cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2020)" : 4 Documents clear
PENGENDALIAN HISTAMIN PADA RANTAI PROSES PRODUK IKAN TUNA BEKU EKSPOR Agung Santoso; Nurheni Sri Palupi; Harsi D Kusumaningrum
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.814

Abstract

 Tuna adalah salah satu spesies scombridae yang memiliki bahaya keamanan pangan, yaitu histamin. Unit Pengolahan Ikan (UPI) mengendalikan bahaya histamin pada produk tuna yang dapat terjadi sepanjang rantai proses dengan menerapkan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel persyaratan penting pada rantai proses yang belum diterapkan dengan optimal oleh UPI yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kandungan histamin pada produk tuna. Metode penelitian menggunakan survei terhadap penanggung jawab mutu UPI di Indonesia yang mengolah produk tuna beku ekspor. Data hasil survei dianalisis untuk perhitungan tingkat pemenuhan persyaratan, korelasi dan determinasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan variabel persyaratan yang belum dipenuhi secara optimal oleh UPI adalah bahan baku tuna yang diterima oleh UPI hanya berasal dari kapal yang sudah memiliki sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB). Tingkat pemenuhan persyaratan oleh UPI terhadap bahan baku hanya berasal dari kapal ikan yang memiliki sertifikat CPIB sebesar 29.89%. Persyaratan untuk bahan baku hanya berasal dari kapal ikan yang memiliki sertifikat CPIB berkorelasi positif terhadap UPI mensyaratkan sertifikat CPIB untuk kapal ikan pemasok bahan baku (Phi Correlation 0,509), dengan nilai determinasi sebesar 25.91%.  
EMISI GAS RUMAH KACA PENGGUNAAN LISTRIK PADA KERETA REL LISTRIK JABODETABEK DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Utari Ayuningtyas; Mohamad Yani; Siti Maimunah
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.792

Abstract

Kereta Rel Listrik (KRL) merupakan transportasi massal karena kemampuannya mengangkut muatan dalam jumlah besar. Sistem penggeraknya menggunakan energi listrik. Sumber listrik KRL berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan menggunakan sumber DC 1500 volt yang disuplai melalui gardu-gardu listrik sepanjang lintasan KRL. Selain itu untuk menunjang pengoperasian kereta, listrik juga dibutuhkan stasiun untuk menunjang operasional kegiatan stasiun. Penggunaan energi listrik dapat menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 dan HFC. Untuk mengetahui besaran emisi GRK pada sarana dan prasarana KRL Jabodetabek maka, dilakukan analisis dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) sesuai dengan SNI ISO 14040:2016 dan menggunakan batas sistem gate to grave. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis besaran emisi GRK yang dihasilkan pada tahap penggunaan energi listrik di KRL dan stasiun KRL Jabodetabek, serta mengusulkan alternatif perbaikan dalam upaya pengurangan dampak lingkungan. Dari hasil analisis penelitian, tidak terdapat emisi dalam penggunaan listrik pada operasional KRL dikarenakan sumber listrik berasal dari PLTA. Emisi pada KRL bersumber pada penggunaan freon AC, sedangkan penggunaan listrik pada operasional stasiun yang disalurkan dari pembangkit listrik Jawa Bali teridentifikasi menghasilkan emisi GRK. Sehingga total emisi yang dihasilkan dari penggunaan freon AC KRL dan penggunaan listrik stasiun yaitu sebesar 16.118,3 tonCO2(eq), dan diperoleh emisi untukfunctional unit sebesar 4,79x10-5 tonCO2(eq)/penumpang. Upaya pengurangan dampak lingkungan dilakukan dengan mengganti lampu neon dengan lampu LED pada setiap stasiun KRL Jabodetabek, terjadi persentase perubahan dampak lingkungan sebesar 73% dan mengganti freon AC dengan menggunakan musicool pada setiap gerbong KRL, terjadi persentase perubahan dampak lingkungan sebesar 70%. 
PENGEMBANGAN PROSES SAPONIFIKASI DAN KONDISI REVERSED PHASE-HPLC-MWD PADA ANALISIS KOLESTEROL TELUR DARI METODE STANDAR AOAC 994.10:2012 Didah Nur Faridah; Yulina Lailatul Maslukhah; Ririn Anggraeni; Hanifah Nuryani Lioe
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.795

Abstract

Penentuan komposisi fase gerak, efisiensi waktu analisis, kromatogram yang bagus dan kehandalan instrumen perlu dipertimbangkan sebelum pengembangan metode analisis kolesterol menggunakan Reversed Phase-HPLC-Multiwavelength Detector (MWD). Konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi diketahui berpengaruh terhadap kadar kolesterol yang diperoleh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan metode kondisi RP-HPLC-MWD sebelum digunakan untuk analisis kolesterol, menguji kehandalan instrumennya, serta mengembangkan metode analisis kolesterol dalam telur ayam broiler dengan mengkombinasikan konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi, pada suhu 80°C. Kombinasi acetonitril:metanol sebagai fase gerak (80:20, 20:80, 10:90, 0:100 v/v) dengan laju alir 1.2 mL/menit dan fase gerak 0:100 dengan laju alir 1.0 dan 0.8 mL/menit pada pada λ= 200, 205, 210 nm. Konsentrasi KOH dan waktu saponifikasi yang digunakan untuk pengembangan metode analisis kolesterol telur ayam yaitu 5 dan 10 % selama 15, 30, 45 menit. Kondisi RP-HPLC-MWD yang terpilih yaitu komposisi fase gerak metanol 100%, dengan laju alir fase gerak 1.0 mL/menit, λ= 205 nm. Instrumen ini mempunyai linieritas yang bagus, R2 = 0.9991. Limit deteksi dan kuantifikasi instrumen ini secara berurutan yaitu 5 dan 10 μg/mL. Konsentrasi KOH sebesar 10% (b/v) dan waktu saponifikasi selama 15 menit menghasilkan kadar kolesterol tertinggi dengan presisi yang bagus. 
ELEMENTAL CHARACTERIZATION OF COAL FLY ASH BY NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS TOWARDS REFERENCE MATERIAL CERTIFICATION Endah Damastuti; Woro Yatu Niken Syahfitri; Muhayatun Santoso; Natalia Adventini; Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.797

Abstract

Coal combustion by-products, such as coal fly ash, has known as a significant source of potentially toxic elements that may affect the environment since the increase of coal utilization as power fuel in Indonesia. Issuing the policies to protect the environment and public health is often based on analytical results. The quality of data analysis is very important since many crucial policies related to public health and environmental protections are based on the analytical results. Considering the need for reference material in ensuring the validity and reliability of the analytical results, reference material candidate of coal fly ash is being developed. Elemental characterization as one of the important parts in certifying the reference material is carried out using Neutron Activation Analysis (NAA) since it considered as high accuracy analytical method and commonly used to certified many reference materials throughout the world. Our NAA facility performance was assessed through optimizing analytical conditions by varying samples weight, method validation, and comparison test with other techniques as well. As much as 25, 100, and 250 mg of sample weight were assessed for its homogeneity effect. Method validation using SRM NIST 1633b had shown good results with bias not more than 10% compared to its certificate values. A comparison test with other results also showed a great agreement. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue