Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reformasi Katalitik Parafin Rendah Menjadi Aromatik dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. Legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meneliti mekanisme reaksi aromotasi parafin rendah yang merupakan komponen rendah hidrokarbon utama di dalam umpan fraksi, suatu penelitian dilakukan tentang reaksi dehidrosiklisaasi n-heksana, n-heptana, n-oktana dengan memakaikatalis H2/ HC = 6 mol/mol pada alat Catatest mini yang dioperasikan secara kontinu.Komposisi hidrokarbon produk dianalisa dengan memekai alat kromatografi.Kenaikan suhu dari 470 0 C sampai 510 0 C, selektivias reaksi dehidrosiklisasi parafin naik sebagai berikut : untuk umpan n- heksana naik dari 2,55 sampai 7,33 % mole, untuk umpan n.heptana naik dari 3,15 sampai 9,26 % mol dan untuk umpann.oktana naik dari 8.40 sampai 20,02 % mol. Reaksi aromotisasi dan reaksi hidrorengkeh parafin rendah diamati naik dengan bertambahnya jumlah atom karbon umpan parafin.Peranan inti-inti aktif dari katalis reforming bifungsional dalam mekanisme reaksi dehidrosiklisasi, hidroisomerisasi , dan hidrorengkeh dari parafin rendah disajikan dalam tulisan ini.
Pengaruh Racun Butilamina pada Dehidrogenasi Sikloheksana dan Hidroisomerisasi N.heptana dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merosotnya mutu minyak bumi, dan meningkatnya program langit biru yang menuntut spesifikasi bahan bakar bensin ramah lingkungan yang sangat ketat, menghasilkan penyempurnaan komposisi bensin dengan meningkatkan komponen bensin isomerat dan pembatasan proporsi reformat, bensin rengkahan katalitik, dan bensin polimer. Pencampuran komponen bensin isomerat tersebut dengan komponen bensin reformat akan meningkatkan distribusi angka oktana dengan sekaligus penurunan kadar benzena dan total aromat yang kadarnya dalam bensin dibatasi. Proses hidroisomerisasi umpan nafta dengan katalis hidroisomerisasi bi functional menghasilkan produk komponen bensin isomerat. Katalis bi functional tersebut mengandung inti aktif logam (Pt) dan inti aktif asam (A12 03 -C1,A12 O3 -SIO2 dan zeolit). Untuk meneliti mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin rendah, suatu penelitian dilakukan tentang pengaruh racun katalis normal butilamina pada reaksi hidroisomerisasi normal heptana dengan katalis bifungsional. Reaksi dehidrogenasi sikloheksana dilakukan untuk penelitian pengaruh racun katalis tersebut pada inti aktif logam katalis bifungsional. Penelitian dilakukan pada kondisi operasi : suhu dari 370o sampai 4000 C, takanan 20 kg/cm2 dan H2 /HC: 6 mol/mol pada alat Catatest Unit yang dioperasikan secara kontinu. Peranan inti-inti aktif katalis bifungsional pada mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin dan deaktivasi kedua jenis inti aktif dari katalis bifungsional oleh racun normal butil amina disajikan dalam makalah ini.
Deaktivasi Katalis oleh Kotoron Umpan Nafta Proses Reformasi A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar bensin ramah lingkungan dan hidrokarbon aromatik untuk bahan baku industri untuk meningkatkan jumlah kedua jenis produk tersebut. Proses reformasi nafta dengan katalis bifungsional dapat menghasilkan komponen bensin bermutu tinggi dan hidrokarbon aromatik rendah (benzene, toulena,dan silena). Umpan nafta mengandung kotoran-kotoran molekul non-hidrokarbon senyawa organik sulfur, nitrogen, oksigen dan juga organik logam, sehingga umpan nafta tersebut perlu dimurnikan lebih dulu pada proses hidromurnian. Katalis reformer bifungsional mempunyai inti aktif logam (mono dan bi-metal) dan inti aktif asam (Al2 O3 C1). Kotoran non-hidrokarbon umpan nafta dapat menurunkan aktivitas katalis reformer bi-fungsional. Untuk meneliti masalah keracunan inti aktif logam katalis reformer bifungsional, telah dilakukan sutu penelitian tentang pengaruh senyawa tiofen, normal butyl amine, etanol dan tetra etil plumbum pada katalis reformer mono dan bi-metal dengan memakai Catatest Unit.