cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021): November" : 2 Documents clear
Prinsip Murid Sebagai Pemimpin Menurut Matius 20:26-28 Sunardi, Agus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/0byrdp04

Abstract

Abstract: The character or nature of a servant presents a part of his daily activities or activities,namely as a person who serves. Or it can be said that service is a straightforward thing entrustedby an employer or master to him. The decision to determine everything is not in the hands of aservant but the decision is in the hands of his master. Without having a servant's heart is veryimpossible to do by a spiritual leader In involving this interesting discussion, it turned out that theApostles Paul, Peter, and Prophet Moses had also taken an important role in this warmdiscussion about leadership. Each of them has strong enough arguments to answer leadershipproblems according to the standards of inspired truths through the power of holy spirit.In discussing further theological theologies of Jesus Christ as a centralized figure inspiritual leadership as in this Journal about "PRINCIPLES OF PRINCIPLES AS LEADERSACCORDING TO MATH 20:20:28" was also involved in this discussion. Because in realityChrist is the spearhead in solving the growing crisis of leadership.Jesus Christ the gift giver emphasizes that serving (deacon) is a purpose and not acompulsion. For the original context describes a "attendance" which is carried out only by aservant with one purpose, which is only to serve. Oieh, therefore, the advice conveyed by JesusChrist through His revelation to the Apostle Paul is very good to understand for those who wantto serve.Keywords: Leader, Servant, ServingAbstrak: Karakter atau sifat dari seorang pelayan merupakan bagian dari kegiatan atauaktivitasnya sehari-hari yaitu sebagai orang yang melayani. Atau dapat dikatakan melayanimerupakan suatu tugas yang dipercayakan oleh seorang majikan atau tuan kepadanya. Keputusanuntuk menentukan segala sesuatu bukan ditangan seorang pelayan namun keputusan itu di tangantuannya. Tanpa memiliki hati seorang hamba adalah sangat mustahil untuk dilakukan oleh seorangpemimpin rohaniDalam melibatkan diskusi yang sedang menarik dibicarakan ini, ternyata Rasul Paulus,Petrus, dan Nabi Musa juga telah ikut mengambil peranan penting dalam pembahasan yanghangat tentang kepemimpinan ini. Masing-masing dari mereka telah memiliki argumentasi yangcukup kuat menjawab problema kepemimpinan menurut standar dari kebenaran yang telahdiinspirasi melalui kuasa Roh Kudus.Dalam mendiskusikan kepemimpinan lebih lanjut beberapa theologis dari Yesus Kristussebagai tokoh sentralisasi dalam kepemimpinan rohani seperti dalam Jurnal ini tentang “PrinsipMurid Sebagai Pemimpin Menurut Matius 20:26:28” juga dilibatkan dalam diskusi ini. Sebabsesungguhnya Kristus adalah ujung tombak dalam memecahkan krisis kepemimpinan yangsedang berkembang.Yesus Kristus sang pemberi karunia menekankan bahwa melayani (diakonia) itu merupakan tujuan dan bukan paksaan. Sebab konteks aslinya menjelaskan tentang sebuah “attendance” (usaha.) yang dilakukan hanya oleh seorang pelayan dengan satu tujuan yaitu hanya untuk melayani. Oleh sebab itu saran yang di sampaikan oleh Yesus Kristus melalui pewahyuan- Nya kepada Rasul Paulus ini sangat baik untuk dipahami bagi barangsiapa yang ingin melayani.Kata kunci: Pemimpin, Hamba, Melayani
Penginjilan di Pedalaman Kalimantan Barat Ketty
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/kbrt9g66

Abstract

Abstract: Evangelism is God's command written in the book of Matthew 28:19-20 which is known as theGreat Commission. One task is to preach the good news or news of salvation in Jesus Christ. This is doneby calling it out and can also be done by teaching like a student and by testifying based on what thepreacher of the Gospel experienced. Evangelism is desired by God as a task that is carried out collectivelyand continuously in all places until Jesus comes a second time to pick up His people. Failure to carry outthis Great Task means violating God's will or denying the grace that has been received. The task ofevangelism cannot be denied or neglected because the news concerns the salvation of the souls of manypeople loved by the Giver of the command, in this case God himself. However, various obstacles areencountered when evangelism is carried out in a community in a certain area. Evangelists must findeffective ways or strategies to ensure that the Gospel being preached is accepted by listeners. Evangelismcarried out specifically by Indonesian evangelists in several remote areas in West Kalimantan must applyan effective evangelism model to overcome various obstacles in conveying the Gospel.Keywords: evangelism, models, obstacles and solutions.Abstrak: Penginjilan merupakan perintah Allah yang tertulis dalam kitab Matius 28:19-20 yangdikenal dengan Amanat Agung. Satu tugas untuk memberitakan kabar baik atau kabarkeselamatan di dalam Yesus Kristus. Dilakukan dengan cara menyerukannya dan dapat jugadilakukan dengan mengajar seperti kepada seorang murid serta dengan bersaksi berdasarkan apayang dialami oleh pemberita Injil tersebut. Penginjilan dikehendaki Allah sebagai tugas yangdilaksanakan secara bersama-sama dan terus-menerus ke segala tempat sampai Yesus datangkedua kali untuk menjemput umat-Nya. Kelalaian melaksanakan Tugas Agung tersebut berartimelanggar kehendak Tuhan atau pengingkaran terhadap anugerah yang telah diterima. Tugaspenginjilan tidak dapat dibantah atau dilalaikan karena berita itu menyangkut keselamatan jiwabanyak orang yang dikasihi oleh Pemberi perintah dalam hal ini adalah Allah sendiri. Tetapiberbagai hambatan ditemui saat penginjilan dilakukakan pada suatu masyarakat dalam daerahtertentu. Para penginjil harus menemukan cara atau strategi yang efektif upaya Injil yangdiberitakan dapat diterima oleh pendengar. Penginjilan yang dilakukan secara khusus olehpenginjil Indonesia di beberapa daerah terpencil di Kalimantan Barat harus menerapkan modelpenginjilan yang efektis untuk mengatasi berbagai hambatan dalam penyampaian Injil.Kata kunci: penginjilan, model, hambatan dan solusi.

Page 1 of 1 | Total Record : 2