cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Penerimaan Negara Bukan Pajak Dari Hasil Jasa Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agus Salim
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dirasakan oleh lembaga litbang pemerintah sebagai penghambat lajunya pelaksanaan kegiatan usaha pelayanan jasa teknologi, setidaknya bila dibandingkan dengan ketentuan sebelumnya, yakni Keppres Nomor 38 Tahun 1991 tentang Unit Swadana dan Tata Cara Pengelolaannya.Atas dasar banyaknya keluhan dari berbagai pihak, lahirlah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Kedua peraturan tersebut merupakan lex specialis dari rezim PNBP. Artinya, semua PNBP yang khusus berasal dari alih teknologi kekayaan intelektual dan kegiatan pelayanan jasa iptek dapat digunakan langsung oleh perguruan tinggi dan lembaga litbang pemerintah tanpa harus disetor terlebih dahulu ke Kas Negara.
Cadangan dan Produksi Gas Bumi Nasional: Sebuah Analisis atas Potensi dan Tantangannya Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dekade 2000-an dan 2010-an menunjukkan penurunan secara drastis produksi minyak bumi Indonesia secara nasional. Di sisi lain, pada periode yang sama pula situasi produksi dan cadangan gas bumi nasional justru menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Seiring dengan semakin tingginya harga minyak bumi, hal ini telah mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan substitusi kebutuhan energi dalam negeri dengan memanfaatkan cadangan dan produksi gas bumi. Studi ini dilakukan untuk melihat apakah keadaan cadangan gas bumi nasional saat ini memang dapat mendukung kebijakan tersebut, dan tantangan-tantangan apa yang harus dihadapi. Beberapa kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah perlunya untuk didorong komersialisasi dan mobilisasi lapangan-lapangan gas tidak aktif, semakin besarnya kontribusi cadangan-cadangan offshore pada produksi nasional, baiknya tingkat laju pengurasan lapangan-lapangan aktif secara umum, dan perlunya peningkatan usaha bagi mendorong eksplorasi di Kawasan Timur Indonesia. Secara umum cadangan gas bumi nasional dinilai mampu mendukung produksi nasional untuk periode yang cukup panjang, dengan catatan perlunya mengatasi berbagai tantangan alamiah, teknis, dan non-teknis.
Pengaruh dari Kompresibilitas Rekahan pada Estimasi Volume Awal Gas di Tempat Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi volume awal gas alam di tempat (initial gas in place, IGIP) untuk sebuah resevoir gas adalah suatu kegiatan yang memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kaitannya dengan aspek-aspek ekonomis dan teknis operasional. Salah satu metode yang banyak dipakai adalah material balance, di mana praktek umum dilakukan adalah, demi penyederhanaan, pengabaian pengaruh dari faktor kompresibilitas rekahan. Pengabaian ini disinyalir pada kasus-kasus sesuai dapat menimbulkan kesalahan berarti dalam estimasi IGIP. Studi yang hasilnya dipresentasikan dalam makalah ini bertitik berat pada investigasi atas pengaruh dari faktor kompresibilitas rekahan ini pada estimasi IGIP menggunakan metode straight line P/Z material balance. Sebuak lapangan gas di Sumatera bagian Utara yang memiliki kriteria yang sesuai dipakai sebagai sebuah studi kasus. Hasil dari studi iini menunjukkan bahwa di lapangan tersebut potensi untuk terjadinya kesalahan dalam estimasi IGIP (terlalu optimistik)sampai sebesar 21,4%. Hasil utama lain dari studi ini adalah krusialnya peran data sejarah produksi, tekanan, dan data laboratorium atas gas dan batuan.
Crude Oil Grading sebagai Second Reference dalam Penetapan Harga Minyak Bumi Indonesia Adiwar; Baity Hotimah; Wage Martono; Muh Kurniawan; Yuflinawati Away
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu grading dilakukan terhadap Indonesian Crude Oil Basket dan minyak bumi Indonesia lainnya dengan menggunakan suatu program Crude Oil Grading ADBHWMMK&YA. Program ini merupakan sebuah home-made program yang menggunakan Excell dan Visual Basic, yang mengurutkan kualitas minyak bumi berdasarkan API, kandungan sulfur, dan yield distilat serta klasifikasi minyak bumi. Urutan grading terhadap 8 Indonesian Crude Oil Basket, memperlihatkan urutan yang agak sama dengan urutan grading ICP pada Tahun 2000, 2006 dan 2007, dan cukup mendekati urutan grading ICP pada Tahun 2008 dan 2009 (kecuali untuk minyak bumi SLC). Urutan grading yang dihasilkan program ini terhadap urutan grading kedelapan Indonesian Crude Oil Basket, konsisten baik diurutkan secara tersendiri atau bersama dengan minyak bumi Indonesia lainnya. Dengan demikian, program ini potensial untuk digunakan sebagai second reference dalam penetapan ICP. Aplikasi program ini terhadap blending dua atau lebih minyak bumi dapat memperlihatkan kemungkinan adanya efek positif pencampuran terhadap kualitas minyak bumi yang dihasilkan.
