cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1" : 13 Documents clear
PENGETAHUAN BERSAMA SEBAGAI UNSUR PEMBANGUN HUMOR PADA <em>STAND UP COMEDY</em> Fauzy, Miftah; Wrihatni, Novika Stri; Rahmawanto, Dwi
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pengetahuan bersama sebagai pembangun humor pada Stand Up Comedy (SUC) yang dilakukan oleh komika Deddy Gigis, Sega, dan Wawan Saktiawan. Pemilihan topik penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya efek lucu yang disebabkan oleh aspek di luar bahasa. Pada penelitian sebelumnya, efek lucu dipengaruhi oleh gaya bahasa. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pengetahuan bersama pada SUC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa ujaran yang menghasilkan efek lucu karena pengetahuan bersama dengan sumber data lisan pada pertunjukkan Stand Up Comedy (SUC) oleh Deddy Gigis, Sega, dan Wawan Saktiawan yang tayang di jaringan televisi bernama JTV, tetapi diunggah di YouTube dengan akun bernama Khatulistiwa. Analisis data menggunakan teori tindak ilokusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa humor dengan menghadirkan pengetahuan bersama dibangun dengan cara 1) menghadirkan konteks lain pada pengetahuan bersama, 2) menyelewengkan pengetahuan bersama, dan 3) mengomentari pengetahuan bersama. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan humor Stand Up Comedy (SUC), daya ilokusi tidak hanya terealisasi oleh wacana atau kata-kata, tetapi juga dengan menghadirkan pengetahuan bersama bersamaan dengan wacana yang disampaikan.
ESTETISASI KONTEN <em>SUGAR DATING</em> DAN SEKSUAL DI TIKTOK SELAMA PANDEMI COVID-19 Nisa, Azkiya
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan internet merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Hal tersebut menimbulkan peningkatan terhadap penggunaan media sosial dan penyebaran berbagai konten pada masa pandemi Covid-19, dua di antaranya adalah konten sugar dating dan seksual. Kalangan sugar baby aktif membagikan kegiatan atau pendapatan dari pekerjaan yang dilakukan khususnya pada masa krisis perekonomian saat ini dan narasi, simbol, istilah-istilah terkait seks juga diekspos oleh para pengguna TikTok. Pembicaraan yang dianggap tabu dan memiliki citra negatif sehingga jarang diangkat oleh masyarakat kemudian banyak diunggah. Unggahan tersebut disertai dengan suntingan video yang unik dan melibatkan usur-unsur seperti filter, background, dan backsound yang meminimalisir kesan vulgar. Tidak sedikit respon yang netral atau positif terhadap unggahan konten tersebut dan beberapa di antaranya menunjukkan ketertarikan untuk mendapatkan maupun berbagi informasi. Penelitian terdahulu terkait dengan konsumsi TikTok pada masa pandemi (Kennedy, 2020) telah membahas peningkatan visibiltas TikTok dan selebriti d’Amelio pada masa pandemi yang mempertahankan budaya selebriti perempuan muda. Penelitian terdahulu tentang sugar dating (DeSoto, 2018) terbatas pada produksi budaya pada kalangan mahasiswa dan situs kencan, sedangkan penelitian lainnya (Bleakley, 2008) juga membahas peningkatan komunikasi terkait seks di media sosial yang dapat menyebabkan kognisi seksual. Berdasarkan kasus dan penelitian terdahulu, artikel ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana identitas sugar baby dikonstruksi, perkembangan kalangan sugar baby, negosiasi identitas, dan penerimaan oleh orang-orang di TikTok. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan TikTok sebagai media ekspresi kebebasan tubuh dalam mengeksplorasi kenikmatan-kenikmatan intim. Dengan kata lain, penelitian berfokus pada konten sugar dating dan seksual yang diestetisasi melalui TikTok pada masa pandemi. Korpus yang digunakan dalam penelitian berupa kompilasi beberapa video sugar dating dan seksual pada masa pandemi di TikTok. Metode penelitian adalah kualitatif dan analisis wacana kritis. Konsep Walter Benjamin tentang estetisasi karya seni, Seksualitas dan Tubuh oleh Michel Foucault juga digunakan.
SIMBOL PERAYAAN TAHUN BARU KEBUDAYAAN RUSIA DALAM FILM ANIMASI SERIAL TELEVISI СМЕШАРИКИ/<em>SMESHARIKI</em> (BOLA KECIL LUCU) Maharani, Jasmine Aisyah, J; Limbong, Banggas, M.Hum.
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This final project is a study on the meaning of the New Year's symbols found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition. This type of research is qualitative with a descriptive analysis method. This research refers to the study of the meaning of the symbols of New Year's celebration in Russia found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition, because in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition there are elements of symbols that can represent the traditions or customs of Russian society in celebrating the New Year. The symbols of New Year's celebrations found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition have an indirect educational purpose, namely to provide knowledge about the traditions or customs of Russian society in celebrating the New Year in Russia which can be said to be "unique" because it has different customs when compared to the traditions of New Year's celebrations in general. through children's animation. By examining the meaning of the symbols of New Year's celebrations found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition, it is hoped that it can provide information that is more easily accepted by the general public outside Russia about the culture of New Year's celebrations in Russia.

Page 2 of 2 | Total Record : 13