cover
Contact Name
Gita Noveri Eza
Contact Email
bungarampaiunimed@gmail.com
Phone
+6285263097850
Journal Mail Official
gitanoverieza@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi PG- PAUD FIP UNIMED Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate Email : bungarampaiunimed@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bunga Rampai Usia Emas
ISSN : 23019409     EISSN : 25027166     DOI : https://doi.org/10.24114/jbrue
Core Subject : Education,
Ruang lingkup Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, yaitu: Penelitian dan/atau gagasan ide serta hasil pengabdian masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini, meliputi pengembangan kognitif, fisik motorik, bahasa, nilai agama dan moral, sosial emosional, serta pengembangan seni dan kreativitas, pengelolaan PAUD, psikologi perkembangan anak, ilmu parenting, alat permainan edukatif, inovasi pembelajaran PAUD dan berbagai bidang yang berkaitan dengan anak usia dini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5 – 6 Tahun di PAUD Harapan Kita Ardianti Surya Ningsih; Dorlince Simatupang
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v6i1.23211

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun masih kurang berkembang  khususnya dalam mewarnai dan menempel gambar. Oleh karena itu perlu menggunakan metode yang tepat, salah satunya metode demontrasi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh metode demontrasi terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di Paud Harapan KitaT.A 2016/2017.Metode penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yaitu only-post test control grup design. Penelitian ini melibatkan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 62 anak, yang terdiri dari 31 anak di kelas eksperimen dan 31  anak di kelas kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh rata-rata nilai pada kelas eksperimen 14,16 dengan nilai tertinggi 16 dan nilai terendah 11, sehingga perkembangan motorik halus anak pada kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol yang mempunyai nilai rata-rata 11,19 dengan nilai tertinggi 13 dan nilai terendah 11. Berdasarkan hasil tersebut hipotesis menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode demontrasi berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak yaitu dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung  >   ttabel  yaitu 8,427 > 1,6749 pada taraf α = 0.05. Dengan demikian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan : Ada Pengaruh Yang Signifikan Dari Metode Demontrasi Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di Paud Harapan Kita Tahun Ajaran 2017/2018.Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menerapkan metode demontrasi mampu memberikan peningkatan terhadap perkembangan motorik halus anak
Upaya Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Bermain Puzzle di TK SION Tanjung Morawa Riana Sembiring; Nasriah Nasriah
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 2, No 1: Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v2i1.9547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bermain puzzle di kelas Melati TK SION Tanjung Morawa.Subjek penelitian ini adalah anak kelas Melati TK SION Tanjung Morawa, yang berjumlah 22 orang anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasil observasi terhadap kelas yang diteliti.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Dalam setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi. Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi pembelajaran dikelas untuk mengetahui pembelajaran di dalam kelas.Instrumen dalam penelitian ini digunakan lembar observasi perkembangan kognitif anak dengan indikator sebagai berikut: menyebutkan warna dasar, mengenal ukuran, berani menerima tugas, memecahkan masalah yang ada, memasangkan benda sesuai dengan pasangannya.Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari siklus I terdapat 9 orang anak (40,9%) yang memiliki tingkat kognitif  kurang, 7 orang anak (31,8%) yang memiliki tingkat kognitif cukup, 5 orang anak (22,7%) yang memiliki tingkat kognitif baik dan hanya 1 orang anak (4,6%) yang memiliki tingkat kognitif sangat baik. Sedangkan pada siklus II terdapat 2 orang anak (9,1%) yang memiliki tingkat kognitif kurang, 2 orang anak (9,1%) yang memiliki tingkat kognitif cukup, 9 orang anak (40,9%) yang memiliki tingkat kognitif baik dan 9 orang anak (9,1%) yang telah memiliki tingkat kognitif sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain puzzle dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, kegiatan bermain puzzle dapat diterapkan pada pembelajaran sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak di kelas Melati TK SION Tanjung Morawa
Optimalisasi Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia Dini Ade Karunia Rizky Manurung
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 5, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v5i2.23020

Abstract

Penulisan artikel ini membahasa tentang kemampuan berbicara anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir keterlambatan berbicara pada anak usia dini dengan mengoptimalkan pembelajaran pada anak usia dini dengan menstimulasi anak melalui media pembelajaran dan menambah literatur dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Kemampuan bernbicara merupakan kemampuan seseorang dalam mengungkapkan, menyampaikan, mengeksperiskan dan mengucapkan sesuatu yang ada dipikiran dan perasaan seseorang.  Kemampuan berbicara memiliki peran yang penting dalam keberhasilan bersosialisasi seseorang, karena melalui kemampuan berbicara seseorang dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang ada disekitarnya
Pendekatan Saintifik Dalam Mata Kuliah Konsep Dasar PAUD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa FIP Unimed T.A 2016/2017 Kamtini Kamtini; Damaiwaty Ray; Jasper Simanjuntak
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 2, No 2: Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v2i2.9418

