cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 106 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 9 (2026)" : 106 Documents clear
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Diare Balita Di Puskesmas Sumberlawang Luthfiah Nurrohman Putri; Tri Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2348

Abstract

Diare pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan jumlah kasus mencapai 2 miliar setiap tahunnya. Anak usia 1–5 tahun rentan mengalami diare karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Selain itu, pengetahuan ibu berperan penting dalam kejadian diare pada balita. Pengetahuan mengenai kebersihan tangan, penggunaan air bersih, pengelolaan makanan dan minuman, serta kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya diare Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan diare pada balita di Posyandu Desa Sendangsono, Ngargotirto, Sumberlawang Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan sampel 23 anak dari total populasi 30 ibu yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 11 responden (47,8%), mayoritas pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 20 responden (65,5%) sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan pencegahan diare kategori cukup sebanyak 15 responden (65,2%). Kesimpulan :Tingkat pengetahuan pencegahan diare di posyandu Sendangsono mayoritas pada kategori cukup sebanyak 15 responden (65,2%).
Tingkat Pengetahuan Dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Remaja Di SMAN 1 Tambakboyo Tuban Happy Novitasari; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2349

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu masalah kesehatan utama penyebab kematian didunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat pembuluh darah koroner yang memasok oksigen dan nutrisi ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti pola makan, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja dan faktor risiko penyakit jantung koroner pada remaja di SMAN 1 Tambakboyo Tuban. Desain penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 151 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Sebagian besar remaja kelas X di SMAN 1 Tambakboyo Tuban berjenis kelamin perempuan berusia 16 tahun. Tingkat pengetahuan remaja tentang jantung koroner hampir seluruhnya berada pada kategori baik. Berdasarkan faktor Risiko, Sebagian besar memiliki pola makan dalam kategori baik, hampir seluruhnya tidak memiliki kebiasaan merokok, sebagian kecil remaja memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam kategori obesitas, serta hampir seluruh remaja memiliki aktivitas fisik yang baik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penyakit jantung koroner dan hampir seluruhnya tidak memiliki faktor risiko yang tinggi. Namun demikian, masih terdapat sebagian remaja yang memiliki faktor risiko sehingga diperlukan edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku hidup sehat sejak usia remaja.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Anemia Di MAN 1 Tuban Mila Nova Rhamadani; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2350

Abstract

Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang lebih rendah dari nilai normal berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Sebagai protein yang berfungsi mengangkut oksigen, hemoglobin berperan dalam mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh untuk menunjang berlangsungnya proses metabolisme. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tingkat pemahaman remaja putri terkait berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya anemia di MAN 1 Tuban. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden yang terlibat berjumlah 124 remaja putri, yang dipilih dari populasi penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan variabel yang menjadi fokus penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proporsi remaja putri di MAN 1 Tuban yang memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan anemia mencapai hampir separuh dari keseluruhan responden. Dari aspek karakteristik, sebagian besar responden berada pada status IMT normal serta memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir pada jenjang SMA. Adapun berdasarkan kondisi ekonomi keluarga, mayoritas remaja putri berasal dari keluarga yang memiliki pendapatan orang tua ≤ UMR. Remaja putri yang mempunyai pengetahuan memadai mengenai pencegahan anemia umumnya lebih mampu memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan perilaku preventif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, peningkatan konsumsi bahan pangan yang menjadi sumber zat besi, serta kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Pemahaman yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap berbagai faktor yang berisiko menyebabkan anemia beserta dampak yang dapat ditimbulkannya.
Kontrol Diri Dengan Perilaku Agresif Remaja Di SMP Negeri 2 Plumpang Septia Nova Sari; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2351

Abstract

Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Perilaku agresif remaja telah meningkat dari tahun ke tahun. Di Jawa Timur perilaku agresif remaja menempati posisi tertinggi ke−2 setelah Jawa Barat, yaitu sebanyak 511 kasus fisik dan 415 kasus psikis. Pelaku dari kasus tersebut paling banyak dari kalangan teman sebanyak 382 kasus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 247 remaja, dengan jumlah sampel sebanyak 153 remaja yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner BSCS dan BAQ. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 153 remaja, sebagian besar masuk pada kategori kontrol diri sedang sebanyak 92 orang (60,1%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perilaku agresif sedang sebanyak 121 orang (79,1%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman-rho, diperoleh nilai p-value < 0,001, dengan taraf signifikansi < 0,05. Oleh karena itu, dalam konteks ini, H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif remaja di SMP Negeri 2 Plumpang. Simpulan: Perilaku agresif sedang menunjukkan perilaku remaja yang tidak sepenuhnya negatif secara ekstrem. Kontrol diri berperan dalam membantu remaja mengendalikan perilaku negatif. Semakin tinggi tingkat kontrol diri yang dimiliki remaja, maka semakin rendah kecenderungan munculnya perilaku agresif, begitu pula sebaliknya.
Konsumsi Kopi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Wire Nielza Safina Safira Chayyun Najach; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2352

Abstract

Hipertensi ialah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat karena bisa menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu faktor gaya hidup yang diperkirakan bisa memengaruhi tekanan darah ialah kebiasaan konsumsi kopi. Kandungan kafein dalam kopi bisa merangsang sistem saraf pusat sehingga berpotensi menaikkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Penelitian ini memakai metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Wire sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Variabel independen yakni konsumsi kopi, sedangkan variabel dependen yakni kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilaksanakan memakai kuesioner, tensimeter, serta buku Prolanis atau rekam medis. Analisis data memakai uji Spearman Rank. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya 14 responden (35%) memiliki tingkat konsumsi kopi kategori sedang, sedangkan 31 responden (77,5%) mengalami hipertensi. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,065 (p > 0,05), yang memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya tidak ada korelasi yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Wire. Peserta Prolanis diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Penerapan Perawatan Luka Dengan Modern Dressing Alginate Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum Di Klinik Salud Wound Care Septyana Fatma Sari; Fida’ Husain
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2353

Abstract

Ulkus diabetikum adalah salah satu komplikasi dari diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi, ganggren, dan bahkan amputasi jika tidak diobati dengan benar. Perawatan penyembuhan luka wound healing dressing alginate dapat menjaga kelembapan luka, mengurangi edema, menyerap eksudat dan memperkuat jaringan granulasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Pengaruh penerapan perawatan luka menggunakan wound healing dressing alginate terhadap penyembuhan luka ulkus diabetikum di Klinik Salud Wound Care. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden penderita diabetes melitus yang memiliki ulkus diabetik. Perawatan luka dilakukan dengan menggunakan balutan alginate setiap 3 hari sekali selama 2 minggu. Penilaian kondisi luka dilakukan menggunakan instrumen Bates Jensen Wound Assesment Tool (BWAT). Hasil: Sebelum intervensi, skor BWAT pada Tn.B sebesar 32 (grade 2) dan Ny.S skor 36 (grade 2). Setelah penerapan, skor menurun menjadi 24 pada Tn.B dan 29 pada Ny.S. Penurunan skor menunjukka perbaikan karakteristik luka berupa berkurangnya ukuran luka, jumlah eksudat, jaringan nekrotik, serta meningkatnya jaringan granulasi. Tn.B mengalami penurunan skor sebesar 8 skor sedangkan Ny.S sebesar 7 skor. Kesimpulan: Penerapan perawatan luka menggunakan wound healing dressing alginate memberikan hasil yang baik dalam mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum, yang ditundukkam dengan penurunan skor BWAT dan perbaikan kondisi luka kedua responden.
Kepatuhan Diet Rendah Garam Dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Peserta Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Tulus Puji Ningsih; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2355

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat. Salah satu strategi untuk mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah dengan menerapkan diet rendah garam. Namun, kepatuhan peserta Prolanis terhadap anjuran diet rendah garam masih belum optimal sehingga tekanan darah banyak pasien belum mencapai kondisi terkontrol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pada pasien hipertensi peserta Prolanis di wilayah kerja Puskesmas Wire. Penelitian ini menerapkan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian berjumlah 120 peserta Prolanis. Sebanyak 92 responden dilibatkan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik incidendal sampling. Data kepatuhan diet rendah garam diperoleh melalui kuesioner MMAS yang telah dimodifikasi, adapun pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet rendah garam, 51 orang (55,4%), dan sebagian besar memiliki tekanan darah tidak terkontrol, 53 orang (57,6%). Hasil tabulasi silang memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden yang tidak patuh terhadap diet rendah garam mengalami tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 45 orang (84,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Terdapat hubungan antara kepatuhan diet rendah garam dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, Penerapan diet rendah garam secara patuh perlu dijadikan sebagai komponen penting dalam pengelolaan hipertensi yang berkesinambungan.
Paparan Asap Rokok Di Lingkungan Rumah Pada Balita Pneumonia Di Puskesmas Tuban Tafrihatul Fuadia; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2356

Abstract

Tingginya angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada anak balita salah satunya disebabkan oleh pneumonia, di mana asap rokok di lingkungan rumah menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Kondisi kesehatan respirasi balita ini sangat rentan terhadap faktor eksternal, termasuk polusi asap rokok di area tempat tinggal. Paparan sekunder dari anggota keluarga yang merokok memaksa anak menjadi perokok pasif yang rentan menghirup bermacam-macam polutan toksik. Studi ini dirancang untuk menganalisis gambaran paparan asap rokok pada lingkungan balita pneumonia yang berobat di Puskesmas Tuban. Pendekatan deskriptif dipilih sebagai desain dalam penelitian ini. Lingkup populasi sasarannya adalah seluruh pasien balita dengan diagnosis pneumonia di Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, yang berjumlah 57 anak. Melalui teknik convenience sampling yang dihitung menggunakan formula Slovin, diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Data dikumpulkan memakai kuesioner khusus yang memuat 7 butir pertanyaan terkait tingkat paparan asap rokok. Selanjutnya, data diolah melalui analisis univariat dan disajikan secara visual dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berusia 1–3 tahun dan sebagian kecil balita berusia usia 4–5 tahun. Berdasarkan tingkat paparan asap rokok, sebagian besar balita berada pada kategori paparan tinggi, hampir setengahnya balita dalam kategori paparan rendah, dan sebagian kecil balita tidak terpapar. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa paparan asap rokok ditemukan pada seluruh kelompok usia balita pneumonia, dengan akumulasi kasus terbanyak kelompok usia 1–3 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas balita penderita pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tuban, Kabupaten Tuban, hidup dalam lingkungan rumah dengan tingkat paparan asap rokok yang tinggi. Mengacu pada hasil tersebut, intervensi edukasi perlu digalakkan guna meningkatkan kesadaran orang tua mengenai dampak buruk asap rokok. Hal ini menegaskan pentingnya menciptakan rumah bebas asap rokok sebagai upaya melindungi kesehatan balita.
Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tuban Sulimatu Sa’diyah; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2357

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada sebagian kelompok lanjut usia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Berbagai faktor dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi salah satunya status gizi. Status gizi yang berlebih dapat memengaruhi kondisi kesehatan lansia, termasuk tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menjadi anggota aktif program prolanis dipuskesmas tuban, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya lansia yang menderita hipertensi memiliki status gizi berlebih. Uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga menunjukan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Hubungan antara status gizi dan kejadian hipertensi menunjukan, peningkatan indeks massa tubuh pada lansia dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Kelebihan status gizi dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berdampak pada peningkatan resistensi pembuluh darah dan beban kerja jantung. Temuan ini memperkuat teori bahwa status gizi merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi pada lansia.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Ananda Dwi Agustira; Wahyuningsih Triana N; Wahyu Tri Ningsih; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2358

Abstract

Diabetes melitus tergolong penyakit yang angka kejadiannya kian bertambah dari waktu ke waktu, sehingga menjadi perhatian kesehatan masyarakat di banyak negara termasuk Indonesia. Komplikasi serius dapat timbul apabila penyakit ini tidak dikendalikan dengan baik. Kejadian diabetes melitus dipengaruhi oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah maupun yang dapat diubah, seperti aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan faktor tersebut dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi berjumlah 105 anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, dengan 83 responden dipilih sebagai sampel melalui simple random sampling. Aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi menjadi variabel independen, sedangkan kejadian diabetes melitus sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik (p=0,008), pola makan (p=0,007), dan hipertensi (p=0,001) dengan kejadian diabetes melitus. Sebaliknya, obesitas (p=0,934) dan perilaku merokok (p=0,784) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengendalian kadar glukosa darah pada anggota prolanis dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko sehingga diperlukan pengelolaan diabetes melitus secara komprehensif. Upaya pengendalian faktor risiko melalui edukasi, pemantauan rutin, serta penerapan gaya hidup sehat di pelayanan kesehatan primer berperan enjaga kestabilan glukosa darah serta menekan risiko komplikasi.

Page 1 of 11 | Total Record : 106