cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2022)" : 15 Documents clear
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ENI SETIYANINGSIH DWI ASTUTI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i3.1576

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the learning model using the Problem Based Learning learning model in improving student achievement in Biology subjects in class XI MIPA1 students of SMA Negeri 1 Lendah in the even semester of the 2021/2022 academic year. In this study, data were taken from observations during learning, the activeness of students in discussions, collaborating and expressing opinions and test results, this data was analyzed descriptively qualitatively. The results of this study are indicated by student learning evaluation data which has increased from pre-cycle, cycle 1 and cycle 2. In the pre-test results in the pre-cycle students are able to achieve the Minimum Completeness Criteria of 31.43%, in cycle 1 reach the Minimum Completeness Criteria of 74 .29% and in cycle 2 achieved the Minimum Completeness Criteria of 94.29%. The results of student observations also increased from cycle 1 and cycle 2. Cycle 1 Meeting 1 reached 79.05%, meeting 2 in cycle 1 reached 81.07%, meeting 1 in cycle 2 reached 84.64% and meeting 2 in cycle 2 reached 95 ,71%. The results of the study indicate that learning using the Problem Based Learning model can improve learning outcomes of Biology, especially Respiration and can increase student activity and responsibility so that students will master the subject matter and will get high learning outcomes. ABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Biologi pada peserta didik kelas XI MIPA1 SMA Negeri 1 Lendah semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Dalam penelitian ini data diambil dari observasi pada saat mengikuti pembelajaran, keaktifan peserta didik dalam diskusi, berkerjasama dan menyampaikan pendapat dan hasil tes, data ini dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ditunjukkan dengan data evaluasi belajar siswa yang mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Pada hasil pre test di pra siklus siswa mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 31,43%, pada siklus 1 mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 74,29% dan pada siklus 2 mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 94,29%. Untuk hasil observasi siswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dan siklus 2. Siklus 1 Pertemuan 1 mencapai 79,05%, pertemuan 2 siklus 1 mencapai 81,07%, pertemuan 1 siklus 2 mencapai 84,64% dan pertemuan 2 siklus 2 mencapai 95,71%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Biologi khususnya Respirasi serta dapat meningkatkan keaktifan dan tanggung jawab siswa sehingga siswa akan menguasai materi pelajaran dan akan mendapat hasil belajar yang tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA TRYANNI TRYANNI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1821

Abstract

The purpose of this study was to determine whether students' mathematical problem solving abilities using the Problem Based Learning (PBL) learning model would be higher than learning outcomes using conventional learning methods. The research method in this study is the experimental method. The sampling technique used a random sampling technique or a random data collection technique for the sample class, namely the experimental class and the control class by giving a question test in the form of an essay of 20 questions. The data requirements test used is the normality test with the Liliefors test and the homogeneity test with the ANOVA test. From the results of the calculation of the normality test, it is obtained that the data is normally distributed. From the results of the homogeneity test calculations, the data has a homogeneous variance. The data analysis technique used is Pearson Correlation. So that it can be found that the ability to solve mathematical problems of students who are taught using the Problem Based Learning (PBL) learning model is higher than the ability to solve mathematical problems in students using conventional learning models. Thus the Problem Based Learning (PBL) learning model influences students' mathematical problem solving abilities. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) akan lebih tinggi daripada hasil belajar dengan metode pembelajaran konvesional. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling atau teknik pengambilan data secara acak kepada kelas sample yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan cara memberikan tes soal berupa essay sebanyak 20 soal. Uji persyaratan data yang digunakan adalah uji normalitas dengan uji liliefors dan uji homogenitas dengan uji Anova. Dari hasil perhitungan uji normalitas diperoleh data berdistribusi normal. Dari hasil perhitungan uji homogenitas diperoleh data memiliki varians yang homogen. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pearson Correlation . Sehingga di dapat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvesional. Dengan demikian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT DAPAT MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR TENTANG MENUNTUT ILMU PADA PESERTA DIDIK KELAS VII A SMP NEGERI 21 PONTIANAK KHOMSATUN KHOMSATUN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1829

Abstract

The aim of the research is to find out the learning plan to increase learning activities about studying by using the card sort learning model for students. technique used qualitative description. Class Action Research Procedures (CAR). The results of this study are the use of card sort learning models in PAI learning material about studying can increase student learning activities in each cycle I 76% and cycle II 90%. The use of the card sort learning model can make students feel motivated and get attention as well as the opportunity to express opinions, ideas, and questions. By learning using the card sort learning model, learning in Islamic Religious Education is more enjoyable ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas belajar tentang menuntut ilmu dengan menggunakan model pembelajaran card sort pada peserta didik. teknik yang digunakan deskripsi kualitatif. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran card sort pada pembelajaran PAI materi tentang menuntut ilmu dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dalam setiap siklus I 76 % dan siklus II 90 %. Penggunaan model pembelajaran card sort dapat menjadikan peserta didik merasa dirinya termotivasi dan mendapat perhatian serta kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide, dan pertanyaan. Dengan pemebelajaran menggunakan model pembelajaran card sort, pada pembelajaran Pendidikkan Agama Islam lebih menyenangkan
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING SISWA KELAS VII E SEMESTER GANJIL MTsN 5 JOMBANG NIKMATIN CHOIROCH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1830

Abstract

  This study aims to improve learning achievement about social interaction & social institutions in class VII E students in the odd semester of the 2022/2023 MTsN 5 Jombang academic year through the Snowball Throwing learning model. This research was conducted with a total of 32 students and the findings in this study that through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process can improve student achievement. From the results of this study it can be concluded that through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process it can actually increase learning achievement about social interaction & social institutions in class VII E MTsN 5 Jombang. As an implication, it is necessary to make efforts to improve the quality of social studies learning for MTsN 5 Jombang students through the application of the Snowball Throwing learning model in the learning process, can create an atmosphere of learning while playing, encourage and increase the direct involvement and activeness of students in learning so as to eliminate boredom and also the notion that lessons IPS is boring, besides that it can attract and focus attention, increasing interaction between students. Thus it can improve the quality of learning and student achievement. ABSRTAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar tentang interaksi sosial & lembaga sosial pada siswa kelas VII E semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 MTsN 5 Jombang melalui model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah 32 siswa dan temuan dalam penelitian ini bahwa melalui penerapan model pembelajaran Snwoball Throwing dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dalam proses pembelajaran ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar tentang Interaksi sosial & lembaga sosial pada siswa kelas VII E MTsN 5 Jombang. Sebagai implikasinya perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPS pada siswa MTsN 5 Jombang melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dalam proses pembelajaran, dapat menciptakan suasana belajar sambil bermain, mendorong dan meningkatkan keterlibatan langsung serta keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga dapat menghilangkan kejenuhan dan juga anggapan bahwa pelajaran IPS membosankan, disamping itu dapat menarik dan memusatkan perhatian, meningkatkan interaksi antara siswa. Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta prestasi belajar siswa.
PENGGUNAAN KOOPERATIF LEARNING DENGAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA-1 PADA POKOK BAHASAN ANIMALIA JASMAWATI JASMAWATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1831

Abstract

This classroom action research aims to improve the quality of learning, and student learning outcomes that are still low in the biology learning process in class X MIPA-1 SMA Negeri TerpaduUnggulan 1 Tana Tidung. The solution to the low student learning outcomes in class X MIPA-1 at SMAN TU.1 is to apply domino card media. After applying domino card media, student learning outcomes for class X MIPA-1 in biology learning increase. This research was conducted in two cycles with 27 students. Data collection techniques were through teacher observation, data analysis through descriptions and test results for each meeting. successful or unsuccessful. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded as follows: a) Active student involvement in the learning process is high, namely 85%. b) Students who are able to submit moderate opinions, namely 71%. c) Students who are able to answer high questions, namely 86%. d) High group performance, because it is very compact and can complete tasks on time 86%. ) The average test result is high, that is, 83%. ) So it can be concluded as a whole that the average student learning outcomes reach 82%, higher than the set criteria of 79%. Thus efforts to improve student learning outcomes with domino card media are successful in learning biology in class X IPA-1 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan hasil belajar siswa yang masih rendah dalam proses pembelajaran biologi di kelas X MIPA-1 SMA Negeri TerpaduUnggulan 1 Tana Tidung. Pemecahan rendanya hasil belajar siswa dikelas X MIPA-1 SMAN TU.1 adalah dengan menerapkan media kartu domino.Setelah diterapkan media kartu domino hasil belajar siswa kelas X MIPA-1 dalam pembelajaran biologi meningkat. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus terdapat 27 orang siswa.Teknik pengumpulan data melalui obervasi oleh guru, analisis data melalui deskripsi dan hasil tes tiap pertemuan.Tingkat hasil belajar siswa dinyatakan dengan katagori tinggi, sedang atau rendah, sedangkan hasil tes dinyatakan dengan berhasil, kurang berhasil atau tidak berhasil. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : a) Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran tinggi yaitu 85%. b) Siswa yang mampu mengajukan pendapat sedang yaitu 71%.c ) Siswa mampu menjawab pertanyaan tinggi yaitu 86% . d) Kinerja kelompok tinggi, karena sangat kompak dan dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 86%. ) Hasil tes rata-rata tinggiyakni, 83 %. ) Sehingga disimpulkan secara keseluruhan bahwa hasil belajar siswa rata-rata mencapai 82%, lebih tinggi dibandingkan kriteria yang di tetapkan yakni 79%. Dengan demikian upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan media kartu domino berhasil dalam pembelajaran biologi dikelasX IPA-1 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung.
PENINGKATAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PADA PESERTA DIDIK KELAS XII MAN 5 TASIKMALAYA TRISNAWATI TRISNAWATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1832

Abstract

This study describes an increase in information services to reduce truant behavior in class XII studens of MAN 5 Tasikmalaya, Parungponteng District. Truant behavior is a behavior that must be addressed immediately because it can effect academics, as understood the impact of truant behavior is experiencing failure in learning. the research methode used in this study is a qualitative methode, with data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. From the explanation above, it can be concluded, in order to reduce truant behavior in students, especially in class XII MAN 5 Tasikmalaya, the madrasah in this case the madrasah head, subject teachers, homeroom teachers, and BP/BK teachers and parents must carry out their roles properly. both to provide information service in the form of guidance and counseling. The results of this study also stated that truancy behavior could affect academics in madrasah, because they could not complete the topic of the subject on the same day. All information services provided to students contain instructions, advice and concrete examples related to the problems faced by students. ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan Peningkatan layanan informasi untuk mengurangi perilaku membolos pada peserta didik kelas XII MAN 5 Tasikmalaya Kecamatan Parungponteng. Perilaku membolos adalah perilaku yang harus segera ditangani karena dapat berpengaruh terhadap akademik, sebagaimana dipahami dampak perilaku membolos adalah mengalami kegagalan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan, dalam rangka mengurangi perilaku membolos pada siswa khususnya di kelas XII MAN 5 Tasikmalaya, pihak madrasah dalam hal ini Kepala madrasah, Guru mata pelajaran, Wali kelas, Guru BP/BK dan Orang tua harus menjalankan perannya dengan baik untuk memberikan layanan informasi dalam bentuk bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa perilaku membolos dapat mempengaruhi akademik di madrasah, karena tidak dapat menyelesaikan topik mata pelajaran pada hari itu juga. Semua layanan informasi yang diberikan kepada peserta didik berisi petunjuk, nasihat dan contoh-contoh konkrit yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dihadapi peserta didik
KAJIAN LITERATUR: PENERAPAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN MENGGUNAKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS KUSMIYATI KUSMIYATI; KA ASTA AKHEBAT MARTANI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1833

Abstract

Learning during the Covid-19 pandemic cannot use traditional teacher-centered methods because they are less able to help students learn effectively and think critically. The ability of Indonesian students to think highly is still relatively low. This of course cannot be allowed and teachers need to find methods to be able to help students think critically and creatively to be able to prepare them to face globalization. Therefore, Flipped Classroom is widely used in schools or colleges because it can improve students' higher-order thinking skills. The purpose of this article is to review several articles that examine the effect of applying Flipped Classroom to improving students' High Order Thinking Skills. The research method used is a literature review that starts with looking for research problems, searching for literature, evaluating data, and analyzing it. After searching for research articles, the researcher found 5 articles and analyzed them and compared one with the other. The result of this literature review is that the application of Flipped Classroom is very effective in increasing students' higher-order thinking skills. By using Flipped Classroom, students can practice analyzing problems, evaluating, and creating works. This happens because students study videos or teaching materials provided before learning in class. In the classroom, students and teachers can have deeper discussions and students have the opportunity to debate, present, and create works through projects. Most students also have a positive view of the implementation of Flipped Classroom so that this method is highly recommended for learning in the 21st century classroom. ABSTRAKPembelajaran selama pandemi covid-19 tidak bisa menggunakan metode tradisional yang berpusat kepada guru karena kurang dapat membantu siswa untuk belajar secara efektif dan berpikir kritis. Kemampuan siswa Indonesia dalam berpikir tinggi masih tergolong rendah. Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan dan guru perlu mencari metode untuk dapat membantu siswa berpikir kritis dan kreatif untuk dapat mempersiapkannya menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, Flipped Classroom banyak digunakan di sekolah atau perguruan tinggi karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir tinggi siswa. Tujuan dari artikel ini adalah mereview beberapa artikel yang meneliti tentang pengaruh penerapan Flipped Classroom terhadap peningkatan kemampuan berpikir tinggi siswa atau High Order Thinking Skills. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur yang dimulai dengan mencari masalah penelitian, mencari literatur, mengevaluasi data, dan menganalisisnya. Setelah mencari artikel penelitian, peneliti menemukan 5 artikel dan menganalisisnya serta membandingkan satu dengan yang lainnya. Hasil dari kajian literatur ini adalah penerapan Flipped Classroom sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tinggi siswa. Dengan menggunakan Flipped Classroom, siswa dapat berlatih untuk menganalisis masalah, mengevaluasi, serta menciptakan karya. Hal ini terjadi karena siswa mempelajari video atau bahan materi ajar yang diberikan sebelum pembelajaran di kelas. Di dalam kelas, siswa dan guru dapat berdiskusi lebih dalam dan siswa mempunyai kesempatan untuk berdebat, presentasi, serta membuat karya melalui project. Kebanyakan siswa juga berpandangan positif terhadap pelaksanaan Flipped Classroom sehingga metode ini sangatlah direkomendasikan untuk pembelajaran di kelas masa abad 21.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PENGARUH KEMAJUAN IPTEK TERHADAP NKRI TRI SASTRI OKTIATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1834

Abstract

Student learning outcomes are the output of the teaching and learning process. One of the problems in learning at school is the low student learning outcomes. This can be seen from the initial data on students' daily test scores which are still below the KKM. Many factors influence learning outcomes, one of which is the learning model. The Problem Based Learning Learning Model is a cooperative learning model that requires students to be active and motivates students so that they can support and help each other in mastering the subject matter being studied. The research was conducted using the Problem Based Learning learning model. As for the statistical test using 2 cycles, the research results showed an increase in the percentage of preparation for learning activities from cycles 1 and 2 was 20.88%. For the average value of cycles 1 and 2, there was an increase of 5.15% with students who completed the study increasing from 22 people who completed their studies to 30 students who completed their studies with an increase of 13.6% from before. ABSTRAKHasil belajar siswa merupakan output dari proses belajar mengajar. Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketahui dari data awal nilai ulangan harian siswa yang masih berada di bawah KKM. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar salah satunya adalah model pembelajaran. Model Pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran kooperatif yang menuntut siswa untuk aktif dan memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasi materi pelajaran yang dipelajari. Penelitian yang dilakukan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Adapun uji statistik menggunakan 2 siklus dihasilkan hasil penelitian Peningkatan prosentase persiapan aktivitas pembelajaran dari siklus 1 dan 2 adalah 20,88%. Untuk nilai rata-rata siklus 1 dan 2 mengalami kenaikan sebesar 5,15% dengan siswa yang tuntas meningkat dari 22 orang yang tuntas belajar menjadi 30 siswa yang tuntas dengan kenaikan 13,6% dari sebelumnya.
PENGGUNAAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SMP ISLAM SUBHANAH SUBAH DIAN ASIH KUSUMAWARDANI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1835

Abstract

This study aims to improve communication and solving math problems in Subhanah Subah Islamic Middle School. This research is a classroom action research. The subjects of this study were students of class VII B at Subhanah Subah Islamic Middle School for the 2020/2021 academic year. Classroom action research was carried out in a qualitative descriptive manner. Data collection can be done by observation techniques, interviews, field notes, tests and documentation. The validity test used in this study is the content validity test. The validity of the contents of the instrument in this class action research was used by researchers to ensure the correctness of the data that had been obtained through the data collection process. The results of this study showed that students' ability to carry out a plan always increased, that is, before the action was given, there were 3 students (9.375%), in cycle I it increased to 10 students (31.25%), and in cycle II it increased to 20 students (62.5). %). Then the ability of students to express ideas through speaking before taking action there were 4 students (12.5%), then in cycle I it increased to 12 students (37.5%) and after taking action in cycle II it increased to 23 students (71.875%) . From the results of this study it can be concluded that the use of think pair share can improve communication and mathematical problem solving abilities in class VII B students at Subhanah Subah Islamic Middle School. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan pemecahan masalah matematika di SMP Islam Subhanah Subah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas VII B di SMP Islam Subhanah Subah tahun ajaran 2020/2021. Penelitian tindakan kelas dilakukan bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan data dapat dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas isi. Validitas isi instrumen pada penelitian tindakan kelas ini digunakan peneliti untuk menjamin kebenaran data yang telah diperoleh melalui proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini kemampuan siswa dalam melaksanakan suatu perencanaan selalu mengalami peningkatan yaitu sebelum diberikan tindakan terdapat 3 siswa (9.375%), pada siklus I meningkat menjadi 10 siswa (31,25%),  dan pada siklus II meningkat menjadi 20 siswa (62,5%). Lalu kemampuan siswa menyatakan ide melalui berbicara sebelum dilakukan tindakan ada 4 siswa(12,5%), kemudian pada siklus I meningkat menjadi 12 siswa (37,5%) dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 23 siswa(71,875%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan think pair share dapat meningkatkan komunikasi dan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas VII B di SMP Islam Subhanah Subah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS IX-4 SMP NEGERI 1 TAKALAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING AISYAH AISYAH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v2i4.1836

Abstract

This research is motivated by the fact that the learning outcomes of students in science subjects in class IX-4 SMPN 1 TAKALAR are still low. This is indicated by the learning outcomes of students who are still below the KKM. The Discovery Learning learning model can be an alternative to improve student learning outcomes. Therefore researchers are interested in conducting further research on the Discovery Learning learning model in improving student learning outcomes. The purpose of this study was to improve the science learning outcomes of class IX-4 students of SMPN 1 TAKALAR. The type of research used in this research is classroom action research. The subjects in this study were students in class IX-4 of SMPN 1 TAKALAR. Data collection techniques used are observation sheets, tests, and documentation. Based on the results of the research, it can be seen that the application of the Discovery Learning learning model can improve the science learning outcomes of students in class IX-4 SMPN 1 TAKALAR. From cycle 1, 50% classical learning completeness was obtained, with an average value of 64.67 and cycle II obtained 90% classical learning completeness with an average value of 82.00. Thus it can be concluded that by applying the Discovery Learning learning model it can improve the science learning outcomes of students in class IX-4 SMPN 1 TAKALAR. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA di kelas IX-4 SMPN 1 TAKALAR. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar peserta didik masih dibawah KKM. Model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas IX-4 SMPN 1 TAKALAR. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX-4 SMPN 1 TAKALAR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas IX-4 SMPN 1 TAKALAR. Dari siklus 1 diperoleh ketuntasan belajar klasikal 50%, dengan nilai rata-rata 64,67 dan siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal 90% dengan nilai rata-rata 82,00. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas IX-4 SMPN 1 TAKALAR.

Page 1 of 2 | Total Record : 15