cover
Contact Name
-
Contact Email
lkp2m@uin-malang.ac.id
Phone
+6285173116244
Journal Mail Official
lkp2m@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Gedung Jenderal Besar H.Muhammad Soeharto (Sport Center) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LoroNG
ISSN : 26848171     EISSN : 18299245     DOI : https://doi.org/10.18860/lorong.v
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan sebagai wadah pengkajian sosial dan budaya. Jurnal ini bertujuan menjadi tempat pengembangan kemampuan kritis dan analitis mahasiswa serta menjadi sarana untuk menggairahkan kembali tradisi menulis di kalangan akademisi. Lorong memuat tulisan ilmiah populer, gagasan orisinal yang kritis dan segar, serta ulasan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Juni dan Desember setiap tahun oleh UKM LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2013)" : 11 Documents clear
Ritual “Bersih Desa” dalam Arus Modernisasi (Studi Pelestari Budaya di Desa Dinoyo, Malang) Rohmah, Ichmi Yani Arinda
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.237

Abstract

Ritual”Clean Village” is onetraditionthat isstillpreservedby thesocietyinDinoyo, Lowokwaru, Malang. Based onresearch conductedbyqualitativedescriptiveapproachandexaminecase studiesmention thatculturalcommunitieswhile maintainingthe traditional values of ritual”Clean Village” as a motivator forpeople toacquiremore advancedlife. The results ofa descriptivequalitativestudynotonlydescribes theefforts ofthe communityto maintain the traditionalsoexplains the historyandmeaningofthe tradition of”Clean Village” which isimplementedin theroutineDinoyo. Ritual “Bersih Desa” merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan telaah budaya studi kasus menyebutkan bahwa masyarakat tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi ritual “Bersih Desa” sebagai motivator masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih maju. Hasil penelitian kualitatif deskriptif tidak hanya menjelaskan tentang upaya masyarakat mempertahankan tradisi juga menjelaskan sejarah dan pemaknaan dari tradisi “Bersih Desa” yang dilaksanakan secara rutinitas di Kelurahan Dinoyo.
Pendidikan Pesantren Sholihun Likulli Zaman Wa Makan Hardiansyah, Tina Siska
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.238

Abstract

Indonesian education today has been far from the goal tafaqquh fi ad-deen. Instead various educational institutions became one machine controller protégé life and led them to become man who stuck by worldly materialism and spirituality increasingly away from the soul, not to mention the Islamic world. Not a bit of boarding school education that has been washed away global education bring their students to be human beings with bodies without mind, without critical power and creativity. Everything has been programmed, uniform and standardized. Therefore, Boarding schools must restore educational purposes; tafaqquh Fi ad-din to print generation of intelligent and virtuous character. Pendidikan Indonesia hari ini telah jauh dari tujuan tafaqquh fi ad-diin. Sebaliknya berbagai lembaga pendidikan justru menjadi satu mesin pengendali kehidupan anak didik dan menggiring mereka untuk menjadi insan yang terpasung oleh materialisme duniawi dan kian jauh dari ruh spiritualitas, tak terkecuali dunia pesantren. Tidak sedikit pendidikan pesantren yang telah jauh terbawa arus pendidikan global yang membawa anak didiknya untuk menjadi manusia-manusia dengan tubuh-tubuh tanpa pikiran, tanpa daya kritis dan kreativitas. Semuanya telah diprogram, diseragamkan dan distandardisasi. Oleh karenanya, Pesantren harus mengembalikan tujuan pendidikan; tafaqquh fi ad-din untuk mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti.
Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Keluarga, Menyongsong Indonesia Emas 2045 Wakhidah, Nafisatul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.239

Abstract

This study discusses parenting , place -based educational environment family as the first and foremost in instilling the values of anti -corruption to children to commemorate 100 years of independent Indonesia . The study was conducted by using the method of Participatory Action Research ( PAR ) , in order to see the extent to which people can understand and apply in life when instilling moral values to the children’s anti -corruption . Data collected by triangulation method ; method of observation , Group Discussion , interview and audio material in the form of documents and written documents . The informant obtained as many as 10 people through purposive sampling in search of PKK members Merjosari RW 12 villages . The study findings revealed through a review theory of planned behavior ( TPB ) that some informants have characteristic local genius in instilling the values of anti -corruption to his son . As well , it has been a change in parenting the child who makes the informant informant wiser and children show considerable changes in their daily behavior . Penelitian ini membahas tentang pengasuhan anak, tempat mendidik yang berbasis keluarga sebagai lingkungan pertama dan paling utama dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada anak untuk menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Partisipatory Action Research (PAR), guna melihat sejauh mana masyarakat dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupan ketika menanamkan nilai-nilai moral anti korupsi kepada anak. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode; metode observasi, Forum Group Discussion, wawancara mendalam dan dokumen berupa materi audio serta dokumen tertulis. Informan diperoleh sebanyak 10 orang melalui penelusuran purposive sampling pada anggota PKK RW 12 kelurahan Merjosari. Temuan penelitian mengungkapkan melalui tinjauan teori perilaku terencana (TPB) bahwa beberapa informan memiliki ciri khas local genius dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada anaknya. Serta, telah adanya perubahan pola pengasuhan informan terhadap anaknya yang menjadikan para informan lebih bijaksana dan anak menunjukkan perubahan yang lumayan dalam perilaku kesehariannya.
Metode Tabulasi Wazan (Inspirasi Belajar Shorof Mudah dan Praktis) Prasetiyo, Agung
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.240

Abstract

Arabic language is an Islamic language due to Islamic percepts are based on Arabic language. Hence, learning Arabic language grammatically is a customary for those who learn it. The status quo in fact shows that grammatical Arabic language are commonly learned in boarding school or even in formal school. Based on data researched shows that Shorof (morphology) is considered difficult to be learned. This research is an experiment to examine “tabulasi wazan” method in order to prove whether this method is able to improve the students ability in learning shorof or not. Bahasa Arab merupakan bahasa Islam karena sumber ajaran Islam berbahasa Arab.Oleh karena itu, mempelajari tata bahasa Arab adalah sebuah keniscayaan bagi setiap orang yang mempelajarinya.Fakta di lapangan menunjukkan bahawa tata bahasa Arab umumnya diajarkan di pondok pesantren maupun di sekolah formal.Data yang di dapat peneliti di lapangan menunjukkan bahwa shorofmasih menjadi hal yang masih dianggap sulit. Penelitian ini berupa eksperimen untuk menguji metode tabulasiwazan yang bertujuan untuk membuktikan apakah dengan metode tersebut dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam mempelajari shorof.
Konstribusi Pesantren dalam Memfilter Modernisasi Sosial Budaya Masyarakat Hassan, Muhammad N
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.241

Abstract

Pesantren (Islamic boarding school) as religious educational institutions as well as community, was able to play its role as a renewal precursor. The existence of Islamic boarding school in fact willing to give alternative bids model of education, thought and action. This proved to be Islamic boarding school as the oldest educational institutions and survive amid the current transformation of socialcultural swiftly. Sociocultural alteration can be overcome with five elements. These elements are the elements that can form a Islamic boarding school, that Kiai (priest), mosque, dormitories, santri (student of Islamic boarding school), and kitab kuning (classical textbook). These elements have a function as sociocultural education in shaping behavior of sociocultural. Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan sekaligus kemasyarakatan, ternyata mampu memainkan peranannya sebagai pelo0(perubahan) sosial budaya masyarakat. Perubahan sosial budaya tersebut dapat diatasi dengan lima elemen. Elemen-elemen tersebut adalah unsur yang dapat membentuk pondok pesantren, yaitu kiai, masjid, asrama, santri, dan kitab kuning. Unsur-unsur yang membentuk pesantren tersebut berfungsi sebagai sarana pendidikan dalam membentuk perilaku sosial budaya masyarakat.
Analisis Vegetasi dan Pendugaan Cadangan Karbon Tersimpan pada Tanggul Lumpur Lapindo Setiawan, Bagus
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.242

Abstract

The dike area has been 7 years up to now. During this time, there has been a natural process of succession as marked by the emergence of new vegetation. Mud area has considerable potential to store carbon reserves. This study was conducted to assess levee vegetation in the area through the analysis of vegetation carbon stocks and savings on necromassa and undergrounds plants. Line transects sampling and carbon reserve deposits with allometric equation are used as the research methods. Results showed succession in the Lapindo hot mud dike beginning class or competition and reaction. 35 different types of plants with 324 as the number of species in a 0,001 acre (324.000 species/ha). The highest diversity index is seen at station 7 (2,58498) and the lowest at station 1 (0,96336). The highest dominance index is emerged at station 2 (0,447488) and the lowest at station 7 (0,090868). The amount of stored carbons in the underground plant reaches 242,597 tons and necromassa plant reaches 193,743 tons. Umur areal tanggul hingga sekarang kurang lebih 7 tahun. Selama waktu tersebut telah terjadi proses suksesi secara alami dengan ditandai munculnya vegetasi baru. Areal lumpur memiliki potensi yang cukup besar dalam menyimpan cadangan karbon. Penelitian ini dilakukan untuk mendata tumbuhan di areal tanggul melalui analisis vegetasi dan simpanan cadangan karbon pada tumbuhan bawah dan nekromassa. Metode sampling penelitian menggunakan transek garis dan simpanan cadangan karbon dengan persaman Allometrik. Hasil menunjukkan proses suksesi di tanggul lumpur panas Lapindo pada tahap awal atau kompetisi dan reaksi. Ditemukan 35 jenis tumbuhan bawah dengan jumlah spesies sebanyak 324 dalam 0,001 hektar (324.000 spesies/ha). Indeks keanekaragaman tertinggi pada stasiun 7 (2,58498) dan terendah pada stasiun 1 (0,96336). Indeks dominansi tertinggi pada stasiun 2 (0,447488) dan terendah pada stasiun 7 (0,090868). Jumlah cadangan karbon tersimpan pada tumbuhan bawah mencapai 242,597 ton dan nekromassa mencapai 193,743 ton.
Jam Karet dan Tradisi yang Membudaya Hajar, Siti Laitatul
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.243

