reaksi dehidrosiklisasi, hidroisomerisasi , dan hidrorengkeh dari parafin rendah disajikan dalam tulisan ini.
Penelitian Efektivitas Penambahan Aditif PVI terhadap Kinerja Minyak Lumas Rona Malam K
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak lumas mesin yang diproduksi oleh suatu pabrik dibuat sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditentukan. Mutu minyak lumas dasar dapat ditingkatkan melalui penambahan aditif. Penambahan aditif tersebut dapat meningkatkan sifat-sifat minyak lumas dasar yang sudah ada dan/atau memberikan sifat tambahan yang belum dimiliki oleh suatu minyak lumas.Pada program ini dilakukan penelitian terhadap komponen aditif penaik indeks viskositas. Pengamatan terhadap aditif tersebut mencakup keefektivan pengaruh penambahan aditif terhadap sifat fisika/kimia serta pengaruhnya terhadap hasil uji semi unjuk kerja minyak lumas dasar.
Transportasi Melalui Biomembran Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transportasi zat melalui biomembran adalah suatu proses fisika-kimia untuk mempertahankan integritas suatu sel. Banyak proses kehidupan yang pada dasarnya berkaitan dengan proses transpor biomembran dan masih belum seluruhnya dipahami.Studi kinetika transpor biomembran berguna untuk menerangkan jalan yang ditempuh suatu zat masuk ke dalam sel dan membantu menjelaskan mekanisme kerjanya. Selain itu dapat diketahui berapa jumlah nutrien yang dibutuhkan oleh mikroba bagipertumbuhannya.
Korelasi antara Faktor Sementasi (m) dan Eksponen Saturasi (n) Batuan Reservoir Migas di Indonesia Herlan Adim
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari studi ini adalah menyiapkan data hasil pengukuran parameter “m” dan “n” yang diukur di laboratorium terhadap percontoh batuan yang mewakili beberapa formasi reservoir minyak di Indonesia, yang kemudian dapat dipakai sebagai acuan dalam mengevaluasi harga saturasi air dalam reservoir.Banyak persamaan empiris untuk menentukan nilai kedua faktor tersebut telah dipublikasikan oleh penulis terdahulu (Archie, Humble, Tixier, Carothers, Shell dan lain-lain), tetapi timbul masalah dalam pemakaian persamaan empiris tersebut sebagaireferensi dalam evaluasi hasil rekaman log terutama untuk formasi yang heterogen. Data hasil rekaman log dengan data analisis parameter “m” dan “n” di laboratorium dipakai untuk menyelesaikan perhitungan data saturasi air dalam reservoir.
Penelitian Koefisien Friksi Minyak Otomotif dengan Mesin Uji SRV T.S. Pakan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah beredarnya isu di masyarakat adanya minyak lumas palsu dipasaran, dilakukan survey pada kios-kios minyak lumas dan SPBU Pertamina di Jakarta dan sekitarnya. Dalam studi ini berhasil didapatkan delapan contoh minyak lumas otomotif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati kwalitas minyak lumas otomotif yang beredar dipasaran dengan uji nilai koefisien friksi.Dari studi ini berhasil didapatkan empat contoh minyak lumas otomotif mineral dengan kode M-1 sampai dengan M-4 disajikan dalam Tabel 1 dan empat contoh minyak lumas otomotif sintetik dengan kode : S-1 sampai dengan S-4 disajikan dalam Tabel 2.Dari hasil-hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien friksi empat minyak lumas otomotif mineral setelah diuji di mesin SRV hingga mencapai akumulasi waktu 120 menit, adalahberbeda-beda yaitu antara (92,85-94,80) μ%. dalam Tabel 3.Dari hasil-hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien friksi empat minyak lumas otomotif sintetis setelah diuji di mesin SRV hingga mencapai akumulasi waktu 120 menit, adalah berbeda-beda yaitu antara (90,82-92,95)μ%.dalam Tabel 4.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue