cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2011)" : 11 Documents clear
INTERREGIONALISME DAN TANTANGAN PEMBENTUKAN KOMUNITAS ASEAN Yulius Purwadi Hermawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 1970an ASEAN telah mengembangkan bi-regional arrangement dengan organisasi regional di luar kawasan Asia Tenggara dan hybrid interregionalism dengan negara-negara yang memiliki pengaruh di kawasan ini. Anggota-anggota ASEAN juga secara individual mengambil peran aktif dalam transregional arrangement dengan negara-negara non anggota ASEAN. Ragam interregionalisme semakin diperkuat sejak pemimpin-pemimpin ASEAN mencanangkan cita-cita pembentukan komunitas ASEAN di tahun 2003.Penelitian ini mengkaji kontribusi interregionalisme yang melibatkan ASEAN sebagai organisasi maupun negara-negara secara individual terhadap proses pembentukan komunitas ASEAN. Penelitian ini mengikuti argumentasi teoretisi Transaksionalisme, yang menyatakan bahwa interaksi intens dan ekstensif di antara aktor-aktor regional sangat penting untuk menghasilkan fondansi ‘we feeling’ yang fundamental bagi pembentukan komunitas regional. Berangkat dari konsepsi ini, penelitian ini melihat bahwa faktor determinan untuk penguatan institusi regional bersifat endogenous – terkait kemampuan bangsa-bangsa untuk mendefinisikan identitas regional, membangun kerangka normatif dan organisasional yang menjadi ‘code of conduct’ dalam interaksi reguler mereka; pendefinisian identitas regional ini merupakan hasil interaksi yang intens dan ekstensif di antara aktor-aktor yang menjadi bagian dalam proses integrasi. Pertanyaan penelitian tentang hubungan interregionalisme dan pembentukan komunitas ASEAN ini menjadi menarik untuk dikaji lebih jauh karena interregionalisme bersentuhan erat dengan faktor yang bersifat exogenous yang berpotensi untuk memperlemah pembentukan ‘identitas regional’.Penelitian ini menemukan bahwa bi-regional arrangement dan hybrid interregionalism yang dikembangkan negara-negara ASEAN secara kolektif-institusional maupun transregional arrangement yang melibatkan negara-negara dengan kapasitas individual masing telah menjadikan konstruksi komunitas ASEAN lebih bersifat terbuka dan adaptif terhadap pengaruh ekstra regional. Interregionalisme telah membantu negara-negara anggota untuk memperkuat modalitas dan kapasitas bagi integrasi politik keamanan dan ekonomik dan memfasilitasi konektivitas di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara; dan dengan demikian secara potensial menumbuhkan nilai-nilai ke-ASEAN-an di antara mereka. Namun demikian, interregionalisme membawa tantangan aktual serius bagi konsolidasi integrasi ASEAN di bidang ekonomik dan politik-keamanan; konstruksi ASEAN tetap akan dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh eksternal yang diciptakan oleh mitra-mitra interregional ASEAN.
Pengaruh Service Performance terhadap Kepuasan Konsumen dan Implikasinya kepada Loyalitas Pelanggan Citi Trans Bandung Fransisca Mulyono
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.246 KB)

Abstract

Bisnis shuttle service di Bandung semakin menjamur dengan dibukanya tol Cipularang. Saat ini ada beberapa perusahaan yang bergerak dalam bisnis ini. Salah satunya adalah Citi Trans yang didirikan pada Oktober 2005 yang dapat dikatakan sebagai salah satu pelopor dalam bisnis ini. Seiring dengan berjalannya waktu yang memunculkan tingkat persaingan yang semakin meningkat, Citi Trans terkena dampaknya. Pada tahun 2010 jumlah penumpang yang memilih menggunakan jasa Citi Tans turun sebanyak 4,76% dibandingkan pada tahun 2009. Sekilas prosentase penurunan jumlah penumpang ini tampak sedikit, tetapi jika tidak dicermati dengan seksama, maka hal ini akan memberikan dampak buruk di masa depan.Bisnis shuttle service sebagaimana tercermin dalam industrinya mengutamakan pelayanan jasa dalam melayani konsumennya. Dengan demikian kualitas pelayanan menjadi alat yang vital bagi keberlangsungan Citi Trans ini. Berkaitan dengan penurunan jumlah penumpang, perlu diteliti bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan Citi Trans berkaitan dengan kepuasan dan loyalitas para penumpangnya. Atas dasar inilah fokus penelitian penelitian ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan : bagaimana pengaruh kualitas layanan yang dipersepsikan penumpang (service performance) Citi Trans terhadap kepuasan konsumen dan implikasinya kepada loyalitas pelanggan Citi Trans, Bandung?Dalam penelitian kausal ini, jumlah responden dipilih sebanyak 150 orang sesuai dengan rumus minimal, yaitu lima kali jumlah item (pertanyaan) penelitian yang berjumlah 30. Teknik sampling dilakukan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SEM menggunakan program AMOS 20.Hasil penelitian memperlihatkan model yang ada tidak sesuai (fit) dengan data yang ada, walapun validitas dan reliabilitas model tinggi. Hal ini dimungkinkan oleh beberapa kemungkinan, seperti (1) kurangnya jumlah sampel dan atau (2) teknik pengambilan sampel yang tidak random (walaupun dalam penelitian ini amat sulit dilakukan sehubungan dengan tidak tersedianya jumlah populasi yang dibutuhkan untuk teknik random sampling.
PERSEPSI KONSUMEN MENGENAI KEMIRIPAN 7 MEREK HANDPHONE BERDASARKAN DIMENSI KUALITAS DAN MODEL DI KOTA JAKARTA DAN BANDUNG James Rianto Situmorang
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.166 KB)

Abstract

Sejak munculnya telepon genggam (HP) sebagai alat telekomunikasi yang canggih maka HP sekarang ini merupakan alat telekomunikasi yang paling populer di seluruh dunia. HP sebagai perangkat telekomunikasi pribadi merupakan pasar yang sangat besar dan sampai saat ini masih menjadi pasar yang potensial. Produsen HP berebut pasar konsumen ini dan tentu saja merek-merek HP yang beredar di pasar menjadi sangat banyak. Di Indonesia sebagai pasar HP yang potensial karena jumlah penduduknya banyak juga beredar banyak merek HP terutama munculnya HP merek buatan Cina beberapa tahun belakangan ini. Nokia masih menjadi pemimpin pasar namun merek HP buatan Cina  sudah mampu menembus lima besar misalnya Nexian. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap kemiripan antara merek-merek HP populer  yang beredar di pasar berdasarkan dimensi kualitas dan model HP. Konsumen yang dijadikan sampel yaitu di kota Jakarta dan Bandung masing-masing sebanyak 100 orang. Data dari isian kuesioner akan diolah menggunakan software SPSS dengan aplikasi Multi Dimensional Scaling.
ANALISA TIPE KESALAHAN DALAM MEMPREDIKSI KEPAILITAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z SCORE (STUDI PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ) Vera Intanie Dewi; Felisca O
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.537 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kepailitan pada perusahaan Food and Beverages yang laporan keuangannya tersaji di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan metode Z-Score Altman dan untuk mengetahui tingkat kesalahan klasifikasi model prediksi kebangkrutan pada perusahaan food and Beverages di BEI. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 13 perusahaan. Sampel diambil dari populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages sejumlah 15 perusahaan yang tercatat di BEI. Sampel yang dipilih adalah perusahaan Food and Beverage yang laporan keuangannya tersaji di BEI maupun yang dipublikasikan di media, untuk periode 2006 -2010. Sampel yang digunakan akan dibedakan menjadi dua kelompok yaitu perusahaan yang pada periode 2 tahun setelah diprediksi mengalami pailit dan tidak pailit serta perusahaan yang dengan metode Altman Z Score,diprediksi pailit serta tidak pailit. Data yang digunakan adalah data sekunder. Dari 13 sampel perusahaan Food and Beverage di BEI, hasil analisa prediksi kepailitan dengan metode Altman Z Score menunjukkan bahwa ditahun 2006 dan 2007, tiga perusahaan masuk kategori pailit, 6 perusahaan masuk kategori tidak pailit dan 4 perusahaan masuk dalam grey area. Sedangkan untuk tahun 2008, lima perusahaan masuk kategori pailit, 5 perusahaan masuk kategori tidak pailit dan 3 perusahaan masuk grey area. Dan hasil analisa keuangan untuk 2 tahun setelah prediksi menunjukkan hasil bahwa tahun 2008, dua sampel perusahaan mengalami pailit dan 11 sampel perusahaan tidak pailit. Sedangkan untuk tahun 2009 dan 2010, satu perusahaan dalam kondisi pailit dan 12 perusahaan dalam kondisi tidak pailit. Dari hasil prediksi kepailitan perusahaan food and beverage di BEJ dapat diketahui tingkat kesalahan klasifikasi model untuk kesalahan tipe 1 adalah sebesar 0% untuk kesalahan tipe 2 adalah sebesar 15.38% ( prediksi ditahun 2006 untuk tahun 2008), 23.08% (prediksi di tahun 2007 untuk tahun 2009) dan 38.46% (prediksi ditahun 2008 untuk tahun 2010).
ANALISA PRODUCT PLACEMENT DALAM SINETRON PADA JAM TAYANG UTAMA DI SALURAN TELEVISI SWASTA INDONESIA Fransiska Anita Subari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.463 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam strategi pemasaran, dan iklan merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi secara non personal yang bertujuan untuk menginformasikan, mengingatkan, mempengaruhi atau meyakinkan orang-orang terhadap produk dari produsen tertentu. Ada banyak merek yang beredar, membuat perencana iklan berusaha mencari berbagai macam media agar pesan dari iklan bisa disampaikan. Kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, kita terpapar oleh iklan. Kita dapat menemui iklan saat membaca majalah dan koran, mendengarkan radio atau bahkan saat kita melakukan perjalanan, iklan dapat ditemui di bis bahkan dinding bangunan.Televisi merupakan media yang sering dipakai oleh perusahaan di Indonesia, karena diyakini dapat menjangkau target pemirsa yang luas. Terdapat sekitar limabelas hingga duapuluh iklan yang ditayangkan sekaligus dalam setiap hampir limabelas menit suatu acara televisi. Bila dalam waktu 24 jam, ada berapa banyak iklan yang terpapar kepada pemirsa?Iklan yang ditayangkan saat jeda iklan harus bersaing dengan ketat untuk memperoleh perhatian pemirsa. Masalah lainnya adalah adanya saluran televisi lainnya berusaha untuk memperoleh sebanyak mungkin penonton sehingga membuat penonton cenderung untuk berpindah saluran selama jeda iklan. Dalam situasi seperti ini, product placement dapat dipertimbangkan sebagai suatu alternatif promosi. Serial televisi merupakan salah satu acara yang memiliki penonton terbanyak disamping olahraga. Jika merek, logo atau identifikasi produk lainnya secara cermat dimasukkan ke dalam alur cerita, penonton dapat terpapar sebelum mereka sempat berpindah ke saluran televisi lainnya.Penelitian ini mencoba menangkap dan menggambarkan keberadaan product placement dengan mengamati sinetron yang ditayangkan di RCTI, SCTV dan MNCTV selama jam tayang utama untuk melihat merek apa dan bagaimana penempatannya dalam sinetron di ketiga saluran televisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memunculkan keinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas product placement dalam sinetron dari rumah produksi Indonesia.
PROFIL PENGALAMAN TKI : PEMBERANGKATAN, DI LUAR NEGERI DAN KEPULANGAN STUDI KASUS KOTAMADYA CIANJUR, KOTAMADYA SUKABUMI & KABUPATEN SUKABUMI Arie I. Chandra; Atom Ginting Munthe
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1588.518 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini ditemukan bahwa berlawanan dengan keyakinan umum ternyata peranan sponsor atau calo tidaklah merugikan para calon Tenaga Kerja Indonesia . Para TKI mengaku bahwa sponsor sangatlah berperan dan berkontribusi pada keberangkatan mereka dan mereka bersikap positif terhadap sponsor. Demikian juga selama di luar negeri dan pada kepulangan dari luar negeri , mereka mengaku tidak mengalami kesulitan dan penderitaan seperti yang diberitakan dalam mass media.Dalam penelitian ini digunakan teori migrasi , ketenagaan kerja dan wawancara secara kualitatif serta tujuan penelitian ini adalah mengekplorasi profil pengalaman TKI di Kotamadya Cianjur dan Kotamadya dan Kabupaten Sukabumi.
MEREK SEBAGAI STRATEGIC ASSET DAN DINAMIKA PERSAINGANNYA DI INDUSTRI KONSUMSI (STUDI EMPIRIK MEREK YANG MEMPEROLEH IBBA 2011) Orpha Jane
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.559 KB)

Abstract

Merek merupakan salah satu sumberdaya penting bagi perusahaan. Saat ini, merek tidak lagi memainkan peranan sebagai pemberi identitas produk, pemberi pembeda produk dibandingkan dengan pesaing ataupun sekedar logo, simbol atau nama merek. Merek harus dipandang sebagai sumberdaya stratejik (strategic asset) yang dapat meningkatkan kapabilitas dan kompetensi inti perusahaan dalam usahanya meraih keunggulan daya saing.Penelitian ini mencoba mengkaji merek sebagai strategic asset dan dinamika persaingannya di industri. Secara spesifik, penelitian ini ingin mengidentifikasi merek sebagai salah satu sumberdaya perusahaan yang dapat mempengaruhi keunggulan bersaing berkelanjutan perusahaan. Merek-merek yang dianalisis dalam penelitian adalah yang ikut dalam program Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2011 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan lembaga riset MARS. Analisis dikaitkan dengan kriteria VRIN (Valuable, Rare, Inimitability, Non-substituability).Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa sepuluh merek yang masuk pada kategori pemenang IBBA 2011 adalah merek yang dimiliki oleh produsen atau perusahaan yang sudah lama ada di industri sehingga memiliki kemampuan untuk berpromosi melalui periklanan secara intensif. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi dinamika persaingan di industri. Dan secara spesifik dapat dinyatakan sebagai sumberdaya stratejik perusahaan, meskipun kriteria VRIN yang terpenuhi hanyalah valuable.Keyword: persaingan di industri, merek, sumberdaya stratejik, vrin
RICE VALUE CHAIN : A STRUCTURATION THEORY APPROACH Maria Widyarini; Gandhi Pawitan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.435 KB)

Abstract

The value chains of rice has created a significant impact in the domestic rice price as well as in Indonesia. As we know from many literatures that providing rice product in time and at different places in the market is very important, especially in Indonesia. The facts that import rice is cheaper than domestic rice price has give a negative impact to the farmers. Thus, the performance of a value chains of rice is related to its structure and strategies of the actors operating these chains or channels are important to be considered by government. Value chain analysis is the sequence analysis of related business activities (functions) from specific inputs for a particular product to primary production, transformation, marketing and up to final consumption. In other words, we can say that value chains is perfoming several functions i.e start from producer (rice producer or farmers), processors (farmer or trader), traders (retailer or wholesaler) and transporter (transportation and storage are important functions in the rice channel distributuion system). Reffering to the description of the rice market in Indonesia, we would like to emphasize that there is some room for value chains based on informal collaboration concering exchange information and financial arrangement between farmers and rice traders and rice traders to others. This study analyse construct from three different theory and models namely value chains, structuration theory and institutional economics related with rice condition in Indonesia. The result of this study are nine proposition that will be tested for futher research. Further, it will be applied for analyzing in more detail all types of agents/actors that perform different chains functions in the rice domestic market in Indonesia.Key words : Indonesian rice, rice value chains, structuration theory, institutional economics
PROFIL POTENSI DAN POLA STRATEGI BISNIS USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASKA PERJANJIAN ACFTA STUDI KASUS : CIMAHI & BANDUNG Gandhi Pawitan; Arie I. Chandra; Atom Ginting Munthe
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.202 KB)

Abstract

Dengan membanjirnya produk dari RRC maka kemungkinan melemahnya atau terjadinya perubahan-perubahan pada pelaku UKM Indionesia merupakan keniscayaan. Sampai dengan hari ini ada 12 jenis kategori produk yang akan dan mungkin dipertimbangkan akan dinegosiasikan dengan pemerintah RRC yang jumlahnya meliputi 228 produk. Adapun produk tersebut adalah meliputi kategori : Besi dan baja; tekstil dan produk tekstil; permesinan; elektronik; kimia anorganik dasar; petrokimia; furniture; kosmetik; jamu; alas kaki; produk industri kecil dan maritim. Dikarenakan ACFTA sudah berjalan hampir setahun maka menarik untuk mengeksplorasi bagaimana profil dari UKM khususnya yang berkenaan dengan potensi produknya di pasaran dan profil daya saingnya.Penelitian ini memunculkan beberapa faktor utama dalam mengukur potensi dan strategi bisnis UKM dalam menghadapi persaingan paska perjanjian ACFTA, yaituFaktor 1 : yang meliputi− Target laba yang direncanakan tercapai dengan baik− Target omzet penjualan yang direcanakan tercapai dengan baik− Jumlah pelanggan menjadi naik− Target Penjualan yang direncanakan tercapai semuanya− Tidak mudah memperoleh Karyawan yang memproduksi produk andaFaktor 2 : yang meliputi− Produk anda termasuk unik/langka tidak ada yang menyerupai− Produk anda tidak mudah ditiru− Produk anda tidak mudah digantikan manfaatnya oleh yang lain− Anda membuat iklan atau bergabung dengan semacam badan yang mempromosikan produk anda− Dalam merancang produk , anda mempertimbangkan kualitas produk import− Dalam merancang produk , anda mempertimbangkan disain/model produk importFaktor 3 : yang meliputi :− Jumlah produk sejenis yang berasal dari import ( RRC/India) semakin banyak− Harga produk lain yang sejenis lebih murah yang berasal dari import (RRC/India) daripada harga produk perusahaan anda− Disain atau model produk perusahaan anda termasuk lebih baik dibandingkan dengan produk lain yang sejenis
BISNIS KELUARGA MODEL PERKEMBANGAN 3 DIMENSI (Beberapa Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya) Budiana Gomulia; Erwin Suryadi; Inge Barlian
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.061 KB)

Abstract

Perkembangan Bisnis Keluarga merupakan topik kajian yang luas, meliputi aspek internal dan aspek eksternal dari usaha keluarga. Memahami tahap-tahap perkembangan sebuah usaha berguna untuk melihat “road map” dan menemukan cara pengelolaan yang tepat dalam mengatasi jebakan transisi. Bagaimana perkembangan bisnis keluarga-UKM di Bandung dan sekitarnya , masih memerlukan penggalian baik dalam praktek maupun teorinya. Tahap siklus hidup bisnis keluarga dapat dianalisis pada 3 dimensi (Davis , 1997), yaitu : perkembangan dimensi bisnis , perkembangan dimensi keluarga dan perkembangan dimensi kepemilikan.Perkembangan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung dan sekitarnya dipelajari melalui 45 sampel perusahaan , dengan keterwakilan : ukuran bisnis (yang berkembang dari skala kecil dan menengah), beragam usia bisnis – minimal 8 tahun, dan jenis usaha – dagang dan bukan dagang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptiv - multikasus , sama sekali tidak ditujukan untuk melakukan generalisasi. Wawancara , observasi dan diskusi yang dilakukan melibatkan semua mahasiswa di kelas Manajemen Bisnis Keluarga dalam 3 semester: Genap 2010-2011, Ganjil dan Genap 2011-2012Perkembangan Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya , “tampaknya” mampu bertahan dan berlanjut ( Toko Kopi Aroma, Toko Sim sudah dijalankan lebih dari 60 tahun), dan penerusan bisnis dari generasi 1 ke generasi 2 atau generasi 3.Kelihatannya faktor utama yang menyebabkan adanya keberlanjutan tsb adalah komitmen keluarga dan kepercayaan pada keluarga yang masih kuat – hal ini dibaca pada perkembangan dimensi keluarga dan dimensi kepemilikan yang stabil dan tertutup . Sedangkan untuk faktor manajemen dan sistem kerja relatif tidak berkembang, dengan tahap bisnis saat ini berada di tahap dewasa ; yaitu usaha tsb tidak diinginkan berkembang lagi atau sulit untuk dikembangkan lagi . Jadi keadaan bisnis berjalan pada posisi untuk mempertahankan saja yang ada (pelanggan, pasar dan fasilitas fisik)Perubahan paradigma dari pelaku bisnis keluarga di Bandung , pada kelompok usaha di era milinium, tampaknya sudah mulai terjadi yaitu : mereka mulai menyadari pentingnya kompetensi dan profesionalisme (al.lebih terbuka pada peranan bukan keluarga untuk duduk dalam manajemen). Dengan adanya perubahan ini diharapkan ada sumber daya yang lebih baik untuk keberlanjutannya di masa yang akan datang.Upaya membangun desain penelitian Manajemen Bisnis Keluarga yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kelas masih harus diperbaiki - direvisi , sehingga hasil akhir yang diharapkan (membuat sebuah buku yang berbasis praktek dan pengetahuan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung -Jabar ) bukanlah suatu impian tanpa usaha

Page 1 of 2 | Total Record : 11