cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta" : 5 Documents clear
Penelusuran Jejak Sejarah Hubungan Sultan Sulu Badaruddin II dan T. H. Haynes melalui Eksplorasi Naskah Koleksi SOAS Universitas London Afifah, Nurul
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.14

Abstract

This article discusses the relationship between Sultan Sulu Badaruddin II and T. H. Haynes, a British pearl trader. The connection between the two parties will be examined through the manuscripts found in the SOAS Digital Collection. The focus is on manuscripts that contain the relationship between the Sultan and Haynes. In the research, seven manuscripts with the collection code PP MS 26/04/03 were identified. The research aims to elucidate the relationship between Sultan Badaruddin II and Haynes and reconstruct Haynes's business activities. To achieve this goal, the research employs philological research methods, involving stages such as manuscript selection, transliteration, and historical background exploration. The research results indicate a positive business relationship between Sultan Badaruddin and Haynes. The investigation revealed no signs of conflict between them, and their collaboration proceeded smoothly until the Sultan's demise, leading to the conclusion of Haynes's pearl business in Sulu. === Artikel ini membahas tentang hubungan Sultan Sulu Badaruddin II dengan T. H. Haynes, seorang pebisnis mutiara asal Inggris. Hubungan kedua pihak ini akan dikaji melalui naskah-naskah yang ditemukan dari koleksi SOAS Digital Collection. Naskah yang dikaji hanyalah naskah yang mengandung hubungan antara Sultan dengan Haynes. Dari penelusuran, ditemukan tujuah buah naskah yang semuanya memiliki kode koleksi PP MS 26/04/03. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan Sultan Badaruddin II dengan Haynes serta merekonstruksi perjalanan Haynes dalam kegiatan bisnisnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode peneitian filologi, yaitu dengan beberapa tahap, yaitu tahap pemilihan naskah, transliterasi, selanjutnya penelusuran latar belakang sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan antara Sultan Badaruddin dengan Haynes merupakan hubungan bisnis yang baik. Setelah dilakukan penelusuran, juga tidak terlihat adanya persitegangan antara keduanya, dan kerjasama berjalan dengan baik sampai akhirnya Sultan wafat dan bisnis mutiara Haynes harus berakhir di Sulu.
Kekerasan Seksual dalam Naskah Sabhaparwa Merapi-Merbabu: Analisis Wacana Kritis terhadap Narasi Patriarkal Pradipta, Galang Adhi; Suparta, I Made
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.131

Abstract

Sexual violence is a persistent historical issue recorded in the Sabhaparwa manuscript (31 L 92) from the Merapi-Merbabu scriptorium. Using Fairclough’s critical discourse analysis, Foucault’s power relations, and Butler’s gender performativity, this study investigates Draupadi’s violation as a critique of state law (Rajadharma). Micro-analysis reveals a tiered construction of violence exposing the perpetrators' "fragile masculinity." Meso-analysis highlights a functional shift where the scriptorium reinterprets trauma as motivation for ascetic practice. Macro-analysis uncovers Dharmasunya (a legal void), where institutional failure is met with the supremacy of mandala morality. The study concludes that Sabhaparwa serves as a radical counter-discourse, asserting that state legitimacy collapses when it fails to protect women’s dignity. Ultimately, the text positions spiritual integrity as the final bastion of humanity against systemic political and patriarchal failure. === Kekerasan seksual merupakan isu persisten yang terekam dalam naskah kuno Sabhaparwa koleksi Merapi-Merbabu (31 L 92). Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis wacana kritis Fairclough, teori relasi kuasa Foucault, dan performativitas gender Butler untuk membedah narasi pelecehan Dropadi. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa teks tersebut mengkritik kegagalan hukum negara (Rajadharma), bukan menormalisasi patriarki. Secara mikro, analisis mengungkap konstruksi kekerasan yang justru menelanjangi "maskulinitas rapuh" para pelaku. Secara meso, terjadi pergeseran fungsi teks menjadi materi didaktis-asketis, di mana trauma diolah menjadi motivasi spiritual. Pada level makro, teks merepresentasikan kondisi Dharmasunya (kekosongan hukum) yang dijawab dengan supremasi moralitas mandala. Studi ini menyimpulkan bahwa Sabhaparwa adalah wacana tandingan radikal; legitimasi kekuasaan dianggap runtuh saat gagal melindungi martabat perempuan, menjadikan integritas spiritual sebagai benteng terakhir kemanusiaan dalam menghadapi kegagalan sistemik.
Penerapan Metode Diplomatik Jean Mabillon dalam Kelas untuk Menguji Keotentikan Naskah Museum dan Pasar Antik Permadi, Tedi
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.175

Abstract

This study addresses debates on manuscript authenticity in Indonesia, particularly materials preserved in museums and those circulating in public and antique markets, which often provoke controversy among non specialists. It examines the manuscript Kitab Suwasit Sasakala Prabu Siliwangi from the Prabu Siliwangi Museum in Sukabumi, also with several pseudo antique manuscripts from the antique trade. The study aims to apply Jean Mabillon’s diplomatic method to evaluate authenticity through analysis of material features and their contextual attributes, while contributing to Indonesian philological studies. Using a qualitative case study approach, the research employs classroom discussions, participatory observation, and digital manuscript documentation. Data were obtained through respondent participation in codicological analysis focusing on physical characteristics and material context. The findings demonstrate clear distinctions between authentic manuscripts and recently produced manuscripts made to appear old, which commonly display characteristics of modern reproduction. The study concludes that Mabillon’s diplomatic method effectively verifies authenticity claims. === Penelitian ini berangkat dari perdebatan mengenai keaslian naskah di Indonesia, baik yang tersimpan di museum maupun yang berada di masyarakat, yang kerap menimbulkan kontroversi akademik terutama di kalangan awam. Studi ini menelaah naskah Kitab Suwasit Sasakala Prabu Siliwangi koleksi Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi; serta sejumlah naskah bergaya kuno dari pasar barang antik. Tujuan penelitian adalah menerapkan metode diplomatik Jean Mabillon untuk menilai keotentikan naskah melalui analisis aspek material dan konteks material sebagai indikator orisinalitas, sekaligus berkontribusi pada pengembangan studi filologi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan diskusi kelas, observasi partisipatif, dan kajian dokumen naskah digital. Data diperoleh melalui keterlibatan responden dalam analisis kodikologis, khususnya pada karakteristik fisik dan konteks naskah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jelas antara naskah otentik dan naskah baru yang dibuat berkesan kuno, yang umumnya memperlihatkan ciri reproduksi modern. Metode Mabillon terbukti efektif dalam memverifikasi klaim keaslian naskah.
Lontar Sri Tanjung: Narasi, Simbol, dan Ingatan Indiarti, Wiwin
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.176

Abstract

Lontar Sri Tanjung is a classical Nusantara manuscript that weaves narrative, moral teachings, and symbolism, serving as a vital repository of cultural memory for the Banyuwangi region and Osing community. Its recognition as an Indonesian National Collective Memory (IKON) in 2024 affirms its significance in preserving intangible heritage. The text recounts the legendary origin of Banyuwangi through the symbol of fragrant water, embodying values of loyalty, sacrifice, and the honor restoration. Central to the story is an idealized female figure who reflects traditional moral ideals while anchoring local cultural identity. Viewed through the lens of collective memory studies, Lontar Sri Tanjung is not a static relic but a living cultural space that continually shapes and transmits shared meanings across generations. Contemporary critical readings open possibilities for reinterpretation, including discussions of gender and power. Today, the manuscript remains relevant for character education, cultural literacy, reinforcing local identity, and advancing cultural diplomacy. === Lontar Sri Tanjung merupakan naskah sastra klasik Nusantara yang memadukan narasi, nilai moral, dan simbolisme, sekaligus berfungsi sebagai memori budaya masyarakat Banyuwangi dan Osing. Penetapannya sebagai naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2024 menegaskan perannya sebagai naskah penting dalam pelestarian warisan budaya. Kisah Sri Tanjung memuat legenda asal-usul Banyuwangi melalui simbol air harum, serta nilai kesetiaan, pengorbanan, dan pemulihan kehormatan. Narasi ini menghadirkan figur perempuan ideal dalam bingkai moral tradisional, sekaligus merefleksikan identitas kultural masyarakat setempat. Dalam kajian ingatan kolektif, Lontar Sri Tanjung bukan sekadar arsip masa lalu, melainkan ruang hidup yang membentuk dan mereproduksi ingatan lintas generasi. Pembacaan kritis memungkinkan penafsiran ulang dalam konteks kontemporer, termasuk isu gender dan relasi kuasa. Di masa kini, naskah ini relevan untuk pendidikan karakter, literasi budaya, penguatan identitas lokal, dan diplomasi budaya.
Aktivasi Manuskrip Sufistik dalam Ruang Publik Digital: Analisis Konten Ngariksa TV oleh Oman Fathurahman Dania, Dania; Abror, Muhamad; Alifah, Alifah
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.183

Abstract

Digital platforms increasingly mediate the circulation of Islamic textual traditions. This article examines how Sufi manuscript-based knowledge is disseminated via Ngariksa TV, a YouTube channel curated by Oman Fathurrahman, and how these manuscripts are “activated” as public knowledge. Using qualitative content analysis of three specific episodes (42, 63, and 64), the study analyzes video recordings, narration, and textual cues. The research focuses on Sufi concepts, text-based pedagogy resembling the bandongan format, and strategies for spiritual-ethical internalization. Findings reveal that Ngariksa TV functions as “public philology,” reintroducing manuscripts as authoritative sources for contemporary moral reflection rather than mere archival artifacts. By interpreting works like Tanbīh al-Māshī and Zubdat al-Asrār, the channel frames spiritual dispositions as practical ethics. While YouTube expands access, it also reshapes the traditional teacher-disciple intimacy. This study bridges Digital Religion with Future Philology, explaining manuscript-centered pedagogical transformations in digital spaces. === Platform digital semakin memediasi sirkulasi tradisi teks Islam di ruang publik. Artikel ini menelaah diseminasi pengetahuan sufistik berbasis manuskrip melalui kanal YouTube Ngariksa TV yang dikurasi Oman Fathurrahman. Menggunakan analisis konten kualitatif terhadap Episode 42, 63, dan 64, penelitian ini mengkaji rekaman video, narasi lisan, dan penanda tekstual. Analisis difokuskan pada dimensi konsep tasawuf, pola transmisi teks menyerupai sistem bandongan, dan strategi internalisasi nilai spiritual-etis. Hasilnya menunjukkan Ngariksa TV beroperasi sebagai "filologi publik" yang mengaktifkan manuskrip sebagai sumber otoritatif untuk refleksi moral kontemporer, bukan sekadar artefak arsip. Melalui penafsiran Tanbīh al-Māshī dan Zubdat al-Asrār, nilai seperti ḥusn al-ẓann dan akhlāq dibingkai sebagai disposisi praktis. Meski memperluas akses, YouTube mengubah intensitas relasi pedagogis tradisional. Studi ini berkontribusi menjembatani Digital Religion dengan Future Philology dalam menjelaskan transformasi pedagogi berbasis manuskrip di ruang publik digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 5