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Program Studi PG PAUD pada semester ganjil tahun 2016 dengan focus pada peningkatan motivasi mahasiswa Konsep Dasar PAUD. Hasil belajar pada penugasan materi yang meliputi konsep pembelajaran dan pendekatan, model, strategi, metode dan media serta melakukan pendekatan saintifik dan diujicobakan dilapangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 semester 1 PG PAUD FIP UNIMED yang mengambil mata kuliah Konsep Dasar PAUD berjumlah 29 orang. Penelitian dilaksanakan dua siklus dan setiap siklus dilakukan dengan tahapan 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) monitoring , 4) refleksi. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, analisis dengan teknik analisi deskriptif dan kualitatif.
Pengaruh Kegiatan Bermain Air Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Ananda Medan T.A 2017/2018 Agustia Ulfa; Kamtini Kamtini
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 4, No 2: Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v4i2.12208

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah perkembangan kognitif anak khususnya pada aspek menalar belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan bermain air terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Ananda Medan T.A 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen.Desain yang digunakan adalah Quasi Experimen Design (penelitian eksperimen semu), dengan bentukThe Equivalen Time Samples Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di PAUD Ananda Medan yang berjumlah 27 anak, yang terdiri dari kelas B1 dengan jumlah 15 anak dan B2 dengan jumlah 12 anak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas B1 berjumlah 15 anak.Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi tersktruktur dengan instrument lembar observasi.Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik deskriptif dan statistik inferensial, yaitu uji Tes Friedman. Hasil analisis data menunjukkan untuk observasi pertama yang diberikan perlakuan (XI) memperoleh nilai rata-rata 5,2, observasi kedua yang tidak diberi perlakuan (X0) memperoleh nilai rata-rata 3,4, observasi ketiga yang diberi perlakuan (XI) memperoleh nilai rata-rata 7,6 dan observasi keempat yang tidak diberi perlakuan (X0)  memperoleh nilai rata-rata 6,2. Dari hasil data tersebut terlihat bahwa pada pemberian perlakuan pemainan air memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan tidak diberi perlakuan. Dari hasil uji hipotesis diperoleh  hitung >X2tabel pada taraf signifikan 0,05 atau 5% yaitu 1517,92 > 7,82 maka nilai rata-rata (XI) signifikan. Dengan demikian penggunaan permainan air berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di PAUD Ananda Medan T.A 2017/2018
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK DI PAUD DAHARNAS LESTARI TAHUN AJARAN 2012-2013 Mahnifra Mahnifra
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9279

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) anak belum mampu menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, 2) anak belum mampu mengembangkan kemampuan logika matematika, 3) kurangnya kemampuan dalam menggunakan media yang sesuai dengan kemampuan kognitif anak, 4) kurangnya rangsangan dan pelatihan dari guru dalam media balok dalam meningkakan kemampuan kognitif anak.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 14 orang anak perempuan dan  16 orang anak laki-laki. Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah lembar observasi. Temuan hasil siklus I menunjukkan bahwa perolehan nilai anak yang tergolong kurang 3,33%, yang tergolong cukup adalah 20%, yang tergolong baik adalah 66,7%, yang tergolong baik sekali adalah 10%. Dengan demikian kemampuan kognitif anak pertemuan I siklus I berada pada tingkat kategori baik sebesar 66,7%. Belum maksimalnya pada saat dilakukan siklus I dengan menggunakan kotak-kotak anak kurang tertarik dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, pada siklus II dilakukan dengan menggunakan balok maka diperoleh data hasil siklus II menunjukkan bahwa perolehan nilai anak yang tergolong kurang tidak ada, yang tergolong cukup tidak ada, yang tergolong baik adalah 3,33%, yang tergolong baik sekali adalah 96,7%. Dengan demikian kemampuan kognitif anak pertemuan I siklus I berada pada tingkat kategori baik sekali sebesar 96,7%.
Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun di TK Salsa T.A 2016/2017 Dina Oktaviani; Damaiwaty Ray
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 4, No 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v4i1.11537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Salsa T.A 2016/2017. Berdasarkan hasil analisis data diatas diperoleh rata-rata nilai pada kelas eksperimen 2,58 dengan nilai tertinggi 18 dengan kategori Baik Sekali yang mendapat presentasi nilai 86,6% dan nilai terendah 13 dengan kategori Baik yang mendapatkan presentasi nilai 13,4% Sedangkan nilai rata-rata pada kelas kontrol 1,85 dengan nilai tertinggi 13 dengan kategori Baik yang mendapatkan presentasi nilai 86,6% dan nilai terendah 8 dengan kategori Cukup yang mendapat presentasi nilai 13,4%, sehingga kemampuan membaca permulaaan anak pada kelas eksperimen memperoleh perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut hipotesis menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan media audiovisual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan anak yaitu dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 11,57 > 1,693 pada taraf α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media audiovisual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di Tk Salsa T.A 2016/2017.
Pengaruh Kegiatan Bermain Congklak Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Di TK An-Nur Nursyah Rida Syanti Siregar; Dorlince Simatupang
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 6, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v6i2.23216

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan kognitif anak masih rendah, pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh permainan congklak terhadap kemampuan kognitif anak pada usia 4-5 tahun di TK AN NUR Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain Possstest-Only Control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK AN NUR. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas B1 sebagai kelas eksperimen dan kelas B2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Pengujian ini digunakan dengan menggunakan uji Liliefors (uji-t) dengan taraf nyata = ߙ0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sifgnifikan. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda diperoleh rata-rata skor kemampuan kognitif anak kelas ekperimen 6,25 dan kelas kontrol 4,37 . dari hasil observasi kedua sampel diperoleh selisih 1,88 . Dari data yang diperoleh tersebut didapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kognitif anak dikelas ekperimen dan kelas kontrol.Sedangkan hasil uji hipotesis terbukti bahwa t୦୧୲୳୬୥ (0,8065) >t୲ୟୠୣ୪ (0,285). Hal tersebut sesuai dengan hasil uji hipotesis H୓ ditolak dan Hୟ diterima. Sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan permainan congklak terhadap kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun di TK AN NUR
Application Of Drawing Time For School Phobia At The Beginning Of School Entry For Preschool Children Salsabila Hasiana Tanjung
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 3, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v3i2.9230

Abstract

School phobia is often experienced by preschool children at the beginning of school entry. The child's fear is caused by the child has not felt comfortable and safe with his or her new environment or can be caused by the child is not familiar with the immediate environment as with his family. School phobias can occur up to three days, one week even to mid-semester. Child's fear can be expressed by nailing his body when they are about to enter the school, hiding behind the body that leads to school, crying, shouting and giving reasons to be out of school or to be kept by his parents or those who deliver the children to school. Children who experience school phobia need social and emotional development so that children feel comfortable and safe in school. The social and emotional development of children is derived from the maturity and learning opportunities of various environmental responses to children. Optimal social development is derived from healthy social responses and opportunities given to children to develop positive self- concept. Through drawing activities between children and teachers, children can develop their interests and attitudes and approach to new environments in their school. This article discusses the activities of "DrawingTime"as an activity program that can be done to children aged  4-5  years  who  experienced school phobia  with the  aim that children experience bonding with the school environment, especially teachers and playmates.
Pengaruh Media Manipulatif Terhadap Kemampuan Kognitif Dalam Mengurutkan Pola Warna Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Santa Lusia Medan T.A. 2015/ 2016 Kamtini Kamtini; Lasni Ropanat Simbolon
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 2, No 1: Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v2i1.10633

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam kemampuan mengurutkan pola warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media manipulatif terhadap kemampuan mengurutkan pola warna pada anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medan Tahun Ajaran 2015/2016.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok B yang ada di TK Santa Lusia yang berjumlah 96 0rang Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, yaitu memilih sampel dengan cara acak dengan membuat undian. Cara undian yang dimaksud adalah dengan mengocok 3 gulungan kertas yang berisi nama kelas TK B Santa Lusia (Grahambell, Montesori dan). Pengambilan pertama terambil satu kelas secara acak yaitu kelas Montesori sebagai kelas eksperimen. Pengambilan kedua terambil satu kelas secara acak yaitu kelas Grahambell sebagai kelas kontrol.. Untuk kelas ekperimen 30 orang anak dengan pembelajaran menggunakan media manipulatif, dan kelas kontrol 30 orang anak hanya menggunakan LKA dengan kegiatan mewarnai.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa anak kelas eksperimen memiliki nilai terendah 31, nilai tertinggi 47 dan nilai rata-rata 39,76 yang lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol yang memiliki terendah 20, nilai tertinggi 36 dan nilai rata-rata 30,33. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mengurutkan pola warna pada anak kelas eksperimen lebih baik dibanding anak kelas kontrol. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung =7,99; nilai ini dibandingkan dengan nilai ttabel (dk =(n1+n2)-2=58; α=0,05). Harga ttabel dengan nilai N=58 diperoleh 1,695. Sehingga diperoleh thitung> ttabel (7,99 > 1,695), dengan demikian hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan “Ada pengaruh yang signifikan dari media manipulatif terhadap kemampuan kognitif dalam mengurutkan pola warna pada anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medan T.A 2015/2016”.

Page 7 of 18 | Total Record : 178