cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Peran Latihan Fisik Teratur Terhadap Fungsi Memori dan Kognitif Wanita Pascamenopause Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Menopause merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan terakhir akibat berhentinya fungsi ovarium. Wanita pascamenopause mungkin lebih rentan terhadap kehilangan memori dan kognitif daripada wanita premenopause akibat kekurangan estrogen. Kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF) plasma juga menurun dengan bertambahnya usia. Hal ini terkait dengan penyusutan hippocampus dan defisit memori pada wanita pascamenopause. Bukti klinis menunjukkan bahwa, penurunan kadar estrogen dan BDNF di otak menimbulkan perubahan dalam memori, kognisi, suasana hati dan perilaku. Estrogen dan protein BDNF dapat membantu mempertahankan memori verbal dan meningkatkan kapasitas untuk belajar hal baru pada wanita pascamenopause. Interaksi estrogen dan BDNF juga dapat meningkatkan plastisitas sinaptik di otak, pertumbuhan sel neuron, dan neurogenesis hippocampal. Latihan fisik teratur atau aerobik dapat membantu mengendalikan sejumlah masalah fisik dan psikologis pada wanita pascamenopause, dan meningkatkan kesehatan otak serta plastisitas sinaps melalui peningkatan estrogen dan kadar BDNF plasma. Latihan aerobik intensitas sedang dapat memperbaiki dan meningkatkan sekresi estrogen dan ekspresi BDNF pada fase postmenopause. Kesimpulannya, latihan fisik teratur dapat berperan sebagai salah satu faktor protektif kuat dan penting untuk meningkatkan kesehatan otak, memori dan fungsi kognitif pada wanita pascamenopause. Abstract. Menopause is a state of an absence of menstrual periods for 12 months caused by function of the ovaries ceases. Postmenopausal women may be more vulnerable to memory and cognitive loss than premenopausal women because of deficiency in estrogens. Circulating levels of brain-derived neurotrophic factor (BDNF) also decline with advancing age. It would be related to shrinkage of the hippocampus and memory deficits in postmenopausal women. Clinical evidences show that, decreased level of estrogen and BDNF in the brain gives rise to modifications in memory, cognition, mood and behaviour. Estrogen and BDNF can help to maintain verbal memory and enhance the capacity for new learning in postmenopausal women. Interaction of estrogen and BDNF also enhances synaptic plasticity in the brain, neurite growth, and hippocampal neurogenesis. Aerobic or regular physical exercise may help control a number of physical and psychological problems in postmenopausal women, and improve brain health and sinaps plasticity via enhancing estrogen and plasma BDNF levels. Moderate intensity aerobic can improve and increase estrogen secretion and BDNF expression in postmenopause phase. In conclusion, regular physical exercise could represent an important and potent protective factor for improving brain health, memory and cognitive function in postmenopausal women.
LEFT SUBCLAVIAN ARTERY RUPTURE DUE TO BLUNT THORACIC TRAUMA: A CASE REPORT Yopie Afriandi Habibie; Ign Wuryantoro
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v17i2.8989

Abstract

Abstrak. Trauma tumpul toraks memiliki insiden yang sangat tinggi pada populasi dewasa, 20 – 50 % dari kasus dapat mengakibatkan kematian. Cedera pada struktur pembuluh darah dari bagian dada atas, terutama pembuluh darah arteri subklavia kiri, sangat jarang ditemukan dan biasanya disertai dengan “hematotoraks massif”. Observasi ketat dari tanda- tanda vital dan foto toraks serial sangatlah penting. Kami paparkan sebuah kasus jarang dari seorang pasien yang mengalami cedera traumatik arteri subklavia kiri. Tidak ditemukan gambaran klinis dari hematoma di supra klavikula, pulsasi arteri radialis kiri tidak teraba, dan tidak ditemukan pelebaran dari mediastinum pada foto toraks. Tetapi didapatkan hematotoraks massif kiri. Dilakukan posterolateral torakotomi kiri, dijumpai sumber perdarahan dari bagian apex paru kiri, dicurigai terdapatnya robekan dari pembuluh darah arteri subklavia kiri. Tindakan dilanjutkan dengan insisi median sternotomy yang diperluas ke arah supraklavikula kiri, ditemukan rupture total dari arteri subklavia kiri dengan jarak 1,5 cm proksimal dari arkus aorta. Tindakan repair (perbaikan) arteri secara primer (end to end anastomosis) dilakukan dengan hasil baik. (JKS 2017; 2: 105-114)Kata kunci : Trauma tumpul toraks, hematotoraks massif, cedera arteri subklavia kiriAbstract. Blunt thoracic trauma highest incidence is in adult, 20% to 50 % of the trauma cause death. Injuries to the vascular structures of the thoracic outlet, especially left subclavian artery, are rare and typically accompanied by massive  hemorrhage. Close observation of vital sign and serial chest x-ray are very important. We describe an unusual presentation of a patient who suffered traumatic rupture of left subclavian artery. No clinical presentation of supraclavicular hematoma, unilateral absence of radial artery pulse and mediastinal widening in chest x-ray was found, but there is a massive hemothorax. Left posterolateral thoracotomy was performed, the source of bleeding was found in the apex of the lung, suspected a rupture of the left subclavian artery. The procedure continued with median sternotomy extended to left supraclavicular incision, a rupture was found in the left subclavian artery, 1,5 cm proximal to aortic arch. Primary repair was done with a good result. (JKS 2017; 2: 105-114)Key Words : Blunt thoracic trauma, massive hemothorax, left subclavian artery rupture
HUBUNGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DENGAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN DI PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Teuku Husni T.R Teuku Husni T.R
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memiliki dampak yang luar biasa pada kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu alasan kunjungan ke pusat pelayanan primer. ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita. Balita lebih cenderung terpapar ISPA dan pada akhirnya berujung pada komplikasi-komplikasi seperti Otitis Media Akut (OMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ISPA dengan OMA pada balita di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional, dilaksanakan dari bulan November sampai Desember 2011. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien balita yang berobat ke unit Manajemen Terpadu Balita Sakit Puskesmas (MTBS) Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2011, dengan sampel sebanyak 207 orang yang dipilih secara Non Probably Sampling dengan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil observasi terhadap pemeriksaan dokter puskesmas pada pasien balita yang datang berobat ke Unit MTBS Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh yang kemudian didiagnosa ISPA. Analisis data dilakukan melalui univariat dan bivariat dengan menggunakan statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 207 balita yang datang berobat ke Puskesmas, didapatkan 74,88% positif ISPA dan 25,12% negatif ISPA serta didapatkan 16,43% positif OMA dan 83,57% negatif OMA. Dari hasil uji statistik Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara ISPA dan OMA dengan p-value sebesar 0,002 (p 0,05). Hubungan kausal antara OMA dan ISPA menyimpulkan bahwa perlu dilakukan intervensi dini selama perjalanan ISPA sehingga dapat mencegah episode OMA. Abstract. ARI (Acute Respiratory Infection) has extraordinary effects for people’s health. It is one of the reasons behind people’s visit to primary health service centers. ARI is a disease that often occurs in children. Children tend to be vulnerable to ARI, which usually results in such complications as Acute Otitis Media (AOM). This research aimed at identifying the relationship between ARI and AOM among toddlers in Kuta Alam Health Center, Banda Aceh. This research is an analytic-descriptive research using cross sectional method, held from November to December 2011. The study population was all patients under five who went to IMCI (Integrated Management of Childhood Illness) unit of Kuta Alam Health Center, Banda Aceh in 2011, with a sample of 207 people chosen at Non Probably Sampling by using Purposive Sampling method. The data collection in this study used primary data which was obtained directly from the observation of the doctor's examination on under-five patients who came for treatment to IMCI unit of Kuta Alam Health Center, Banda Aceh, who were then diagnosed with having ARI. The data analysis was performed by univariate and bivariate statistics by using Chi-Square. The results of this study showed that of 207 toddlers coming for treatment to the health center, 74.88% were diagnosed with positive ARI, 25.12% negative ARI, 16.43% positive AOM and 83.57% negative AOM. The results of the Chi-square statistical test showed that there was an association between ARI with AOM with p-value of 0.002 (p 0.05). The causal relationship between the AOM and ARI suggests that early intervention during the course of a respiratory infection can prevent episodes of AOM.
EFEKTIVITAS MANDI CHLORHEXIDINE SEBELUM OPERASI ELEKTIF ORTOPEDI DALAM MENCEGAH INFEKSI DAERAH OPERASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Safrizal Rahman
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i1.10524

Abstract

Abstrak Latar Belakang:Operasi elekif merupakan jenis pembedahan yang dapat ditunda atau direncanaan lebih lanjut dengan tidak membahayakan nyawa pasien. Setiap tindakan operasi sekecil apapun dapat menimbulkan risiko infeksi. Infeksi daerah operasi (IDO) masih menjadi masalah global yang dapat memperpanjang waktu perawatan dan memperbesar beban belanja kesehatan.Chlorhexidine(CHX) merupakan salah satu desinfektan yang dapat digunakan sebelum melakukan prosedur aseptikguna mencegah terjadinya infeksi.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas mandi dan lap CHX sebelum operasi elektif ortopedi dalammencegah kejadianIDO di bangsal bedah RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis (clinical trial) dengan desain paralel. Daerah operasi dievalusi setiap hari selama masa perawatan dimulai dari hari pertama pasca operasi menggunakan sistem skor (eritema: 1, rubor: 1, edema: 1, serosa: 2 dan pus: 4) dengan interprerasi skor ≥ 4 mengalami IDO. Uji Mann Whitneydigunakan sebagai analisa statistik dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil:Sebanyak 66 subjek memenuhi kriteria penelitian yang selanjutnya terbagi dalam kelompok mandi CHX (n = 33) dan lap CHX (n = 33). Pada kelompok mandi CHX tidak ditemukan kejadian IDO, sedangkan pada kelompok lap CHX sebanyak 9,1% (n = 3) penderita mengalami IDO. Mandi CHX secara statistiklebih efektif dibandingkan dengan lap CHX dalam mencegah kejadian IDO (p = 0,008%).Kesimpulan:Mandi CHX 2% sebelum operasi elektif bedah ortopedi efektif dalam mencegah IDO karena bersifat sebagai bakterisidal dan bakteriostatik serta dapat bertahan lama di kulit. Kata Kunci: Chlorhexidine, mandi, infeksi daerah operasi
Pengarub posisi operasl Cerbadap fisiologis pasien Zafrullah Khani Jasa
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v9i2.13402

Abstract

Ab1trak.  Posisi pasien  Jerhadap  auatu prosedur operasi  sering   merupakan suatu keterkaltan  erat antara peogarub  ancstesi  terhadap pasien secara strulcrural dan fisiologis, dan posisi yang diperlukan  oleh tim bedah untuk meoc:apai targe1 organ operui. Perubahao fisiologis  dapat terjadi  alcibat penyakit   itu sendiri maupun trauma yang dapat terjadi mulai dari pen,baban  posisi dari tempat tidur ke meja transport, melalui koridor atau elevator,  clan ketik memindahkan  ke alas meja opemi.  Respon tubub temadap  perubahan posisi merupalwl realcsi temadap gravitasi.  Sebahagian  besar perubahan   berkaitan  dengan  efelc gravitui  terhadap darab dan distribusinya   terhadap sistem venosus, pulmonal  dan arterial.  Terdapat juga perubahan penting terhadap mekanisme clan perfusi pulmonal.  Perubahan   ini menemulkan  efek pada sistem rcspirasi dan kardiovaslcular. Penempatan posisi yang tidak benar dapat menimnbulkan bahaya terhadap pasien serte menimliulkan berbagai komplikui. Bcrbagai peneltian menunjukkan  bahwa posisi pasien dapat rnemberikan efek tenemu yang dapat bersifat meQ8Unwngkan atau  fflffllgikan Perlu diketahui  bagaimana  cara menempatkan  posisi pasien un1Uk operasi dengan bcnar, sehingga targe1 organ pembedaban dapat dic:apai dengan baik. (nS 1009;2:1~19) Kata Kunci : Operasi, posisi, perubahan Abttract.   Patient's position related to an operation procedure is a close relationship between anesthesia effect to a patienu both structural aod physiological, and the right position needed to obtain optimal access to wgei organ. Physiologic changes can be happend due to the disease itself and trauma caused by transpoting 10  bed, through eondors  or elevators, and when moving the patient to operairing !Ible. Physical respond due to position changes ls a reaction of gravity. The majority of the changes  is due to the effect of gravitation to blood and its distribution to venous system, pulmonal,  and arterial.  There are also several important  changes  in pulmonal mechanism and perfussion, These changes can lead 10 altered of respiratory and cardiovascular system.. Wrong positioning of a patient can lead the danger of complications. Many studies had showed that certain position can give  certain   a.ff'ects either good or bad. Physicians should know the be$I position 10 obtain the optimal access to the organ targe1ed for operation. (./KS21}(}9;1: J()()..109) Keyword:  Operation, position, change 
Insidensi Persalinan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA)-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Periode Januari 2008 - Oktober 2010 Muhammad Andalas
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMendapatkan gambaran distribusi jenis persalinan, indikasi seksio sesarea dan kasus rujukan di kamar bersalin Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA)-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) periode januari 2008-oktober 2010.Ini adalah suatu penelitian deskriptif analitik yang dilakukan di kamar bersalin RSUZA-FK USK periode Januari 2008-Oktober 2010. Data diambil berdasarkan catatan di kamar bersalin sebanyak 3.151 kasus.Selama periode di atas didapatkan persalinan pervaginam 1.954 kasus dan seksio sesarea 1.197 kasus. Pada kasus persalinan 1.660 (84,96%) lahir secara spontan, 95 (4,86%) letak sungsang, dan 117 (5,99%) dengan vakum ekstraksi, dan Vaginal Birth After Cesarian (VBAC) 44 (2,25%) kasus. Pada kasus persalinan spontan 776 (39,71%) adalah primi gravida dan 234 (11,98%) grande. Berdasarkan persalinan yang dirujuk, sebanyak 630 (52,63%) kasus datang sendiri, rujukan spesialis 61 (5,1%)  kasus, rujukan bidan 109 (9,11%)  kasus, serta rujukan poliklinik 139 (11,61%)  kasus, dan rujukan rumah sakit di Banda Aceh dan sekitarnya 199 (16,62%) kasus. Dilihat dari indikasi seksio sesarea partus tak maju 197 (16,46%) kasus, pre eklamsia 177 (14,79%) kasus, dan kasus letak sungsang 147 (12,28%) kasus.Masih tinggi angka operasi seksio sesarea di bagian obstetri ginekologi RSUZA-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Indikasi operasi seksio sesarea terbanyak adalah partus tidak maju, kemudian pre-eklamsia. Masih rendah persentase rujukan spesialis ke bagian obstetri dan ginekologi RSUZA Banda Aceh.Abstractto determine a distribution’s overview from delivery’s type, indication of section cesarean and referral case in delivery room General Hospital Zainoel Abidin (RSUZA)-Faculty of Medicine Syiah Kuala University (FK USK) period of January 2008-October 2010.This was a descriptive analytic study that was conducted at delivery room RSUZA-FK USK January 2008-October 2010. Data was taken based on the record in the delivery room, there were 3151 cases. in this period we found vaginal birth 1954 cases and section cesarean (SC) 1197 cases, from delivery’s type 1660 cases (84.96%) were born spontaneously, and 95 (4.86%) breech cases, 117 (5.99%) with vacuum extraction, and Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) 44 (2.25%) cases. In vaginal birth 776 (39.71%) were primi gravida and 234 (11.98%) were grande.  In SC cases, 630 (52.63%) cases were came by their selves, from specialist 61 (5.1%) cases, and from midwife 109 (9.11%) cases, and from polyclinic 139 (11.61%) cases, and from other hospitals in Banda Aceh and nearby were 199 (16.62%) cases. Indication of cesarean such prolonged deliveries 197 (16.46%) cases, pre-eclampsia 177 (14.79%) cases, and 147 (12,28%) breech cases.there still much incidence of cesarean operation in the delivery room RSUZA-FK USK. The most indication of cesarean was prolonged delivery, and pre-eclampsia. There were not many patients that referred by specialist to delivery room.   
Analisis kualitas soal pada ujian fisiologi kedokteran Rosaria lndah; Razi S. Siregar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ada banyak format soal  yang digunakan   dalam ujian tertulis:  soal  essei tertutup,   essei  terbuka,   benar­ salah,  benar  salah  ganda,  menjodohkan,  soal  kasus  dan soal  pilihan  ganda.   Setiap penguji  harus   menyadari kelebihan  dan kekurangan  tiap bentuk soal.   Saal  pilihan   ganda yang baik  memiliki   beberapa  kualitas  seperti adanya  ambiguitas   ekstrinsik,   menghindari    sisipan   dan lain­lain.       Kualitas  sebuah  soal  dapat  diukur  dengan menggunakan  2 indikator:   tingkat   kesulitan (p) dan tingkat  diskriminasi    (D).   Tulisan ini  membahas  tentang 23 soal  terkait  pembelajaran   fisiologi    pada ujian  dengan  100   soal  di  blok  "The  Cells"   yang  dilaksanakan  pada Maret 2008.   Setelah memeriksa kualitas soal  kami  merekomendasikan    untuk mengganti  4 soal  yang memiliki tingkat  diskriminasi    rendah,    mengganti    1      kunci  jawaban   untuk   1       soal,   memperbaiki   8  soal   dan  tetap menggunakan  10 soal  yang memiliki  tingkat   diskriminasi   tinggi.   (JKS 2008; 1:13-17) Kata kunci :   analisis  soal,  ujian, fisiologi Abstract:  There are many question  format used these days in written examination:    Short-Answer  open- ended question,  essizy question,  simple  true-false questions.multiple  true-false question,   extended  matching  question (EMQ), key-feature approach  question   and   most popular format is multiple-choice   question  (MCQ).   Every examiners have  to be aware on benefits and weaknesses of exam questions   format.    Good MCQ questions have certain qualities such  as extrinsic  ambiguity, avoiding fillers, etc.   The quality of a question can be measured by examining  2  indicators:  difficulties  level(p)   and discrimination      level(D).   This  paper  examines   23   questions related  with physiology  in 100­questions    examination on "The Cell's"   block,  conducted  on March 2008. After examining  we recommend to substitute 4 questions which  had low discriminations   level,   change a key answer to1    question,   improve  8 questions   and reuse  other  10 questions which have high discrimination  level. (JKS 2008;1:13-17) Keyword:   item analysis,final, physiology
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN HOSPITAL DISASTER PLAN DI BLUD RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PROVINSI ACEH MENGHADAPI BENCANA GEMPABUMI DAN TSUNAMI Kasmawati Kasmawati; Dirhamsyah Dirhamsyah; Indra Indra
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PALIPERIDONE ER: A NEW TREATMENT FOR SCHIZOPHRENIA Dahlia Dahlia
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v13i3.3420

Abstract

Abstrak. Generasi kedua antipsikotik untuk pengobatan skizofrenia telah ditemukan. Paliperidone ER (Invega TM) telah disetujui pada tahun 2007 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika untuk mengobati pasien dengan skizofrenia. Formulasi Paliperidone ER yang munggunakan Alza OROS (Osmotic-controlled Release Oral-delivery System) dan menggunakan tekanan osmotic melepaskan pengobatan dalam tingkatan plasma darah yang ringan. Beberapa studi yang disponsori oleh Johnson dan Johnson Pharmaceutical Research and Development menemukan bahwa semua dosis Paliperidone ER efektif dalam mengontrol sejumlah besar simtom skizofrenia dan fungsi personal dan sosial pasien serta umumnya dapat ditoleransi dengan baik.Abstract. A new second-generation antipsychotic for the treatment of schizophrenia has been found. Paliperidone ER (Invega ™) was approved in 2007 by Food and Drug Administration (FDA) to treat patients with schizophrenia. The formulation of Paliperidone ER by using the Alza OROS (Osmotic-controlled Release Oral-delivery System) and utilizing osmotic pressure release medication in smooth blood plasma levels. Several studies that were sponsored by Johnson and Johnson Pharmaceutical Research and Development found that all doses of paliperidone ER is effective in controlling a broad range of the symptoms of schizophrenia and personal and social functioning and generally well tolerated.
PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KESIAPSIAGAAN PADA MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK LANGSUNG DAN DAMPAK TIDAK LANGSUNG BENCANA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH Taufik Suryadi; Zulfitri Zulfitri; M. Iqbal Harmas
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v18i2.18006

Abstract

Abstrak. Kesiapsiagaan bencana merupakan salah satu faktor penting yang harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dalam hal manajemen bencana. Kurangnya pengetahuan akan kesiapsiagaan bencana akan berdampak langsung pada sikap seseorang dalam hal menanggapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan bencana pada kecamatan yang telah terkena dampak langsung dan yang tidak terkena dampak langsung bencana di kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Banda Aceh yang berdomisili di Kecamatan Kutaraja dan Lueng Bata dengan sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square (p =0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Kutaraja dan Lueng bata telah memiliki pengetahuan kesiapsiagaan bencana dengan baik adalah (49,0%) dan kurang baik (51,0%) dalam hal kesiapsiagaan bencana. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan masyarakat dengan sikap kesiapsiagaan bencana tentang kesiapsiagaan bencana (p=0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan pada masyarakat yang terkena dampak langsung dan dampak tidak langsung dari bencana tsunami pada responden penelitian di Kecamatan Kutaraja dan Lueng Bata. Kata Kunci: Kesiapsiagaan bencana, pengetahuan, sikap, masyarakat Abstract. Disaster preparedness is one of the important factors that should be recognized by all levels of society in terms of disaster management. Lack of knowledge on disaster preparedness will have a direct impact on one's attitude in responding to disasters. This study aims to assess the comparability of knowledge and attitude of disaster preparedness in sub-districts that have been directly affected and not directly affected by the disaster in the city of Banda Aceh. The type of this research is descriptive with the cross-sectional approach. The population in this study is the people of Banda Aceh who are domiciled in Kutaraja and Lueng Bata sub-district with a sample of 100 people. The data were collected by using questionnaires that have been tested for their validity and reliability. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test (p = 0,05). The results showed that the people of Kutaraja and Lueng Bata sub-districts had good knowledge of disaster preparedness (49.0%) and unfavorable (51.0%) in terms of disaster preparedness. The chi-square test shows that there is a significant correlation between community knowledge and disaster preparedness attitude on disaster preparedness (p = 0,05). The conclusions of this study are the different levels of knowledge and attitudes of preparedness in the communities directly affected and the indirect impact of the tsunami disaster on the research respondents in Kutaraja and Lueng Bata sub-district.Keywords: Disaster preparedness, knowledge, attitude, community 

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue