cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2013)" : 4 Documents clear
KEBUTUHAN STANDAR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SUMBER ENERGI BARU (BIOGAS) Suminto Suminto; Danar Agus Susanto; Reza Lukiawan
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.654

Abstract

Saat ini energi menjadi persoalan yang krusial di dunia. Meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk, pertumbuhan industri, dan transportasi menyebabkan terjadinya peningkatan permintaan akan kebutuhan energi. Konsumsi bahan bakar minyak yang seringkali tidak seimbang dengan jumlah produksinya mengakibatkan terjadinya defisit, sehingga kebutuhan harus dipenuhi dengan cara mengimpor bahan bakar minyak tersebut. Upaya untuk menurunkan angka pemakaian energi dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain melalui efisiensi energi, konservasi energi dan diversifikasi energi. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak adalah dengan pengembangan sumber energi alternatif melalui biogas sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan standar terkait dengan skema pengembangan energi biogas. Hasil kajian ini dapat digunakan sebagai masukan atau rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka pengembangan sumber energi baru (biogas) yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil yang dapat disimpulkan dari kajian ini yaitu Standar Nasional Indonesia yang ada belum cukup tersedia sehingga perlu pengembangan SNI terkait skema biogas agar dapat mendukung pegembangkan sumber energi baru (biogas).
MANFAAT EKONOMI PENERAPAN STANDAR DI SEKTOR MAKANAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ISO Ary Budi Mulyono; Untari Pudjiastutu
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.660

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang semakin pesat, sektor makanan di Indonesia berkembang semakin kompleks. Hal ini menuntut peningkatan mutu produk agar dapat bersaing di pasar global. Pasar global menuntut transparansi sehingga penggunaan standar baik standar nasional maupun internasional merupakan tuntutan bagi industri makanan untuk dapat bersaing di pasar. Efisiensi di segala unit bisnis industri makanan di tingkat perusahaan harus ditingkatkan melalui penerapan standar secara konsisten dan peningkatan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk menghitung keuntungan ekonomi secara kuantitatif dari penerapan standar pada setiap fungsi bisnis pada perusahaan menggunakan Metodologi ISO. Konsep dasar yang dikembangkan adalah Teori value chain yang dikembangkan oleh Profesor Michael Porter dari Harvard Business School. Studi kasus dilakukan pada Industri makanan PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills, Jakarta dengan produk utamanya tepung terigu  dan PT. Garudafood Putra Putri Jaya Surabaya yang produksi utamanya biskuit coklat. Fungsi bisnis utama yang dipillih, pada kedua perusahaan tersebut adalah: procurement, inbound logistic, produksi, dan outbound logistic. Keuntungan ekonomi dari penerapan standar pada PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills adalah sebesar Rp.38.571.957.500 (0,3% dari total penjualan) dan keuntungan ekonomi dari penerapan standar pada PT. Garuda Food Putra Putri Jaya Divisi Biskuit adalah sebesar Rp. 7.650.052.560
KETERSEDIAAN SNI SEKTOR KERTAS DALAM MENDUKUNG PERDAGANGAN KERTAS INDONESIA Danar Agus Susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.655

Abstract

Industri kertas di Indonesia merupakan salah satu industri yang potensial karena memiliki pasar yang terus tumbuh. Perkembangan industri ini perlu didukung agar Indonesia mampu bersaing dengan industri sejenis dari luar negeri. Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan salah satu faktor yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam penentuan mutu produk dan untuk memperlancar perdagangan. Untuk itu, ketersediaan standar nasional menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan pasar sektor industri kertas nasional serta ketersediaan SNI dalam rangka mendukung perdagangan kertas Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa produksi kertas Indonesia selalu menunjukkan tren kenaikan setiap tahun dan Indonesia berada diurutan ke-9 dunia pada tahun 2010, meningkat dari urutan 10 dunia pada tahun 2009. Oleh karenanya, sektor ini masuk dalam kelompok 16 sektor unggulan Indonesia. Hasil kajian juga menunjukkan perkembangan perumusan SNI kertas sudah cukup lengkap, sampai saat ini telah tersusun sebanyak 124 Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagian besar standar berupa standar cara uji (52%), standar produk (44%) dan standar pendukung penilaian kesesuaian lain (4%) seperti sampling dan prosedur. Namun dari dari 124 standar yang ada, terdapat sekitar 55% standar (68 SNI) yang berusia lebih dari 5 tahun, yang memerlukan kaji ulang atas kelayakan dan kekinian standar tersebut.
KINERJA PENIMBUNAN SAMPAH SISTEM SEMI AEROBIK LANDFILL SEBAGAI BAHAN MASUKAN PENYUSUNAN STANDAR LANDFILL Sri Darwari
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.656

Abstract

Undang-Undang Pengelolaan Sampah no. 18 tahun 2008 mengamanatkan penimbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah dilakukan secara terkendali. Salah satu upaya peningkatan sistem penimbunan sampah adalah penerapan semi aerobik landfill. Semi aerobik landfill adalah landfill dimana dekompisisi sampah dilakukan dengan adanya oksigen yang disupply dari pipa leachate yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bahan masukan terhadap penyusunan standar/pedoman pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah dengan Sistem Semi Aerobik Landfill. Metoda penelitian meliputi kajian literatur/penelitian terdahulu, wawancara, observasi lapangan , analisis laboratorium dan pengukuran lapangan. Kinerja sistem semi aerobik ini menghasilkan kualitas leachate dengan BOD 6-7 kali lebih rendah dibandingkan leachate dari sistem anaerobik. Dari segi emisi gas metana, semi aerobik landfill 3 kali lebih rendah dibandingkan sistem anaerobik. Perbedaan utama semi aerobik dan anaerobik terletak pada diameter pipa leachate sehingga dari aspek biaya konstruksi pipa leachate, sistem semi aerobik 1.3 kali lipat lebih mahal dari anaerobik landfill. Beberapa kriteria utama dalam perancangan semi aerobik landfill adalah dimensi pipa utama leachate didesain 2/3 udara dan 1/3 untuk leachate, penerapan pada kondisi topografi yang memungkinkan outflow dari leachate dapat mengalir melalui sistem terjunan ke Bak Pengumpul Leachate. Bak pengumpul leachate dibuat sedekat mungkin dengan timbunan sampah dan dibuat terbuka sehingga leachate jatuh bebas dan terhubung dengan udara luar. Pada pertemuan pipa utama leachate dan pipa cabang dibuat connection pit yang menghubungkan pipa leachate dan pipa gas untuk udara keluar masuk secara bebas.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue