cover
Contact Name
Damar Jati
Contact Email
damar.74t1@gmail.com
Phone
+6285647176931
Journal Mail Official
journal.wikuacitya@gmail.com
Editorial Address
https://wikuacitya.unwiku.ac.id/index.php/wikuacitya/EditorialTeam
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29644631     DOI : https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v3i2.185
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 294 Documents
PENGELOLAAN BISNIS UMKM BERBASIS DIGITAL DI DESA KALIJAYA, KECAMATAN ALIAN KABUPATEN KEBUMEN
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.159

Abstract

Pengelolaan Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan perekonomian di Desa Kalijaya. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat, kami melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital." Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberdayakan para pemilik UMKM di Desa Kalijaya dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengadopsi teknologi digital dalam operasional bisnis mereka. Temuan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pemahaman anggota mengenai manfaat digitalisasi bagi manajemen perusahaan telah meningkat secara signifikan. Banyak UMKM yang berhasil memperluas jangkauan pasar, menyederhanakan prosedur operasional, dan membuka bisnis online. Meskipun demikian, sejumlah kesulitan juga ditemukan, termasuk terbatasnya akses terhadap infrastruktur teknologi dan permasalahan seputar keamanan digital. Business Management of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is the main focus in efforts to improve the economy in Kalijaya Village. In order to make a real contribution to the local community, we carry out community service activities with the theme "Digital-Based MSME Business Management." The main objective of this activity is to empower MSME owners in Kalijaya Village with the knowledge and skills needed to adopt digital technology in their business operations. These community service findings show that members' understanding of the benefits of digitalization for company management has increased significantly. Many MSMEs have succeeded in expanding their market reach, simplifying operational procedures and opening online businesses. However, a number of difficulties were also encountered, including limited access to technological infrastructure and problems surrounding digital security.
KETAHANAN PANGAN DAN UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN RUMAH TANGGA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.160

Abstract

Lemahnya ketahanan pangan menjadi masalah serius bagi sebuah negara karena pasokan pangan yang semakin menurun akibat akan berimbas kedalam semua aspek kehidupan. Rumah tangga menjadi kelompok terkecil dalam kegiatan konsumsi di masyarakat akan terkena dampak dari menurunya ketersediaan pangan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat desa dan UMKM untuk memanfaatkan lahan rumah dan mengembangkan produk pangan rumah tangga agar tercapai ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan terhadap masyarakat yang berlokasi di Desa Kalijaya, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Hasil dari pengabdian ini menujukkan hal positif dan menarik minat banyak masyarakat. Masyarakat yang di paparkan materi dapat menerapkan pada kehidupan nyata seperti menanam produk pangan di pekarangan rumah, membuat produk-produk pangan pengganti nasi, dan juga mampu memasarkan produk.
PENDAMPINGAN UMKM: PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PADA USAHA MIKRO "HIKMAH TEPUNG"
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.161

Abstract

UMKM merupakan salah satu pilar perekonomian yang memberikan kontribusi 61,07% terhadap PDB sehingga pemberdayaan UMKM menjadi salah satu prioritas nasional. Salah satu potensi untuk penyerapan tenaga kerja yang menjadi motor pertumbuhan nasional. Dalam hal ini akuntan mempunyai peran yang cukup besar dalam mendukung perkembangan UMKM salah satunya adalah dengan mengembangkan standar pelaporan keuangan atau disebut Standar Akuntansi Keuangan EMKM (SAK EMKM). Manfaat adanya SAK EMKM adalah memberikan solusi yang sederhana bagi UMKM untuk menyusun laporan keuangan sehingga bisa memenuhi syarat dari perbankan jika UMKM membutuhkan pendanaan. Namun pelaku UMKM banyak yang minim literasi keuangan khususnya akuntansi, sehingga banyak UMKM yang perkembanganya stagnan atau mungkin tutup karena tidak memenuhi syarat untuk bisa mengakses permodalan di perbankan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk dapat melakukan pendampingan kepada UMKM agar nantinya para pelaku UMKM memiliki laporan keuangan yang proper dengan akses pendanaan dari perbankan. Pendampingan ini dilakukan dengan melibatkan mahasiswa akuntansi yang sedang menempuh mata kuliah akuntansi KUKM sehingga mahasiswa mendapat pengalaman langsung mengenai bagaimana menyusun laporan keuangan berdasar SAK EMKM. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 8 minggu atau 2 bulan, yang dimulai dari bulan November 2023 sampai dengan Januari 2024. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan pada Usaha mikro HIKMAH Tepung. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah pelaku UMKM sudah dapat menyusun laporan keuangan berupa neraca, laba rugi, dan laporan aliran kas. Dari ketiga bentuk laporan ini pelaku usaha sudah cukup memahami dan mempraktikan sendiri dengan didampingi oleh mahasiswa. Dampak dari kegiatan pendampingan ini sangat terasa bagi pemilik HIKMAH Tepung dimana pemilik dapat mengetahui perkembangan usaha dari awal berdiri sampai dengan saat ini. Pemilik dapat mengetahui laba tiap bulan dan mengetahui berapa kos barang terjual dari setiap kilogram. Selain itu dampak lainnya adalah pemilik dapat mengontrol biaya produksi dan dapat merencanakan usaha di masa depan.
PEMBERDAYAAN SISWA SDN KALONGAN 02 DALAM MELESTARIKAN BUDAYA MELALUI TARIAN WONDERLAND
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.162

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan tarian Wonderland. Sasaran pada program ini yaitu siswa kelas III SDN Kalongan 02. Kesimpulan pada program pengabdian ini meliputi siswa mengetahui tarian Wonderland sebesar 95%, siswa hafal dengan gerakan tarian Wonderland sebesar 90%, serta siswa kreatif dan terampil melakukan tarian Wonderland sebesar 87%. Harapan setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini siswa di SDN Kalongan 02 mampu melestarikan budaya melalui tarian Wonderland. Saran yang dapat disampaikan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada SDN Kalongan 02 dalam kegiatan ini yaitu pihak sekolah di SDN Kalongan 02 perlu untuk terus melaksanakan kegiatan rutin dalam bentuk ekstrakurikuler seni tari yang dapat menarik minat siswa. Selain itu siswa di SDN Kalongan 02 diberikan kesempatan untuk berkreasi dalam membuat gerakan tarian yang diambil dari beberapa tarian daerah sehingga dapat memberikan peluang kepada siswa untuk mengenali dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia.
Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Konsumen Terhadap Tambahan Pewarna Makanan Di Desa Jetis Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.163

Abstract

Perlindungan Konsumen merupakan suatu kepastian hukum dalam melindungi konsumen. Permasalahan-permasalahan sering muncul mengenik kerugian yang dialami oleh konsumen, sehingga sejalan dengan permasalahan tersebut dibutuhkankan adanya keseimbangan antara pelaku usaha dengan konsumen. Hubungan pelaku usaha dengan konsumen merupakan hubungan yang bersifat ketergantungan, artinya pelaku usaha tidak dapat berdiri sendiri memproduksi barang tanpa memikirkan bagaimana pemasarannya (bersifat apriori). Prinsip kemitraan antara pelaku usaha dan konsumen, mutlak saling membutuhkan dan sebagai konsekuensinya kemudian masing-masing mempunyai hak dan kewajiban. Dengan istilah yang lebih sederhana lahirlah tanggung jawab pelaku usaha atau produk yang dipasarkan dan pelaku usaha bertanggung gugat terhadap produk yang dipasarkan. Pada prinsipnya menyangkut produk yang dihasilkan pelaku usaha, yang kemudian produk tersebut sampai di tangan konsumen. Konsumen sebagai pemakai akhir dari sebuah produk, tidak mengetahui proses pembuatan produk, sehingga secara riil posisi konsumen seolah-olah hanya menerima dan tidak mengaetahui bagaimana barang-barang yang diproduksi. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan umum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), dijelaskan bahwa konsumen tidak dapat melakukan klarifikasi terhadap proses produksi barang tersebut, padahal seandainya terjadi sesuatu akibat negatif yang terkait dengan produk tertentu, konsumenlah yang pertama kali menerima resikonya. Penggunaan BTM pewarna yang menyalahi ketentuan dapat membahayakan Kesehatan konsumen, seperti halnya penggunaan zat pewarna yang dilarang atau melebihi takaran. Bila diambil contoh misalnya banyak jajanan anak-anak yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti zat pewarna yang dilarang seperti rodamin, kuning metanil. Banyak pelaku usaha makanan memakai bahan pewarna tersebut secara berlebihan untuk menambah rasa atau warna agar lebih menarik. Penggunaan bahan pewarna ini secara sembarangan dapat menimbulkan masalah kesehatan konsumen yang cukup serius. Pemakaian bahan kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama atau berlebihan jumlahnya sehingga bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kanker. Sedangkan secara jangka pendek, penggunaan zat-zat tersebut akan menimbulkan efek mual dan sakit kepala. Kata Kunci : Hukum Perlindungan Konsumen, Konsumen, Tambahan Pewarna Makanan
DISPENSASI KAWIN DI DESA KARANGJATI KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN CILACAP
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.164

Abstract

The aim of this Community Service is to assist the government in socializing the law and increasing public knowledge of the law, especially regarding the Marriage Dispensation in Karangjati Village, Cilacap District. In carrying out Community Service activities which raise the topic "Marriage Dispensation" in Karangjati Village, Sampang District, Cilacap Regency, the Community Service team, Faculty of Law, Wijayakusuma University, Purwokerto, offers solutions in the form of consultation and assistance for the community who will carry out activities related to understanding marriage, purpose of marriage, principles of marriage, conditions of marriage, definition of underage marriage, dispensation for marriage, conditions for dispensation for marriage. This consultation and assistance is attempted to be carried out in a planned and sustainable manner by involving academics who specialize in this topic, village officials, community leaders and youth leaders in Karangjati Village, Sampang District, Cilacap Regency. This community service received a positive response from community members. Before legal counseling is carried out, the counseling participants are first given a pretest and at the end of the counseling a posttest is given. Conclusion: Before legal counseling was carried out, many people did not know about the causes and procedures for marriage dispensations, but after legal counseling was carried out regarding marriage dispensations, people knew and understood about marriage dispensations and procedures, as well as the consequences of marriages under the age of consent. The people of Karangjati village, Sampang District, Cilacap Regency want further legal education to increase legal knowledge and awareness for the people of Karangjati village
SINERGI KARANGTARUNA DALAM PERKEMBANGAN UMKM DI DESA BANJARANYAR, KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.165

Abstract

Indonesia memiliki tatanan organisasi yang baik, mulai tingkat pusat sampai desa. Banyak organisasi yang dibentuk dalam sebuah desa atau disebut dengan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), diantaranya adalah Karang Taruna. Organisasi Karang Taruna mewadahi generasi muda untuk mengembangkan diri, bertumbuh dan berkembang dengan orientasi tercapainya kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Untuk itu Karang Taruna harus dapat menerapkan prinsip manajemen organisasi yang efektif. Karang Taruna Kusuma Yudha di desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas sudah aktif mendukung kegiatan desa terutama program tiga jam tanpa handphone yang diisi dengan kegiatan olahraga bersama. Peran tersebut masih dapat ditingkatkan melalui sinergi dengan pemilik UMKM dalam upaya pemanfaatan digital marketing, karena dengan jumlah pemilik UMKM yang semakin bertambah dan semakin ketatnya persaingan maka pelaku UMKM harus dibantu dan didampingi agar dapat berkembang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah (a) menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan pengurus dan anggota Karang Taruna mengenai pentingnya manajemen organisasi, sehingga nantinya dapat termotivasi melakukan pengelolaan organisasi dengan manajemen yang baik, (b) menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota Karang Taruna mengenai peran peran Karang Taruna dalam pengembangan UMKM, sehingga nantinya Karang Taruna dapat termotivasi melakukan sinergi dengan pelaku UMKM, (c) mendorong penerapan digital marketing pada usaha UMKM, agar nantinya pengurus dan anggota Karang Taruna Kusuma Yudha mampu melakukan praktek dan mendorong pelaku UMKM menerapkan digital marketing untuk memasarkan produknya. Metode pendekatan yang dilakukan adalah presentasi tatap muka, pendampingan dan pelatihan. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan para pengurus dan anggota Karang Taruna Kusuma Yudha selain mendapatkan pengetahuan juga semakin termotivasi untuk menerapkan manajemen organisasi yang baik dan bersinergi mendampingi pelaku UMKM dalam bidang pemanfaatan teknologi untuk menerapkan digital marketing.
Pencatatan Akuntansi Sederhana pada UMKM (IGANG Service)
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.166

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Igang Service di Desa Banyumas. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemilik usaha untuk memahami dan melakukan pencatatan keuangan sederhana untuk usaha igang service. Metode kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan dengan cara memberikan materi dan dilanjutkan dengan pendampingan dan melakukan pelatihan teknik ketrampilan akuntansi. Hasil dari pengabdian ini diharapkan mampu untuk meningkatkan pencatatan akuntansi sederhana bagi pemilik umkm dengan memanfaatkan ms excel sebagai media dalam pencatatan. Peserta pendampingan telah mengetahui dan memahami posisi dana baik sumber dan penggunaannya dan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Abstrak Maksimal 250 kata berbahasa Indonesia. Abstrak terdiri dari alasan pemilihan topik atau pentingnya topik pengabdian masyarakat, metode pengabdian, ringkasan hasil dan rekomendasi.
PENINGKATAN PROGRAM KEGIATAN PEMASARAN PRODUK UMKM
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.167

Abstract

Usaha kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah sastu elemen pertumbuhan perekonomian menempati posisi strategis dalam mempercepat perubahan struktur dan taraf hidup masyarakat. Salah satu upaya untuk mengembangkan UMKM dari segi permodalan dapat dilakukan dengan menggabungkan UMKM dalam suatu kelompok, selain itu dengan penggabungan tersebut pemasaran juga dapat dilakukan secara lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang cepat terutama dalam penggunaan media sosial. Media sosial dapat digunakan untuk melakukan promosi dari produk yang dihasilkan dengan biaya yang murah. Proyek pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan dengan memberikan materi berupa strategi pengembangan usaha dengan pembentukan kelompok usaha dan pemanfaatan media sosial untuk pemsaran produknya dan langkah berikutnya dilakukan pendampingan. Hasil dari Proyek kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dari bulan September sampai Desember 2023 telah berhasil membuat para pelaku usaha umkm di desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen yang bergerak di bidang usaha pembuatan tahu untuk mencoba mengembangkan usahanya melalui pembentukan modal bersama dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar
SOSIALISASI SADAR HUKUM PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v3i1.169

Abstract

Drug abuse is almost evenly distributed throughout Indonesia, starting from the household level, neighborhood association (RT), community association (RW), sub-district/village, sub-district, district/city, province, up to the national level. Even though the prevalence figure for drug abuse is relatively small, when converted to an equivalent figure, the average number of Indonesian people who abuse drugs is around 2 million people. In the period 2021 to 2023, drug users fell to 1.73 percent or around 3.3 million people. This means that in the last year, of the 10 thousand Indonesian population aged 15-64 years, there were 173 people who were exposed to drugs. Even though the ratio of drug abuse in Indonesia is still lower than the ratio at world level, this ratio has the potential to increase in the future if it is not anticipated or prevented with maximum efforts.