cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER" : 16 Documents clear
KEDUDUKAN ANAK DALAM PANDANGAN SAMIN (Membagi Harta Peninggalan Bagi Keturunan Samin Balong Kradenan) Sadiran Sadiran
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.150

Abstract

ABSTRAKKeberadaan anak di tengah masyarakat adat yang dilakukan oleh keluarga  tertentu khususnya Samin, masih  menjadi fenomena yang cukup menarik untuk dapat diteliti dalam khasanah keilmuan dewasa ini. Anak merupakan amanat dari Tuhan yang maha kuasa, yang diberikan agar dapat dipelihara secara lahir dan bathin oleh keluarga. Seorang anak memang layak hidup dengan segala kebutuhan yang diusahakan oleh  kedua orang tua kandung, karena memang sudah  menjadi tanggung jawabnya. Namun demikian, keadaan tersebut sering kali tidaklah  dapat dirasakan oleh beberapa anak yang mungkin karena salah satu atau kedua orang tuanya telah tiada. Kemungkinan ini menimbulkan keadaan hidup si anak tidak lagi selayak anak yang lain, yang  masih mempunyai  orang tua kandung. Keadaan  seperti ini, dapat pula  terjadi dengan  adanya kemungkinan karena kedua orang tua kandung memang tidak mampu secara ekonomi dalam membiayai  hidup si anak. Kehadiran anak bagi keluarga tertentu pada akhirnya dapat mempunyai akibat-akibat yang mungkin terjadi di kemudian hari. Keberadaan anak dalam keluarga memungkinkan adanya ikatan emosional yang tinggi, yang tidak lagi dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Sehingga, pada  saatnya anak dapat diperhitungkan sebagai  orang yang berhak  mendapatkan harta orang  tua setelah meninggal. Inilah akibat yang dimaksud terjadi di kemudian hari. Berkaitan dengan pembagian harta peninggalan orangtua (warisan) dipahami sebagai sesuatu yang berjalan normal sebagaimana terjadi pada keluarga lain di luar Samin. Namun keunikan bagi keluarga Samin menarik sebab yang menerima harta peninggalan hanya anak laki-laki berbeda dengan masyarakat lain diluar Samin. Kata Kunci : Samin, Anak laki-laki,  Harta Peninggalan  
PARADIGMA PERILAKU SOSIAL DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISTIK (Telaah Atas Teori Burrhusm Frederic Skinner) Mustaqim Mustaqim
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.153

Abstract

ABSTRAKSeperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Ia adalah seorang psikolog Amerika Serikat yang terkenal dari aliran behaviorisme. Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning.  Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Sistem tersebut dinamakan "cara kerja yang menentukan" (operant conditioning). Setiap makhluk hidup pasti selalu berada dalam proses bersinggungan dengan lingkungannya. Di dalam proses itu, makhluk hidup menerima rangsangan atau stimulan tertentu yang membuatnya bertindak sesuatu. Rangsangan itu disebut stimulan yang menggugah. Stimulan tertentu menyebabkan manusia melakukan tindakan-tindakan tertentu dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu.    
Relasi antara Intensitas Mengikuti Kegiatan Pramuka dengan Akhlakul Karimah di IAI Ngawi Luluk Muashomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.155

Abstract

ABSTRAK Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu wadah alternatif Mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan membentuk kepribadian mahasiswa melalui aktivitas ekstra di luar kampus. Misalnya, pelaksanaan shalat ”Asar berjama’ah, pelaksanaan shalat sunnah, pengajian Isra’ Mi’raj, pengajian tahun baru Hijriah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pesantren Ramadhan, peringatan Idul Adha, Outbond dan mentoring, lomba MTQ, kegiatan lain ketika Oscar. Fokus dari penelitian ini adalah peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara mengikuti kegiatan kepramukaan dengan akhlakul karimah Mahasiswa, dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan mampu meningkatkan akhlakul karimah Mahasiswa Semester III IAI Ngawi.        
NIKAH DENGAN NIAT TALAK DALAM PERSPEKTIF ULAMA MAZHAB Syaidun Syaidun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.157

Abstract

Nikah dengan niat talak menurut ulama jumhur seperti, Hanabila, Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanafiyah itu boleh berdasarkan dengan dalil naqli dan logika di karenakan niat adalah bahasa hati yang tidak berimplikasi pada hukum. Pernikahan seperti ini adalah pernikahan yang sudah memenuhi kriteria-keteria yang benar baik secara rukun-rukunnya dan syarat-syaratnya. Sedangkan menurut pandangan Imam al-Auza.i, al-Mardawi, dan Rasyid Rida pernikahan itu haram  berdasarkan pertimbangan analogi (qiyas), bahwa nikah dengan niat talak di analogikan dengan nikah mut’ah dikarenakan hal ini dikaitkan dengan waktu yang menjadi akhir dari sebuah pernikahan. Sementara itu nikah dengan niat cerai ini juga sangat bertentangan dengan maksud dan tujuan dari sebuah pernikahan yang disyariatkan dimana antara keduanya dapat menjalin hubungan rumah tangga yang berkesinambungan, memelihara keturunan, dan menjaga ketentraman dalam rumah tangga, oleh karena itu nikah seperti ini di haramkan untuk menghindari keruskan-kerusakan yang klebih besar misalnya tidak adanya ketentraman, keharmonisan, saling menghargai, dan kemungkinan anak akan terlantar dan seterusnya. Sedangkan ulama yang memandang makruh pernikahan seperti ini lebih menekankan dari aspek moral dan etika dimana pernikahan ini mengabaikan aspek moral dan etika  dan tidak lazim dilakukan oleh manusia di karenakan perbuatan ini di anggap tidak terpuji ( ghoiru mahmudah).                       
KONFIGURASI PEMIKIRAN RELASI ISLAM DAN NEGARA DI INDONESIA Mudrik Al Farizi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.158

Abstract

Konsep Negara Islam memang tidak ada bentuknya yang pasti, dan bahkan ada yang mengatakan bahwa tidak ada negara Islam. Di dalam Islam, negara tidak lain hanyalah sebuah alat yang perlu bagi agama. Al-Qur'an tidak menyebutkan satu konsep baku tentang sebuah negara dengan beberapa alasan; pertama, bahwasanya al qur'an pada prinsipnya adalah petunjuk etik bagi manusia, kedua, dalam hal ini institusi-institusi sosio politik dan organisasi manusia selalu berubah dari masa ke masa secara dinamis. Dalam perkembangannya, persoalan politik ketatanegaraan ini menjadi akar perdebatan dikalangan cendekiawan Muslim, politisi, dan dari kalangan akademisi sampai dengan saat ini. Berbagai teori muncul untuk memberikan satu konklusi tentang konsep negara dalam pandangan Islam, dan bagaimana Islam seharusnya menempatkan diri dalam sebuah sistem pemerintahan, yang tentu saja memiliki perbedaan teks dan konteks dengan sistem pemerintahan Islam pada masa Nabi. Hasil dari penulisan ini diharapkan akan dapat dijadikan pertimbangan dalam memahami sebuah Konsep Negara Islam yang terkadang menimbulkan sebuah pemahaman yang berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya. Penulisan makalah ini bersifat analistik deskriptif, dengan mengambil beberapa teori yang dipaparkan oleh para tokoh cendikiawan muslim, yang memang banyak berpendapat tentang sebuah Konsep Negara Islam. Pengumpulan data dari penulisan makalah ini adalah dengan memahami secara seksama teori-teori yang dikemukakan oleh beberapa cendekiawan muslim, pendekatan yang dilakukan adalah dengan pendekatan normatif, sedangkan analisis datanya lebih menekankan pada proses penyimpulan indukatif yaitu apa yang melatarbelakangi munculnya interpretasi teori tentang relasi Islam dan Negara. Kesimpulannya Relasi Islam dan Negara adalah bentuk sebuah Negara hanya bersifat formalistik, bukan menjadi persoalan bahwasanya negara itu disebut Sosialis, Pancasilais, atau apa saja. Negara akan dipandang baik jika suatu Negara sudah menjalankan suatu etos Islam, kemudian menegakkan demokrasi yang adil, jujur, menciptakan masyarakat yang egalitarian, yang jauh dari eksploitasi manusia terhadap manusia terhadap golongan yang lainnya.
URGENSI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM MENEGUHKAN NKRI Anik Faridah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v10i2.159

Abstract

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang mengandaikan kita untuk membuka visi tentang cakrawala yang luas, dan mampu melintasi batas kelompok etnis atau tradisi budaya dan agama kita. Sehingga, kita mampu melihat “kemanusiaan” sebagai sebuah keluarga yang memiliki perbedaan dan kesamaan cita-cita. Inilah pendidikan dasar kemanusiaan untuk perdamaian, kemerdekaan, dan solidaritas. Secara sederhana, pendidikan multikulturalisme sebagai pendidikan tentang keragaman keagamaan dan kebudayaan dalam merespons perubahan  social-kultural dan lingkungan masyarakat tertentu. Dalam konteks ini, pendidikan dituntut mampu merespons perkembangan keragaman masyarakat dan populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok sosial. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16