ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY)
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya(Journal of Social and Cultural Anthropology) is a Journal of Social and Cultural Anthropology for information and communication resources for academics, and observers of Social and Cultural Anthropology, Educational Social and Cultural Anthropology/Sociology, Methodology of Social and Cultural Anthropology/Sociology. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Social and Cultural Anthropology/Sociology. All papers are blind peer-review. The scope of Anthropos is the Science of Social and Cultural Anthropology/Sociology. Published twice a year (Juli and January) and first published for print and online edition in July 2015
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS"
:
9 Documents
clear
Eksistensi Paranormal dan Penyembuh Alternatif dalam Kehidupan Masyarakat Medan
Agung Suharyanto
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.6244
The word shaman becomes one that smells negative, when it is associated with witchcraft or obscene. Many people who look skewed towards shaman because tesebut profession related to the occult and mystical. On the other hand, people do not hesitate to come to consultations even ask how to treat various diseases. Stories about the shaman becomes a very interesting thing, so many films that explore stories about them. The term shaman becomes very smelly negative, but when we see and follow the journey and their figures in various fields, they have a very religious side of life. They have many ways psychologically and ability to address various issues affecting. We also sometimes do not think with a simple appearance, they are able to survive in conditions that cornered because of the negative views of the surrounding community.
Kajian Antropologi Religi Masyarakat Karo tentang Upacara Mesai Nini di Kampung Kemiri Binjai
Payerli - Pasaribu;
Desi Amanda Sitepu
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5082
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna upacara Mesai Nini, pengaruh, dampak dan persepsi masyarakat pada upacara Mesai Nini terhadap kehidupan social masyarakat Karo di Kampung Kemiri Kota Binjai dalam kajian antropologi religi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif, sebagai suatu cara untuk memecahkan permasalahan yang menjadi tujuan dalam penelitian dengan mendeskripsikan dan menggambarkan keadaan subjek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa persepsi masyarakat Karo yang berada di kampung Kemiri terhadap upacara Mesai Nini keseluruhan berpersepsi positif yang menyatakan bahwa upacara Mesai Nini merupakan upacara yang sakral dan harus tetap dilakukan untuk melestarikan serta mempertahankan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Karo. Upacara ritual tersebut merupakan warisan dari nenek moyang atau leluhur masyarakat Karo. Maka dari itu, harus tetap di jaga dan dilestarikan.Dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Karo terhadap suatu upacara atau ritual yang berhubungan dengan hal-hal gaib atau roh-roh leluhur tidak dapat berubah sekalipun bertentangan dengan ajaran agama, masyarakat Karo tetap saja melaksanakannya karena masyarakat Karo menganggap upacara atau ritual tersebut merupakan symbol dari etnis Karo. Kata Kunci: Antropologi Religi; Masyarakat Karo: Upacara Mesai Nini.
Eksistensi Warisan Budaya (Cultural Heritage) sebagai Objek Wisata Budaya di Desa Lingga Kabupaten Karo
Tumpal - Simarmata;
Yuni Widya Bela Sinurat
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5084
Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu pertama, untuk mengetahui apa saja warisan budaya yang ada di Desa Lingga. Kedua, untuk mengetahui eksistensi warisan budaya (cultural heritage) dan yang ketiga untuk mengetahui peran pemerintah setempat dalam menjaga eksistensi warisan budaya sebagai objek wisata budaya di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti menghasilkan data berupa hasil wawancara dari para informan dan menuliskannya secara deskriptif apa yang didapat dari penelitian tersebut. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang eksistensi warisan budaya Karo. Suku Karo terlebih di Desa Lingga memiliki warisan budaya bangunan tradisional seperti Rumah Adat Karo, jambur, geriten dan sapo ganjang/sapo page. Suku Karo masih bersyukur karena rumah adat tradisional karo yaitu Siwaluh Jabu masih tersisa 2 buah serta warisan budaya lainnya. Rumah adat karo dan warisan budaya lainnya sudah tidak terjaga lagi eksistensinya, sudah mulai memudar. Sehingga potensi objek wisata budayanya pun sudah mulai berkurang dan berdampak terhadap berkurangnya wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Kata Kunci: Eksistensi; Warisan Budaya; Objek Wisata Budaya
Eksistensi Supir Angkutan Perempuan: Life Story Supir Angkutan Umum Perempuan Rute Medan-Deli Serdang
Erond L. Damanik;
Jojor Anna Teresia Nababan
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5085
Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas sehari-hari perempuan yang bekerja sebagai supir angkutan umum, baik di sektor publik maupun domestik. Begitupula penelitian ini akan melihat latar belakang perempuan bekerja sebagai supir angkutan serta pandangan masyarakat terhadap mereka. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan Life Story yang berupaya memaparkan gambaran hidup informan dalam melakukan aktivitas sehari-hari di sektor domestik maupun publik. Informasi Life Story dikumpulkan melalui teknik reportase etnologis yang ditujukan kepada informan penelitian yaitu NH, RG, dan SB, melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan cara mendampingi informan baik pada saat di rumah, di angkutan, maupun di stasiun (pangkalan). Hasil yang didapat dalam penelitian tersebut adalah: (a) kehidupan sehari-hari perempuan yang bekerja sebagai supir angkutan umum sungguh gigih dan berani, karena memegang tanggung jawab sektor publik dan domestik. Wujud peran publik dengan cara menyupir seharian melintasi jalanan penuh resiko guna memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan wujud peran domestik adalah seorang ibu sekaligus istri yang bertanggungjawab terhadap keluraga. (b) pandangan masyarakat tentang perempuan yang bekerja sebagai supir menghadirkan opini beragam, yaitu rasa simpati, belas kasih, dan lain-lan. (c) latar belakang perempuan bekerja sebagai supir angkutan umum didorong rasa tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, kesadaran diri akan hak perempuan, dan rasa percaya diri. Kata Kunci: Eksistensi; Supir Angkutan Perempuan; Life Story.
Keadaan Sosial Budaya Penduduk Pinggir Rel Kereta Api Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat
Waston Malau;
Rika Afrilisa
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5080
Tulisan ini mengungkapkan keadaan sosial budaya termasuk di antaranya interaksi sosial antar sesama penduduk, pemertahanan hidup dan faktor-faktor penyebab timbulnya pemukiman kumuh pinggir rel kereta api kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan penelitian lapangan (field research) dengan observasi (pengamatan), wawancara (interview) dan kuesioner (angket). Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dari segi tingkat pendidikan responden rata-rata tamatan SD dan SMP, sehingga pengetahuan responden rendah. Rendahnya pendidikan inilah yang menjadi salah satu penyebab sulit mendapatkan pekerjaan di kota. Sulitnya mendaptkan pekerjaan yang layak makanya membuat ekonomi mereka pun menjadi tidak berkecukupan. Akibatnya mereka memilih tinggal di pemukiaman kumuh pinggir rel kereta api dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai. Pekerjaan responden adalah pekerjaan pada sektor informal yaitu sebagai wiraswasta, pedagang, buruh, dan tukang becak. Pendapatan responden mayoritas berada dalam kategori sangat rendah, lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan mereka. Cara hidup/kebiasaan responden adalah saling membantu dan interaksi sosialnya kurang berjalan di lingkungan 24. Kegiatan organisasi di masyarakat mengalami kemunduran, karena tidak adanya masyarakat mau berpartisipasi ikut pengajian dan STM (Serikat Tolong-Menolong). Kata Kunci:Sosial Budaya, Penduduk, Pinggir Rel Kereta Api
Dampak Modernisasi terhadap Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Kota Medan
Murni Eva Rumapea;
Dini Afrianti Simanungkalit
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5087
Upacara adat perkawinan Batak Toba telah mengalami perubahan baik dalam sistem upacara maupun tata cara pelaksanaan upacara tersebut. Kehadiran modernisasi telah mengubah penilaian masyarakat Batak Toba terhadap tata cara dan kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam upacara adat perkawinan Batak Toba. Perkawinan marpariban tidak lagi menjadi suatu kewajiban bagi putra/putri Batak Toba. Pada saat ini upacara adat perkawinan Batak Toba telah berubah seperti tahapan mangalehon tanda hata ( pemberian tanda burju) sudah jarang dilaksanakan, marhori- hori dingding tidak lagi menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat Batak, patua hata dan marhusip di Kota Medan dilaksanakan secara bersamaan, maningkir lobu yang biasanya dilakukan setelah acara marhata sinamot sudah ditiadakan/dihilangkan dan tahapan atau acara paulak une dan maningkir tangga telah dilangsungkan bersamaan dengan pesta unjuk. Bentuk upacara perkawinan yang demikian disebut adat ulaon sadari artinya pesta yang dituntaskan selama satu hari. Pelaksanaan upacara adat Batak Toba di Kota Medan mayoritas dilaksanakan dalam bentuk ulaon sadari (upacara adat yang dituntaskan dalam satu hari). Sebagian masyarakat menyetujui adat ulaon sadari dan sebagian lagi menolak terutama raja- raja adat. Kata Kunci: Upacara Adat Perkawinan,Dampak; Modernisasi; Perubahan.