Analisis Tingkat Penguapan pada Minyak Lumas Transmisi Milda Fibria; Catur Yuliani R.; M. Hanifuddin
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transmisi roda gigi memungkinkan terjadinya slip yang mengakibatkan terjadinya pemanasan ekstrem di dalam gearbox. Kondisi ini selain dapat mengoksidasi minyak lumas dengan cepat juga akan menyebabkan penguapan berlebih yang berefek pada berkurangnya pelumasan hingga tidak mampu lagi melumasi dengan baik. Untuk mengetahui kehilangan minyak lumas, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa minyak lumas transmisi roda gigi pada laboratorium semi-unjuk kerja minyak lumas. Dengan metode ASTM D 5800, minyak lumas dipanaskan pada suhu 2500C selama satu jam dengan tekanan 2 mbar menggunakan alat uji Noack evaporation tester. Hasilnya adalah pada beberapa minyak lumas roda gigi SAE 90, penguapan yang terjadi cukup besar bahkan mencapai lebih dari 30%. Sehingga pemilihan terhadap base oil dari pelumas haruslah diperhatikan.
Dapatkah Metoda Gayaberat-Mikro 4D Digunakan untuk Memantau Kemajuan Produksi Air (Dewatering) di Reservoir Coalbed Methane? Imam B. Sosrowidjojo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan pengurasan/ produksi air (dewatering) di suatu lapisan reservoir batubara menggunakan metoda gayaberat-mikro 4D adalah usaha pertama dilakukan di dunia. Percobaan awal yang dilakukan di Lapangan Rambutan, Sumatera Basin Selatan, Indonesia diharapkan akan dapat membantu industri dalam menentukan strategi dewatering untuk mengoptimalkan produksi GMB yang akan datang. Secara teori nilai gradien vertikal akan konstan jika hanya terjadi perubahan massa di bawah permukaan, atau nilai gradien vertikal antar waktunya sama dengan 0. Terjadinya perubahan densitas bawah permukaan diindikasikan oleh nilai anomali yang proporsional dengan kondisi bawah permukaannya. Akuisisi data gayaberat-mikro dilakukan dua kali menggunakan Scintrex gravimeter: pada bulan November 2008 dan kemudian disebut sebagai kondisi awal sebelum pengurasan dimulai dan pada bulan September 2009 (proses dewatering sedang berlangsung). Hasil simulasi menunjukkan bahwa area dewatering seperti ditunjukkan oleh anomali negatif dapat dengan jelas digambarkan pada peta anomali gayaberat-mikro 4D. Hasil akhir dari percobaan ini menunjukkan bahwa metoda gayaberat-mikro 4D dapat digunakan untuk memonitor dan menunjukkan efektivitas proses dewatering di suatu lapangan GMB.
Aktivitas Katalis Ni/Zeolit pada Konversi Katalitik Metil Ester Minyak Goreng Jelantah (Mewco) pada Temperatur 450OC Menjadi Senyawa Fraksi Bahan Bakar Donatus Setyawan Purwo Handoko; Triyono Triyono; Morina Morina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas katalis Ni/Zeolit dalam reaksi konversi metil ester minyak goreng jelantah (MEWCO) menjadi senyawa fraksi bahan bakar cair khususnya fraksi solar dan gasoline telah dipelajari. Reaksi konversi berlangsung dalam kolom reaktor sistem fluidized bed yang dioperasikan pada temperatur 450oC selama 30 menit dengan metanol dan butanol sebagai inisiator. Jenis katalis yang dipelajari adalah Ni-1/ H5-NZA, Ni-5/ H5-NZA, Ni-10/ H5-NZA. Metode preparasi katalis melalui teknik modifikasi zeolit alam yang melibatkan proses dealuminasi melalui perlakuan asam (HF 1%, HCl 6 M dan NH4 Cl 0,1 M), proses hidrotermal, kalsinasi dengan N2, oksidasi dengan O2 dan pengembanan logam Ni (1%, 5% dan 10%) melalui teknik impregnasi ‘semi basah’. Jelantah sebagai umpan (feed stocks) sebelum digunakan dalam proses katalitik diesterkan terlebih dahulu dengan menggunakan natrium metoksida (CH3 ONa). Metil ester minyak goreng jelantah (MEWCO) yang diperoleh kemudian diproses dalam reaktor sistem fluidized bed dan katalis Ni/zeolit ditempatkan didalamnya, kemudian uap alkohol (metanol atau butanol) bersama gas nitrogen (carrier gas) dialirkan melalui katalis pada temperatur 450oC. Proses katalitik berlangsung selama 30 menit. Reaksi MEWCO dengan katalis Ni/Zeolit dan alkohol (metanol atau butanol) sebagai inisiator dalam reaktor sistem fluidized bed diperoleh senyawa fraksi bahan bakar cair dalam rentang fraksi solar dan gasoline. Prosen konversi MEWCO menjadi senyawa fraksi bahanbakar cair (total fraksi solar dan gasoline) diperoleh 50,43%. Sedangkan aktivitas katalis yang paling baik dalam reaksi konversi katalitik MEWCO untuk menghasilkan produk selektif terhadap senyawa fraksi solar adalah katalis Ni-5/H5-NZA dengan inisiator butanol, untuk katalis Ni-10/H5-NZA dengan inisiator butanol dihasilkan produk senyawa fraksi gasoline.
Konversi Katalitik Metil Oleat Secara Sekuensial Menjadi Senyawa Biogasoline Donatus Setyawan Purwo Handoko; Triyono Triyono; Narsito Narsito; Tutik D.W; Morina Bangun
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar yang berasal dari fossil sebagai sumber energi saat ini cadangannya sudah semakin menipis, sementara permintaan bahan bakar semakin meningkat. Untuk itu perlu dicari suatu sumber energi terbarukan yang dapat menjadi energi alternatif untuk menggantikan atau mensubtitusi bahan bakar fossil, seperti dari minyak nabati. Penelitian mengenai konversi minyak sawit menjadi bahan bakar biogasoline belum banyak dilakukan sehingga peneliti melakukan penelitian terhadap peluang diperolehnya bahan bakar biogasoline dari metil oleat secara sekuensial. Konversi minyak nabati, metil oleat (metil 9-oktadekenoat) menjadi biogasoline secara sekuensial telah dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: metil 9-oktadekenoat menjadi 1-oktadekanol, 1-oktadekanol menjadi 1-oktadekena dan 1-oktadekena menjadi senyawa alkana serta alkena rantai pendek dengan panjang C12. Proses konversi menggunakan katalis ZSiA dan Ni/ZSiA yang ditempatkan dalam kolom reaktor sistem fixed bed dan dioperasikan pada temperatur 400, 450 dan 500oC. Katalis ditempatkan dalam kolom reaktor fi xed bed pada temperatur 400oC (atau 450 dan 500oC), sambil dialiri gas hidrogen dengan laju alir 0, 20, 30 dan 40 mL/menit. Umpan metil 9-oktadekenoat,1-oktadekanol atau 1-oktadekena dipanaskan dalam evaporator, temperatur 400-500oC. Produk-produk dari proses hidrogenasi katalitik secara sequential terhadap metil 9-oktadekenoat, 1-oktadekanol dengan katalis ZSiA, berturut-turut menghasilkan produk 1-oktadekanol sebesar 87,21%, 1-oktadekena sebesar 20,21%; dan menghasilkan produk alkana dan alkena C12 sebesar 15,29% menggunakan umpan 1-oktadekena, dengan katalis Ni/ZSiA.
Pemanfaatan Bakteri Thiobacillus Thioparus Untuk Mereduksi Kandungan Sulfur dalam Gas Syafrizal Syafrizal; Dianursanti Dianursanti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu solusi untuk mereduksi kandungan sulfur menggunakan mikroba yang bersifat aerob. Jenis mikroba ini dapat mengoksidasi senyawa sulfur untuk menghasilkan energi. Bakteri sulfur dapat menyimpan dan menggunakan sulfur elemental atau komponen organik sulfur untuk metabolisme selnya. Dalam penelitian ini bakteri pereduksi sulfur yang digunakan adalah Thiobacillus thioparus, sedangkan senyawa sulfur yang digunakan natrium tiosulfat (Na2 S2 03) dengan konsentrasi 200,400, dan 600 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat ketahanan bakteri Thiobacillus thioparus terhadap variasi konsentrasi senyawa sulfur secara umum mengalami fase lag pada 12 jam periode inkubasi. Fase eksponensial terjadi pada periode ini, pertumbuhan bakteri yang sangat cepat selama 30 atau 36 jam dan mengalami penurunan populasi pada jam ke-54. Pada tiga perlakuan tersebut semakin tinggi konsentrasi substrat, maka aktivitas bakteri dalam laju reduksi akan semakin besar.
Efek Kandungan Aromatik dalam Minyak Solar terhadap Kinerjanya pada Mesin Diesel Djainuddin Semar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesifikasi Minyak Solar 48 Indonesia menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang dengan cara menganalisis sifat fisika kimia dan uji kinerja pada mesin diesel Isuzu 4JA1 di atas bangku uji multisilinder. Pengaruh variasi kandungan aromatik dalam minyak solar terhadap kinerja mesin diuraikan dalam makalah ini. Hasil pengujian ini bermanfaat untuk memberikan masukan pada Pemerindah dalam menentukan kebijakan spesifikasi minyak solar mendatang.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue