cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Pemanfaatan Citra Ikonos untuk Mengkaji Permasalahan Sosial pada Pengembangan Lapangan Tua Indah Crystiana Crystiana; Tri Muji Susantoro
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan memetakan lokasi sumur-sumur tua di lapangan X dan lapangan Y. Lapangan X di wilayah kotamadya dan lapangan Y berlokasi di wilayah kabupaten di Cekungan Sumatera Selatan. Pemetaan kondisi penggunaan lahan dilakukan pada setiap sumur. Hasilnya digunakan untuk menganalisis kemungkinan permasalahan sosial yang timbul dalam pengembangan lapangan tua tersebut. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk memetakan lokasi sumur. Data tersebut menggunakan Citra Ikonos 1 meter. Penggunaan citra Ikonos diharapkan dapat mengidentifi kasi lokasi sumur dan penggunaan lahan detil di sekitarnya. Hasilnya menunjukan bahwa citra Ikonos mampu memetakan lokasi-lokasi sumur di Lapangan X dan Y. Hasil lainnya menunjukkan dengan citra Ikonos mampu untuk menginterpretasi penggunaan lahan secara detil. Hal ini dapat menjadi kunci untuk identifikasi permasalahan sosial pada pengembangan lapangan tua. Kajian permasalahan pada pengembangan sumur tua menggunakan buffer dengan pusat kepala sumur pada radius 100 meter. Hal ini untuk menganalisis area yang harus bebas darikegiatan sosial masyarakat. Survey lapangan dilakukan untuk validasi lokasi sumur dan interpretasi citra Ikonos. Hasil kajian membuktikan citra satelit Ikonos mampu untuk mengidentifi kasi lokasi sumur dan permasalahan sosial yang terjadi pada rencana pengembangan sumur tua.
Teknologi 4 Dimensi (4D) untuk Optimalisasi Penataan Ruang Kegiatan Energi Sumber Daya Mineral Djoko Sunarjanto; Bambang Wicaksono; Heru Riyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya mineral dan energi di wilayah darat, laut dan ruang di atasnya secara terencana diarahkan untuk menciptakan keseimbangan ekosistem dan pelestarian fungsi lokasi. Termasuk di dalamnya memprioritaskan terlaksananya kegiatan Energi Sumber Daya Mineral tanpa sengketa tumpang tindih lahan, dengan tetap berupaya mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukan terbatas sektoral saja tetapi lebih ke arah merencanakan bagaimana menciptakan tata ruang yang bermanfaat bagi banyak pihak dan lingkungan.Kemampuan ahli dan teknologi Geologi, Geofisika dan Reservoir (GGR) minyak dan gas bumi memeras data/informasi seismik dan petrofisika, memberi inspirasi pemanfaatan teknologi 4 Dimensi (4D) untuk penataan ruang wilayah. Menggunakan teknologi 4D mengupayakan ketelitian dalam pengembangan Tata Ruang Wilayah sekaligus untuk perencanaan, pencatatan/pengukuran, peragaan, pemantauan (monitoring) dan informasi dini.
Pemanfaatan Phytoremediasi untuk Reduksi Beberapa Komponen Logam yang Terkandung dalam Air Limbah Suatu Mud Pit pada Skala Laboratorium M. Udiharto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian phytoremediasi berskala laboratorium, telah dilakukan untuk mereduksi kandungan logam dalam air limbah dari suatu mud pit. Dalam penelitian ini tanaman air dari spesies Azolla microphylla dan Salvina molesta digunakan sebagai absorbernya. Kedua tanaman tersebut dapat menurunkan kandungan logam dengan cukup baik. Selama 12 hari proses phytoremediasi, tanaman air ini dapat mengabsorp kandungan logam tertinggi sebagai berikut Fe, Pb, Cr, Cu, Cd, Co, Ni, Mn, dan Zn sebesar 85,78%, 79.49%, 78.43%, 66.67%, 53.66%, 44,94%, 36.99%,20.45%, 17.76%.
Pembuatan Bahan Bakar Minyak Solar 48 Bertitik Nyala Minimum 55 0 C dan 52 0 C Melalui Cutting Distillation Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini batasan titik nyala yang ditentukan untuk minyak Solar 48 di Indonesia adalah minimum 60°C, yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Oleh karena itu penelitianini bertujuan untuk membuat minyak Solar 48 dengan titik nyala minimum 55oC dan 52oC denganmenggunakan metode cutting distillation. Proses cutting distillation dilakukan terhadapcampuran 50:50 minyak tanah dan minyak solar pada temperatur penguapan distilat berkisarantara 10% sampai 40% dari volume distilat. Sisa campuran bahan bakar yang diperoleh daripemotongan distilasi yang mempunyai angka setana paling mendekati 48 digunakan sebagaikomponen dasar untuk pembuatan minyak Solar 48 bertitik nyala 55o C dan 52oC. Kemudianfraksi nafta digunakan untuk membuat penyesuaian titik nyala.Berdasarkan hasil uji sifat-sifat fisika/kimia minyak solar 48 bertitik nyala 55oC dan 52oC yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sesuai dengan spesifikasi minyak Solar 48 yangberlaku di Indonesia sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006.
Rancang Bangun Adsorben Mercury Removal Lisna Rosmayati; Yayun Andriani; Yusep K. Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar gas bumi (natural gas) mempunyai kandungan merkuri dengan jumlah kecil(trace). Kehadiran merkuri dalam gas bumi sekalipun dalam jumlah yang kecil dinilai merugikankarena dapat menyebabkan korosi pada peralatan dan fasilitas proses di industri migas. Prosesadsorpsi merupakan proses yang paling sesuai untuk memisahkan merkuri dalam gas bumi dan rancang bangun alat adsorpsi merkuri merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan kandungan merkuri dalam gas bumi. Kinerja alat rancang bangun adsorben mercury removal dengan kondisi percobaan menggunakan data optimum dari hasil aktivasi adsorben karbon yang telah dikarakterisasi. Kondisi optimum percobaan yaitu menggunakan adsorben karbon yang berukuran 70 mesh, diaktivasi pada temperature 700o C, direndam setelah aktivasi selama 12 jam dan posisi tabung adsorben vertikal. Hasil pengukuran merkuri (Hg) menunjukkan bahwa adsorben karbon aktif pada kondisi percobaan tersebut mampu menyerap merkuri (Hg) sebesar 27.629,94 μg/m3 .
Pengaruh Surfaktan (DBS dan Fael) dan Kosurfaktan Iso-alkil alkohol terhadap Pembentukan Kelakuan Fase dari Campuran Minyak - Surfaktan - Kosurfaktan - Air Injeksi Hadi Purnomo; Tjuwati Makmur
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum dilakukan peningkatan perolehan minyak secara injeksi kimia, terlebih dahulu dilakukan uji pengaruh jenis surfaktan dodecyl benzene sulfonate (DBS) dan fatty alcohol ethoxylated (FAEL) serta konsentrasi kosurfaktan iso alkyl alcohol terhadap pembentukan kelakuan fase dari campuran minyak-surfaktan-kosurfaktan-air untuk keperluan peningkatan perolehan minyak(enhanced oil recovery/EOR). Berdasarkan hasil uji kelakuan fasa, surfaktan DBS dari campuran minyak-surfaktan-kosurfaktan-air injeksi menghasilkan emulsi fase atas. Selanjutnya, surfaktan FAEL menghasilkan makroemulsi berbentuk gumpalan. Dengan terbentuknya emulsi fase atas dan makroemulsi, berarti kedua jenis surfaktan tersebut memperlihatkan peranannya dalam pembentukan kelakuan fase. Surfaktan DBS dapat digunakan dan surfaktan FAEL tidak dapat digunakan sebagai fluida pendesak untuk keperluan EOR dengan menggunakan metode injeksi kimia, karena menghasilkan emulsi fase atas (surfaktan DBS) dan fase makroemulsi (surfaktan FAEL) yang sangat sulit mengalir dalam media berpori.
Penentuan Model Reservoir Dual Porosity Pseudo Steady State Berdasarkan Analisis Hasil Uji Sumur Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data karakteristik reservoir minyak seperti permeabilitas batuan, faktor skin, tekanan reser voir, batas suatu reservoir dan keheterogenan pada suatu lapisan, dapat diperoleh dengan melakukan analisis hasil uji sumur dari reservoir tersebut. Salah satu uji sumur yang umum digunakan adalah uji pressure buildup (PBU), yaitu dengan menutup sumur setelah diproduksikan selama beberapa lama dengan laju alir konstan. Apabila respon tekanan terhadap waktu selama penutupan dicatat, maka dapat dilakukan analisis untuk memperoleh pola aliran yang terjadi dan juga karakteristik reservoir tersebut diatas.Dalam tulisan ini akan membahas analisis hasil uji pressure buildup dengan menerapkan metode pressure derivative pada sumur minyak W-1 di Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa model reservoir yang didapat adalah dual porosity pseudo steady state dan dibatasi oleh dua bidang yang kedap. Harga ω (storativity ratio) dan λ (koefisien interporosity flow) yang didapat masing masing menunjukkan storage kapasitas matrik yang cukup besar dan permeabilitas matrik kecil, sehingga kontribusi aliran fluida minyak dari matrik ke rekahan kurang memadai. Selain parameter ω dan λ , karakteristik reservoir lain yang didapat adalah tekanan initial, wellbore storage, permeabilitas, skin faktor, flow efisiensi dan radius investigasi. Dari hasil analisis uji pressure buildup yang diperoleh cukup memadai untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan atau pengembangan lapangan tersebut.
Peningkatan Sifat Alir dan Stabilitas Oksidasi Biodiesel dengan Proses Hidrogenasi Parsial (Bagian I): Penggunaan Ni-Al2 O3 Sebagai Katalis Oberlin Sidjabat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati sebagai substitusi minyak diesel/solar yang menjanjikan. Namun masih ada permasalahan dalam hal mutu seperti kestabilan oksidasi dan sifat alirnya yaitu titik tuang dan titik kabut yang sangat penting dalam utilisasi secara komersial. Karakteristik tersebut sangat tergantung pada komponen bahan bakunya yang mengandung asam lemak tak-jenuh.yang mudah teroksidasi membentuk polimer-polimer serta pengaruh kondisi lingkungannya. Untuk mengatasi permasalahan ketidak stabilan produk biodiesel, konsentrasi asam lemak tak jenuh perlu diturunkan melalui proses hidrogenasi parsial dengan bantuan katalis nikel (Ni) berpenyangga (support) alumina (Al2O3). Proses hidrogenasi parsial dilakukan dengan sistem reaktor autoclave berpengaduk dengan temperatur 80oC dan tekanan atmosfir. Karakteristik stabilitas oksidasi dapat meningkat untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan (>10 jam), juga sifat alirnya meningkat secara signifikan dengan penggunaan katalis nikel tersebut.
Stabilitas Oksidasi Castor Oil Sebagai Minyak Lumas Dasar Rona Malam K
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak nabati mempunyai sifat pelumasan yang baik, tetapi stabilitas oksidasinya sangat buruk. Stabilitas oksidasi pada minyak lumas adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh selama pemakaian. Oleh karena itu meningkatkan stabilitas oksidasi adalah teknologi kunci untuk keperluan ini. Dalam penelitian ini digunakan 2 macam cara yaitu pertama dengan penambahan 4 jenis aditif antioksidan yang berbeda yaitu Octadecyl-3-(3,5-di-tert.butyl-4-hydroxyphenyl)-pro pionate (P), Pentaerythritol Tetrakis (F), Phenyl-alpha-naphthylamines (A) dan Zinc Dialkyl dithiophosphate (Zn). Kedua memodifikasi castor oil menjadi produk COME (castor oil methyl ester) dan ECOME (epoxidyzed castor oil methyl ester). Evaluasi stabilitas oksidasi bahan dasar minyak lumas menggunakan metode microoxidation dengan pemanasan 2000C. Kemudian hasilnya dianalisis dengan penentuan bilangan asam, viskositas dan massa deposit, untuk melihat pengaruh penambahan aditif dan perbandingannya terhadap hasilmodifikasi castor oil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aromatic amine (A) adalah aditif paling baik diantara 4 jenis aditif anti oksidan lainnya. Penambahan sebesar 1%-berat aditif aromatik amine dapat menahan stabilitas oksidasi sampai 69% nilai kenaikan TAN nya, sedangkan untuk data viskositas dan massa deposit kenaikannya meningkat sampai 50%. Sehingga diperoleh data bahwa efektifitas penambahan 1 %-berat aditif antioksidan A (jenis Aromatic Amine) yangditambahkan ke dalam castor oil dapat meningkatkan stabilitas oksidasi. COME Gliserol (Castor Oil Methyl Ester Glycerol) sebagai hasil modifikasi castor oil dapat menaikkan ketahanan oksidasi sampai + 50 %.
Teknologi Produksi Green Diesel untuk Pembuatan Bahan Bakar Minyak Alternatif Yanni Kussuryani; Ali Rimbasa Siregar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ancaman krisis bahan bakar minyak dan ketergantungan pada bahan bakar fosil masih cukup tinggi. Faktor utama penyebab kondisi tersebut adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan usaha usaha eksplorasi cadangan baru, peningkatan perolehan minyak, penghematan penggunaan bahanbakar serta menyiapkan energi alternatif pengganti minyak bumi. Pemerintah tengah mencanangkan program pengalihan energi dari energi berbasis bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan biofuel, yang terdiri atas biodiesel, bietanol dan biooil.Metode yang saat ini lazim digunakan untuk memproduksi biofuel adalah teknologi generasi pertama berbasis minyak nabati. Untuk biofuel setara solar yakni biodiesel, diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan bahan baku minyak nabati dan alkohol dengan bantuan katalis basa.Teknologi produksi bahan bakar minyak alternatif untuk mensubstitusi minyak solar terus berkembang seiring dengan peningkatan kebutuhannya. Teknologi produk green diesel merupakan salah satu pilihan untuk memproduksi bahan bakar alternatif setingkat solar yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Berbeda dengan teknologi produksi biodiesel yang dihasilkan melalui proses transesterifikasi, green diesel diperoleh dengan mengadopsi salah satu proses yang adadi kilang minyak bumi yakni hydrotreating. Dengan proses hidrogenasi menggunakan katalis hydrotreating mampu mengubah ikatan senyawa trigliserida dalam minyak nabati menjadi senyawa hidrokarbon rantai parafinik lurus yang menyerupai struktur senyawa hidrokarbon dalam minyak solar. Produk green diesel memiliki kualitas yang lebih baik dari segi angka setana(cetane number), kandungan sulfur serta densitas dari produk yang dihasilkan.Pada penelitian ini diuji beberapa jenis katalis hydrotreating yang sesuai untuk produksi green diesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis NiMo-01 dapat menghasilkan produk green diesel dengan kualitas yang memenuhi syarat untuk dipakai sebagai pengganti minyak solar (automotive diesel oil).

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue