ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY)
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya(Journal of Social and Cultural Anthropology) is a Journal of Social and Cultural Anthropology for information and communication resources for academics, and observers of Social and Cultural Anthropology, Educational Social and Cultural Anthropology/Sociology, Methodology of Social and Cultural Anthropology/Sociology. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Social and Cultural Anthropology/Sociology. All papers are blind peer-review. The scope of Anthropos is the Science of Social and Cultural Anthropology/Sociology. Published twice a year (Juli and January) and first published for print and online edition in July 2015
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS"
:
12 Documents
clear
Ritual Mendoakan Sapi (Akandh path ghaia/menya) pada Etnis Punjabi di Kota Medan
Puspitawati Puspitawati;
Ayu Febryani
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5067
Kota Medan dengan heterogenitasnya telah memunculkan ragam kebudayaan pada masing-masing suku bangsa di wilayahnya. Salah satunya ialah etnis Punjabi khususnya para peternak sapi/kerbau yang secara kontinu melaksanakan tradisi perayaan mendoakan sapi/ kerbau. Perayaan Akand path ghaia/menya dilaksanakan dengan membaca kitab Guru Granth Sahib selama ±48 jam atau tiga hari dua malam tanpa berhenti oleh lima orang pathee. Berdasarkan metode penelitian kualitatif dengan pen-dekatan etnografi diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1940-an yang dilaksana-kan dari rumah ke rumah. Kemudian sejak 1980-an sudah ditetapkan pelaksanaannya di rumah ibadah (Gurdwara). Secara umum tujuan dilaksanakannya tradisi ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas berkah yang telah diberikan kepada para peternak sapi Punjabi. Kegiatan inti ialah membaca kitab Guru Granth Sahib Ji dari mulai ibadah pagi/asa di var sampai dengan salok mahla nouva (pembacaan penutupan). Pihak yang terlibat adalah peternak sapi/kerbau, pathee (pembaca kitab Guru Granth Sahib), penGurus yayasan, sevadar, dan seluruh etnis Sikh Punjabi. Makna simbolis salah satunya terdapat pada pembagian Karah Parshad, pembacaan kitab, dan makanan di langgar yang tidak boleh berhenti/habis. Kata Kunci: Tradisi; Akand Path Ghaia/Menya; Guru Granth Sahib
Perubahan Sosial Pada Masyarakat Karo Yang Bermigrasi Ke Kota Duri
Sulian - Ekomila;
Karmila Br Sembiring
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5076
Penelitian ini mengenai faktor pendorong dan faktor penarik masyarakat Karo melakukan migrasi serta perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Karo. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor penarik dan faktor-faktor pendorong masyara-kat Karo melakukan migrasi serta perubahan sosial akibat migrasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yang didasarkan pada penelitian lapangan, mengamati subjek dan objek penelitian dan mengikuti kegiatan mereka untuk mendapatkan data yang akurat dan faktual. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti mendapatkan bahwa faktor-faktor pendorong masyarakat Karo melakukan migrasi adalah atas kemauan sendiri tanpa adanya campur tangan dari pihak lain ataupun pemerintah. Selain itu ada juga faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor adanya tuntutan pekerjaan yang mewajibkan berpindah tempat. Sedangkan faktor penarik masyarakat Karo melakukan migrasi ke Kota Duri adalah karena tersedianya lapangan pekerjaan, faktor ekonomi mencari pendapatan yang lebih tinggi, dan faktor kelengkapan sarana dan prasarana. Sedangkan perubahan sosial terjadi dengan sendirinya dimana proses adaptasi yang dilakukan masyarakat Karo memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut serta dalam pemerintahan dan berbagai instansi yang lainnya sehingga diterima oleh penduduk setempat. Kata Kunci: Faktor Pendorong, Faktor Penarik, Migrasi, Perubahan Sosial, Masyarakat Karo
Fenomena Remaja Dalam Berpenampilan sebuah Studi Kasus pada Remaja Di Sun Plaza-Medan
Supsiloani - -;
Risnawati - Sembiring
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5075
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor pendorong penampilan remaja meniru artis atau tokoh idolanya, mengetahui aktivitas remaja saat meniru penampilan idolanya, mengetahui proses pembentukan komunitas remaja yang meniru penampilan idolanya, dan mengetahui apa saja topik pembahasan remaja saat berkumpul dengan komunitasnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan mengenai pola interaksi dan gaya hidup remaja di Sun Plaza-Medan. Subjek penelitiannya yaitu pengunjung remaja dan objeknya di Sun Plaza-Medan. Teknik pengumpulan data yang diguna-kan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa fenomena dalam berpenampilan remaja banyak yang meniru idolanya, hal ini disebabkan adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal sendiri berasal dari keinginan kuat diri remaja sendiri. Sementara faktor eksternal didorong oleh lingkungan sehingga terbentuk suatu komunitas remaja. Komunitas inilah yang menjadi wadah penyaluran hobby para remaja untuk bereksistensi mengikuti trend masa kini. Sehingga gaya hidup yang mengandalkan trend masa kini menjadi konsumsi untuk aktivitas remaja yang selalu tampil up to date. Pola konsumtif terhadap mode-mode yang sedang trend dan berpatokan pada idolanya merupakan kepuasan tersendiri bagi para remaja yang mampu mengikutinya. Walaupun dalam konteks barang-barang yang remaja konsumsi tidak semuanya original. Kata Kunci: Remaja, Penampilan, Idola, Perilaku Konsumtif
Peran Facebook dan Twitter sebagai Media Mencari Jodoh pada Gay di Medan
Erond Litno Damanik;
Ahmad Syafi'i Rifandi
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.9883
Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan jaringan gay di Kota Medan, cara mereka mendapatkan jodoh melalui media sosial online Facebook dan Twitter, serta untuk mengetahui gaya berpacaran gay di Kota Medan. Hasil penelitian ini menunjuk-kan bahwa keberadaan gay tersebar diseluruh kawasan Kota Medan. Oleh karena itu untuk mempermudah interaksi dan men-cari jodoh mereka menggunakan media perantara berupa media sosial online seperti Facebook dan Twitter dengan membuat akun asli atau palsu. Mereka sering mempromosikan diri dengan menuliskan peran, identitas diri, alamat, dan nomor kontak pada group-group Facebook dan Twitter. Jaringan media sosial online Faecbook dan Twitter ini dibuat karena sifat dari media sosial saling berkaitan dan menghubungkan satu sama lain. Selain itu jaringan gay di dunia nyata juga sengaja dibentuk oleh komunitas gay untuk tujuan khusus yaitu sebagai wadah dan akses pelayanan kesehatan bagi gay. Hal ini karena gaya berpacaran gay ternyata berbeda dengan gay berpacaran heteroseksual, dimana para gay sering berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual demi menghilangkan rasa bosan atau mencari sensasi baru. Berganti pasangan itu dilakukan karena prinsip tidak adanya ikatan resmi. Pada prinsipnya komunitas gay belum mendapatkan penerimaan masyarakat dan mendapat restu dari keluarga.
Oukup sebagai Pengobatan Tradisional Studi Antropologi Kesehatan pada Masyarakat Karo
Tumpal - Simarmata
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5072
Asal-mula Oukup muncul ditengah-tengah masyarakat Karo sejak lebih dari 100 tahun lalu yang dibawa oleh guru sibaso (dukun) yang mengetahui ramuan-ramuan pengobatan pada masyarakat entis Karo dan terus berkembang serta diminati masyarakat Karo dalam menyembuhkan penyakit. Dalam berOukup ada tiga hal yang dilakukan yakni sebelum Oukup, saat Oukup, dan sesudah Oukup. Oukup adalah salah satu pengobatan tradisional masyarakat etnis Karo yang saat ini masih digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan penyakit. Ada 21 jenis rempah-rempah yang digunakan dan ditambah dengan ratusan rempah yang telah dibungkus untuk Oukup yang dipercaya sangat baik untuk kesehatan. Ada berbagai macam penyakit yang bisa disembuhkan dengan Oukup, yang dahulunya Oukup ini hanya diperuntukkan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan untuk menambah kesegaran dan stamina buat ibu-ibu yang baru melahirkan tersebut. Meskipun masyarakat etnis Karo tidak secara keseluruhan mengetahui sejarah munculnya Oukup dan jenis-jenis ramuan yang digunakan, tetapi Oukup sebagai pengobatan tradisional semakin digemari masyarakat untuk menyembuhkan penyakit atau sekedar untuk mengembalikan stamina. Kata Kunci: Oukup, Pengobatan, Tradisional, Etnik Karo, Kesehatan.
Strategi Bertahan Hidup Komunitas Pedagang Asongan di Terminal Amplas Medan
Bahrul Khair Amal;
Mihadi Mangaraja Putra
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5074
Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang kehidupan para pedagang asongan di sekitar Terminal Amplas Medan, dan mengetahui strategi mereka untuk bertahan hidup, serta hambatan yang dialami para pedagang asongan. Metode yang diguna-kan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini dipilih 7 orang informan dengan 6 informan dari pedagang asongan dan 1 informan merupakan pegawai dinas perhubungan di terminal Amplas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, pemaparan data, dan simpulan melalui hasil penelitian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi ekonomi para pedagang asongan ini relatif stagnan (tidak berkembang), hal ini ditunjukkan dengan lamanya mereka bekerja sebagai pedagang asongan, serta minimnya variasi strategi yang mereka jalankan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa pedagang asongan menjalankan strategi bertahan hidup yang monoton dan tidak ber-kembang bahkan hanya menjalankan kelangsungan perekonomian keluarga, diantaranya dengan pengelolaan keuangan keluarga dengan memprioritaskan kebutuhan yang penting serta mengelola agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan, pendistribusian alokasi keuangan untuk pendidikan, makan sehari-hari dan, membayar pinjaman. Kata Kunci : bertahan hidup, strategi, pedagang asongan.
Profil Tiga Cosplayers pada Komunitas sebagai Pembentuk Identitas Diri Remaja
Noviy - Hasanah;
Meirisyah - Eldinah
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5077
Penelitian ini bertujuan menganalisis profil cosplayer komunitas cosplay sebagai pembentuk identitas diri remaja di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif mengenai ‘Profil Tiga Cosplayers pada Komunitas Cosplay sebagai Pembentuk Identitas Remaja, didukung dengan pendekatan penelitian etnografi. Berdasarkan metode tersebut diperoleh hasil penelitian sebagai berikut, cosplay merupakan kegiatan yang dilakukan menggunakan kostum karakter yang berasal dari manga, anime, game, tokusatsu, dan lain sebagainya. Dari kostum karakter yang diperankan harus tampil semirip mungkin. Orang yang memakai kostum dan memerankan karakternya disebut cosplayer. Awal mulanya menjadi seorang cosplayer karena hobi membaca manga, menonton anime, dan lainya itu para cosplayer ingin menghidupkan karakter tokoh fiktif yang disukai. Karakter yang diperankan oleh cosplayer kadang terbawa-bawa dalam sehari-hari. Biaya yang harus dikeluarkan untuk hobi coplay ini tidak sedikit sehingga orang lain yang tidak memahami hobi ini menganggap hanya buang-buang uang dan waktu saja. Dari penelitian profil cosplayer ini pada dasarnya ber-cosplay itu tidak jauh dari identitas diri para profil cosplayer dimana menjadi seorang cosplayer menjadikan lebih percaya diri dan kreatif. Kata Kunci: Cosplay, Cosplayer, Identitas, Hobi
Kondisi Pendidikan Anak Karyawan Perkebunan PT. PP Lonsum Rambung Sialang
Nurjannah - Nurjannah;
Lanang Sutrisno Sirait
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5071
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keluarga karyawan, kondisi pendidikan anak karyawan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan anak karyawan PT. PP Lonsum Rambung Sialang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif mengenai kondisi pendidikan anak dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan anak karyawan PT. PP Lonsum Rambung Sialang di Desa Rambung Sialang Tengah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Beda-gai. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara dan observasi. Adapun subjek penelitian ini adalah 5 orang kepala keluarga yang merupakan karyawan dan 3 orang ibu rumah tangga. Penulis memilih informan tersebut di-dasarkan pada kriteria tertentu, artinya para informan dianggap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Dan objek penelitian ini berlokasi di Desa Rambung Sialang Tengah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Pelaku dalam penelitian ini adalah karyawan PT. PP Lonsum Rambung Sialang yang memiliki anak pada jenjang pendidikan.Kata Kunci : kondisi pendidikan anak, karyawan, faktor pendidikan
Eksistensi Pedagang Rujak Simpang Jodoh di Pasar 7 Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang
Trisni - Andayani;
Irma Ries Verany
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5069
Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang keberadaan pedagang rujak, pola interaksi di antara pedagang rujak dan solidaritas diantara pedagangrujak serta persepsi masyarakat terhadap pedagang rujak tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi partisipasi serta wawancara, peneliti terlibat langsung dengan aktivitas masyarakatmelalui tanya jawab. Data-data dari hasil penelitian didu-kung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan yaitu terlibat langsung dengan aktifitas yang sedang diamati dalam penelitian. Berjualan rujak menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Rujak yang dikenal dengan sebutan Rujak Simpang Jodoh ini memiliki cerita yang menarik dengan versi yang berbeda-beda. Dari bermacam cerita tentang simpang jodoh, semuanya merujuk pada pencarian jodoh di Pasar 7.Selain cerita tentang nama rujak simpang jodoh, rasa rujaknya juga tidak diragukan. Dari berbagai kalangan telah datang untuk mencicipi rujak simpang jodoh. Selain terkenal dengan ciri khas bumbu, tempat pedagang berjualan juga sangat unik. Mereka masih menggunakan lampu senthir sebagai penerangan di malam hari dan menggunakan gerobak dorong sebagai tempat mereka berjualan dan meletakkan ber-bagai alat dagangan seperti buah-buahan, kacang tanah, garam, bumbu racikan terasi, dan sebuah ulekkan. Kata Kunci: latar belakang, eksistensi, pedagang rujak, simpang jodoh
Dampol tongosan pada Masyarakat Batak Toba di Desa Sigumpar Kecamatan Lintongnihuta
Waston Malau;
Junedi Junior Martabe Hutasoit
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.5073
Penelitian ini bertujuan mengetahuiproses pengobatanpenyakit dengan menggunakan pengobatan tradisional dampol tongosan, mengetahui obat dan bahan yang dipergunakan, mengetahui pandangan atau respon masyarakat terhadap keberadaannya, dan untuk mengetahui dampak positif maupun negatifnya di Desa Sigumpar Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan perihal keberadaan pengobatan tradisional ini dalam konteks sosial masyarakatnya.Pengobatan tradisional Batak Toba ini menggunakan tumbuh-tumbuhan yang diper-cayai masyarakat mengandung khasiat sebagai obat dan bisa menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan masalah tulang.Sistem pengobatan ini bisa dilakukan dari jarak yang berjahuan. Bahan ramuan yang digunakan pandampol untuk mengobati pasien ialah menggunakan dampol tongosan seperti burung Siburuk, sarang burung Siburuk, daun sirih, andulpak, santan kelapa, dan kamput. Alat-alat yang digunakan yaitu pelepah pisang, perban, kapas. Cara pembuatan minyak urut adalah burung Siburuk dan sarang burung Siburuk dimasak dengan menggunakan air secukupnya, dimasak hingga mendidih hingga menghasilkan minyak.