cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2023)" : 4 Documents clear
ANALISIS KUALITAS KINERJA MESIN WRAPPING PADA INDUSTRI PANGAN DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) : STUDI KASUS DI INDUSTRI MAKANAN RINGAN Rahmat Nurcahyo; Lutgardis Dianika Winanda; Febrian Isharyadi
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i1.988

Abstract

Industri perlu mencapai produk yang konsisten dalam hal kualitas dan kuantitas. Hal ini terutama berlaku bagi industri manufaktur dan makanan untuk mempertahankan daya saing dengan pesaing mereka. Pada tulisan ini akan dilakukan analisis kinerja kualitas pada salah satu industri makanan ringan khususnya dalam melakukan proses produksi yang didukung oleh beberapa mesin dan peralatan. Salah satu mesin yang digunakan dalam industri tersebut adalah mesin pembungkus. Pengamatan awal menunjukkan bahwa proses produksi pada mesin pembungkus tidak berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja proses dengan mesin pembungkus menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Proses pengambilan data dilakukan tiga kali secara acak dalam satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE terendah diperoleh pada mesin pembungkus sebesar 83,85%, dengan kriteria ketersediaan 0,5625, efisiensi kinerja 1,5033, dan tingkat kualitas 0,9873. Penelitian dilanjutkan dengan analisis kausal menggunakan diagram tulang ikan terhadap empat faktor utama dalam proses produksi (man, machine, method, dan material). Hasil menunjukkan faktor manusia paling berpengaruh terhadap permasalahan yang terjadi pada mesin pembungkus. Analisis kinerja proses dilakukan untuk mengidentifikasi masalah sehingga industri manufaktur dan makanan dapat mengambil tindakan pencegahan dan perbaikan yang tepat untuk mencapai industri yang berkelanjutan.
MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK TEMPE KEDELAI DI WILAYAH BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Wiranti Suwarti Sari; Heti Mulyati; Farah Fahma
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i1.995

Abstract

Tempe adalah produk pangan asli Indonesia dengan kandungan nutrisi yang tinggi dan harga yang terjangkau. Jumlah konsumsi dan permintaan tempe diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sehat di masyarakat. Namun demikian, rantai pasok tempe masih menghadapi cukup banyak permasalahan baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, khususnya di wilayah Bogor. Studi ini bertujuan merumuskan tindakan mitigasi untuk menghindari atau mengurangi dampak risiko kritis yang telah teridentifikasi. Dalam menentukan mitigasi risiko rantai pasok, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa mitigasi risiko rantai pasok tempe kedelai di wilayah Bogor diprioritaskan untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kestabilan harga kedelai bagi para pengrajin, sehingga penambahan sumber pasokan kedelai impor maupun pemanfaatan kedelai lokal perlu dilakukan. Selain itu, penerapan kebijakan pengaturan harga kedelai dan peningkatan peran asosiasi pengrajin tempe-tahu menjadi mitigasi risiko dalam jangka pendek. Sedangkan, peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak dan produksi kedelai lokal menjadi mitigasi risiko jangka menengah dan panjang.
DOSE RESPONSE ON THE TESTING OF 137CESIUM PANORAMIC IRRADIATION DEVICE PROTOTYPE FOR PERSONNEL DOSIMETER Eko Budi Jumpeno; Ismanto Jumadi; Rofiq Syaifudin; Yogi Ferdiansyah; Eka Aulia Ardyanti
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i1.975

Abstract

The dosimetry laboratory has to ensure that the implementation of quality assurance of testing meets clause 7.7 of the SNI ISO/ IEC17025: 2017. One of the activities to meet the quality assurance is to irradiate the personnel dosimeter at radiation facility that  is traced to national or international standard. In this research it has been outlined the dose response of personnel on the prototype of the 137Cs panoramic irradiation device and its  dose rate distribution. It was prepared 40 dosimeters for each of OSLD and TLD-900 which were divided into 5 groups. Each group consists of 8 dosimeters with 6 dosimeters for irradiated and 2 dosimeters as control. The dosimeter were mounted on the holders of 137Cs panoramic irradiation device prototype and exposed with irradiation time of 7.3 minutes, 54.5 minutes, 165 minutes, 330 minutes and 545.2 minutes respectively. Then they were evaluated using the OSLD microStar Reader or the TLD reader. Meanwhile, RaySafe Xi survey with its detector was prepared to measure  dose rate in the holder 1 to 6 for 5 minutes. The study showed that  the reading dose of  TLD-900 were relatively higher than OSLD. The difference of  TLD-900 reading dose to OSLD ranged from 0.10 – 1.44 mSv with a greater tendency for the higher dose. The linearity curve between reading dose to exposure time tends to be linear with a correlation factor (R2) of 0.9999 for OSLD and 0.9988 for TLD-900. The linearity equation on OSLD is y = 0.0184x – 0.0326. While the linearity equation for TLD-900 is y = 0.0214x – 0.1201. The dose rate on the holder 1 to 6 has an average of 1.02 mSv/h with  the standard deviation of 1.5%. The dose rate distribution at  a distance of 29 cm from the source ranges from 1.01 - 1.04 mSv/jam.
PENGARUH STANDAR TERHADAP PEMILIHAN MASKER SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Putty Anggraeni; Ari Wibowo
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i1.974

Abstract

Untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pentingnya standar kesehatan, salah satunya adalah penggunaan masker. SNI masker dikembangkan pemerintah pada tahun 2021 melalui Badan Standardisasi Nasional. Penggunaan tanda SNI suatu produk dapat membantu meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut dapat diandalkan, efektif, dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kriteria yang digunakan masyarakat dalam memilih masker serta mengetahui signifikansi masker standar di mata masyarakat. Pendekatan convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara pengguna, kuesioner Google Forms, dan pakar standardisasi. Berdasarkan hasil temuan, kriteria yang paling diperhatikan masyarakat saat memilih masker adalah kenyamanan (82%), K3L/standar (47%), aspek lain (35%), dan harga (29%). 100% responden setuju bahwa produk masker wajib memenuhi persyaratan SNI.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue