cover
Contact Name
Putra Halomoan
Contact Email
putrahsb@uinsyahada.ac.id
Phone
+6281375494962
Journal Mail Official
elsirry@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan; Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang 22733 Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesian.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : 30476364     DOI : 10.24952/ejhis
El-SIRRY: Jurnal Hukum Islam dan Sosial is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Pascasarjana Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Aiming to communicate original research and relevant current issues, this journal regularly publishes articles and research reports twice a year every June and December. It focuses on the issue of study Contemporary Islamic Law practices in Indonesia, Southeast Asia, and Global Perspective by multidisciplinary approach. This Journal specializes in studying the theory and practice of various topics are Islamic family law, Islamic criminal law, Islamic constitutional law, Islamic private law, sharia economic law, human rights law, customary law, and environmental law, in the framework of Indonesian legal studies and global context. This journal warmly welcomes contributions from scholars with related disciplines. Novelty and recency of issues, however, are the priority in publishing
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
Konsep Dan Implementasi Ahkamul Khamsah Dalam Mengkaji Hukum Islam Siregar, Borkat Halomoan
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11374

Abstract

The concept of al-ahkam al-khams in Islamic law exists as a classification and normative reasoning. Islamic law, which originates from the Qur'an and hadith, must be understood clearly. The classification carried out by al-ahkam al-khamsah makes it easier to understand. Al-ahkam al-khams is also normative reasoning. The purpose of this study is to explain the position of al-ahkam al-khams as a classification and normative reasoning in Islamic law. The method used is a qualitative method based on library research. The data analysis used descriptive analysis. The research finding is that al- ahkam al-khamsa in Islamic law functions as consept and implementation for Islamic law.
Pernikahan Beda Agama Analisis Sosiohistoris Aturan Prundang-undangan Sirait, Adi Syahputra
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11382

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tinjauan sociohistoris terhadap kemunculan peraturan perundang-undangan berkaitan beda agama bagi ummat Islam. Sebab nash yang mengatur pernikahan tersebut memberikan peluang bagi ummat Islam untuk menikah dengan wanita ahlul kitab. Tulisan ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan sociohistoris, data yang digunakan dalam tulisan diambil dari literatur dan artikel yang berkaitan dengan pembahasan ini. Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa aturan pelarangan nikah beda dipengaruhi oleh kondisi sosial politik masyarakat pada saat itu. Menurut Abduh dan Rasyid Ridha bahwa yang dimaksud “Wanita Musyrik” adalah wanita kafir Quraisy arab yang sangat membenci Rasulullah SAW dan menghalang-halangi syiar Islam dan bahkan ingin membunuh Rasul. Demikian juga di Indonesia, larangan nikah beda agama pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dipengaruhi oleh imperialisme kolonial belanda dan gerakan kristenisasi terhadap masyarakat Indonesia. Larangan tersebut dipertegas oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 1980 dan juga Kompilasi Hukum Islam.
Peranan Interpretasi Hukum Dalam Praktik Peradilan Di Indonesia Batubara, Rajali
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11384

Abstract

Penafsiran hukum dan penemuan hukum merupakan hal yang fundamental dalam praktik peradilan di Indonesia, baik secara filosofis maupun yuridis. Hal ini memungkinkan para hakim untuk membuat keputusan yang konsisten dengan hukum dan masyarakat yang adil dan benar. Hal ini dikarenakan penafsiran hukum oleh hakim dalam sistem hukum harus dilakukan sesuai dengan asas-asas tertentu yang menjadi dasar dan pedoman bagi hakim dalam menafsirkan hukum. Maka penting bagi penulis untuk mengkaji bagaimana urgensi interpretasi hukum terhadap dasar pemahamannya dan bagaimana peranan interpretasi hukum dalam Peradilan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis-deskriptif. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil penafsiran dan penalaran hukum tersebut disampaikan dengan menggunakan argumentasi hukum yang rasional agar kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dapat ditegakkan. Dalam pemahaman interpretasi hukum memiliki metode yang dikelompokkan oleh Bruggink dalam beberapa macam antara lain, Interpretasi Bahasa/Gramatikal (de taalkundige interpretative), Interpretasi Historis Undang-Undang (de wetshistorische interpretatie), Interpretasi Sistematis (de sistematische interpretative), Interpretasi Kemasyarakatan atau Interpretasi Teleologis/Sosiologis (de maatshappelijke interpretatie), interpretasi komparatif, antisipatif atau futuristik. Sedangkan peranan interpretasi hukum dala m Peradilan di Indonesia telah ditegaskan di dalam peraturan Pasal 5 ayat
Pengaruh Perbedaan Budaya Dan Tradisi Dalam Pernikahan Antar Etnis Terhadap Stabilitas Rumah Tangga Di Kota Padangsidimpuan Harahap, Amhar Maulana
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11016

Abstract

This article seeks to explain the impact of cross-ethnic marriage or different ethnicities and cultures between the two parties. With this type of field research research. With direct data sources to the KUA in Padangsidimpuan City and marriage perpetrators. This research shows that the causes of inter-ethnic marriages in Padangsidimpuan City include physical attraction, similarities in work and economy, place of residence, heterogeneous environment, and education. The negative impacts of inter-ethnic marriages in Padangsidimpuan City include differences in communication methods due to language differences, causing misunderstandings and conflicts that lead to divorce. Apart from that, the lack of acceptance between partners in the early stages of marriage, as well as discrimination against each other's ethnicity and customs, also plays a role in reducing household harmony. However, on the positive side, cross-cultural marriages bring opportunities to learn two different communication tools and cultures, enriching the family's experience and understanding of cultural diversity and strengthening family bonds.
Pembatasan Usia Nikah dalam Islam: Kajian Hukum Positif di Indonesia Siregar, Mardona
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11448

Abstract

Pembatasan usia nikah menjadi perdebatan yang hangat dalam konteks hukum Islam, terutama di Indonesia yang memiliki populasi muslim yang signifikan. Kajian ini bertujuan untuk menyelidiki pandangan hukum positif terhadap pembatasan usia nikah dalam kerangka hukum Islam di Indonesia. Melalui pendekatan analitis, artikel ini mengeksplorasi dasar hukum Islam, relevansi praktek dan pemahaman lokal terhadap isu ini, serta dampak implementasi pembatasan usia nikah terhadap masyarakat. Dengan menganalisis peraturan perundang-undangan dan interpretasi ulama, kajian ini berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif tentang status quo dan tantangan yang dihadapi dalam menegakkan pembatasan usia nikah dalam kerangka hukum positif di Indonesia.
Perkawinan Dini Dan Tantangan Tanggung Jawab Keuangan Di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Pane, Erwin
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11024

Abstract

This research will examine the responsibilities of husbands when carrying out early marriages in Sibuhuan, Padang Lawas Regency, using field research and a qualitative approach. The primary source is in the form of direct interviews with perpetrators of early marriage. Next, it is analyzed using descriptive analysis techniques. This research shows that husbands who enter into early marriages have not been able to fulfill their responsibilities as husbands because. First, minor children have few job opportunities; they have weak energy and unstable emotions; third, they have inadequate knowledge and no expertise; and fourth, internal conflicts often occur in the family, both between husband and wife and parents.
Etika Pemerintahan Berbasis Fiqih Siyasah Di Era Digital Mustafid, Mustafid
El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ejhis.v2i1.11025

Abstract

This study examines government ethics based on fiqih siyasah in the digital era. The type of research is library research with a qualitative approach, primary data sources from fiqh siyasah, and secondary data from books, journal articles, and so on. Data collection techniques used the documentation method, then analyzed using descriptive qualitative techniques. The result of this research is that technological developments are so rapid and impact social and political life that it is necessary to apply the principles of siyasa fiqh to create an Islamic government ethic. To get there, it is necessary to have an ethical government based on fiqih siyasah in the digital era, namely by implementing: Islamic principles, using technology by Islamic values, data security and privacy, transparency and public participation, public services, collaboration and consultation with Islamic scholars. It will impact government, namely being able to create governance that is more just, fair, and by Islamic religious values, and can improve the quality of public services and community involvement in the decision-making process.

Page 1 of 1 | Total Record : 7