Kondisi Sosial Budaya Terkait Pendidikan Anak pada Masyarakat Nelayan Di Desa Perlis Brandan Barat
Nurjannah - -;
Robi - Suhendra
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5078
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial budaya masyarakat nelayan kaitannya dengan pendidikan anak dan keadaan sosial ekonomi masyarakat nelayan di desa Perlis kecamatan Brandan Barat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, angket dan wawancara. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, sampel yang digunakan adalah 50 orang, yang ditetapkan dengan sampling purposived. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket, wawancara dan obsevasi lapangan. Hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang kondisi sosial masyarakat nelayan kaitannya dengan pendidikan anak pada masyarakat nelayan di desa Perlis kecamatan Brandan Barat, dapat disimpulkan yaitu karena masyarakat kurang mengerti dan memahami arti dari pendidikan di dalam fikirannya, rendah tingkat pendapatan keluarga, keadaan sosial budaya masyarakat nelayan. Kata Kunci: Kondisi Sosial Budaya; Pendidikan Anak; Masyarakat Nelayan.
Pertolongan Persalinan Ma’blien pada Masyarakat Desa Sawang Kecamatan Samudera Aceh Utara
Puspitawati - -;
Rinanda Rahayu Batubara
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5081
Pertolongan persalinan oleh ma’blien merupakan pemberian jasa pertolongan kepada ibu yang melahirkan dengan tindakan yang dilakukan dari awal masa kehamilan, saat proses persalinan, sampai pada proses persalinan selesai. Hal ini menjadi pilihan ibu yang melahirkan dan keluarganya, sebagai dan rasa kepercayaan kepada ma’blien yang berperan dalam pertolongan persalinan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menjadi prosedur pemecahan masalah penelitian dengan menggambarkan keadaan subyek penelitian dengan tujuan untuk mengetahui proses pertolongan persalinan oleh ma’blien di desa Sawang Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sawang, sampel penelitian yakni purposive sampling, dalam teknik ini pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan penelitian. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah ma’blien, ibu hamil, juga kepada orang terdekat yang terdiri dari suami atau orang tua/mertua. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih adanya rasa kepercayaan masyarakat desa Sawang kepada ma’blien dalam pertolongan persalinan, faktor kepercayaan masyarakat bukan merupakan satu-satunya alasan masyarakat menggunakan ma’blien. Rasa kepercayaan masyarakat karena pertolongan persalinan yang dilakukan oleh ma’blien merupakan tradisi secara turun-temurun oleh keluarga mereka. Masyarakat desa Sawang menganggap ma’blien adalah orang yang diberikan kemampuan untuk membantu proses persalinan yang cukup berpengalaman. Terdapat beberapa faktor lain yakni faktor ekonomi, geografis, dan pendidikan. Kata Kunci: Pertolongan; Persalinan; Ma’blien; Masyarakat
Makna Upacara Menanda Tahun dan Pelestarian Lingkungan pada Masyarakat Pakpak Desa Kecupak I Pakpak Bharat
Supsiloani - -;
Priska Prince Manik
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5088
Menanda tahun adalah sebuah upacara yang diselenggarakan setahun sekali oleh masyarakat Pakpak di desa Kecupak I kecamatan Pergetteng-geteng Sengkut kabupaten Pakpak Bharat dalam rangka pembukaan lading. Upacara ini selalu diselenggarakan menjelang musim tanam, agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan-ketentuan penguasa alam gaib bagi kelestarian ekosistem. Dengan usaha-usaha pertanian dan perladangan memperoleh izin dan “keberkahan”dari mereka (penguasa alam gaib). Berladang bukan hanya untuk tujuan ekonomi, tetapi berkaitan dengan aspek kebutuhan sosial dan religi. Sebagai contoh tanaman padi yang dipandang sebagai wanita yang memiliki kekuatan gaib dan mendatangkan keberuntungan dan kerugian tergantung bagaimana memperlakukannya. Aturan-aturan yang berlaku dalam perladangan ini kemudian diberlakukan juga dalam pola tanam sawah, yang sempurna, yang semuanya harus dimulai dengan upacara Menanda Tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna upacara Menanda Tahun dan kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian seluruh masyarakat Kecupak I dan sampel ditujukan kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat. Alat pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Sedangkan tekhnik analisa digunakan adalah tekhnik deskriptif. Kata Kunci: Upacara Menanda Tahun; Kelestarian Lingkungan; Masyarakat Pakpak