cover
Contact Name
Rivaldi Ihsan
Contact Email
rivaldi.ihsan@uts.ac.id
Phone
+6281275756312
Journal Mail Official
rivaldi.ihsan@uts.ac.id
Editorial Address
SENI MUSIK - UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA Jln. Olat Maras Dsn. Batu Alang, Kec. Moyo Hulu, Kab. Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
STRETTO
ISSN : 30470420     EISSN : -     DOI : -
STRETTO: JURNAL PENYAJIAN, PENGKAJIAN, DAN PENCIPTAAN MUSIK : Jurnal ini mengundang penyelidikan orisinal, signifikan, dan teliti terhadap semua subjek dalam atau lintas disiplin ilmu yang terkait dengan musikologi, penciptaan musik, studio musik, pertunjukan musik, dan etnomusikologi. Hal ini mendorong perdebatan lintas disiplin dan pertukaran berbagai pendekatan.
Articles 4 Documents
PERTUNJUKAN MUSIK RATIB RABANA KEBO DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA Rudy Suryady; Abdul Alimun Utama
STRETTO: Jurnal Penyajian, Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 1 No. 1 (2023): EDISI 1
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ratib Rabana Kebo music performance in Poto Village, Moyo Hilir District, Sumbawa Regency, is a rich cultural heritage with historical value and local cultural significance. This research uses participatory observation, interviews and literature study methods to document historical, cultural aspects and the role of musicians and traditional stakeholders in this performance. This music has long historical roots, colors people's daily lives, and reflects deeply held cultural norms. This article discusses musical performances that have an impact on the existence and future challenges faced in maintaining the sustainability of this tradition. By understanding cultural values ??and the role of musicians in the local context, it is hoped that we can encourage efforts to preserve and develop Ratib Rabana Kebo musical performances as an inseparable part of the cultural identity of the Poto Village community.
KREATIVITAS ABDUL GAFAR DALAM MENCIPTAKAN LAGU POP DAERAH SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Risky Asriana Jaelani; Rivaldi Ihsan
STRETTO: Jurnal Penyajian, Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 1 No. 1 (2023): EDISI 1
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the creativity of Abdul Gafar, known as Apang, a person who created regional pop songs from Sumbawa, West Nusa Tenggara. Apang, a musician from Sumbawa Besar, is not only a songwriter but also a solo organ player who still exists in the Sumbawa area and its surroundings. His works have succeeded in penetrating the market and competing with other songs in Sumbawa Regency, as well as making a positive contribution to the local music industry. This research applies Rhodes' four "P" concept, as explained by Utami Munandar, to analyze Apang's creative values in creating regional pop songs. Aspects such as person, process, driving factors and results are analyzed in depth. The research results show that Apang is a creative individual with a structured creative process. The focus of the research involves understanding the creative process in song creation and identifying the distinctive characteristics of Apang's songs. These findings indicate that the songs resulting from Apang's creativity have distinctive characteristics and characteristics in the application of song lyrics originating from the Samawa ethnic language, as well as harmonies that adapt to their musical characteristics which differentiate them from other musical works in the music industry.
ANALISIS FUNGSI MUSIK MELANGKO DESA ROPANG KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Wulan Aprillia Ananda; Gigih Alfajar Novra Wulanda
STRETTO: Jurnal Penyajian, Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 1 No. 2 (2024): EDISI 2
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/stretto.v1i2.4445

Abstract

Melangko merupakan salah satu kesenian daerah Sumbawa yang hingga saat ini masih dapat dijumpai ditengah-tengah kehidupan Masyarakat terutama pada prosesi adat perkawinan putra-putri Tau Samawa. Kesenian ini memiliki tema yang beragam kemudian dibentuk menjadi karya seni dan dijadikan sebagai salah satu sarana hiburan pada prosesi adat Masyarakat Sumbawa seperti basunat, barodak, nyorong, dan pangantan. Lewat musik Melangko para penutur tradisi Samawa mampu berkomunikasi dengan masyarakat atau penonton dengan baik, harmoni yang dilahirkan dapat memikat para pendengar dikarenakan lirik lagu dan syair yang sangat menarik untuk disampaikan pesan kepada masyarakat. Melangko berisi pesan dan nasihat yang disampaikan dalam cerita dengan tema beragam seperti kisah nyata yang dialami para penutur. Dalam menganalisis musik Melangko, penulis memahami terlebih dahulu bentuk analisis musik lalu menerapkan pada musik Melangko yang di dalam ada metode isi serta alat musik rabana. Penulis menjelaskan faktor penyebab tidak ada regenerasi Melangko Di Desa Ropang, seperti minimnya sumbangsih dari pihak-pihak terkait terutama pegiat kesenian dan pemerintah desa, serta penulis juga menjelaskan upaya pelestarian kesenian Melangko dengan berpartisipasi dalam kegiatan religi kesenian Maulid Nabi, Isra Miraj, dan Halal Bihalal.
FUNGSI MUSIK UNTUK UPACARA RITUAL DOA SOR’O PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA ROMPO KECAMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA
STRETTO: Jurnal Penyajian, Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 1 No. 2 (2024): EDISI 2
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/stretto.v1i2.4631

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fungsi Musik Untuk Upacara Ritual Do’a Soro Pada Masyarakat Nelayan Di Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fungsi musik upacara ritual Do’a Soro pada masyarakat nelayan di desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat interpretif Yang melibatkan banyak metode dalam menelaah penelitianya. Teknik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Upacara Do’a Soro adalah upacara yang sakral yang dilakukan oleh masyarakat desa Rompo satu kali dalam setahun, upacara ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap roh atau yang biasa mereka sebut Ina Nasi. Dalam prosesi upacara ritual ini menghadirkan musik Boe Genda yang berfungsi untuk mengiringi proses upacara dari awal sampai akhir upacara. Selain sebagai pengiring untuk upacara, musik dalam ritual Do’a Soro juga memiliki fungsi yaitu sebagai simbol ritual, sarana komunikasi, dan sarana hiburan. Selain itu juga musik Boe Genda memliki fungsi untuk para pemainnya yaitu musik sebagai pengalaman baru, dan musik sebagai sarana hiburan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4