cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Agustus 2022" : 7 Documents clear
Pendidikan Kristiani dalam Membentuk Kesadaran Politik: Upaya Mendorong Partisipasi Politik dalam Prinsip Etis Teologis Meilianti, Saur
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.92

Abstract

The research in this article explores the critical role of Christian education in shaping political awareness that rests on theological ethical principles. The main focus is on the church's efforts to encourage responsible political participation based on moral and Biblical values. The principle of Christianity becomes the foundation that encourages individuals and communities in Christianity to be actively involved in supporting the running of elections. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the importance of Christianity understanding Political Theoretical Studies in a Theological Context because Christian education influences individual and communal political perceptions and attitudes and plays a vital role in providing a deep understanding and understanding of civic responsibility based on Christian values where Christian education and citizenship as political participants must be sustainable. Furthermore, the contribution of the Church and the Ethical Implications of Christian Education in Politics will, in turn, bring about positive changes in the broader society by Christian moral principles.AbstrakPenelitian dalam artikel ini mengeksplorasi peran penting pendidikan Kristen dalam membentuk kesadaran politik yang bertumpu pada prinsip etis teologis. Fokus utamanya adalah pada upaya gereja dalam mendorong partisipasi politik yang bertanggung jawab dan berdasarkan nilai-nilai moral dan nilai Alkitabiah. Prinsip Kekristenan menjadi landasan yang mendorong individu maupun komunal dalam kekristenan untuk terlibat secara aktif mendukung berjalannya pemilihan umum. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya kekristenan mengerti Kajian Teoritik Politik dalam Konteks Teologis, sebab pendidikan Kristen memengaruhi persepsi dan sikap politik individu, maupun komunal serta memainkan peran penting dalam memberikan pemahaman dan pengertian yang mendalam tentang tanggung jawab kewarganegaraan yang berbasis pada nilai-nilai kekristenan. Di mana pendidikan Kristen dan kewarganegaraan sebagai partisipan politik harus berkelanjutan. Selanjutnya kontribusi Gereja dan Implikasi Etis Pendidikan Kristen dalam Politik yang sampai pada gilirannya akan membawa perubahan positif dalam masyarakat yang lebih luas sesuai dengan prinsip-prinsip moral Kristen. 
Kajian Filosofis Pendidikan Agama Kristen dalam Kehidupan Orang Percaya di Era Posmodern Marbun, Lidia; Saragih, Jan Romi Perdana
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.149

Abstract

AbstractChristian religious education cannot be separated from philosophy, because after all the Bible, especially the New Testament, is influenced by philosophy. One of the great foundations of Christian religious education is the philosophical foundation. But there are significant differences between secular philosophy and Christian philosophy, namely regarding the philosophical basis to the practical. So, in understanding the principles and practice of Christian religious education, it is necessary to have a solid foundation in eroding secular philosophies that greatly affect the church and students so that it does not achieve the goals of Christian religious education being held because the philosophy that enters Christian religious education emphasizes the autonomy of the ratio compared to authority. Allah is the causality of everything. Philosophy is very systematic and critical in drawing conclusions, not infrequently eventually this rationality makes the Bible lose its place as the main source in explaining metaphysics, epistemology, and axiology which is replaced with logical thinking which often even contradicts the Scriptures. By using qualitative methods, the author examines the philosophical meaning of Christian Religious Education.  AbstrakPendidikan Agama Kristen tidak dapat dipisahkan dari filsafat, karena bagaimanapun Alkitab khususnya Perjanjian Baru dipengaruhi oleh filsafat. Salah satu landasan besar mengenai pendidikan agama Kristen adalah landasan filosofis. Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara filsosofi sekuler dan filosofi Kristen, yaitu mengenai dasar filosofis hingga praktisnya. Maka dalam memahami prinsip dan praktis pendidikan agama Kristen, perlu fondasi yang kokoh dalam mengikis filosofi sekuler yang sangat mempengaruhi gereja dan peserta didik sehingga tidak mencapai tujuan dari pendidikan agama Kristen tersebut diselenggarakan, dikarenakan filsafat yang masuk kedalam pendidikan agama Kristen begitu menekanankan otonomi rasio dibandingkan otoritas Allah sebagai kausalitas segala sesuatunya. Filsafat sangat sistematis dan kritis dalam mengambil kesimpulan, tidak jarang akhirnya rasionalitas tersebut membuat Alkitab kehilangan tempat sebagai sumber utama dalam menjelaskan metafisika, epistemologi, maupun aksiologi yang digantikan dengan pemikiran logika yang bahkan kerapkali menentang Kitab Suci Alkitab. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis mengkaji pemaknaan filosofis Pendidikan Agama Kristen. 
Kolaborasi Sistem Among dengan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Oktavianti, Nelci; Sutrisno, Sutrisno; Putrawan, Bobby Kurnia
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.147

Abstract

Education in Indonesia now requires competent teachers with the competencies they have. The competencies referred to here are paedagogic, personality, social, professional, and spiritual competencies. The five competencies must be carried out in an integrated manner by the PAK teacher. While the among system can encourage educators to be role models, motivators, and encouragement for students. In the among system, in which there is a philosophy, Ing Ngarsa Sun example, the Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. Collaborate the competence of PAK teachers with the system. This study was conducted using qualitative methods, through this study we can find out the collaboration between the system with the competence of teacher PAK. So by collaborating the competence of PAK teachers with the among System, teachers are expected to be role models, motivators, facilitators, and responsible for creating generations of believers, free-born, independent, disciplined, intelligent, skilled, and responsible for themselves, their families, and communities. AbstrakPendidikan di Indonesia sekarang sangat memerlukan guru-guru yang kompeten dengan kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi yang dimaksud disini adalah kompetensi paedagogik, kepribadian, social, professional dan spiritual. Kelima kompetensi harus dilakukan secara integrasi oleh guru PAK. Sedangkan sistem among dapat mendorong pendidik menjadi teladan, motivator dan pendorong bagi peserta didik. Dalam sistem among, yang di dalam terdapat falsafah, Ing Ngarsa Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Mengkolaborasikan kompetensi guru PAK dengan sistem among. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui penelitian ini kita dapat mengetahui kolaborasi sistem Among dengan kompetensi guru PAK. Sehingga dengan mengkolaborasikan kompetensi guru PAK dengan sistem among, guru diharapkan mampu menjadi panutan, motivator, fasilitator, dan bertanggung jawab dalam menciptakan generasi-generasi yang beriman, merdeka lahir batin, mandiri, displin, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab atas dirinya, keluarga, dan masyarakat.
Pendidikan Kristiani Membangun Nilai Spiritualitas Remaja Kristen Agata, Bulanda; Barus, Mariani; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.150

Abstract

Christian education is education that teaches about God's divinity in the form of teaching that is given systematically and continuously in order to teach everyone by instilling good attitudes, positive values which can build the right character through teaching from the Bible can also form skills. even good and right conduct through Christian faith. This research was conducted using a qualitative method with a library study approach, by collecting data from journal articles that were in accordance with the topic of the problem raised. Then it was concluded that: Christian education has a very positive influence on young people, namely, from Christian education young people will get a sense of comfort and calm, they will be taught many things so they can be closer to God. Christian education is very useful in educating the character of young people to be better  AbstrakPendidikan Kristen adalah pendidikan yang mengajarkan tentang keilahian Tuhan dengan bentuk pengajaran yang di berikan secara sistematis serta berkelanjutan guna memberikan pengajaran kepada semua orang dengan menanamkan sikap yang baik, nilai-nilai yang positif dimana dapat membangun karakter yang benar melalui pengajaran dari Alkitab juga dapat membentuk keterampilan bahkan tingkah laku yang baik dan benar melalui iman kekeristenan. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode kualititaif dengan pendekatan studi Pustaka, dengan pengumpulan data-data dari artikel jurnal yang sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat. Maka disimpulkan bahwa: Pendidikan Kristen ini sangat memberi pengaruh yang positif kepada anak-anak muda yaitu, dari pendidikan Kristen anak muda akan mendapat rasa nyaman dan tenang, mereka akan di ajarkan banyak hal supaya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Pendidikan Kristen sangat bermanfaat mendidik karakter anak-anak muda menjadi lebih baik
Dampak Adiksi Gadget terhadap Perkembangan Kerohanian Anak: Sebuah Studi Kasus pada Siswa Star Generation School, Manembo–Nembo, Bitung Mawey, Hizkia Elfran
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.53

Abstract

The use of gadgets for early childhood development can significantly influence the growth and development of early childhood both physically and mentally. The impacts and influences that arise can be positive or negative influences on child development. Children used to gadgets will impact their thinking ability and creativity, damaging morals and religious values. Gadgets cause reduced social interaction between children and the surrounding environment, making children tend to be too lazy to move and rarely do activities; gadgets can also impact the development of speaking ability. In addition, using gadgets properly and correctly in early childhood can be a medium of stimulation that can optimize child development. Conversely, excessive and unsupervised use of gadgets will also harm children's spiritual development in the future. AbstrakPenggunaan gadget bagi perkembangan anak usia dini dapat memberikan dampak dan pengaruh yang berarti bagi tumbuh kembang anak usia dini baik secara fisik maupun mentalnya. Dampak dan pengaruh yang ditimbulkan dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan anak. Anak yang terbiasa menggunakan gadget akan berdampak pada kemampuan berpikir dan kreativitasnya, dapat berakibat pada kerusakan moral serta nilai-nilai agama, gadget menyebabkan interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitar berkurang, membuat anak cenderung malas bergerak dan jarang beraktivitas motorik, gadget juga dapat memberikan dampak dalam mengembangkan kemampuan berbicara. Selain itu, penggunaan gadget secara tepat dan benar oleh anak usia dini akan dapat menjadi suatu media stimulasi yang mampu mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan anak. Sebaliknya, pemakaian gadget yang secara berlebihan dan tanpa pengawasan juga akan berakibat buruk bagi perkembangan kerohanian anak dimasa mendatang.         
Pengaruh Intensitas Pengaksesan Konten Pornografi terhadap Spiritualitas Generasi Milenial Kristen Cahyono, Heru; Lasfeto, Aser; Ha’e, Johans
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.98

Abstract

The purpose of this research is to test, find out, prove and obtain data on the effect of pornography on Christian millennial students. Researchers analyzed research data to determine the effect of accessing internet content containing pornography on the spiritual behavior of Christian millennial students at SMA Negeri 33 Jakarta. The method used is quantitative with SPSS software analysis. The research sample was 40 people, taken using the non-probability sampling technique, the construction validity approach was carried out with one-time interaction and the reliability coefficient calculation was carried out using the Alpha Crombach formula. The instrument used in collecting data is a closed questionnaire or questionnaire with a Likert model scale, testing the validity of the instrument with the person product moment formula. The results showed that the influence of the intensity of accessing content containing pornography on the spirituality of the Christian Millennial generation at SMA Negeri 33 Jakarta) on the spirituality of the Christian millennial generation (Y) based on the variance (coefficient of determination) of 0.754 or 75.4%. This shows that the factor of accessing internet content containing pornography contributes less effectively or can be said to be fairly normal at 75.4% to the spiritual millennial generation and the remaining 24.6% is influenced by other factors. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji, mengetahui, membuktikan dan memperoleh data terhadap pengaruh pornografi bagi peserta didik milenial kristen. Peneliti menganalisis data penelitian untuk mengetahui pengaruh pengaksesan konten internet yang mengandung pornografi terhadap perilaku spiritual peserta didik millennial Kristen di SMA Negeri 33 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis software SPSS. Sampel penelitian sebanyak 40 orang, diambil dengan menggunakan teknik nonprobability sampling, pendekatan validitas kontruksi dilakukan dengan interaksi sebanyak satu kali dan perhitungan koefisien reabilitasnya dilakukan dengan rumus Alpha Crombach. Instrumen yang dilakukan dalam mengumpulkan data adalah kuesioner atau angket tertutup berpolakan skala model likert, pengujian validitas instrument dengan rumus person product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh intensitas pengaksesan konten yang mengandung pornografi  terhadap spiritual generasi Milenial Kristen di SMA Negeri 33 Jakarta Berdasarkan penghitungan koefisien korelasi dikuadratkan maka diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 0,754 atau 75,4%, artinya pengaruh antara pengaksesan konten internet yang mengandung pornografi (X) terhadap spiritual generasi milenial kristen (Y) berdasarkan varians (koefisien determinasi) sebesar 0,754 atau 75,4%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor pengaksesan konten internet yang mengandung pornografi memberikan kontribusi kurang efektif atau dapat dikatakan terbilang normal 75,4% terhadap Spiritual generasi milenial dan sisanya 24,6% dipengaruhi oleh faktor lain. 
Peran Orang tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Era Society 5.0 Lasurital, Silvy Rolis; Anabertus, Hesty Rolis; Dayanti, Iis; Zega, Ridwan Putra; Siahaan, Ruth Judica
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.148

Abstract

Era society 5.0 anak-anak tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya perangkat seluler yang membuat anak menyukai perangkat seluler. Terutama bagi anak usia dini yang sudah diajarkan untuk memakai perangkat seluler yang di dalamnya tentu memiliki konten yang tidak wajar atau pantas bagi anak usia dini, dikarenakan orang tua sepatutnya memahami dan terus mengawasi serta melihat apa yang telah dicari oleh anak tersebut sehingga anak tetap dalam batasannya sesuai kebutuhannya. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Perkembangan teknologi di era society 5.0 mengharuskan semua orang tua maupun keluarga memiliki perangkat seluler di rumah. Saat perangkat seluler berada di dalam sebuah keluarga atau digunakan oleh orang tua, ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan guna menghadapinya supaya dapat hidup bersama dengan teknologi setiap harinya. Oleh karena itu peranan orangtua terhadap pendidikan anak usia dini di era society sangat dibutuhkan untuk membantu dan membatasi anak dalam menggunakan perangkat seluler tersebut. Perkembangan teknologi di era society 5.0 mengharuskan orang tua maupun keluarga mampu berpengaruh bagi anak, supaya dapat mengikuti dan mampu menggunakan kecanggihan teknologi dengan sebaik mungkin. Sebab orang tua seharusnya menjadi pengawas dan pembimbing di dalam keluarga dengan serius untuk mengkomunikasikan dan menjelaskan teknologi sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7