cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 3 (2017)" : 3 Documents clear
STANDARDISASI LAMINASI FRP LAMBUNG KAPAL PENANGKAP IKAN 3 GT LAMINATION STANDARD FOR FRP HULL FISHING VESSEL 3 GT Oktavian Rahardjo; Arfis Maydino; Andi Cahyo; abdul muis
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i3.609

Abstract

Potensi perikanan wilayah perairan Indonesia cukup besar, yang memerlukan armada penangkapan dalam jumlah yang cukup banyak. Sesuai rencana strategis Kementerian Kelautan Dan Perikanan tahun 2015 - 2019 dalam penyediaan bantuan sarana penangkapan ikan untuk nelayan. Pelaksanaannya telah dimulai sejak tahun 2016 dimana telah diserahkan sebanyak 751 unit kapal dan direncanakan 525 unit ditahun 2017. Namun pada pendistribusiannya dibeberapa wilayah menghadapi kendala, desain dan spesifikasinya tidak sesuai dengan kearifan local terutama pada kapal-kapal 3 GT. Laminasi yang terlalu tebal, yang menyebabkan kapal lebih berat, kapasitas muatnya lebih kecil, sulit maneuver dan boros penggunaan bahan bakar. Oleh karena program bantuan sarana penangkapan ikan hingga 2019, sehingga kearifan local menjadi suatu pertimbangan. Untuk hal tersebut perlunya kajian Standarisasi Laminasi FRP Lambung Kapal Penangkap Ikan 3 GT. Kajian dilakukan pada kapal kondisi beban maximum dan pada posisi di satu puncak gelombang dan dua puncak gelombang yang dibandingkan dengan hasil laboratorium terhadap laminasi konstruksi kapal 3 GT tersebut.
PERBANDINGAN CARA PENGERINGAN MENGGUNAKAN OVEN LABORATORIUM DAN ALAT PENGERING SKALA PABRIK TERHADAP KADAR KARET KERING (KKK) Afrizal Vachlepi; Mili Purbaya
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i3.589

Abstract

Jenis bahan olah karet di Indonesia umumnya berupa sleb dan lum mangkok. Transaksi jual-beli bahan olah karet ditentukan kadar karet kering (KKK). Kadar karet kering menunjukkan persentase partikel karet (karet kering) di dalam bahan olah karet. Pengujian KKK koagulum dapat dilakukan baik pada skala laboratorium maupun skala pabrik pengolahan karet remah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji perbedaan penggunaan oven laboratorium dan alat pengering skala pabrik terhadap faktor pengeringan dan KKK karet. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji statistic independent sample t-test. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan program computer Statistical Product and Service Solution (SPSS) serie 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan menggunakan dryer pabrik menghasilkan nilai KKK yang agak sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pengujian yang menggunakan pengering oven laboratorium. Tetapi perbedaan ini tidak signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil pengujian statistic. Selain itu, hasil perhitungan tingkat kesalahan juga diperoleh nilai yang sangat rendah yang mengindikasikan sedikitnya tingkat kesalahan dalam pengukuran.
PERSEPSI DAN ADOPSI SNI 3141.1: 2011 KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH KAWASAN USAHA PETERNAKAN (KUNAK) KABUPATEN BOGOR wasito wasito wasito
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 3 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i3.602

Abstract

Cibungbulang dan Pamijahan menjadi wilayah program KUNAK sapi perah di Kabupaten Bogor. Lokasi KUNAK di Desa Situ Udik (Cibungbulang) {Gunung Sarengseng pada tiga kelompok peternak (Poknak) : “Tertib, Segar; Bersih}, Desa Pasarean Pamijahan {Gunung Geulis : Poknak Indah, Aman, Mandiri. KUNAK Bogor dilaksanakan berdasarkan Keppres nomor  069/B/1994 tentang bantuan kredit usaha peternakan sapi perah. Tujuan kajian mengetahui persepsi dan adopsi peternak terhadap kualitas susu segar berdasarkan SNI 3141.1 : 2011. Untuk itu,  telah dilakukan kajian data primer, sekunder dan review hasil penelitian/kajian. Kajian data primer diawali dengan mengamati dan melibatkan diri pada komunitas peternak innovator, adopter program KUNAK pada April dan Nopember 2017, dalam konteks yang alami (natural setting),  diskusi kelompok terfokus dan  wawancara mendalam. Analisis deskriptif dan himpunan digunakan untuk menemukan makna yang melandasi kajian. Hasil kajian, sebagian besar peternak yang menetap di wilayah KUNAK adalah peternak buruh, dari Desa Situ Udik dan  Pasarean. Peternak pemilik sebagian besar berasal dari luar KUNAK. Secara umum susu segar kualitas fisiknya baik, tetapi batas maksimun cemaran mikroorganisma di atas   SNI no.3141.1 2011 (1 juta cfu/ml) yang selaras prevalensi mastitis subklinis. Adanya kontaminasi mikroorganisme antara lain erat kaitannya dengan pemerahan susu, kebersihan dan sanitasi kandang/lingkungan. Kata kunci : persepsi dan adopsi, SNI no.3141.1 2011, KUNAK sapi perah.

Page 1 of 1 | Total Record : 3


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue