cover
Contact Name
Hadrianus Tedjoworo
Contact Email
htedjo@unpar.ac.id
Phone
+6222420476
Journal Mail Official
melintas@unpar.ac.id
Editorial Address
Department of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Jl. Nias 2, Bandung 40117, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Melintas An International Journal of Philosophy and Religion
ISSN : 08520089     EISSN : 24068098     DOI : https://doi.org/10.26593
The aim of this Journal is to promote a righteous approach to exploration, analysis, and research on philosophy, humanities, culture and anthropology, phenomenology, ethics, religious studies, philosophy of religion, and theology. The scope of this journal allows for philosophy, humanities, philosophy of culture and anthropology, phenomenological philosophy, epistemology, ethics, business ethics, philosophy of religion, religious studies, theology, dogmatic theology, systematic theology, theology of sacrament, moral theology, biblical theology, and pastoral theology.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 3 (2006)" : 14 Documents clear
JAVANESE-ISLAM VALUE CONSENSUS: A Remark on Value Pluralism Adian, Donny Gahral
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.314 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.997.771-783

Abstract

Artikel ini hendak menyanggah anggapan bahwa agama sebagai monisme etis tidak sesuai dengan filsafat politik liberal yang menghargai keragaman nilai. Sebagai acuan digunakan sejarah islamisasi di jawa, yang telah melahirkan hubungan konsensual harmonis antara Islam dan konsepsi etik Jawa. Dari sana dibangunlah hipotesis bahwa pada dasarnya agama (Islam)sebenarnya mampu membangun 'overlapping value consensus' seperti yang dicanangkan filsfat politik Rawlsian.
REPOSITIONING DERRIDA'S DECONSTRUCTION Beöang, Konrad Kebung
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.872 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.993.709-724

Abstract

Tulisan ini adalah suatu studi fenomenologis yang mengetengahkan faham Derrida tentang dekonstruksi dan pelbagai penjelasan teknis yang mendukung ide dasar aliran ini. Bagi Derrida filsafat pertama-tama bukan dilihat sebagai hasil karya para idealis atau rationalis, melainkan sebagai tulisan atau teks (bahasa Latin texere berarti menenun), semacam tenunanatau fabrikasi dari pelbagai pengalaman dan proses berpikir manusia, pola tingkah laku, dan kebudayaan, yang ia lihat sebagai wacana (diskursus). Pandangan dasar Derrida, kendati telah menuai banyak kritik, tetaplah memungkinkan kita memahami lebih dalam persoalan-persoalan yang tersembunyi di balik pandangan tradisional tentang rasio, kesadaran, esensi,fondasi, dan sebagainya.
KRISTIANITAS DI ANTARA TEGANGAN TRADISI DAN RELEVANSI Samosir, Leonardus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.426 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.998.785-796

Abstract

The article discusses the identity of Christianity in Indonesia. The discrepancy between tradition and relevancy occurs when 'identity' is understood as static.Onthe contrary, when identity is viewed as dynamic, a dialectical balance between tradition and relevancy is required. Identity does not necessarily mean uniformity. It may instead mean 'united diversity'. The Church in Indonesia becomes 'Indonesian Church' only if she is capable of making significant interaction between the universal Church (tradition) and Indonesian peculiar situation (relevancy).
THE PRIMACY OF THE STATE IN THE STUDY OF GLOBAL POLITICS: An Epistemological Debate Jemadu, Aleksius
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.696 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.994.725-739

Abstract

Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk menjelaskan perdebatan epistemologis dalam studi politik global tentang peranan negara di tengah arus globalisasi yang semakin cepat. Kaum liberalis atau pluralis mengklaim bahwa negara sudah kehilangan pengaruhnya dalam politik global dibandingkan dengan actor-aktor lain seperti perusahaan multinasional (MNCs), lembaga-lembaga internasional dan organisasi civilsociety global. Penganut realisme dan neo-realisme tetap mempertahankan premis dasar mereka bahwa negara tetap merupakan actor yang menentukan perkembangan politik global. Untuk menjelaskan perdebatan epistemologis di atas ringkasan dari laporan penelitian ini difokuskan pada perkembangan ekonomi politik global, perang melawanterorisme global dan kemunculan organisasi civil society dalam hubungan internasional. Apapun hasil akhir dari perdebatan ini, satu hal yang dibutuhkan Indonesia adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan negara untuk memperjuangkan martabat bangsa.
Chronicles - December 2006 Tedjoworo, Hadrianus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.04 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.999.819-826

Abstract

'Chronicles' is a journal column of "MELINTAS" which contains information about the various events, congresses, conferences, symposia, necrologies, publications, and periodicals in the fields of philosophy and theology.
CIVIL SOCIETY AND DEMOCRACY IN POSTSOEHARTO INDONESIA Voragen, Roy
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.879 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.995.741-754

Abstract

Untuk Indonesia abad 21 pertanyaan penting adalah bagaimana mengelola pluralisme secara demokratis dan beradab. Suatu Negara demokratis tentu memerlukan masyarakat yang madani, namun yang sering dilupakan, terutama dalam Negara-negara pasca-otoritarian, adalah bahwa masyarakat yang madani membutuhkan penegakan hukum. Secara teoretis hampir takada konsep yang jelas ihwal masyarakat madani itu, yang menyulitkan penelitian empiris. Maka artikel ini menggunakan pandangan dari wilayah ilmu politik dan filsafat politik untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang situasi Indonesia saat ini.
ISLAM’S “SYMBOLIC POLITICS” IN INDONESIA Perwita, Anak Agung Banyu
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.294 KB) | DOI: 10.26593/mel.v22i3.996.755-769

Abstract

Artikel ini membahas dinamika perjalanan Islam sebagai salah satu kekuatan politik Indonesia. Dalam perjalanan sistem politik Indonesia, Islam bukan saja memainkan perannya sebagai simbol religi dan filsafat, melainkan telah berfungsi pula sebagai simbol politik Islam sejarah politik Indonesia. Berbagai fenomena agama, sosial, politik pada era globalisasi ini baik yang terjadi di lingkungan domestik dan eksternal Indonesia tetapakan memiliki signifikansinya pada perkembangan Islam sebagai kekuatan agama dan politik. Oleh karenanya, posisi Islam dalam politik Indonesia dan politik global, padaumumnya akan tetap menjadi sumber perdebatan utama dalam sekularisasi politik dan agamaisasi politik.
REPOSITIONING DERRIDA'S DECONSTRUCTION Beöang, Konrad Kebung
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v22i3.993.709-724

Abstract

Tulisan ini adalah suatu studi fenomenologis yang mengetengahkan faham Derrida tentang dekonstruksi dan pelbagai penjelasan teknis yang mendukung ide dasar aliran ini. Bagi Derrida filsafat pertama-tama bukan dilihat sebagai hasil karya para idealis atau rationalis, melainkan sebagai tulisan atau teks (bahasa Latin texere berarti menenun), semacam tenunanatau fabrikasi dari pelbagai pengalaman dan proses berpikir manusia, pola tingkah laku, dan kebudayaan, yang ia lihat sebagai wacana (diskursus). Pandangan dasar Derrida, kendati telah menuai banyak kritik, tetaplah memungkinkan kita memahami lebih dalam persoalan-persoalan yang tersembunyi di balik pandangan tradisional tentang rasio, kesadaran, esensi,fondasi, dan sebagainya.
THE PRIMACY OF THE STATE IN THE STUDY OF GLOBAL POLITICS: An Epistemological Debate Jemadu, Aleksius
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v22i3.994.725-739

Abstract

Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk menjelaskan perdebatan epistemologis dalam studi politik global tentang peranan negara di tengah arus globalisasi yang semakin cepat. Kaum liberalis atau pluralis mengklaim bahwa negara sudah kehilangan pengaruhnya dalam politik global dibandingkan dengan actor-aktor lain seperti perusahaan multinasional (MNCs), lembaga-lembaga internasional dan organisasi civilsociety global. Penganut realisme dan neo-realisme tetap mempertahankan premis dasar mereka bahwa negara tetap merupakan actor yang menentukan perkembangan politik global. Untuk menjelaskan perdebatan epistemologis di atas ringkasan dari laporan penelitian ini difokuskan pada perkembangan ekonomi politik global, perang melawanterorisme global dan kemunculan organisasi civil society dalam hubungan internasional. Apapun hasil akhir dari perdebatan ini, satu hal yang dibutuhkan Indonesia adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan negara untuk memperjuangkan martabat bangsa.
CIVIL SOCIETY AND DEMOCRACY IN POSTSOEHARTO INDONESIA Voragen, Roy
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v22i3.995.741-754

Abstract

Untuk Indonesia abad 21 pertanyaan penting adalah bagaimana mengelola pluralisme secara demokratis dan beradab. Suatu Negara demokratis tentu memerlukan masyarakat yang madani, namun yang sering dilupakan, terutama dalam Negara-negara pasca-otoritarian, adalah bahwa masyarakat yang madani membutuhkan penegakan hukum. Secara teoretis hampir takada konsep yang jelas ihwal masyarakat madani itu, yang menyulitkan penelitian empiris. Maka artikel ini menggunakan pandangan dari wilayah ilmu politik dan filsafat politik untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang situasi Indonesia saat ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 14