Abstract

Hours rubber as a tradition, has been so ingrained in the habits of Indonesian society. This fact certainly affects the performance of Indonesian nation in their work activities, as well as in the international competition of nations. Hours rubber thus becomes ambivalent, as obstacles to progress, and as a tradition that has been fundamental in Indonesian culture. This article will studies rubber watch that has become a tradition in Indonesia, and solution-step to uncover regardless of it bridle. Jam karet sebagai sebuah tradisi, telah begitu mendarah daging dalam kebiasaan masyarakat indonesia. Kenyataan ini tentu berpengaruh pada kinerja bangsa indonesia dalam aktifitas pekerjaan mereka, juga dalam persaingan internasional bangsa-bangsa. Jam karet dengan demikian menjadi ambivalen, sebagai hal yang menghambat kemajuan, dan sebagai tradisi yang sudah mendasar di kebudayaan indonesia. Artikel ini akan membincang jam karet yang sudah menjadi tradisi di indonesia, dan mengungkap langkah solutif untuk terlepas dari jeratnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Membentuk Perilaku Peserta Didik Perkasa, Gencar S
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.244

Abstract

As the rapid growth of the Internet, advances in technology and globalization crashing into all aspects of life. Despite a late start, the development of the Internet in Indonesia is very promising. It spread quickly to the realm of national education. Various innovations were born and grown titled e-education such as e-learning, e-books, e-journals and so on. Support the learners in improving academic skills to meet the competition era of Information and Communication Technology (ICT) in the international arena. Various facilities always accompany the learning process. Changes in lifestyle and behavior of the students color the integration of the Internet into the government declared education through its curriculum in 2013. Behavioral changes learners make a new issue for education providers. Seiring berkembang pesatnya internet, kemajuan teknologi dan globalisasi menerjang ke segala lini kehidupan. Walaupun start terlambat, perkembangan internet di Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini menjalar hingga ke ranah pendidikan nasional. Berbagai inovasi lahir dan berkembang bertajuk e-education seperti e-learning, e-book, e-journal dan sebagainya. Menunjang para peserta didik dalam meningkatkan kemampuan akademis menyongsong persaingan era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di percaturan internasional. Berbagai kemudahan senantiasa mengiringi proses belajar mengajar. Perubahan gaya hidup dan perilaku peserta didik mewarnai pengintegrasian internet ke dalam pendidikan yang dicanangkan pemerintah melalui kurikulum 2013-nya. Perubahan tingkah laku peserta didik menjadikan persoalan baru bagi penyelenggara pendidikan.
Internalisasi Budaya Nusantara dalam Pendidikan menuju Kepemimpinan Ideal War’i, Muhammad
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.245

Abstract

The ideal leadership is one of the conditions the formation of social order required dignified preparation of various circles that central to the community it self.Today,our country is experiencing a crisis of leadership ideal. It proved to corruption still rampant.To meet the ideal of leadership in this country, premises must prepare thenation’s cultural character generation without circum scribed by traditions and culture soutside. Kepemimpinan yang ideal merupakan salah satu syarat terbentuknya tatanan masyarakat yang bermartabat yang diperlukan persiapan matang dari berbagai kalangan yang sentralnya pada masyarakat itu sendiri. Kini, negeri kita tengah mengalami krisis kepemimpinan ideal. Itu terbukti dengan KKN yang masih meraja lela. Untuk menyongsong kepemimpinan yang ideal di negeri ini, Indoensia harus mempersiapkan generasi yang berkarakter kebudayaan bangsa tanpa terkungkung oleh tradisi dan budaya luar.
Pelestarian Wayang Kulit sebagai Alternatif Pemerkuat Jati Diri Bangsa Nisa’, Hilwin
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v3i1.246

Abstract

WayangKulit as one of the original culture of the land art existing Java before entering Hinduism to Java, until Islam came and made WayangKulit as a medium for his message. Many of the messages conveyed in the play puppet show. Therefore, preserving the puppet is a liability. In addition to the moral education media, WayangKulitcan foster a love of the nation of Indonesia, as well as the identity of the Indonesian nation with other nations. Wayang kulit sebagai salah satu seni budaya asli dari tanah Jawa yang ada sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa, hingga akhirnya Islam datang dan menjadikan wayang kulit sebagai media dakwahnya. Banyak pesan yang disampaikan dalam lakon pertunjukan wayang kulit. Oleh karena itu, melestarikan wayang kulit adalahsebuahkewajiban. Selain sebagai media pendidikan moral, wayang kulit dapat memupuk rasa cinta pada bangsa Indonesia, serta menjadi identitas antara bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 11